Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 9


__ADS_3

Vino sedang mencari sosok perempuan yang saat itu bersama nya, tetapi sayangnya ia tidak mengenali wajah perempuan tersebut karena dalam keadaan mabuk. Ia hanya melihat kasurnya ada bercak merah yang berarti perempuan itu masih perawan.


"Kalian sudah menemukannya?". Tanya Vino dengan dingin pada bawahannya.


"Belum tuan, kita tidak tau ciri nya seperti apa, apakah tuan tidak mengingat atau ada barang perempuan itu yang tertinggal?". Tanya nya pada Vino.


"Ahh ya aku ingat, sebentar". Ujar Vino membuka lacinya.


"Ini aku menemukan kalung". Ujarnya pada bawahannya.


"Kalung berbentuk love biasanya ada foto didalamnya tuan, coba tuan cek apakah ada?". Tanyanya langsung diangguki.


"Ada foto tapi anak kecil". Jawab Vino padanya.


"Coba saya liat tuan". Ujarnya pada Vino.


"Ini, kamu cari tau foto siapa ini". Ujar Vino padanya.


"Baik tuan". Ujar bawahannya lalu pergi dari hadapan Vino.


Vino termenung memikirkan Agatha, semoga saja Agatha tidak nekat untuk bunuh diri, kemarin dia ingin mengejarnya jika tidak ada kepentingan mungkin sekarang Agatha sudah ia bawa pulang ke apartemen pikirnya.


Sedangkan saat ini Agatha sedang dirawat dirumah sakit karena badannya masih lemas, Bryan menghubungi sahabatnya karena ia benar benar kebingungan, mungkin saja Vino bisa membantunya untuk mengurus Agatha pikirnya.


"Apa gue kasih tau Vino aja? eh tapi nanti yang ada Vino ngasih tau Reno, ngga dehh, lebih baik mereka tidak mengetahui nya, seperti yang Agatha inginkan". Gumam Bryan sambil pergi menuju ke ruangan nya.


"Woyy Yayan". Teriak seseorang membuatnya menoleh saat akan masuk ruangan.


"Vino, lo ngapain disini?". Tanya Bryan padanya.


"Gue mau cerita sama lo Yan". Jawab Vino yang langsung duduk di kursi.


"Cerita apa?". Tanya Bryan menatap Vino.


"Gue udah bikin anak orang hilang perawannya". Jawab Vino pada Bryan.


"Apaa?? gilaa lo Vin, lo inget wajahnya ngga?". Tanya Bryan dengan kesal.


"Gue ngga inget Yan, ada yang ngasih gue minuman bir level tinggi". Jawab Vino padanya.

__ADS_1


"Terus sekarang lo lagi nyari cewek itu?". Tanya Bryan diangguki oleh Vino.


"Ada petunjuk ngga? siapa tau gue bisa bantu". Ujar Bryan padanya.


"Ada sih , kalung yang berisi foto". Ujar Vino pada Bryan sahabatnya.


"Coba gue liat barangnya". Ujar Bryan padanya.


"Ketinggalan di kantor, nanti aja deh gue kasih liat barangnya, sekarang gue lagi bingung nih ". Ujar Vino padanya.


"Bingung kenapa lo Vin?". Tanya Bryan padanya.


"Gue harus cari Agatha Yan, kemarin gue liat dia mau bunuh diri, gatau karena apa, gue mau tau apa yang terjadi, dia keburu pergi Yan". Jawab Vino membuat Bryan tertegun.


"Maksud lo gimana Vin?". Tanya Bryan pada nya.


"Agatha bilang ke gue kalau dia itu kotor gatau maksudnya kotor seperti apa yang dia maksud, karena saat gue mau memeluknya untuk menenangkan Agatha malah melarang Yan". Jawab Vino membuat Bryan yakin bahwa Agatha dijebak.


"Lebih baik lo tanyain sama keluarga Agatha Vin". ujarnya pada Vino.


"Ah bener juga, yaudah gue pamit yaa". Ujar Vino tanpa menunggu jawaban dari Bryan.


Agatha tau bahwa ia hamil kembar tetapi tidak diberitahu hambil kembar berapa nya oleh Bryan, tiba tiba datang Deon memasuki ruangan nya serta membawakan buah mangga yang begitu membuat Agatha tergiur.


"Bang Deon buah mangga nya buat aku?". Tanya Agatha padanya.


