
Agatha sedang menginap dirumah kediaman Bramastian bersama keluarga kecilnya, Cindy yang dulunya pulang ke luar negeri dijemput oleh Bastian yang mulai merasakan kehilangan perhatian istrinya, mereka menikah memang karena perjodohan tetapi Cindy menjalaninya dengan perasaan senang.
"Kak Rara". Panggil Agatha saat ia turun kebawah ternyata ada Cindy sedang duduk di ruang tengah.
"Agatha kamu disini kirain kakak kamu ngga kembali ke rumah ini Tha". Ujar Cindy memeluk Agatha tetapi tidak erat karena kini kandungan Agatha sudah memasuki usia 5bulan.
"Iyaa kak, aku sudah berdamai dengan mereka dan aku sedang menginap disini". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis.
"Syukurlah, kakak senang dengarnya". Ujarnya pada Agatha.
"Sayang". Panggil Bastian memeluk istrinya.
"Ihh abang jangan umbar kemesraan didepan Agatha dongg". Ujarnya pada Bastian.
"Biarin wleee". Ujarnya pada adiknya.
"Ish nyebelin banget sih bang". Ujarnya sambil berlalu dari hadapan mereka berdua.
Cindya yang akan menyusul Agatha terhenti karena pelukan suaminya sangat erat, membuatnya tak bisa memberontak lagi karena sejujurnya Cindya pun merindukan suaminya yang bahkan selalu menyakitinya.
"Jangan pergi lagi sayang". Ujar Bastian dengan lirih.
"Tergantung mas". Ujarnya pada suaminya.
"Tergantung bagaimana maksud kamu Syaang?". Tanya Bastian menatap istrinya.
"Tergantung mas Tian memperlakukanku bagaimana". Jawabnya pada Bastian.
"Sayang, aku beneran udah putus sama mereka sayang, please percaya sama aku". Lirih Bastian pada istrinya.
"Aku butuh bukti mas". Ujarnya sambil melepaskan tangan suaminya yang sedang memeluknya.
Agatha melihat semua kejadiannya, ia yang tadinya ingin mengambil ponselnya yang tertinggal tetapi terhenti ketika melihat abang dan kakak iparnya berdebat, Agatha pikir mereka berdua sudah berbaikan karena Agatha sudah memaafkan abangnya tetapi permasalahannya berbeda lagi.
"Bang, semangat ya mendapatkan kepercayaan kak Rara". Ujarnya menepuk pundak abangnya.
"Iya makasih ya adek abang yang cantik". Ujarnya sambil tersenyum pada Agatha.
"Iyaa dong cantik, makanya mas Vino tergila gila sama aku". Ujarnya percaya diri pada abangnya.
"Iyaa deh adik abang emang cantik, makanya banyak yang suka sama kamu dek". Ujarnya pada Agatha.
"Oh ya siapa bang?". Tanya Agatha padanya.
"Temen temen abang, abang bintang dan juga Radit dek". Jawab Bastian pada Agatha.
"Ohh gitu ya bangg, yaaudah deh kalau gitu aku mau ke kamar dulu ya bang, daahhh abang". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan abangnya.
Sesampainya di kamar, Agatha langsung merebahkan dirinya karena lelah sekali menaiki tangga, ada sih lift tapi Agatha takut untuk menaiki lift, Agatha menatap foto pernikahannya yang kedua dengan lengkap membuatnya tersenyum senang sambil mengelus perutnya yang buncit.
__ADS_1
Ting!
...Suamiku Tercinta 🤗❤...
...Online...
Sayang, mas lagi di perjalanan pulang nih, kamu mau sesuatu syaang?
^^^Aku mau kamu pulang mas, aku pengen di peluk mas, tapi jangan lupa bawa cemilan yang banyak ya mas kamu tau sendiri aku gimana 😁^^^
Iyaa siap istriku cantikku syangku 🤗❤😘
^^^Okee mas, hati hati ya dijalannya mas, jangan ngebut bawa mobilnya Mas, santai aja oke 🤗❤😘^^^
Okee siap bidadariku 🤗😘❤😘😍
Ting!
...Gia Kembarannya Gea...
...Online...
Kak ,kangen banget sama sikembar ih, sepi deh dirumah 😢
^^^Yaudah main aja sini ke rumah keluarga kakak dek^^^
Okee deh, tapi kan sikembar belum pulang sekolah 🤧
Heum ngga ah, nanti aja nunggu sikembar pulang sekolah kak
^^^Yaudah kalau gitu, udah dulu ya dek kakak mau bocan 😂^^^
Hahah silahkan kakak iparku yang cantik 😂🤗❤
Beberapa menit kemudian Agatha bangun dari rebahannya, ia ingin menyambut kepulangan sang suami beserta anaknya yang memang dijemput oleh abangnya Radit, Felicia menoleh saat mendengar suara langkah kaki dan ternyata anaknya yang turun ke bawah.
