
"Kalian sebenarnya mau apa sih? selalu saja datang kesini?". Tanya Agatha menatap mereka.
"Bunda kesini ingin meminta maaf syang, ayah kamu dan juga abang kamu". Jawab Felicia dengan sedih.
"Sudah berapa kali aku bilang--akhh sakitt". Ujar Agatha terpotong karena kepalanya begitu sakit.
"Sayang kamu kenapa?". Tanya Felicia panik.
"Arghh sakitt". Teriak Agatha kesakitan.
Semuanya panik melihat Agatha yang meringis kesakitan sambil memegang kepalanya, Agatha menatap mereka satu persatu ketika ingatannya perlahan muncul walaupun kepalanya sakit, Vino yang melihat itupun cemas.
"Sayang kamu kenapa?". Tanya Vino pada istrinya.
"Mas sakitt, mereka itu--akh". Belum sempat Agatha menyelesaikan ucapannya kegelapan merenggutnya.
"Sayang bangun, honey". Ujar Vino panik melihat istrinya yang pingsan.
"Kalian apakan istriku Hah!". Teriak Vino pada mereka.
"Bunda hanya ingin minta maaf sama Agatha". Ujarnya dengan sedih pada Vino.
"Jangan sebut tante dengan sebutan bunda, ataupun om dengan sebutan ayah, karena dulu kalian sudah menganggap Agatha bukanlah anak kalian lagi, bahkan kalian sudah mengganti kan Agatha dengan Sasha kan, bukankah anak yang kalian bangga banggakan adalah Sasha!!". Teriak Vino membuat mereka terdiam.
"Maafin gue Vin, andai aja gue percaya sama Agatha pasti nggaa akan kaya gini". Ujar Bintang padanya.
"Andai saja kalian mencari kebenaran nya terlebih dahulu pasti kejadiannya ngga akan seperti ini". Ujar Vino meralat ucapan Bintang.
"Iyaa gue tau gue salah kita semua salah Vin, tapi kita menyesal Vin, Ayolah bantuin kita buat dapat maaf dari Agatha". Ujarnya memelas pada Vino.
"Kalian yang harus berusaha sendiri mendapatkan maaf dari Agatha, karena aku tidak bisa membantu". Ujarnya berlalu pergi dari hadapan mereka.
"Harus dengan cara apa lagi supaya kamu bisa memaafkan bunda syaang". Gumam Felicia sedih.
"Udah bun, lebih baik kita pulang untuk memikirkan caranya". Ujar Bintang padanya.
"Huft yaaudah kita pulang aja, kasian juga Agatha kalau terus kaya gini setiap kita datang". Ujarnya pda anak anaknya.
Sementara Vino kini sedang menemani istrinya yang masih belum tersadar, ia hanya bisa menunggu istrinya sadar kembali, anak anak menghampiri Vino yang sedang mencium tangan Agatha, Vino yang sadar dengan kehadiran seseorang pun menoleh ke belakang.
"Ayah bunda kenapa lagi?". Tanya Indira dengan berkaca kaca.
"Pasti karena mereka kan yah". Ujar Angga padanya.
"Bukan sayang, bunda tadi pingsan mungkin kelelahan". Ujar Vino pada anak anaknya.
"Tapi kenapa bunda belum bangun juga ayah?". Tanya Athara disamping Indira.
__ADS_1
"Karena bunda nya lelah jadinya ya belum bangun sayang, lebih baik kalian belajar lagi sana". Jawab Vino pada mereka.
"Baiklah ayah". Ujar mereka kecuali Angga yang hanya mengangguk saja.
Ketika melihat anak anaknya telah pergi meninggalkan kamarnya dengan Agatha, Vino pun mengambil ponselnya yang berada di atas nakas, ia ingin menanyakan perkembangan tentang pencarian Sasha, karena ia masih harus memusnahkan orang yang membuat Agatha menderita.
...Ajudan Bagastian...
...Online...
^^^Bagaimana apakah sudah ada ketemu dengan orang itu? apakah kalian menemukannya?^^^
Sangat sulit tuan, dia sepertinya mempunyai dukungan karena di setiap kita mencari berbagai kota tidak ada
^^^Apa jangan jangan dia keluar negeri tapi tidak mungkin jika ia masih mengirim pesan teror pada istriku, kamu sebar semua anggota untuk ke setiap negeri dan negara cari keseluruh!!^^^
Siapp laksanakan perintah tuan!
^^^Good, kabari saya jika kalian sudah mendapatkannya! mengerti!!^^^
Siap mengerti tuan!!
