
Agatha berusaha tersenyum pada mereka semua, akhirnya Agatha memaafkan mereka mengingat ia sedang hamil, Angga anaknya tidak suka pada mereka yang membuat bundanya sering tersakiti, tetapi ia harus berusaha menerima merekaa karena bagaimana pun mereka adalah keluarga kandung bundanya.
"Sayang, bagaimana kehamilan mu ada yang kamu inginkan?". Tanya Felicia dengan lembut.
"Ya , Agatha menginginkan pernikahan kedua". Jawab Agatha membuat Vino menatapnya.
"Sayang kamu mau nikah sama yang lain?". Tanya Vino dengan kesal.
"Makanya dengerin dulu, orang belum selesai bicara kok". Ujar Agatha pada suaminya.
"Yaudah jelasin dong syang". Rengek Vino membuat keluarga Agatha tidak percaya Vino sangat bucin.
"Aku mau nikah sama kamu dengan lengkap, ada keluarga aku dan juga keluarga kamu jadi saat difoto lengkap semuanya terus fotonya di pajang deh di dinding mas, juga undang semua kerabat mas karena dulu kita nikah hanya mommy dan daddy serta bang Bryan dan Bang Deon saMa kak Elvira dan Kak Rara mas". Ujar Agatha membuat yang lainnya terdiam.
"Ah baiklah kamu maunya kapan Syaang?". Tanya Vino pada istrinya.
"Aku maunya besok mas". Jawab Agatha membuat yang lainnya melongo.
"Yang benar saja Ssyang?". Tanya Felicia pada anaknya.
"Iyaa beneran bunda, pokoknya aku mau besok". Jawabnya pada mereka.
"Baiklah sayang, mas akan siapkan". Ujarnya pada sang istri.
Keluarga Bramastian senang karena Agatha beruntung memiliki suami yang banyak di inginkan oleh perempuan diluar sana, Agatha yang melihat mereka tersenyum pun ikut tersenyum dengan manis membuat mereka berkaca kaca menatap Agatha.
"Loh kok bunda nangis?". tanya Agatha menghampiri bundanya.
"Bunda nangis karena bahagia sayang". Jawabnya sambil tersenyum pada anaknya.
"Ah bunda bahagia liat aku menikah lagi dengan mas Vino?". Tanya Agatha padanya.
"Intinya bunda bahagia syang, akhirnya kamu bahagia bersama keluarga kecil kamu". Jawabnya menatap Agatha.
"Tentu saja aku bahagia bunda, karena pernikahanku kali ini semuanya lengkap, ada bunda, ada ayah, ada ketiga abang bukan hanya bang Reno saja yang melihat aku nikah saat itu". Ujarnya membuat mereka berkaca kaca.
"Baiklah sayang". Ujarnya pada Agatha.
"Iyaa bunda". Ujarnya sambil tersenyum pada bundanya.
...****************...
Keesokkan harinya seperti permintaan istrinya, Vino telah menyiapkan pernikahan keduanya bersama sang istri, Vino terasa benar benar gugup saat ini karena inilah pernikahan sesungguhnya menurutnya, Daddy Vano menenangkan anaknya yang gugup.
Gia dan Gea menjadi bridesmaid begitupun juga dengan Cindya, Kirana, Renata, Tamara, Luna dan Elvira yang disuruh Agatha untuk menjadi bridesmaid nya, kebetulan Elvira sedang hamil juga, membuatnya senang menjadi bridesmaid pernikahan Agatha yang sudah ia anggap adiknya sendiri.
"Sayang kamu cantik sekali". Ujar Mommy Elvina dan Bunda Felicia bersamaan.
__ADS_1
"Bunda Agatha gugup banget". Ujarnya pada keduanya.
"Wajar sayang, ini pernikahan sesungguhnya walaupun kamu sudah menikah dengan Vino sudah lama, tetapi inilah pernikahan sesungguhnya untukmu dan Vino syaang". Ujar Mommy Elvina pada menantunya.
"Ah benar juga apa yang dibilang sama bunda". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis padanya.
"Sayang maafin bunda ya". Ujarnya pada anaknya dengan bunda.
"Bunda udah ya jangan sedih lagi, kan Agatha sudah tidak mempermasalahkan nya". Ujarnya pada sang Bunda.
"Iyaa syaang". Ujarnya pada anaknya.
Saat mereka bertiga sedang berbincang bersama sama , tiba tiba ayah Dion memasuki kamar Agatha membuat ketiga nya menoleh pada ayah Dion, Agatha tersenyum melihat ayahnya datang lalu ia menggandeng tangan ayahnya.
"Ayok ke bawah kan yah". Ujarnya sambil tersenyum pada ayahnya.
