
Seharusnya aku tidak mempercayaimu Sasha!! aku membencimu!!. Batin Agatha sedih.
Kini Agatha luntang lantung dijalanan setelah di usir oleh keluarga nya sendiri, mereka semua jahat Agatha membencinya, walaupun yang salah adalah Sasha, tapi dengan keluarganya tidak mempercayai nya itu sama saja mereka jahat terhadap Agatha.
"Sekarang aku harus kemana? bahkan aku hamil setelah melakukannya". Gumam Agatha memukul perutnya.
"Kak Cindy, apakah mereka juga mengabari kakak dan membuat kakak juga membenci ku?". Tanya Agatha menatap ke atas.
"Aku harus bagaimana tuhan? kenapa ini semua harus terjadi padaku hiks hiks". Ujarnya terisak.
"Ini semua garagara kamu Sasha!!! aku membencimuu!! sangatt membencimuu!! semoga kau mendapatkan karmanya!!". Teriak Agatha didekat jembatan yang dibawahnya air mengalir.
Sedangkan di sisi lain Vino sedang berada dalam perjalanan menuju perusahaannya, tetapi ia terhenti ketika melihat seseorang yang ia kenal sedang mencoba bunuh diri, seketika ia menghentikan laju mobilnya.
"AGATHA BERHENTII!!" Teriaknya membuat Agatha menoleh dengan raut wajah yang berantakan.
"Kenapa? kenapa kak Vino menghentikan ku? hiks hiks biarkan aku pergi kak, karena kini aku sudah tidak punya tempat untuk berlindung lagi". Ujar Agatha pada Vino sambil terisak.
"KAMU GILA AGATHA!!". Teriaknya pada Agatha.
"Buat apa Agatha hidup kak? kalau keluarga aku aja mengusirku dari rumah kak hiks hiks". Ujar Agatha membuat seseorang dihadapannya tertegun.
"Kamu kenapa? bilang sama kakak". Ujarnya hendak memeluk Agatha.
"Jangan kak Vino!! aku kotor kak hiks hiks, aku hiks aku". Agatha tidak melanjutkan ucapannya karena ia tidak kuat menceritakan nya
Agatha pergi dari hadapan Vino secepatnya, Agatha mengenalnya dari abangnya Radit bahwa Vino adalah sahabat abangnya Reno, Vino hendak mengejar tetapi ia mengingat ada pertemuan dengan Client penting, semoga saja Agatha tidak nekat untuk mencoba bunuh diri lagi pikirnya.
Sedangkan Agatha kini ia sedang berjalan dengan tatapan kosong, hingga tak terasa ia pingsan saking pusingnya, membuat seseorang langsung turun dari mobilnya dengan panik, ia memasukkan Agatha kedalam mobilnya.
"Loh Bryan, lo bawa siapa itu?". Tanya rekan kerjanya sekaligus sahabat nya.
"Bawa adik sahabat gue, minggir lo Deon". Jawab Bryan pada sahabatnya itu.
"Okee, gue kabari keluarga jangan?". Tanya Deon padanya.
__ADS_1
"Jangan dulu Yon, belum pasti Agatha kenapa napanya". Jawab Bryan sambil memeriksa Agatha.
"Okee bos". Ujarnya pada Bryan.
Beberapa menit kemudian Agatha tersadar dan ia menatap seluruh ruangan putih, ternyata di rumah sakit pikirnya, Agatha hendak bangun dari tidurnya untuk duduk tetapi dilarang oleh dokter yang masuk ke ruangan.
"Ehh udah, rebahan lagi aja, badan kamu masih lemes". Ujarnya pada Agatha.
"Dokter aku kenapa ya? kok bisa ada disini?". Tanya Agatha padanya.
"Tadi kamu pingsan di jalan, untung aja pas saya lewat, kamu gapapa hanya saja saat ini kamu sedang hamil, usianya sudah seminggu". Jawab dokter tersebut padanya.
"Loh kok seminggu dok? Agatha aja baru melakukan itu sekali". Ujar Agatha dengan polos.
"Mungkin cairannya keluar di dalam lebih banyak dan kamu sedang keadaan subur". Ujarnya pada Agatha.
"Tapi aku gatau harus menghidupi anakku gimana dok". Ujarnya dengan padangan kosong.
Bryan yang sedaritadi mengajak ngobrol Agatha tertegun, sebenarnya apa yang telah terjadi pada adik dari sahabatnya itu, bahkan tatapan kosong itu bukanlah rasa suka melakukan suatu hubungan suami istri, apakah Agatha dijebak seseorang pikirnya.
