
Agatha kembali bertemu dengan keluarga Bramastian, mereka masih tetap meminta maaf pada Agatha, membuat Agatha lama lama jengah mendengar mereka terus meminta maaf padanya, lalu ia mengingat Quotes yang membuatnya berpikir kembali.
"Maafkanlah mereka yang telah menyesal, berikan kesempatan kedua pada mereka, jika mereka melakukannya maka kamu berhak untuk memaafkannya kembali tapi tidak dengan memberikan kesempatan ketiga."
"Sayang, maafin bunda hiks hiks maaf". Ujar Felicia berlutut pada Agatha.
"Ayah juga minta maaf sayangg". Ujarnya mengikuti istrinya berlutut pada Agatha.
"Bang babas minta maaf dek, maafin abangg, jangan diemin abang kaya gini". Ujarnya menatap Agatha dengan sedih.
"Abang rindu kamu dek". Ujar Bintang pada Agatha.
"Ya ampun udah kalian berdiri, aku jadi ga enak sama kalian". Ujar Agatha pda suaminya.
"Ngga, kita ngga akan berdiri sebelum kamu memaafkan kita semua dek ". Ujar Bintang membuat Agatha semakin pusing.
Vino memghampiri istrinya yang terlihat pusing, ia memapah istrinya untuk duduk di kursi tersebut, kemudian Vino mematap keluarga Bramastian dengan tatapan sulit dimengerti tetapi kemudian akhirnya mereka mengerti bahwa Vino mengusir mereka tanpa berbicara tetapi tatapanlah yang mewakili nya.
"Yaudah kita pulang, besok bunda kesini lagi ya syaang, semoga sehat sehat kamu dan cucu bunda". Ujarnya dengan sedih.
"Jaga baik baik kandungan kamu sayang". Ujar Dion menatap lembut putrinya.
"Iyaa jagain ponakan abang ya dek". Ujar ketiga abangnya pada Agatha.
"Yaiya pasti akan aku jaga seperti aku menjaga kelima anakku". Ujarnya pada mereka semua.
"Baiklah kalau begitu kita pergi ya dek". ujarnya hanya diangguki oleh Agatha tanpa melihat wajah mereka semua.
Vino memeluk istrinya yang bergetar, Agatha memang marah pada mereka tetapi sebenarnya ia pun menangis setelahnya, Vino mengusap punggung istrinya untuk menenangkannya membuat Agatha perlahan lahan mulai menghentikan tangisannya.
"Kalau kamu mau maafkan mereka kamu bisa syaang". Ujarnya pada istrinya.
"Ntalah mas hati dan otakk selalu tidak sama". Ujarnya pada sang suami.
"Baiklah jangan terlalu dipikirkan sayang, mending kamu siap siap syang". Ujarnya pada sang istri.
"Siap siap kemana mas?". tanya Agatha pada suaminya.
"Kita akan jalan jalan Syaang, kamu bosan kan dirumah terus" . Ujarnya pada istrinya.
"Beneran mas? kita akan jalan jalan?". Tanya Agatha dengan tersenyum senang.
"Beneran syang, makanya kamu siap siap ya". Jawabnya diangguki oleh istrinya .
"Heum anak anak di ajak mas?". tanya Agatha pada suaminya.
"Kamu lupa sayang? mereka berlima ikut Gia dan Gea nonton konser band". Jawabnya pada Agatha.
__ADS_1
"Ah iya benar juga, yaudahh ayok siap siap mas".. ujarnya pada suaminya.
"Iyaa hayo sayang"..Ujarnya sambil tersenyum pada istrinya.
Kini Agatha dan Vino telah siap, keduanya keluar rumah lalu memasuki mobilnya ,sedaritadi Agatha terus saja tersenyum senang membuat Vino ikut senang melihatnya selama dalam perjalanan pun Agatha bersenandung dengan senang.
Syukurlah kamu senang sayang. Batin Vino menatap istrinya dari kaca.
Sampailah mereka di pantai, membuat Agatha tersenyum senang terakhir ia ke pantai bersama Radit, membuat senyumannya menurun tetapi hanya sesaat karena Vino membawa air kelapa membuat Agatha tersenyum senang.
"Ini untuk istriku tersayang". Ujarnya memberikan ais kelapa tersebut.
"Wah makasih ya suamiku tersayang". Ujarnya sambil tersenyum pada suaminya.
"Iya sama sama sayangku". Ujarnya mengelus rambut istrinya.
"Mas juga minum dong air kelapanya".. Ujarnya pada suaminya yang hanya menatap dirinya.
