Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 81


__ADS_3

Agatha menatap anak anaknya yang tengah fokus mengerjakan tugas sekolahnya, Angga menoleh pada bundanya yang menatapnya membuatnya menghentikan aktivitas mengerjakan tugasnya.


"Bunda kenapa natap kita gitu?". Tanya Angga pada bundanya.


"Engga papa sayang, bunda hanya memikirkan bagaimana jika kamu dipertemukan lagi dengan Alena tanpa kamu sadari keberadaannya?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Maksud bunda apa? kok pertanyaan bunda sama kaya bang Atha waktu itu? ". Tanya Indira dengan heran menatap bundanya.


"Oh ya abang Atha pernah nanya gitu? kapan kok abang ngga tau?". Tanya Angga menatap adik kembarannya.


"Iyaa abang ngga tau, kan abang udah masuk kamar gimana sih". Ujarnya pada abangnya.


"Ah benar juga ya". Ujar Angga pada adik kembarannya.


Agatha yang sedaritadi menunggu jawaban anaknya pun memilih diam saja, hingga beberapa menit kemudian mereka tersadar dengan keberadaan bundanya yang sedaritadi menunggu jawaban mereka.


"Bunda maafin kita yang diamin bunda, sungguh tidak sengaja bunda". Ujar Indira pada bundanya.


"Iyaa engga papa sayang, gausah panik gitu". Ujarnya sambil terkekeh pada anaknya.


"Iyaa maafin kita ya bun, padahal tadi bunda sedang menunggu jawaban dari kita". Ujar Athara pada bundanya.


"Iyaa gapapa sayang". Ujar Agatha pada anaknya.


"Beneran nih gapapa bunda?". Tanya Indira pada bundanya.


"Beneran sayang gapapa , buat apa juga bunda bohong sama kalian". Jawabnya sambil menatap anak anaknya.


Beberapa menit kemudian Agatha pun memilih pergi ke kamarnya, karena ia akan mengambil sesuatu didalam kamarnya setelah mendapatkan apa yang ia kembali kebawah menghampiri anak anaknya, terlihat Angga yang menyandarkan tubuhnya.


"Kenapa sayang?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Ngga papa bunda cuman lelah saja". Jawabnya pada Agatha.


"Istirahat sayang". Ujarnya pada anaknya.


"Males naik ke atasnya bunda". Ujarnya pada sang bunda.


"Kan ada lift syaang kalau males naik tangga". Ujar Agatha pada anaknya.


"Angga pengen disini aja tidurnya bunda". Ujarnya pada sang bunda.


"Yaudah terserah kamu aja syaang". Ujar Agatha pada anaknya.


"Iyaa bunda, tapi tidur dipaha bunda ya". Ujarnya pada Agatha.


"Iyaa sini tidur dipaha bunda sayang". Ujar Agatha menepuk pahanya.

__ADS_1


Angga langsung merebahkan kepalanya di paha bundanya, tidak perlu menghitung menit karena Angga langsung terlelap mungkin memang Angga kelelahan pikir Agatha yang sedang mengelus rambut anaknya dengan lembut.


"Bunda kayanya abang banyak pikiran deh". Ujar Indira pada Agatha.


"Banyak pikiran? emangnya abang mikirin apa sayang?". Tanya Agatha pada putrinya.


"Ya mungkin abang terus aja mikirin Alena yang belum juga menemui kita". Jawabnya pada bundanya.


"Heum ya bisa jadi sayang, tapi bisa saja terjadi sesuatu di sekolah". Ujar Agatha pada anaknya.


"Ah benar bunda, ada yang menantang abang bermain piano mungkin itu yang membuat abang kepikiran, karena teringat pada Al". Ujar Marcello pada Agatha.


"Memangnya siapa yang menantang abangmu?". Tanya Agatha penasaran pada anaknya.


"Adalah bunda cowok ngga tau siapa, aku ngga tau dan ngga kenal juga". Jawab Indira pada bundanya.


"Heum yaudah deh kalau begitu". Ujar Agatha pada anaknya.


"Iyaa bunda, oh ya bunda nanti akan ada acara nyanyi loh, abang Angga yang mainin piano sedangkan Alina yang menjadi penyanyi nya bun". Ujar Indira pada bundanya.


"Oh ya? kapan sayang?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Masih lama bunda, nanti katanya kalau kita udah kelas 3 SMA". Jawab Indira membuat Agatha mendesah kecewa.


"Bunda jangan kecewa gitu dong". Ujar Satya yang sedari tadi diam saja.