"Iyaa buat kamu nih sengaja abang bawa, biasanya ibu hamil suka yang masam". Jawab Deon memberikan buah mangga muda tersebut.


"Wah makasih ya bang". Ujarnya pada Deon.


"Iyaa sama sama Tha, yaudah makan ya buahnya, abang mau keruangan lain untuk memeriksa pasien". Ujar Deon diangguki oleh Agatha.


"Iyaa bang, sekali makasih ya bang". Ujar Agatha diangguki oleh Deon.


Agatha menatap Deon yang sudah keluar dari ruangan, ia sedih karena keluarga nya saja jijik terhadapnya tetapi mereka yang bukan siapa siapa Agatha menerima Agatha begitu baik, bahkan mereka menganggap Agatha sebagai adiknya.


"Andai aja disaat saat aku seperti ini, kalian ada disampingku hiks hiks tapi kalian membuat ku kecewa dengan sikap kalian". Ujar Agatha dengan terisak.


"Maafin bunda ya sayang sempet mau gugurin kamu, maafin bunda, kalian harta berharga bagi bunda sayang". Ujar Agatha mengusap perut ratanya.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus pergi meninggalkan Indonesia secepatnya, aku butuh bantuan Bang Deon dan Bang Bryan". Gumam nya pada dirinya sendiri.


"Kata abang Deon buah mangga ini asam kan? tapi kok rasanya manis? apa begini ya ibu hamil?". tanya Agatha pada dirinya sendiri.


"Ya mungkin saja ibu hamil berbeda dengan yang lain". Ujarnya sambil terkekeh.


Beberapa jam kemudian Bryan memasuki ruangan Agatha, ia merasa kasihan terhadap Agatha, sebenarnya apa yang telah dilalui Agatha? mengapa terkadang selalu menatap kosong ke depan? begitu berat bebanmu ya Agatha pikirnya.


"Bantu bunda kamu sayang, buatlah bunda kamu kuat menghadapi segalanya, jadikanlah bundamu kuat tidak lemah lagi, agar tidak mudah ditipu oleh seseorang". Ujar Bryan menatap perut rata Agatha.


"Kamu harus bahagia Agatha, abang sayang kamu, abang menjadi ingat adik sepupu abang yang sama seperti kamu, tapi sekarang dia sudah tenang di alam sana". ujarnya menyeka air matanya dengan cepat.


"Eunghh, loh abang? kenapa ngga bangunin aku?". Tanya Agatha yang memang baru bangun tidur.


"Gapapa kok, abang hanya ingin melihat mu saja". Jawab Bryan dengan suara seraknya.


"Abang tadi nangis kan?". Tanya Agatha menatapnya.


"Siapa yang nangis? ngga kok". Ujar Bryan pada Agatha.


"Abang jangan bohong deh sama aku, aku tau ya abang itu habis nangis kan". Ujarnya kekeh pada Bryan.


"Iyaa deh iya abang kalah, iyaa abang nangis tapi ga deras juga". Ujarnya pada Agatha.


"Emangnya hujan, deras segala haha". Ujar Agatha dengan tertawa.


"Nah gitu dong ketawa, kan cantik". Ujar Bryan membuat Agatha malu.


Bryan senang melihat tawa Agatha, mengingatkan kembali adik sepupunya yang sudah meninggal garagara bunuh diri, Bryan pamit keluar pada Agatha dan Agatha mengiyakannya , Agatha tersenyum senang melihat Bryan.


"Aku seperti mempunyai semangat lagi". Ujarnya dengan tersenyum senang.


"Akan aku buktikan bahwa aku bisa menghadapinya sendirian". Ujarnya lagi pada dirinya sendiri.


"Semangat Agatha!". Ujarnya dengan tegas.


"Kamu ngga boleh lemas, kamu harus membuktikan bahwa kamu bisa bahagia tanpa adanya mereka disamping kamu". ujarnya lagi pada dirinya sendiri.


Agatha memilih tidur karena rasa kantuknya yang tidak bisa diajak kompromi, hingga beberapa menit kemudian Agatha sudah tertidur lelap membuat seseorang dibalik pintu tersenyum senang siapa lagi jika bukan Bryan yang tadinya akan masuk.

__ADS_1


Syukurlah kamu bersemangat Kembali AGATHA. Batinnya tersenyum senang.


__ADS_2