"Iyaa syang ini mas minum". Ujarnya pada Agatha.
Ting!
...Gea Kembaran Gia...
...Online...
^^^Aduh maaf ya dek, kakak lagi di pantai sama mas Vino, udah lama banget kakak ngga keluar rumah semenjak hamil 😢^^^
Ahh kakak santai aja, jangan merasa bersalah begitu kak , lagipula mereka udah tidur kok kak, have fun aja kak 🤗❤
^^^Yaudah makasih ya dek 😢🤗❤^^^
Iyaa sama sama kak 🤗❤
^^^Yaudah kalau anak anak menanyakan bunda dan ayahnya , kabari kakak ya dek^^^
Oke siapp kak 😎
Vino menatap istrinya yang sedang memainkan ponselnya, tetapi hanya sebentar saja karena Agatha sudah menyimpan ponselnya di tas, Agatha yang menyadari ada yang menatapnya pun langsung menoleh pada suaminya.
"Gea mas, mereka nanyain kita dimana tapi kamu tenang aja anak anak tidur kok karena kelelahan". ujar Agatha saat tau suaminya menatap seakan bertanya padanya.
"Ah baiklah kalau begitu sayang". Ujarnya pada istrinya.
"Mas aku pengen makan jagung bakar". Ujarnya dengan berkaca kaca.
"Yaudah sebentar mas beli dulu sayang". Ujar Vino pada istrinya.
__ADS_1
"Mau ikut Mas". Ujarnya pada Vino.
"Yaudah Ayok sayang". Ujar Vino menggenggam tangan istrinya.
"Pak jagung bakar nya empat ya". Ujar Vino pada pedagang tersebut.
"Loh kok empat mas?". Tanya Agatha pada suaminya.
"Untuk jaga jaga sayang, takutnya kamu nanti minta nambah jdi mas belikan lebih"..Jawabnya pada istrinya.
"Ahh makasih mas". Ujarnya memeluk suaminya.
"Buatkan ya pak". Ujar Vino padanya.
"Siap den". Ujarnya pada Vino.
Vino dan Agatha menunggu sambil berbincang bersama hingga beberapa menit kemudian jagung bakar yang mereka pesan telah jadi , membuat Agatha senang melihatnya dan itupun menjadi kesenangan Vino saat melihat istrinya tersenyum senang.
Agatha memakannya dengan menggoyangkan kepalanya membuat Vino tersenyum senang melihatnya, hingga beberapa menit kemudian Agatha. menghabiskan ketiga jagungnya membuat Vino merasa heran pada istrinya.
"Ayo sayang, kita pulang kasian anak anak pada nunggu nanti". Ujar Vino pada istrinya.
"Iyaa ayok mas". Ujar Agatha sambil bangkit dari duduknya.
"Sebentar sayang, mas ambilkan dulu mobilnya". Ujarnya diangguki oleh Agatha.
"Seandainya aku punya banyak teman pasti hidupku ngga sepi amat kalau ngga ada anak dan suami uang sedang beraktivitas". Gumam Agatha tersenyum pedih.
"Sayang, ayo naik". Ujarnya sambil membukakan pintu untuk istrinya.
"Iyaa mas". Ujar Agatha pada suaminya.
Selama dalam perjalanan menuju pulang mereka berdua saling menyambung lagu, membuat Agatha tertawa saat suaminya salah menyanyikan lirik lagu, Vino yang melihat istrinya mentertawakannya bukannya marah melainkan tersenyum senang.
Beberapa jam kemudian mereka sampai di rumah kediaman keluarga Bhagaskara, Agatha turun dari mobil begitupun dengan Vino, kelima anaknya yang melihat itupun berlari menghampiri Agatha dan Vino membuat Vino langsung siaga takutnya anak anaknya jatuh.
"Jangan lari larian sayang". ujar Vino pada anak anaknya.
"Iyaa maaf ayah"..Ujar mereka pada Vino.
"Iyaa gapapa syaang". Ujar Vino pada mereka berlima sambil tersenyum.
"Ayok masuk bunda". Ujar mereka pada Agatha.
"Ah iya Ayok syaang"..Ujar Agatha pada anak anaknya.
Kini mereka sedang duduk bersama di ruang tengah, seperti biasa anak anaknya pasti akan menyuruh Agatha maupun Vino untuk bernyanyi, membuat mereka berdua mau tak mau menuruti keinginan kelima anaknya.
__ADS_1
"Kamulah takdirku". Lirik terakhir lagunya membuat Agatha dan Vino saling menoleh.