"Bunda, Dira kan bilangnya yang nyanyi adalah Alina kalau abang cuman memainkan piano nya aja". Ujar Indira pada bundanya.


"Iyaa bunda tau sayang, tapi bunda pengen liat abangmu duet bersama Alina". Ujar Agatha pada anaknya.


"Kalau itu sih gimana yayasan aja bunda". Ujar Satya padanya.


"Okee nanti bunda akan bicara sama ayah bunda, untuk mengadakan acara nyanyi duet Angga dan Alina". ujarnya sambil tersenyum senang pada anak anaknya.


"Bunda, tapi abang Angga ngga akan mau, apalagi ia hanya ingin melakukannya bersama Alena". Ujar Athara pada bundanya.


"Ah benar juga apa yang kamu bilang syang". ujar Agatha pada anaknya.


"Udah deh kalian jangan mikirin yang belum tentu terjadi". Ujar Marcello pada mereka.


"Okee good ayah setuju". Ujar Vino yang baru pulang dari kantornya.


Agatha yang melihat suaminya sudah pulang pun langsung menyalimi tangan suaminya, beitupun dengan Vino yang mengecup kening istrinya serta bibirnya yang selalu menjadi candu untuknya, kebiasaan Vino adalah tidak mengecek situasi saat ini karena kelima anaknya langsung menutupi matanya kecuali Angga yang memang tertidur.


"Ayah kebiasaan deh suka ngga liat tempat". Ujar Satya yang masih menutup matanya.


"Hahah maaf jagoan, sekarang kalian boleh membuka mata kalian". Ujar Vino pada anaknya.

__ADS_1


"His dasar ayahh menyebalkan". Ujar Indira pada ayahnya.


"Ayahkan udah minta maaf cantiknya ayah yang paling imut". Ujar Vino pada anaknya.


"Iyaa deh Dira maafin ayah kok tapi ada syaratnya". Ujar Indira pada ayahnya.


"Syarat? apa syarat nya sayang?". Tanya Vino pada anaknya.


"Ayah harus ajak kita liburan, udah lama loh Yah, apalagi Dira kangen suasana Korea". Jawabnya pada sang ayah.


"Owalah gampang soal itumah, ayah akan mengaturnya". ujar Vino sambil tersenyum tipis pada anaknya.


"Yang bener yah?!! ngga bohongkan?? awas aja kalau bohong loh". Ujar Indira pada ayahnya.


"Iyaa bener sayangnya ayah". Ujar Vino dengan gemas mengusap rambut anaknya.


Saat mereka sedang asik berbincang bersama tiba tiba datang Sagara dari arah belakang dengan berlari, sontak saja mereka langsung berteriak hati hati pada Sagara membuat anak bungsu tersebut cengengesan pada mereka semua.


"Kebiasaan deh kamu tuh, jangan lari lari ditangga ih, kenapa sih anak anaknya bunda waktu kecil seneng banget bikin bunda khawatir". Ujar Agatha pada anaknya.


"I'm sorry bunda, jangan sedihh yaa, maafin Saga bunda". Ujarnya sambil memeluk bundanya.


"Yaudah tapi jangan diulangi lagi ya, bunda ngga mau anak anak bunda terluka". Ujar Agatha pada anaknya.


"Iyaa bunda, ngga akan di ulangi lagi kok". Ujar Sagara pada bundanya.


"Bener ya? awas aja kalau diulang lagi, bunda akan mogok bicara sama kalian". Ujar Agatha membuat semuanya menatapnya.


"Yah bun, yang salah kan satu orang kenapa semuanya kena?". Tanya Indira pada bundanya.


"Harus adil". Jawabnya pada anaknya.


Vino yang mendengar itupun hanya bisa menggelengkan kepalanya, selalu saja seperti itu membuatnya kesal.


...****************...


Hari ini masih lancarkan puasanya?


Semangat terus menjalani ibadah puasanya ya guys :)


Semoga bocornya cuman sedikit hehe


Jangan lupa Like, Comment And Votenya ya guys di bulan penuh berkah inii :)


Maaf sekali lagi, akhir akhir ini selalu telat update bahkan ngga update sama sekali, karena capek banget kerjaannya huhu menyedihkan :(


Dan jugA aku ngetiknya waktu sahur terus dilanjut pas buka, karena dari jam 7 sampai jam 5 sibuk di toko gays jadi maaf ya kalau kadang ngga update atau telat :(

__ADS_1


__ADS_2