Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 37


__ADS_3

Sasha sendiri sudah menerima karmanya karena di per***a dengan banyaknya laki laki yang dikirim oleh Vino, sengaja ia melakukan itu untuk memberikan balasan yang setimpal pada Sasha, tanpa ada yang mengetahui bahwa Vino lah yang membuat Sasha seperti itu.


Sasha masuk rumah sakit jiwa, karena gangguan kejiwaan nya, membuat Agatha yang melihat itu bingung harus senang atau sedih, tetapi karena semua yang terjadi padanya adalah ulah Sasha maka dari itu Agatha tidak perduli.


"Kita pergi dari sini mas". Ujar Agatha pada suaminya.


"Iyaa syang". Ujarnya mengandeng tangan istrinya.


"Itu adalah balasan yang setimpal buat dia sayang". Ujar Vino padanya.


"Heum baiklah mas, lebih baik kita pulang mas aku gamau liat dia". Ujarnya pada Vino.


"Baiklah sayang, ayo kita pulang". Ujarnya pada sang istri.


"Mas ,nanti mampir dulu ke toko kue ya, aku pengen beli kue". Ujar Agatha pada suaminya.


"Iyaa siap sayangku". Ujarnya pada Agatha.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah toko kue, Agatha masuk bersama Vino membuat mereka menjadi bahan tontonan karena paras wajah mereka berdua, Agatha membeli kue Redvelvet kesukaan anak anaknya.


Setelah membeli beberapa kue untuk orang rumah, Agatha dan Vino kembali melanjutkan perjalanan mereka berdua, selama dalam perjalanan menuju rumah mereka berdua saling berbincang serta bercanda riang.


"Syang, kamu mau ngga nambah anak?". Tanya Vino pada istrinya.


"Kok nanya aku mas?". Tanya Agatha padanya.


"Karena kamu yang akan hamilnya lah sayang, aku hanya menyebar benihnya saja". Jawab Vino sambil terkekeh.


"Ish dasar kamu mas, inget anak kita masih kecil loh mas". Ujarnya pada suaminya.


"Haha lagian anak anak kita itu bahkan udah dewasa padahal belum waktunya". Ujar Vino padanya.


"Dewasa apanya sih mas?". Tanya Agatha padanya.


"Iyaa pemikirannya sayang". Jawab Vino pada istrinya.


"Mas mereka itu genius berarti kepintarannya mas, bukan berarti pikiran mereka dewasa, ya walaupun ada anak kita satu yang dewasa pemikirannya ya cuman Angga mas". Ujar Agatha pada suaminya.


"Yaudah sayang, udah ya jangan dibahas lagi". Ujar Vino pada istrinya.


"Iyaa mas". Ujar Agatha pada suaminya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman keluarga Bhagaskara, Agatha dan Vino memasuki rumah dan langsung di sambut oleh kelima anaknya yang sedaritadi menunggu mereka pulang, Agatha langsung mengajak anak anaknya ke ruang tengah sementara Vino membawa kue yang tadi istrinya beli.


"Wah bunda beli kue apa nih?". Tanya Indira berbinar menatap kue tersebut.

__ADS_1


"Pastinya ada kue kesukaan kalian dong, makanya bunda beli sekalian sama yang lain juga". Jawab Agatha membuat mereka tersenyum senang.


"Wahh makasih ya bunda, udah belikan kita kue". Ujar Satya padanya.


"Iyaa saMa saMa abang". Ujar Agatha sambil mengusap rambut anak anaknya.


"Mas, tolong bagikan pada pelayan ya biar mereka juga merasakan". Ujarnya pada suaminya.


"Iyaa siap syangku". Ujar Vino sambil membawa kue tersebut ke dapur.


Beberapa menit kemudian, datanglah Mommy Elvina dan Daddy Vano dari atas, mereka menghampiri anak serta cucunya yang sedang menikmati kue, keduanya duduk disamping para cucunya, Agatha yang melihat mereka pun menawarkan kue tersebut tetapi mereka tidak terlalu suka yang manis.


"Ini enak loh oma, apalagi rasa matcha". Ujar Athara pada oma nya.


"Iyaa sayang, buat kalian aja, oma nanti". Ujar nya pada cucu cucunya.


"Baiklah oma". Ujar mereka pada Mommy Elvina.


"Kalian beli darimana ini?". Tanya Mommy Elvina pada mereka berdua.


