Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 64


__ADS_3

Alena Aurora Putri William atau biasa di panggil dengan sebutan Al atau Alena dan masih banyak lagi , berbeda setahun dengan kelima anak kembar nya Agatha dan Vino, kini Alena sudah memasuki usia yang ke 4 tahun karena memang ia mengetahui dari orang panti tanggal lahirnya.


"Alena sayang". Panggil Agatha membuatnya menoleh.


"Iyaa kenapa bunda?". Tanya Alena menoleh pada Agatha.


"Kenapa kamu sedaritadi diam aja? engga gabung sama yang lain sayang?". Tanya Agatha menatap Alena.


"Engga bun, Alena lagi pengen sendiri aja". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada Agatha.


"Huft baiklah kalau begitu, bunda masuk kedalam. lagi ya sayang". Ujar Agatha padanya.


"Iyaa silakan bunda". Ujar Alena sambil tersenyum tipis pada Agatha.


Agatha tau sebenarnya Alena cukup trauma semenjak kejadian dimana Indira terlempar batu hingga berdarah, makanya Agatha membiarkan Alena sendiri saja untuk menenangkan pikirannya, tetapi sepertinya Agatha tidak bisa jika harus diam hingga akhirnya menyuruh Angga yang berbicara pada Alena.


"Eheum".


"Eh bang Angga". Ujar Alena menoleh saat mendengar seseorang berdehem.


"Kamu ngapain disini?". Tanya Angga tanpa menatap Alena.


"Lagi liat ikan bang". Jawabnya pada Angga yang pada saat itu sedang melihat ke arah bunga.


"Kenapa engga gabung sama Dira dan yang lain?". Tanya Angga pada Alena.


"Engga enak aja bang". Jawab Alena pada Angga.


"Engga enak kenapa sih?". Tanya Angga yang pada akhirnya ikut duduk di kursi samping Alena.


"Karena aku masih takut kejadian pada Kak Dira terulang lagi". Jawabnya sambil memandang ke depan.


"Kamu engga usah takut, karena kita pasti bakalan menjaga ketat". Ujar Vino membuat Alena dan Angga menoleh pada Vino.


"Ayahh". Sapa keduanya pada Vino.


"Kamu jangan takut lagi, karena ayah sudah menjaga ketat keamanan kita semua". Ujar Vino hendak mengelus rambut Alena namun ditepis oleh anaknya Angga.


"Jangan sentuh Rora". Ujar Angga pada ayahnya.


"Kenapa engga boleh?". Tanya Vino pada anaknya.


"Iyaa pokonya jangan, yang boleh sentuh rambut Rora cuman bunda dan yang lainnya kalau laki laki jangan". Jawabnya pada sang ayah.


"Berarti kamu juga gaboleh dong sentuh rambut Alena, iyaa kan sayang". Ujar Vino pada Alena.


"Iyaa bang karena kamu kan juga laki laki". Ujar Alena dengan polos.


Angga kesal bukan main pada ayahnya sedangkan Vino menahan tawanya melihat anaknya yang kesal padanya, Alena yang melihat keduanya hanya bisa terbengong karena merasa heran pada keduanya.

__ADS_1


Agatha yang melihat mereka dari kejauhan pun mendatanginya, ia menyuruh mereka masuk ke dalam rumah untuk makan siang bersama, Angga lebih dulu menarik tangan Alena sebelum ayahnya bertindak.


"Astaga anak itu". Ujar Vino terkekeh melihat anaknya.


"Kenapa mas?". Tanya Agatha melihat suaminya.


"Itu liat anakmu, begitu takutnya Alena aku rebut". Jawab Vino sambil terkekeh pada istrinya.


"Ah benar juga, Angga seperti itu sangat menggemaskan bukan mas". Ujar Agatha menatap anaknya.


"Iyaa gemas pengen cubitt". Ujar Vino pada istrinya.


"Udah ah Ayok ke meja makan". Ajak Agatha pada suaminya.


"Iyaa Ayok sayangku". Ujar Vino menggenggam tangan istrinya.


"Nah itu ayah sama bunda udah dateng". Ujar Satya menatap kedua orangtuanya.


"Maaf ya nunggu lama". Ujar Agatha pada mereka semua.


"Iyaa gapapa sayang". Ujar Bunda Felicia pada anaknya.


Kini mereka tengah menikmati makan siang dengan tenang, hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan makan siang sampai habis tak tersisa, para istri membereskan piring bekas mereka makan sedangkan para suami sedang berkumpul di ruang tengah bersama anak anak.


