Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 49


__ADS_3

"Mas Vin, bangun sayang". Ujar Agatha membangunkan suaminya.


"Hoam Iya kenapa sayang?". Tanya Vino pada istrinya.


"Aku pengen makan mas, lapar". jawabnya pada suaminya.


"Yaudah mas ambilkan dulu ya sayang". Ujar Vino pada istrinya.


"Mau ikut mas". Ujarnya pada suaminya.


"Yaudah ayok. sayang". Ujarnya pada Agatha yang masih tersenyum padanya.


Mereka sampai diruang makan, Vino langsung menyiapkan makanan untuk istrinya, Agatha begitu lahap memakannya membuat Vino tenang karena biasanya banyak yang ngga nafsu makan, tapi sebagian ada yang nafsu makannya menjadi besar.


"Anak ayah lagi apa disana sayang?". Tanya Vino sambil mengelus perut istrinya.


Dug Dug Dug


"Aduh anak ayah nendang nendang nih". Ujar Agatha merasakan tendangan dalam perutnya.


"Wah lagi main bola ya sayangnya ayahh". Ujarnya mengelus perut istrinya.


"Iyaa ayah". Ujar Agatha layaknya anak kecil.


"Sehat sehat ya sayang, jangan sakitin bunda kasian". Ujar Vino mengecup perut istrinya.


"Iyaa ayahh makasihh". Ujarnya sambil tersenyum pada suaminya.


"Udah kenyang sayang?". tanya Vino pada istrinya.


"Udah mas, kembali ke kamar yuk". Jawabnya pada sang suami.


"Iyaa Ayok sayang". Ujar Vino pada Agatha.


Sesampainya di kamar mereka tidak langsung tidur karena Agatha baru saja selesai makan, mereka menunggu selama 10menit untuk tidur kembali tapi rupanya Agatha tidak bisa menahannya hingga akhirnya tertidur pulas membuat Vino hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"I love you my wife". Gumamnya mengecup kening istrinya.


Keesokkan harinya mereka bangun bersama, Agatha lebih dulu masuk ke kamar mandi sedangkan Vino menunggu istrinya karena matanya masih mengantuk, hingga beberapa menit kemudian Agatha selesai membersihkan badannya.


"Mas sana mandi". Ujarnya pada Vino.


"Iyaa syaang". Ujarnya sambil bangkit lalu memeluk pinggang istrinya.


Cup cup cup


Vino mengecup kening, pipi serta bibir istrinya dengan sedikit *******, ia melepaskan pangutannya lalu masuk ke dalam kamar mandi membiarkan istrinya terdiam ditempat, hingga beberapa saat Agatha tersadar ia pun langsung memakai pakaiannya diruang baju.


Beberapa menit kemudian mereka berdua keluar dari kamar menghampiri anak anaknya, lalu keduanya duduk di sofa sambil memperhatikan anak anaknya yang sedang fokus menulis di bukunya, di umurnya yang akan memasuki usia 5 tahun memang tidak dapat dipercaya.


"Ada yang susah ngga?". Tanya Agatha pada kelima anaknya.


"Ngga ada bunda, tenang aja". Jawab mereka kompak.


"Aih kalian terlalu pintar, mengalahkan bunda sama ayah". Ujar Agatha menatap anak anaknya.


"Setidaknya kita itu pintar karena percampuran bunda dan ayah". Ujar Athara dengan serius.


"Ah baiklah terserah kalian saja". Ujarnya sambil mengelus perutnya.


Ting!

__ADS_1


...Gia Kembarannya Gea...


...Online...


Kak, ada bang Vino?


^^^Ada, kenapa emangnya?^^^


Tolongin kita kak


^^^Kalian kenapa???^^^


Ada yang mengikuti kita dari belakang, takuttt kak 😢 cepat ya kak, aku serasa dikejar hantu tapi lebih dari hantuu 😖


^^^Ya Ampun sebentar ya kakak bilang sama Mas Vino , kalian cari tempat aman okee^^^


Agatha menyimpan ponselnya lalu memberitahu pada suaminya jika kedua adiknya dalam bahaya, membuat Vino langsung bangkit dari duduknya ia memang telah memberikan GPS pada barang yang mereka gunakan seperti Ponsel, anting, kalung dan cincin.


Agatha yang melihat suaminya keluar dari rumah pun langsung berdoa, agar suami serta kedua adiknya tidak kenapa napa saat pulang nanti, anak anaknya yang menatap bundanya gelisah pun menghampirinya.


"Bunda kenapa?". Tanya Angga padanya.


