
Indira menatap intens Alina dihadapannya, membuat Alina atau Alena salah tingkah, Agatha mendatangi mereka berdua dengan membawa cemilan favorit keduanya, tanpa sepengetahuan yang lainnya Agatha tau bahwa yang berada disamping anaknya adalah Alena calon menantunya kelak.
"Wah bunda bawa cemilan kesukaan ku". Ujar Indira pada bundanya.
"Iya dong, dimakan ya sayang". Ujar Agatha pada keduanya.
"Iyaa bunda". Ujar Indira sedangkan Alena hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Kamu juga suka kan, makanya diem ngga ngomong ngomong daritadi". Ujar Indira menatap Alena.
"Haha iyaa, soalnya enak bangett cemilan buatan bunda Agatha". Ujarnya sambil tertawa kecil.
"Bunda tinggal ya, kalian belajar yang bener". Ujar Agatha pada mereka berdua.
"Iyaa siap bunda". ujar Keduanya pada Agatha.
Beberapa menit kemudian datanglah kelima saudara Indira, Sagara yang melihat adanya Alina langsung memeluknya membuat Angga sedikit kesal melihat kejadian tersebut, Athara yang menyadari hal itupun mengulum senyumnya.
"Kenapa dek?". Tanya Athara padanya.
"Kenapa apanya bang?". Tanya Angga sambil mengangkat alisnya bingung.
"Kamu keliatan kesal melihat Saga memeluk Alina". Ujarnya pada Angga.
"Dih engga juga". Ujar Angga mengelak pada abang kembarannya.
"Jangan ngelak gitu dek, keliatan banget loh dari raut wajahnya". Ujar Athara pada adik kembarannya.
"Tau ah nyebelin banget sih". Ujarnya dengan kesal sambil berlalu dari hadapan mereka semua.
Alina memandang Angga heran Angga yang pergi berlau begitu saja, tetapi hanya sesaat karena ia kembali membahas soal pekerjaan pada keempat saudara Angga, hingga tak terasa Sagara tertidur di lahunan Alina.
"Ya ampun Sagara bisa bisanya tidur". Ujar Satya saat melihat adiknya.
"Pindahin dong bang, kasian Alina berat". Ujar Indira pada abang kembarannya.
"Oke biar abang aja yang pindahin Saga ke kamar". ujar Angga sambil beranjak dari duduknya.
"Hati hati, nanti yang ada bangun". Ujar Alina saat Angga hendak menggendong adiknya.
"Iyaa tau". Ujarnya dengan datar pada Alina.
"Kebiasaan ih abang kaya gitu terus sama Alina". Ujar Indira dengan kesal pada abangnya.
"Biarin aja gimaana abang". Ujarnya dengan datar pada adiknya.
"Nyebelin banget kan Al". ujar Indira pada Alina.
"Hahah iyaa nyebelin banget". Ujar Alina sambil terkekeh namun membuat semuanya terpesona.
"Cantik banget sih Al, kalau ketawa". Ujar Indira pada Alina.
__ADS_1
"Hahaha makasih ya Ra, kamu juga cantik kok". Ujar Alina tersenyum pada Indira.
"Iyaa kalian berdua cantik, karena perempuan kalau cowok dibilang cantik baru aneh". Ujar Athara pada mereka berdua..
"Benar apa yang dibilang sama abang". Ujar Marcello pada abangnya.
"Ya harus benerlah". Ujar Athara pada adik kembarannya.
Beberapa menit kemudian Agatha dan Vino menghampiri mereka semua, terlihat Vino yang terus menatap Alina membuat sang empunya merasa malu ditatap seperti itu oleh Vino yang merupakan ayah dari sikembar lima serta Sagara.
"Apakabar kamu Al?". Tanya Vino padanya.
"Aku baik uncle". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada Vino.
"Syukurlah kalau baik, Uncle juga baik Al". Ujar Vino tersenyum pada Alina.
"Syukurlah kalau uncle juga baik, Alina senang dengarnya". Ujar Alina pada Vino.
"Begitupun juga dengan Uncle, tapi bisakah jangan panggil Uncle lagi, sudah bagus kamu panggil ayah kenapa rubah?". Tanya Vino padanya..
"Belum terbiasa sih Ayah". Jawabnya pada Vino dengan terbata bata.
"Makanya harus dibiasakan". Ujar Vino sambil tersenyum kecil pada Alina.
Angga yang melihat interaksi mereka dari kejauhan merasa heran, karena kedua orangtuanya sangat mudah akrab padanya padahal sebelumnya mereka tidak terlalu akrab sama orang kecuali Rora nya, entah bagaimana kabarnya sekarang pikirnya.
