Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 102


__ADS_3

"Eum Gaga ahh lepas". Ujar Alena pada kekasihnya.


"Sayang, aku kangen banget sama kamu". Ujar Angga yang terus saja mencium bibir Alena dengan buas.


"Gaga, tangan kamu bisa diem engga ahh". Ujar Alena saat tangan Angga mulai menjelajahi tubuhnya.


"Ngga bisa". Ujarnya yang terus saja meraba meraba tubuh Alena.


"Huaahhh".


"Kenapa bisa aku bermimpi seperti itu sihh". Gumam Angga sambil memukul kepalanya.


Agatha yang tadi mendengar teriakan dari kamar putranya pun langsung memasuki kamarnya, membuat Angga menoleh pada arah pintu yang ternyata memang bundanya yang datang, Angga menatap bundanya yang juga menatapnya.


"Ada apa bunda?". Tanya Angga pada bundanya.


"Justru bunda yang harusnya nanya sama kamu Angga, kamu kenapa tadi teriak?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Ah engga papa kok bunda, cuman mimpi buruk aja sih". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada bundanya.


"Beneran sayang gapapa?". Tanya Agatha untuk memastikan.


"Beneran gapapa bundaku yang cantik". Jawab Angga pada bundanya.


"Yasudah kalau gitu bunda kembali ke kamar ya, kamu nyenyak ya tidurnya sayang". Ujar Agatha mengecup kening anaknya.


"Iyaa bunda, bunda juga nyenyak yaa tidurnya". Ujar Angga sambil tersenyum tipis pada bundanya.


"Selamat malam sayang". Ujar Agatha pada anaknya.


"Malam juga bunda". Ujarnya pada sang bunda.


Setelah melihat kepergian bundanya, Angga segera memasuki kamar mandi nya, ia juga merupakan lelaki normal wajar saja bermimpi seperti itu membuatnya bergairah, hingga beberapa menit kemudian ia sudah tenang pun kembali tidur.


Keesokkan harinya, semuanya berkumpul diruang tengah karena Agatha menyuruh mereka untuk berkumpul, Vino menatap pada anak anaknya yang kini sudah semakin dewasa, sungguh Vino tidak menyangka anak anaknya sudah besar.


"Ayah kenapa nangis?". Tanya Sagara pada ayahnya.


"Nangis?". Tanya Vino pada anaknya.


"Iyaa nangis Ayahh, tuh pipi ayah aja basah". Jawabnya pada ayahnya.


"Ah kenapa ya? padahal ayah gapapa loh". Ujarnya sambil mengusap air mata nya.


"Ah mungkin kelilipan". Lanjutnya pada anaknya.


"Yaa bisa jadi ayahh". Ujar Sagara pada ayahnya.


"Bunda sebenarnya mau apa ngumpulin kita disini?'. Tanya Indira padanya.


"Bener tuh apa yang dibilang sama Dira bun". Ujar Athara pada bundanya.

__ADS_1


"Bunda ngumpulin kalian semua disini karena bunda mau bilang sesuatu pada kalian semua". Ujar Agatha pada mereka.


"Mau bilang apa emangnya bunda?". Tanya Sagara pada sang bunda.


"Bunda ingin kalian semua ikut liburan sama bunda dan ayah ke Prancis". Jawab Agatha pada anaknya.


"Wahhh beneran kita akan liburan bun?". Tanya Indira dengan antusias pada Agatha.


"Iyaa beneran dong masa bunda bohong sama kalian". Jawab Agatha sambil tersenyum tipis pada anak anaknya.


"Yeee akhirnya liburan!!". Teriak Sagara dengan senang.


"Kaya anak kecil aja kamu Saga". Ujar Angga pada adiknya.


"Ya kan aku memang paling kecil". Ujarnya pada abangnya.


"Heum iya deh terserah kamu Aja". Ujar Angga pada adiknya.


Agatha dan Vino yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, selalu saja mereka seperti itu pikir keduanya hingga tatapan mereka tertuju pada Marcello yang asik melamun, entah melamunkan apa pikirnya.


"Marcell sayangg, nak kenapa ngelamun?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Ah iyaa gimana bunda? ". Tanya Marcello pada bundanya.