"Dari toko kue lah mom, masa toko bangunan". Jawab Vino pada Mommy nya.


"Ish kamu mah Vin, mommy kan cuman basa basi aja". Ujarnya pada sang anak.


"Iyaa deh gapapa, tapi Agatha nya mom pinjam mau mom pamerkan pada teman arisan mom". Ujar Mommy Elvina membuat Agatha maupun Vino menileh padanya.


"Ngga mau, enak aja istri Vino di pamerin, nanti anak temen mom banyak yang suka lagi sama istri Vino". Ujar Vino sambil memeluk istrinya.


"Hahaha Vin, kamu mirip banget kaya daddy dulu". Ujar Vano tertawa melihat tingkah Vino.


"Namanya saja hampir sama". Ujar Angga pada mereka.


"Benar syaang, nama ayahmu ini memang singkatan dari nama Opa dan oma". Ujar Daddy Vano membuat Agatha terkejut.


"Benarkan mas apa yang aku bilang dulu". Ujar Agatha sambil terkekeh.


"Haha iya syang benar apa yang kamu bilang". Ujar Vino sambil tertawa pada istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka semua selesai memakan kue yang dibelikan oleh Agatha kecuali kedua orangtua Vino yang tidak memakan kue, Agatha dan Vino sedang berada di kamar mereka untuk mengganti baju.


"Sayang". Panggil Vino memeluk istrinya dari belakang.


"Iyaa mas kenapa?". Tanya Agatha padanya.


"Kita bikin baby yuk". Jawab Vino pada istrinya.

__ADS_1


"Ihh mas, ini masih siang juga". Ujar Agatha pada suaminya.


"Okee nanti malem, awas kalau kamu tidur". Ujar nya pada istrinya.


"Dih mas males itu waktunya tidur lah". Ujar Agatha pada suaminya.


"Pokoknya kamu gaboleh tidur, awas aja". Ujar Vino pada istrinya.


"Iyaa mas iyaa". Ujar Agatha pada suaminya.


Beberapa menit kemudian mereka sedang melaksanakan makan siang bersama, kelima anaknya sangat lahap memakan masakan Agatha, membuat Agatha senang melihatnya apalagi jika kelima anaknya meminta untuk nambah.


Hingga beberapa menit kemudian mereka baru selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, Agatha yang akan membereskan piring bekas mereka makan langsung dilarang oleh mertuanya karena sudah tugas pembantu..


"Bunda". Panggil Indira padanya.


"Iyaa sayang kenapa?". Tanya Agatha padanya.


"Ada mereka bun, cari bunda". Jawab Indira membuat Agatha mengerti siapa yang datang.


"Kamu samperin sana, bicara baik baik sama mereka sayang". Ujar Vino pada istrinya.


"Heum baiklah mas". Ujar Agatha sambil berlalu menuju ruang tamu.


"Agatha sayang". Panggil Felicia ketika melihat Agatha berada di ruang tamu.


Agatha duduk di kursi sofa tanpa menatap mereka yang menatap Agatha, membuat keluarga Bramastian sakit hati melihatnya, tetapi apa boleh buat mereka yang membuat Agatha seperti ini, mereka yang membuat Agatha berubah.



"Mau apa lagi kalian datang kesini?". Tanya Agatha dengan nada rendah.


"Bunda mau minta maaf Ssyang, tolong berikan bunda kesempatan memperbaiki semuanya". Jawab Felicia dengan terisak.


"Iyaa syang, ayah juga sama, ayah mohon maafin ayah syaang maaf". ujar Dion pada Agatha.


"Jika aku berikan kalian maaf serta kesempatan, apakah kalian tidak akan mengulang hal yang sama? jika itu terjadi aku tidak memberikan kalian kesempatan lagi". Ujar Agatha menatap datar mereka semua.


"Kita janji sayang, kita akan memperbaiki nya tanpa mengulang hal yang sama". Ujar Bintang menatap adiknya yang sangat ia rindukan.


"Aku tidak membutuhkan janji kalian, tapi buktikan". ujar Agatha sambil berlalu pergi dari hadapan mereka semua.


Agatha sebenarnya tidak mau melakukannya tetapi itulah yang harus mereka dapati, sikap Agatha yamg acuh kepada mereka semua membuat Vino yang melihat nya tau bahwa istrinya hanya memberikan hukuman pada keluarga Bramastian.


Huft pasti bisaaa. Batinnya.

__ADS_1


__ADS_2