
Sementara Mark yang sedang melahap makanan itu sambil memikirkan kondisi Careless, ia meninggalkan Careless di saat gadis itu tidak sadarkan diri.
"Bagaimana dengan dia sekarang?" batin Mark.
Jedar...
Angin bertiup kencang disertai petir yang kuat. tidak lama kemudian hujan pun turun di malam itu.
Mark langsung bangkit dan melangkah menuju ke mobilnya. kecemasan terlihat sangat jelas di raut wajahnya ketua mafia itu.
Di sisi lain Detektif Khennet berada di toko bunga Elizabert.
"Aku sudah mengerahkan rekan lainnya untuk mencari gadis itu, aku yakin dia pasti tidak apa-apa. dia begitu lincah mana mungkin bisa terjadi sesuatu," ucap Detektif Khennet yang duduk berhadapan dengan pasangan suami istri itu.
"Detektif Khennet, yang aku cemaskan adalah, apakah musuh dari orang tuanya akan datang mencarinya untuk membalas dendam? kakakku itu semasa muda banyak menyinggung orang sehingga memiliki banyak musuh," kata Elizabert yang khawatir.
__ADS_1
"Seharusnya tidak ada yang bisa mengenal dia, namanya sudah kalian ganti, jadi tidak akan ada yang tahu masa lalunya," ujar Detektif Khennet.
"Detektif Khennet, bagaimana kalau memang musuhnya yang mencarinya? sudah dua hari masih belum kembali juga," kata Robert.
"Terakhir kali saat dia menghubungiku dia masih baik-baik saja, aku telah mengerahkan rekanku pergi menemui Mark Davidson," ucap Detektif Khennet.
"Mark Davidson? apa hubungan dengan dia?" tanya Elizabert dan Robert dengan serentak.
"Kalau aku tidak salah menebak, mereka seharusnya bertemu dua hari yang lalu," jawab Elizabert.
"Saat itu Zavier Folan dan Janine sudah meninggalkan Careless di jalan, saat aku melewati jalan itu tidak terlihat siapapun di sana. seharusnya tidak ada yang tahu siapa Careless sebenarnya," ujar Detektif Khennet.
"Detektif Khennet, kalau saja saat itu bukan Anda yang menyelamatkan dia, aku yakin kami pasti telah kehilangan Careless. kakakku sangat kejam sehingga tega meninggalkan putrinya begitu saja..padahal saat itu Careless baru berusia lima tahun dan tidak mengerti apa-apa," ujar Elizabert.
"Kami berharap anak ini sudah melupakan kejadian itu, karena kalau saja dia masih ingat dirinya dibuang oleh orang tuanya dia pasti sangat terluka. selama ini kami hanya mengatakan bahwa orang tuanya meninggal karena penyakit," kata Robert.
__ADS_1
"Identias gadis ini hanya kita bertiga yang tahu, aku sangat simpati pada gadis ini," ujar Detektif Khennet.
"Detektif Khennet, terima kasih karena selama ini menyembunyikan rahasia ini, dan berpura-pura tidak mengenalnya," ucap Elizabert.
"Aku hanya tidak menyangka anak gadis lima tahun yang ku temukan lima belas tahun yang lalu, kini dia telah dewasa dan selalu saja membuat onar di mana-mana. sehingga kami bertemu kembali di kantor polisi. saat itu aku melihat kalian datang menebusnya aku hampir tidak percaya bahwa gadis onar ini adalah gadis kecil itu," ungkap Detektif Khennet.
"Anda sudah menyelamatkan hidup Careless dan juga membantu kami menyembunyikan identitasnya," kata Robert.
"Dunia mafia sangat menakutkan, pertarungan antara hidup dan mati melibatkan keluarganya. kematian orang tua Careless hingga saat ini tidak ada yang tahu siapa pembunuhnya. terlalu banyak kelompok mafia sehingga menyebabkan pihak kepolisian tidak sanggup selidiki atau periksa mereka semua," ujar Detektif Khennet.
"Sebenarnya kami juga tidak berharap lagi bisa menemukan pelakunya, karena sebagai mafia memang memiliki banyak musuh. kami hanya berharap menjalani hidup seperti biasa. dan semua ini demi kebaikan Careless juga," tutur Elizabert.
Cuaca malam itu sangat tidak bersahabat, hujan deras dan petir disertai juga angin kencang.
Mark yang sedang melajukan mobilnya ia sangat cemas dengan kondisi gadis itu.
__ADS_1
"Apakah dia masih hidup atau sudah mati?" batin Mark.