"Rora, kapan kamu kembali?". Tanya Angga sambil menatap kosong ke depan.
"Iyaa sini bangg". Ujar Indira pada abangnya.
"Makin seru loh kalau abang juga gabung".Ujar Marcello pada abangnya.
"Menyebalkan". Gumam Angga saat Athara mencoba menggoda Alina membuatnya kesal.
Angga menghampiri mereka yang sedang asik berbincang, dengan wajah datarnya Angga duduk disamping adiknya Indira , membuat Agatha menghela nafasnya panjang melihat ekspresi anaknya selalu saja begitu.
"Bunda kenapa?". Tanya Athara padanya.
"Bunda ng-ga papa sayang". jawabnya sambil tersenyum tipis pada anaknya.
"Beneran bunda?". Tanya Athara pada bundanya.
"Beneran Gantengnya bunda". Jawabnya sambil tersenyum gemas pada anaknya.
"Yaudah kalau gitu, oh ya bunda nanti ada rapat orangtua". Ujat Athara pada bundanya.
"Ohh ya kapan Syaang?". Tanya Agatha pada anaknya.
"Nanti deh aku kasih tau, belum pasti soalnya bun". Jawabnya pada sang bunda.
"Yasudah kalau begitu". Ujar Agatha pada anaknya sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
Kangen banget sama Rora. Batinnya saat menatap Alina entah kenapa Angga selalu merasa Alina adalah Alena.
Alina yang sadar Angga menatapnya membuatnya menatap balik, hingga Angga memalingkan wajahnya karena malu sedangkan Athara yang melihat itu mengulum senyumnya merasa geli, hingga Agatha menyikut lengan anaknya.
"Kenapa sih bunda?". Tanya Athara pada bundanya.
"Kamu yang kenapa sayang?". tanya Agatha pada anaknya.
"Kenapa apanya bunda?". Tanya Athara tidak mengerti maksud bundanya.
"Kamu kaya nahan senyum daritadi sayang, Kenaapa Heum?". Tanya Agatha pada anaknya.
"Ngga papa kok bunda". Jawabnya pada Agatha.
"Beneran nih? ngga bohongkan?". Tanya Agatha menatap anaknya dengan intens.
"Beneran bunda ihh". Jawabnya pada Agatha..
"Baiklah bunda mengerti". Ujar Agatha pada anaknya.
Beberapa menit kemudian, Alina pamit pulang pada mereka semua karena jemputannya sudah tiba, membuat kelima anak Agatha dan Vino penasaran siapa yang menjemput Alina, karena tiap Alina dijemput yang menjemputnya tidak pernah keluar dari mobilnya.
"Yah, lagi lagi ngga keluar". keluh Indira saat melihat dari jendela.
"Ngga keluar gimana Syaang?" . Tanya Agatha pada anaknya.
"Iyaa orang yang ngejemput Alina selalu aja ngga keluar dari mobil". Jawabnya pada sang bunda.
"Emangnya kenapa kamu penasaran sama yang ngejemputnya syang?". Tanya Agatha pada anaknya.
"Ngga papa sih, bahkan untuk ke rumahnya aja ngga tau kapan bisanya bun, untuk ketemu orangtuanya aja kita gabisa". Jawab Indira pada bundanya.
"Benar begitu?" Tanya Agatha pada anak anaknya lain.
"Benar bunda". Jawab Keempat saudara kembar Indira.
Agatha yang mendengar itupun hanya mengulum senyumnya, hingga beberapa menit kemudian ia tersadar saat melihat tatapan Angga yang begitu intens padanya, membuat nya kikuk padahal pada anak sendiri pikirnya.
Agatha memilih untuk mengalihkan pembicaraan agar anaknya pun tidak menatapnya dengan intens, benar saja Angga langsung menatap datar seperti biasa tanpa adanya tatapan tajam seperti tadi pikirnya.
"Kenapa kamu tatap bunda seperti tadi syang?" Tanya Agatha pada anaknya.
"Ngga papa kok bunda". Ujarnyaa sambil menggelengkan kepalanya padanya.
...****************...
Semangat yang menjalani ibadah puasa, semoga lancar sampai buka ya gays :)
Maaf kalau akhir akhir ini updatenya lama, bahkan ngga update karena sibuk kerja, jadi sempet main hp nya jarang karena ditempat kerja banyak yang beli, wajar aja aku kerja di toko plastik terus jualan es campur juga gays😂
Jangan lupa juga Like, Comment and Votenya ya guys :) Makasih sebelumnya :)
__ADS_1