"Sayang hati hati nak, nanti kamu jatuh". Ujar Felicia khawatir.
"Tenang aja bunda, gapapa kok". Ujarnya sambil tersenyum pada bundanya.
"Yaaudah sini bunda bantu papah, kamu Tuh kenapa sih ngga mau pindah kebawah kamarnya, kamu lagi hamil loh sayang". Ujar Felicia membuat Agatha tersenyum senang.
"Iyaa bunda nanti kalau kandungan aku udah masuk 7 bulan ya bunda". Ujarnya pada sang bunda.
"Heum yaudah tapi hati hati kalau bisa naik lift aja sayang jangan tangga". Ujar Felicia pada anaknya.
"Aku takut bun kalau naik lift, takut lift nya macet tiba tiba ngga mau ah". Ujarnya sambil bergidik.
"Lagian bun, mending naik tangga sehat daripada lift". Ujarnya lagi pada sang bunda.
__ADS_1
"Iyaa udah terserah kamu aja syang". Ujarnya pada anaknya.
Kini Agatha ditemani oleh bundanya menunggu kepulangan suami dan anaknya, hingga beberapa menit kemudian terdengar suara mobil di depan rumah membuat Agatha langsung berdiri, seperti biasa bundanya selalu khawatir dengan kandungan Agatha.
"Mas, sayangnya Bunda". Ujar Agatha menyalimi tangan suaminya.
"Bunda tadi abang dapet kata kata baru di sekolah". Ujar Athara padanya.
"Kalian ganti baju dulu baru cerita ya". Ujar Bunda Felicia pada kelima cucunya.
"Baik oma". Ujar keempatnya kecuali Angga yang hanya mengangguk.
"Kamu juga bersihkan badan dulu mas". Ujar Agatha pada suaminya.
"Baiklah syang, tapi kamu diem aja sama bunda takutnya capek bulak balik naik tangga sayang". Ujarnya pada Agatha.
"Iyaa siap suamiku". Ujarnya sambil tersenyum pada suaminya.
Beberapa menit kemudian mereka berkumpul diruang keluarga, Athara terlihat tidak sabaran ingin menceritakan semua yang ia ingat di dalam otaknya, membuat Agatha tersenyum pada anaknya yang sedaritadi menatap nya.
"Yaudah abang mau cerita apa sama bunda Heum?". Tanya Agatha menatap anaknya Athara.
"oh ya bunda tadi Athara dengar kata kata, katanya gini anak haram ya anak haram aja, nah anak haram itu apa bunda?". Pertanyaan Athara membuat semuanya terdiam.
"Bunda apa itu anak haram bun? jawab dong". Ujar Athara dengan polosnya.
"Ah sayang bagaimana jika kita bahas yang lain oke, bunda sedang pusing sayang". Ujar Agatha mengalihkan pembicaraan mereka.
"Huft baiklah bunda, emangnya apa yang akan bunda bicarakan?". Tanya Athara padanya.
"Bunda akan membicarakan masalah tentang pembelajaran kalian sayang". Jawabnya pada anaknya.
Kelima anaknya terdiam sejenak sebelum akhirnya menatap Agatha yang menatap mereka intens, Vino pun penasaran apa yang akan di katakan oleh istrinya tersebut bahkan bukan hanya Vino seluruh keluarga menatapnya.
"Baiklah, dari kalian siapa yang tau apa itu bahasa Inggrisnya gajah?". Tanya Agatha pada mereka.
"Elephant bun". Jawab Angga padanya.
"Ah terlalu mudah sepertinya, yaudah ganti deh pertanyaannya, singkatan dari HGB adalah?". Tanya Agatha lagi pada mereka .
"Hak Tenaga Bangunan bun". Ujar Satya padanya.
"Salah dongg, ayo siapa lagi?". Tanya Agatha menatap mereka.
"Hak Guna Budaya bun". Jawab Indira pada bundanya.
"Masih salah, ayo dong siapa yang bisa menjawabnya bunda kasih hadiah". Ujarnya pada mereka berlima.
"Hak Guna Bangunan bunda, Fiks Athara harus bener bun". ujarnya pada Agatha.
__ADS_1
Agatha bertepuk tangan menandakan jika jawaban anaknya benar, membuat Athara senang sekali karena Agatha memberikannya ice cream, membuat yang lainnya iri padanya.