"Dok, kapan aku bisa pulang?". Tanya Agatha padanya.
"Memangnya kamu akan pulang kemana? lagi pula badan kamu masih lemes, perlu di rawat beberapa hari Agatha". Jawab Bryan padanya.
"Loh kok dokter tau nama aku Agatha?". Tanya Agatha dengan polos.
"Tau karena abang kamu itu sahabat dokter, kenalin nama saya Bryan Putra Morgan , panggil aja abang Bryan seperti kamu manggil Reno". Jawab Bryan pada nya.
Bryan Putra Morgan adalah salah satu dokter termuda di rumah sakit keluarga Bramastian, dia memiliki banyak keahlian di bidang dokter, ia bisa menjadi dokter anak, dokter kandungan ataupun dokter bedah serta yang lainnya.
Bryan sendiri anak tunggal dari pasangan suami istri yang bernama Amora Putri Permatasari dan Gani Putra Venus, sempat ingin mempunyai adik tetapi Amora keguguran karena jatuh dari kamar mandi dan rahimnya diangkat membuat mereka sangat posesif pada Bryan anak satu satunya.
Kembali lagi pada Agatha , dikarenakan harus di rawat beberapa hari jadinya Agatha sekarang sedang tidur, sebelum nya Agatha sudah bilang pada dokter untuk tidak memberitahu keluarga nya atau siapapun yang kenal dengan nya.
__ADS_1
Bryan menatap malang gadis cantik yang kini sedang hamil baru satu minggu, ingin sekali rasanya ia menganggap nya sebagai adik kandung, Bryan akan selalu ada dalam suka maupun duka, ya lebih baik Bryan tidak memberitahu keberadaan Agatha.
"Bro, gimana sama kondisi nya Agatha?". Tanya Deon padanya.
"Dia hamil Yon, entah siapa yang membuatnya seperti ini". Jawab Bryan pada sahabatnya.
"Hubungin aja kerabatnya Yan". ujar Deon padanya.
"Ga, gaboleh Yon, mereka udah ngusir Agatha dari rumah, mungkin mereka ngga tau kehamilan Agatha tapi bisa saja ada yang menjebak Agatha". Ujar Bryan pada nya.
"Tega bener sih mereka, harusnya mereka cari tahu lebih detail nya gimana, walaupun iya nih dijebak, bukan salah Agatha dong, salah mereka yang kurang dalam melindungi". Ujar Deon dengan bijak.
"Widih tumben sekali bijak". Ujar Bryan terkekeh.
"Lo mah, gue bijak salah ga bijak salah banget". Gerutunya pada Bryan.
Deon Putra Siregar biasa dipanggil Deon, berumur 27 tahun sama seperti Bryan, merupakan sahabat Bryan selama di rumah sakit, Deon juga sama hebatnya dengan Bryan tetapi lebih hebat Bryan bisa menangani segalanya.
Deon merupakan anak yatim piatu, karena kedua orangtuanya meninggal akibat kecelakaan, untung saja Deon dengan cepat menerima nya, walaupun berat rasanya saat umur 8 tahun telah ditinggal pergi oleh kedua orangtua nya.
Deon pun tinggal dengan adik dari ibu nya yang bernama Aurora dan Zidan suaminya, Deon merasakan kasih sayang dari mereka walaupun berbeda dengan kasih sayang dari orangtuanya langsung, tetapi ia tetap bersyukur masih bisa merasakan kasih sayang.
"BAGAIMANA BISA?? KALIAN GA BECUS!". Teriak seseorang di suatu tempat.
"Ma-maaf tuan Reno, kami akan berusaha semaksimal mungkin". Ujar bawahannya pada nya..
"Kalian pergi keluar, tinggalkan saya sendiri". Ujarnya langsung diangguki oleh bawahannya.
"Hais, semenjak Agatha pergi kenapa hidupku jadi begini tuhan". Gumam Reno menatap bingkai foto Agatha.
"Maafin abang dek, tolong maafin abang yang gabisa jaga kamu dengan baik hiks hiks". Ujar Reno menatap foto Agatha sambil terisak.
"Seandainya abang tidak terpengaruh oleh nya, mungkin kamu masih bersama abang". Ujar Reno memeluk foto tersebut.
__ADS_1
Ada apa dengan Agatha? apakah terjadi sesuatu dengan Agatha?. Batin Kirana yang merupakan sekretarisnya.