King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Careless Menuju Markas Great


__ADS_3

Markas Great.


Robert dan Elizabert ditahan oleh anggota Great. mereka sedang berdiri di depan ketua mafia itu.


"Untuk apa kalian menahan kami di sini? apakah kalian tidak puas karena dikalahkan oleh keponakan kami?" tanya Robert.


"Mereka adalah mafia, pasti sangat malu karena harus kalah," ujar Elizabert


"Katakan padaku, siapa orang tua gadis itu?" tanya Great.


"Kenapa Anda ingin tahu siapa orang tuanya?" tanya Elizabert.


"Jawab saja pertanyaanku!" jawab Great.


"Bukan urusanmu," jawab Robert.


"Katakan atau mati!" bentak Great.


"Gadis itu adalah putri dari kakakku yang telah meninggal, memangnya kamu kenal dengan kakakku?" tanya Elizabert.


"Siapa nama orang tuanya?" tanya Great.


"Tuan Mafia, Anda sangat tidak masuk akal, kenapa harus mengetahui siapa orang tuanya?" tanya Robert.


"Kalau bukan rahasia kenapa keberatan memberitahuku?" tanya Great.


"Karena ini adalah urusan keluarga kami," jawab Elizabert.


"Ikat mereka!" perintah Great.

__ADS_1


"Baik!" jawab anggotanya.


"Hei, apa yang kau inginkan?" bentak Robert.


Di sisi lain Careless sedang naik taksi menuju ke ke markas Great Shotters.


"Paman, cepat!" pinta Careless yang duduk di belakang supir taksi.


"Nona, aku sudah mengunakan kecepatan yang tinggi, kalau menambah kelajuan maka mobilku akan di denda," jawab supir itu.


"Tidak apa-apa, kalau didenda aku yang akan membayarnya. karena ini bersangkutan dengan dua nyawa," jawab Careless.


"Walaupun begitu kita juga harus mengutamakan nyawa kita, kalau kita mati kita tidak akan sampai," kata Supir itu.


Sementara Mark yang telah kembali ke kediaman ia sedang melihat handphonenya dengan mengerut dahi.


"Ada apa, Bos? apakah terjadi sesuatu?" tanya Daniel


"Titik gadis itu? apakah nona Careless?" tanya Daniel.


"Iya," jawab Mark.


"Bos memasang alat pelacak di handphonenya?" tanya Careless.


"Benar! karena dia sering menyasar makanya aku sengaja pasang pelacak agar aku bisa tahu kalau dia menyasar," jawab Mark.


"Ada yang tidak beres," kata Mark yang mengutak atikkan layar sentuh handphonenya.


"Kenapa jalan ini ke arah markas Great? apakah mereka pesan bunga?" gumam Mark.

__ADS_1


Mark yang tidak tenang ia bangkit dari tempat duduknya dan ingin melangkah pergi.


"Bos," seru Daniel.


"Ikuti titik gadis ini, aku khawatir dia mengalami masalah!" perintah Mark yang menekan angka tujuan di handphonenya.


Mark dan Daniel segera masuk ke dalam mobil.


Tidak lama kemudian Careless menjawab panggilan dari Mark.


"Hallo," sahut Careless yang di seberang sana.


"Kamu ada di mana?" tanya Mark.


"Paman dan bibiku dibawa pergi oleh Great Shotters, aku ingin pergi menyelamatkan mereka," jawabnya.


"Membawa pergi paman dan bibimu? apakah mereka ingin membalas dendam?" tanya Mark.


"Iya, anak buahnya datang menimbulkan keributan di tempatku. dan besoknya bos mereka juga datang. aku bertarung dengan mereka dan menang. aku yakin mereka pasti ingin membalas dendam."


"Careless, dengar kataku, jangan terburu-buru! aku menyusulmu. tunggu aku di suatu tempat!"


"Aku hampir dekat dengan markas mereka, aku tidak bisa menunggu lagi. mereka akan menyakiti paman dan bibiku!" jawab Careless.


"Apapun yang terjadi jaga dirimu baik-baik, ulurkan waktu sebelum aku sampai," kata Mark.


"Baiklah," jawab Careless dengan memutuskan panggilannya.


"Great Shotters hingga sekarang masih tidak putus asa, Kelihatannya dia sudah mencari masalah," kata Daniel yang sedang menyetir.

__ADS_1


"Hubungi saudara kita untuk berkumpul dan menuju ke markas mereka!" perintah Mark


__ADS_2