"Ah iyaa Ayok syaang". Ujarnya tersenyum pada anaknya Agatha.
"Sayang tangan kamu dingin, gugup ya?". Tanya Ayah Dion pada anakny.
"Iyaa Ayah aku gugup banget". Jawabnya semakin menggenggam erat tangan ayahnya.
"Haha santai sayang,tarik nafas keluarkan pelan pelan syang". ujarnya pada anaknya.
"Okee yah, aku udah agak tenang". ujarnya pada sang Ayah.
Datanglah Agatha yang digandeng oleh ayahnya membuat Vino menatapnya berkaca kaca, hingga beberapa menit kemudian mereka kembali sah menjadi suami dan istri secara agama dan negara, Agatha mencium bibir suaminya terlebih dahulu.
Semuanya bersorak gembira melihat mereka bahkan ada yang menutup anak kecil agar tidak melihatnya, Kini Agatha dan Vino sedang bersalaman dengan banyak orang membuat Agatha sedikit lelah karena kandungannya juga.
"Sayang mau udahan aja? ". Tanya Vino Khawatir pada istrinya.
"Ngga mas, nanggung ini". Jawabnya pada suaminya sambil mengusap kedua pipi suaminya.
"Iyaa kalau ngga kuat bilang aja sama mas ya syaank". Ujarnya pada istrinya.
"Iyaa siap suamiku syang". ujarnya sambil mengelus perutnya yang membuncit.
Hingga beberapa jam kemudian acara pernikahan keduanya selesai dengan bahagia, Agatha dan Vino langsung istirahat di kamar mereka karena Agatha sudah kelelahan berdiri sedaritadi, Vino nemijit kaki istrinya dengan lembut.
"Mas udah ah, mas juga pasti capek kan". Ujar Agatha pada suaminya.
"Gapapa sayang, kamu yang lebih capek soalnya bawa baby kemana mana sayangku".. Ujarnya sambil tersenyum pada istrinya.
"Ah baiklah mas, maaf merepotkan mu". Ujar Agatha tak enak hati.
"Ngga papa syaang, jangan ngga enak hati begitu ssyang". Ujar Vino pada istrinya.
__ADS_1
"Heum iyaa deh mas". Ujarnya pada sang suami.
Ting!
...Kak Rara...
...Online...
Dek ngga malam pertama lagi? 🤭
^^^Ish apaan sih kak, aku capek tauu 🙂^^^
Haha siapa tau kamu malam pertama eh malam keberapa ya 😂😂
^^^Ishh kakak tuh yang belum malam pertama setelah beberapa tahun nikah, iyaa kan 😏^^^
Ish nyebelin amat sih dek, udah ah kakak ngga akan ganggu pengantin lama serasa baru 😂
^^^Ish yaudah sana 😬^^^
Okee 👋🏻👋🏻😝
Agatha menghela nafansya kesal dengan kakak iparnya itu, Vino yang melihat itupun merasa heran dengan istrinya, membuatnya langsung melihat ponsel Agatha membuatnya tertawa pelan karena kekesalan Agatha terhadap Cindya.
"Sayang kenapa sih? ". Tanya Vino pada istrinya.
"Nyebelin banget tau ngga". ujarnya dengan mengerucutkan bibirnya.
"Kamu minta mas cium sayang". Ujarnya terkekeh pada istrinya.
"Ishh mas jangan sama kaya Kak Rara deh, nyebelin banget".. Ujarnya sambil manyun.
Cup cup cup
Vino mengecup bibir istrinya tiga kali disertai ******* yang lembut, Agatha yang tadi ngomel ngomel pun menjadi diam karena ulah suaminya yang sangat ia cintai, hingga akhirnya Vino melepaskan pangutannya lalu mengusap bibir istrinya.
"Makin manis aja kamu sayang"..Ujarnya membuat Agatha tersenyum malu.
"Bibir Agatha bukan permen mas". Ujarnya pada sang suami.
"Bagi mas bibir kamu itu bagaikan permen membuat mas candu syang"..Ujarnya sambil kembali mencium bibir istrinya.
"Mas ih udah, aku capek pengen tidur". Rengek Agatha pada suaminya.
"Yaudah iya sayang, maaf ya sayangku cintakuu istriku". Ujarnya sambil tersenyum pada istrinya.
Mereka berdua akhirnya tidur dengan nyenyak setelah membersihkan badannya, Vino memeluk istrinya dengan menyamping karena Agatha tidur nyaman hanya dengan posisi menyamping, Vino hanya mengikuti gaya tidur istrinya saja.
__ADS_1
Keesokkan harinya Agatha terbangun dengan wajah segar, membuat semua orang salah mengartikan kesegaran yang di rasakan oleh Agatha.