Vino menyimpan ponselnya di nakas kembali saat mendengar suara lemas istrinya, ia menatap istrinya yang menatapnya sayu, sungguh membuat Vino tak tega ia pun memeluk istrinya dengan lembut, mengelus punggung istrinya agar tenang karena biasanya akan kembali histeris.
"Sayang, kamu mau kembali ke Korea?". Tanya Vino padanya.
"Heum ntahlah mas, tapi jika disini membahayakan apalagi sampai anak anak pun menjadi imbasnya, lebih baik kita kembali ke Korea saja mas". Jawab Agatha pada suaminya.
"Iyaa mas". Ujarnya memeluk sang suami.
"Bunda, ayahh gawatt!!". Teriak Angga pada mereka.
"Gawat kenapa sayang?". Tanya mereka berdua.
"Bang Atha bunda, Bang Atha jatuh dari tangga". Jawaban Angga membuat Agatha sontak berlari keluar kamar.
Terlihat ketiga kembarannya yang sedang berusaha menggendong Athara, Vino yang melihat itu pun langsung menggendong nya dan berlari keluar rumah, Agatha serta keempat anaknya menyusul dari belakang.
"Sayang, anaknya bunda bangun". Ujar Agatha dengan lemah.
"Kenapa Athara bisa sampai seperti ini?". Tanya Agatha menatap keempat anaknya.
"Itu karena tangga nya licin bunda, tadi Angga liat seperti nya minyak yang membuat abang jadi jatuh". Jawaban Angga membuat Vino kaget.
Kau sakiti orang terdekatku!! maka ku balas dengan lebih Kejam!! permainan kita baru dimulai Sasha!!. Batin Vino berteriak marah.
"Mas cepetan mas, darah nya semakin banyak hiks hisk". Ujar Agatha sambil terisak pada suaminya.
__ADS_1
"Iyaa syang ini mas juga cepat bawanya". Ujar Vino pada istrinya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit, Bryan yang melihat itu segera membantu begitupun dengan Deon, Athara langsung dibawa ke ruang UGD sedangkan Agatha dan keluarga kecilnya menunggu dengan cemas di luar.
"Bunda, abang pasti baik baik aja kan?". Tanya Indira memeluk Agatha.
"Pasti sayang, abang pasti baik baik aja, kamu berdoa untuk kebaikan abang kamu ya sayng". Jawab Agatha pada anaknya.
"Iyaa bunda, ya tuhan semoga abangku baik baik aja, jika pun sakit sehatkan lah kembali". Ujarnya sambil menunduk.
"Abang pasti sembuh kan bunda?". Tanya Marcello yang memang dekat dengan Athara.
"Pasti abang sembuh syaang". jawab Agatha sambil tersenyum tipis pada anakny.
"Ayah kenapa diam aja?". Tanya Angga padanya.
"Ngga papa boy". Jawabnya pada anaknya.
"Beneran yah? ingetkan kalau Angga gasuka dibohongin". Ujar Angga menatap Vino.
"Ayah cuman bingung bagaimana bisa ada minyak dilantai itu? dan siapa yang melakukannya?". Tanya Vino pada anaknya.
"Ayah, Angga pinjam ponsel ayah". Ujarnya pada Vino.
"Buat apa syaang?". Tanya Vino pada anaknya.
"Ayah lupa jika aku bisa mengembalikan rekaman cctv yang telah terhapus". Ujarnya pada Vino.
"Ah benar juga, nih sayang". ujarnya memberikan ponselnya pada anaknya.
Beberapa menit kemudian Bryan keluar dari ruangan bersamaan dengan Angga yang sudah berhasil menemukan rekaman CCTV yang telah dihapus, ia belum memberikan pada sang ayah karena sedang berbincang dengan uncle nya.
Ini sepertinya orang yang tidak suka melihat bunda bahagia, makanya orang terdekat bunda dicelakakan. Batin Angga sambil melihat rekaman Video CCTV tersebut.
"Bagaimana boy, sudah dapat?". Tanya Vino padanya.
"Sudah yah, nih liat". Jawab Angga sambil memberikan ponsel ayahnya.
"Sialan". Gumam Vino saat melihat rekaman CCTV yang telah anaknya kembalikan.
"Dia benar benar keterlaluan". Ujar Vino membuat Agatha menoleh.
"Kenapa mas?". Tanya Agatha padanya.
"Gapapa syang". jawabnya pada istrinya.
Beberapa menit Kemudian Athara sudah dipindah ruangan, Athara kekurangan darah hingga membuat mereka harus mendonorkan darahnya yang memang sama, kecuali Indira yang golongan darahnya sangat langka.
__ADS_1
...****************...
Maaf ya telat updatenya:)