Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 25


__ADS_3

Kini Agatha serta yang lainnya menatap datar kearah mereka, sungguh tatapan Agatha membuat Felicia dan Dion sakit hati melihatnya, Reno mengelus pundak adiknya untuk menenangkan Agatha agar tidak terlalu emosi. Kedua orangtua Vino pun sama.


"Ada apaa dengan kedatangan kalian ke rumah saya?".Tanya Elvina menatap mereka datar terutama pada Sasha.


"Kedatangan kita kesini, ingin menjodohkan Vino dengan Sasha". Jawab Dion pada Elvina.


"Apaa?? kamu bilang menjodohkan anak saya dengan dia?". Tanya Vano dengan menunjuk pada SASHA.


"Jangan tunjuk anak saya". Ujar Felicia pada Vano.


"Hahha liat sayang, orang yang selalu kamu doakan dalam diam ternyata membuang berlian dan memungut batu karang". Ujar Vano terkekeh melihat mereka.


"Biarkan aja dad, lagian aku udah punya daddy dan Mommy sebagai orang tua aku". Ujar Agatha dengan dingin membuat suasana tegang.


"Dan untuk kalian, ingin menjodohkan suami saya dengan dia??!! tidak akan pernah terjadii!!". Teriak Agatha pada mereka semua.


"******--"


"Stop memanggil saya ******!! kalian tidak tau bagaimana saya menjalani hidup saya!! saya berjuang sendirian, tidak ada yang menyemangati hidup saya, orang yang saya sayangi ternyata mengecewakan saya haha". Ujar Agatha menatap tajam ke arah mereka.


Agatha maju menghampiri mereka dengan tatapan membuat mereka menelan ludahnya, Agatha mencekik leher Sasha membuat semua orang panik, untung saja kelima anaknya sudah dibawa pergi oleh Gia dan Gea.


"Lepaskan anak saya". Ujar Felicia menatap tajam Agatha.


"Anak? woahh hebatt kamu Sasha, bukan aku yang merebut tapi kamu yang merebut semuanya!!". Teriak Agatha didepan Sasha.


"Kamu gatau jadi aku gimana Sha, karena kamu ga pernah!! merasakan, memahami dan mengerti, apa yang aku rasakan selama beberapa tahun Sha!! aku bisa sampai di detik ini berkat mereka yang mendukung aku!! bukan kalian yang aku sayangi selama ini". Ujar Agatha menatap keluarga Bramastian dan Sasha dengan tatapan terluka.


"Untuk anda, tuan Dion dan nyonya Felicia yang terhormat, terimakasih berkat kalian saya menemukan kebahagiaan saya, dan juga kamu Sasha sungguh saya berterimakasih karena kamu sudah membuat saya lebih kuat lagi". Ujarnya menatap mereka dengan tajam.


"Dan Kalian sungguh abang yang tidak berguna". Ujarnya pada ketiga abangnya.


"Ingat Sha, karma masih berlaku". Ujarnya menatap Sasha dengan sangat tajam.


"Jika kedatangan kalian hanya ingin menghina menantu saya lebih baik kalian pergi dari sini!!". Teriak Vano pada mereka semua.


"Kamu akan menyesal menikahkan Vino dengan dia". Ujar Dion padanya.


"Tidak! saya tidak akan menyesal Vino menikah dengan Agatha, justru saya akan menyesal jika Vino menikah dengan dia". Ujar Vano menatap benci Sasha.

__ADS_1


"Pergi kalian dari sini!!". Teriak Elvina yang geram oleh mereka.


Beberapa menit kemudian Agatha terlihat menghela nafasnya berkali kali, membuat mereka menatap iba pada Agatha, selama bertahun tahun menjalani semuanya tanpa adanya keluarga kandung yang menyemangati nya kecuali Reno.


"Sayang tenang okee". Ujar Vino pada istrinya.


"Rasanya aku ingin kembali saja ke Korea kak". Ujar Agatha sambil menunduk.


"Sayang jangan dong, masa baru beberapa hari di Indonesia udah mau ke Korea lagi, Mommy kan masih kangen kalian". Ujar Mommy Elvina pada Agatha.


"Iyaa maaf mom, Agatha cuman lelah menghadapi mereka yang terus saja ke rumah". Ujar Agatha padanya.


"Agatha selalu berusaha acuh pada mereka, tetapi Agatha tidak bisa mom". Lanjut Agatha pada mereka berdua.