"Ada yang kamu pikirkan sayang? kenapa daritadi kelihatannya ngelamun terus?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Engga kok bunda, cuman pengen ngelamun aja sih". Jawabnya sambil tersenyum kecil pada bundanya.


"Ohh ya bunda, Aunty Vira kapan kesini lagi bunda?". Tanya Indira pasa bundanya.


"Heum paling minggu depan sayang". Jawab Agatha padanya.


"Yaudah kalau gitu, aku udah ngga sabar pengen ngobrol sama Elva". Ujarnya pada bundanya.


"Maksud kamu Elvandra apa Elvana?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Kenapa namanya harus sama sih? ya jelas sama Elvana dongg bun engga mungkin ngobrol sama Elvandra". Ujar Indira pada bundanya.


"Hahaha baiklah sayang bunda paham kok". Ujarnya sambil tertawa kecil pada anaknya.


"Bunda, Saga ngantuk". Ujarnya pada bundanya.


"Yaudah tidurin aja sayang kalau ngantuk". Ujar Agatha pada anaknya.


"Baiklah kalau begitu bunda, Saga ke kamar ya bunda". Pamitnya pada sang bunda.


"Iyaa sayang". Ujar Agatha pada anaknya.


Melihat kepergian anaknya, Agatha kembali menatap kelima anaknya yang lain membuat semuanya saling menatap, Vino juga menatap istrinya karena penasaran dengan apa yang akan dibicarakan istrinya.


"Kalian kecuali Angga dan Satya, kapan punya pacar?". Tanya Vino pada anaknya.

__ADS_1


"Ayah kepo banget sih". Ujar Sagara pada ayahnya.


"Biarin aja, ayah kan pengen tau". Ujar Vino pada anaknya.


"Belum ada yang cocok aja sih yah". Jawab Athara pada ayahnya.


"Emang tipe kamu seperti apa sih Atha?". Tanya Vino pada anaknya.


"Tipe nya ya seperti bunda aja yah". Jawabnya pada sang ayah.


"Dihh dasar kamutuh, engga akan ada yang sama seperti bunda, bunda kamu itu Limited Edition ". Ujar Vino pada anaknya.


"Iyaa deh iyaa gimana ayah aja". Ujar Athara sambil memutar bola matanya.


"Sudah jangan berdebat, lebih baik sekarang kalian segera tidur sore, karena nanti malam kita makan diluar". Ujar Agatha pada mereka semua.


"Okee siap bunda". Ujar mereka pada bundanya.


Setelah melihat anak anaknya memasuki kamarnya, Agatha menoleh pada suaminya membuat Vino menatapnya karena merasa heran pada istrinya, Agatha langsung mencium bibir suaminya membuat Vino terkejut bukan main melihat istrinya yang berinisiatif.


"Sayangg, makasih atas segalanya ya". Ujar Agatha sambil tersenyum manis pada suaminya.


"Iyaa sayang, apapun demi kamu akan mas lakukan". Ujar Vino pada istrinya.


"Tapi sayang kurang kiss nya". Ujarnya kembali pada sang istri.


"Mas tapi--eum".


Vino mencium bibir istrinya dengan lembut sedangkan Agatha hanya menikmati ciuman tersebut, tanpa mereka sadari Angga melihat keduanya berciuman bahkan Angga memegang jantungnya yang tiba tiba berdebar.


"Jangan lagi please". Gumamnya sambil memukul kepalanya karena pikiran kotornya.


"Ahh ngga bener nihh". Ujar Angga sambil berlalu pergi ke kamarnya.


"Ahh kenapa pikiran nya ngga hilang hilang sihh". Ujar Angga merasa stres rasanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nulis Bab \= Selasa , 18 April 2023


Update Bab \= Rabu, 19 April 2023


Author mulai lanjut ngetik jam 11.37 siang gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis baru ada 200 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)


Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 14.30 siang karena tadi banyak yang belanja di toko gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena aku juga butuh waktu istirahat sebentar gays :)


Author lanjut lagi nulis jam 19.00 malam karena author baru aja pulang kerja gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena author juga butuh waktu istirahat saat pulang kerja nya ya gays :)


Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)


MINAL AIDZIN WALFAIDZIN

__ADS_1


MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YA PARA READERS KESAYANGAN KU :)


__ADS_2