"Ohh ya Alena, kamu kenapa baru gabung sih?". Tanya Indira pada Alena.


"Tadi aku cuman pengen lihat lihat ikan aja kak". Jawabnya pada Indira.


"Benar apa yang dibilang sama Dira panggil kita nama aja jangan pake imbal manggil abang atau kakak". Ujar Satya menyetujui apa yang dibilang oleh adiknya.


"Huftt baiklah kalau begitu". Ujar Alena tersenyum tipis pada mereka.


"Nah gitu dong". Ujar Marcello pada Alena.


"Rora, ikut aku sebentar". Ujar Angga pada Alena.


"Mau kemana bang eh Angga?". Tanya Alena pada Angga.


"Ikut aja udah, nanti juga tau". Jawab Angga pada Alena.


"Baiklah kalau begitu". Ujar Alena sambil bangkit dari duduknya.


Kini Alena dan Angga sedang berada disebuah ruangan musik, karena keduanya memiliki hobi yang sama yaitu memainkan piano, Alena sedaritadi menunggu Angga berbicara tetapi sampai lima menit kemudian Angga hanya diam menatapnya.


"Jadi kamu mau apa ngajak aku kesini?". Tanya Alena menatap Angga.


"A-aku cuman mau ngasih gelang ini sama kamu, dipake ya jangan pernah dilepas, takutnya suatu saat nanti kamu bertemu keluarga kandung kamu, aku bisa mengenali kamu lewat gelang ini". Jawab Angga memasangkan gelang tersebut.


"Woww lucu banget gelangnya, makasih ya Angga". Ujarnya sambil tersenyum senang melihat gelang lucu ditangannya.

__ADS_1


"Iyaa sama sama, tapi ingat dipake terus ya". Ujar Angga tersenyum tipis pada Alena.


"Okee siap captain". Ujar Alena membuat Angga terkekeh melihatnya.


"Udah ah kembali ke ruang tengah yuk". Ajak Alena memegang tangan Angga.


"Ngga akan main piano dulu?". Tanga Angga pada Alena.


"Boleh deh". Jawabnya sambil tersenyum pada Angga.


Tanpa mereka sadari Agatha dan Vino melihat dan mendengarkan percakapan mereka, bahkan kini mereka tengah mendengar alunan musik piano yang sangat indah yang di mainkan oleh keduanya.


"Ah seandainya ya mas, mereka udah besar nanti akan kan berjodoh?". Tanya Agatha berbisik pada suaminya.


"Pastinya berjodoh sayang". Jawabnya sambil memeluk pundak istrinya.


"Semoga aja mas, yaudahh mending kita kembali ke ruang tengah takutnya mereka berdua menyadari kehadiran kita". Ujar Agatha mengajak suaminya pergi.


"Baiklah ayo sayang". Ujar Vino pada istrinya.


"Yaudah ayok, kasihan juga Baby Sagara ditinggal". Ujar Agatha menarik tangan suaminya.


"Iyaa sayang sabar kenapa sih". Ujarnya sambil terkekeh pada istrinya.


Saat mereka sampai diruang tengah, Indira langsung menghampiri kedua orangtuanya berniat menanyakan keberadaan Angga dan Alena tetapi ia urungkan saat melihat keduanya berqda dibelakang Agatha dan Vino.


"Kamu kenapa tiba tiba diam sayang'?". Tanya Agatha menatap putrinya.


"Engga papa kok bunda". Jawabnya pada bundanya.


"Beneran sayang?". Tanya Vino menatap putri satu satunya.


"Iya beneran ayah". Jawabnya pada Vino.


"Baiklah kalau gitu sana main lagi". Ujar Agatha pada anaknya.


"Okee bunda". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan mereka berdua.


"Adek kenapa bun?". Tanya Angga yang tiba tiba membuat Agatha kaget.


"Engga papa katanya sayang". Jawabnya pada sang anak.


Angga pun menggangguk lalu ia pergi begitu saja sambil menggandeng tangan Alena, membuat Agatha dan Vini melotot melihatnya karena Angga sangat menyebalkan menurut mereka berdua.


"Anak kamu tuh".


"Anak kamu juga".


"Udah dibilangin kan sama abang, ity anak kalian berdua". Ujar Radit pada keduanya.

__ADS_1


Jangan lupa Like Comment Votenya :)


__ADS_2