"Baiklah sayang, mom akan mengizinkan kamu kembali ke korea jika itu mau mu". Ujar Mommy Elvina pada Agatha.


"Itu juga Agatha masih mikirin mom". Ujarnya sambil menarik nafas .


"Yaudah sayang lebih baik kamu istirahat aja ya". Ujar Mommy Elvina pada Agatha.


"Iya mom". Ujar Agatha sambil bangkit dari duduknya bersamaan dengan Vino.


"Kamu kenapa ikut berdiri Vino?". Tanya Daddy Vano padanya.


"Bilang aja ngga mau jauh dari Agatha kan". Ledek Daddy Vano padanya.


"Itu daddy tau sendiri". Ujarnya pada Daddy Vano.


Agatha dan Vano sudah berada di kamar mereka, Agatha merebahkan tubuhnya dikasur ia merasa lelah setelah berdebat lebih tepatnya ia marah pada keluarganya dan juga SASHA, Vino yang melihat istrinya termenung pun mengusap pipinya.


"Kenapa sayang? ada yang kamu pikirin?". Tanya Vino pada istrinya.


"Ngga ada kak". Jawab Agatha padanya.


"Saayang kamu janjiloh akan saling terbuka satu sama lain". Ujar Vino pada istrinya.


"Aku cuman lelah aja karena tadi marah marah kak". Ujar Agatha menatap suaminya.


"Yaudah mending kamu istirahat sayang, aku akan mengecek anak anak dibawah". Ujar Vino diangguki oleh istrinya.

__ADS_1


Vino turun kebawah untuk menghampiri anak anaknya, Satya yang menyadari itupun langsung menghampiri ayahnya, serta mengajak ayahnya untuk duduk bersama mereka, Indira sempat menanyakan Agatha tetapi Vino mengatakan jika bunda mereka sedang tidur.


"Ayah tau ngga?". Tanya Indira padanya.


"Ngga tau, kan Dira belum ngasih tau ayah sayang". Jawab Vino padanya.


"Tadi ya Dira mimpi liat ada adik kecil manggil Dira kakak". Ujar Indira pada mereka.


"Wah kode tuh bang". Ujar Gia padanya.


"Kode apaan?". Tanya Vino menatap adiknya.


"Jangan sok ngga tau gitu bang". Ujar Gea terkekeh pada Vino.


"Abang beneran nggaa ngerti". Ujar Vino yang sebenarnya pura pura tidak mengerti saja.


Agatha turun setelah dirasa cukup tidurnya, ia melihat Vino serta anak nya sedang berbincang entah membahas apa, Angga yang melihat bundanya pun langsung memeluknya, sebelumnya ia takut bundanya kenapa napa tetapi saat melihat senyuman Agatha membuat Angga lega.


"Kalian lagi bahas apaan sih? kayanya seru banget". Ujar Agatha pada mereka.


"Ini kak, tadi kata Dira dia mimpi dipanggil kakak sama adik kecil, jangan jangan kakak hamil yaa". Ujar Gea padanya.


"Hha ngga mungkin Gea, orang anak anak aja masih kecil ih". Ujar Agatha terkekeh.


"Yaa bisa jadi kak". Ujarnya pada Agatha.


"Ah mungkin itu cuman bunga tidur aja". Ujar Agatha pada mereka.


"Yayayayaya gimana kakak aja deh". Ujar Gia sambil tersenyum pada Agatha.


Vino menatap istrinya tanpa berkedip karena barusan Agatha mengelak dengan jelas, membuat ia semakin yakin bahwa Agatha memang hamil tetapi tidak mungkin karena Vino juga sudah lama tidak berhubungan badan pikirnya.


"Kenapa ayah liatin bunda teruss?". Tanya Marcello padanya.


"Ngga papa sayang". Jawab Vino padanya.


"Mungkin ayah kalian terlalu cinta sama bunda, makanya diliatin terus". Ujar Gea terkekeh melihat muka abangnya memerah.


"Apaan sih kalian ini". Gerutu Vino sambil meninggalkan mereka.

__ADS_1


Agatha serta yang lainnya tertawa melihat Vino yang salah tingkah seperti itu, sungguh Agatha sangat senang melihat Vino yang seperti itu, begitupun dengan kedua adiknya yang melihat abangnya memerah merona karena ucapan Gea pada Vino


Ada ada aja sih kamu syang. Batin Agatha.


__ADS_2