"Bang, chip yang abang buat belum jadi?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Bemtar lagi bun, emangnya kenapa?". Tanya Angga khawatir.


"Aunty Gia dan Gea dikejar kejar orang jahat syaang". Jawabnya pada anaknya.


"Aapaa?! jadi ayah menyusul kesana?". Tanya Satya pada bundanya.


"Iyaa nak". Jawab Agatha pada mereka.


"Bunda, jangan banyak pikiran, inget kandungan Bunda". Ujar Indira dengan serius.


...Bang Reno...


...Online...


^^^Bangg, Agatha butuh bantuan abangg^^^


Butuh bantuan apa sayang?


^^^Tolong bantu mas Vino, dia lagi mau nyelamatin Gia dan Gea dari bahaya kak^^^


Kirim alamatnya ke kakak


^^^Ihh kan kakak bisa cek di GPS yang dipasangkan pada benda mereka berdua^^^


Ah Iyaa abang lupa dek, kalau gitu udah dulu dek


^^^Okee bang^^^


Setidaknya ia bisa sedikit tenang karena abangnya akan membantu suaminya, Indira yang melihat bundanya masih termenung pun membawa gitar mini nya untuk menyanyikan lagu yang lucu buat menghibur bundanya.


Jreng Jreng Jreng


Pak RW datang bawa polisi


Diseret lagi dari kamar mandi


Tanpa handuk, tanpa baju

__ADS_1


 


Kata mereka aku mau nyuri


Waktu ku nyiul pasti lagi manggil


Karena siulku, burung tetangga jadi kabur


Besoknya lagi, jadi males mandi


Biar gatel gatel banyak panu ‘gak peduli


*Naik naik ke puncak monas


Tinggi tinggi sekali


Kiri kanan ku lihat saja


Orang yang berpacaran.


Abang tukang gojek


Mari Mari sini


Aku mau ngeprank*


Sontak saja Agatha dan yang lainnya mendengar nyanyian Indira yang terbilang ngga jelas, Agatha tersenyum melihat usaha anaknya yang ingin membuatnya tersenyum, Agatha memeluk anak perempuan nya dengan erat.


"Terimakasih sudah hibur bunda syaang". Ujarnya sambil mencium kening anaknya.


"Iyaa sama sama bunda, bunda jangan sedih lagi ya bun". ujarnya pada Agatha.


"Iyaa bunda ngga akan sedih lagi kok, karena Adek Dira ini menghibur bunda". Ujarnya sambil tersenyum pada anaknya.


"Bunda kan Dira juga kakak, jadi yang Adek tuh yang dalam perut bunda". Ujar Indira dengan kesal.


"Hahah iyaa deh kakak Dira maaf yaa". Ujar Agatha pada anaknya.


"Iyaa gapapa bunda". Ujarnya sambil tersenyum pada bundanya.


Beberapa jam kemudian Vino kembali bersama kedua adiknya dan juga Reno, mereka tidak babak belur karena pasukan mereka lebih banyak daripada musuh, Gia dan Gea memeluk Agatha sungguh mereka sangat ketakutan dikejar kejar saat pulang dari kuliah.


"Ga ada yang luka kan?". Tanya Agatha menatap kedua adiknya.


"Ngga ada kak, tapi kita takut kaak". Jawabnya pada Agatha.


"Jangan takut, mulai sekarang kalian akan dijaga bodyguard, jangan membantah". Ujar Vino duduk disamping anak anaknya.


"Iya benar Aunty, jaga oleh bodyguard saja tapi yang badannya gede otot". Ujar Indira membuat Gia dan Gea tersenyum kepada ponakannya.


"Iyaa kita mau bang". Ujar keduanya pada Vino.


"Good job". Ujar Vino pada mereka berdua.


Beberapa menit kemudian kini Gia dan Gea sudah berada di ruang makan bersama yang lainnya, Mereka berdua akan menginap dirumah Bramaskara karena Mommy Elvina dan Daddy Vano Ada urusan di Korea membuat mereka berdua harus menginap karena takut.


Semuanya makan dengan tenang hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, Agatha dibantu oleh kedua adik iparnya membawa piring bekas kedapur.


"Makasih ya kak". Ujar keduanya pada Agatha.


"Makasih buat apa?". Tanya Agatha pada mereka berdua.

__ADS_1


"Makasih karena kakak, abang Vino sedikit berubah makasih kak". Jawab Gia memeluk Agatha di ikuti oleh Gea kembarannya.


"Udah gapapa harusnya kakak yang bilang makasih". Ujarnya tersenyum pada mereka.


__ADS_2