
Sudah sebulan usia kehamilan Agatha, ia sudah berkerja selama dua minggu di cafe tersebut, Agatha melakukannya dengan senang hati walaupun banyak pelanggan yang terkadang semena mena terhadapnya.
"Agatha, tolong kamu antarkan pesanan ini ke meja no 278". ujar rekan kerja Agatha.
"Baik kak". Ujar Agatha padanya.
"Makasih ya sebelum nya". Ujarnya diangguki oleh Agatha.
"Permisi ini pesanan Anda". Ujar Agatha menyimpan makanan serta minuman tersebut di mejanya.
"Ah baiklah terimakasih". Ujar nya tanpa menatap Agatha.
"Aneh sekali, pakai topi, masker, biasanya yang gitu orang populer atau artis kali ya, ah entah lah". Gumam Agatha sambol mengendikkan bahunya.
Agatha pergi menghampiri temannya yang sedang meminum minuman dingin, Agatha merasa tergiur melihatnya membuat Renata sadar dengan tatapan Agatha yang melihat minumannya, Renata tersenyum tipis melihat Agatha berkali kali menelan ludahnya.
"Kamu mau Agatha? biar kakak buatin". Ujar Renata pada nya.
"Ngga ngerepotin kakak?". Tanya Agatha padanya.
"Ngga , sama sekali ngga ngerepotin kok, bentar ya". Jawab Renata pada Agatha.
"Baik sekali kak Rena". Gumam Agatha sambil tersenyum melihat Renata yang lihai membuat minuman.
"Nih minumannya". Ujar Renata pada Agatha.
"Makasih ya kak". Ujar Agatha padanya.
"Iya sama sama Tha". Ujar nya pada Agatha.
Saat sedang menikmati minuman dingin buatan Renata, ponsel Agatha bergetar membuat Agatha menyimpan dulu minumannya, Renata yang melihat itu hanya diam saja siapa tau keluarganya pikir Renata.
Ting!
...Calon Suami...
...Online...
Ingat sayang, jangan minum minuman dingin terlalu banyak, jangan makan pedes juga, kasian baby
^^^Iyaa siap boss 😉^^^
Kalau dekat, udah aku makan kamuu 😌
^^^Ihh jangan dongg, abang emangnya kanibal ya makan manusia? 😲^^^
__ADS_1
Ngga gitu juga sayang 😬
^^^Bodo amat abangg 😂^^^
AGATHA 😡😡
Agatha memilih tidak menjawab pesan dari calon suaminya itu, Renata menatapnya seraya bertanya dengan tatapan mata siapa yang mengirim pesan, Agatha menjawab tanpa suara bahwa Vino yang mengirim pesan padanya .
"Agatha, nama panggilan kamu sama kaya kakak loh". Ujar Renata padanya.
"Sama gimana kak?". Tanya Agatha menatapnya.
"Iya nama kakak kan Renata selalu aja di panggil Tata sama pak Samuel". Jawab Renata pada nya.
"Ohh gitu padahal nama kak Renata banyak panggilannya loh". Ujar Agatha sambil menatap Renata.
"Apaan tuh?". Tanya Renata sambil terkekeh pada Agatha.
"Kan bisa manggil Rena , Rere, Nana, Nata, Tata". Jawab Agatha membuat Renata terbahak.
"Wah hebatt, orang orang saja memanggil kakak, kadang Nata dan Tata tapi kamu mempunyai panggilan lain untukku". Ujar Renata tertawa membuat Agatha ikut tertawa.
Aldi , Tamara serta Luna yang melihat mereka pun langsung menghampiri, entah apa yang keduanya tertawakan hingga menggundang rasa penasaran mereka bertiga, Agatha yang menyadari itupun tersenyum pada rekannya yang lain.
"Kenapa sih? seru banget kayanya". Ujar Aldi menatap mereka.
"Okee nanya apa emangnya?". Tanya Tamara padanya.
"Kalian manggil ka Renata biasanya apa?". Tanya Agatha membuatt ketiganya melongo sedangkan Renata mengulum senyumnya.
"Kirain kamu bakal nanya apaan eh ternyata gini doang, kalau aku sih suka manggil Nata". Jawab Aldi padanya.
"Gue Tata". Jawab Luna padanya.
"Gue saMa kaya Aldi, Nata". Jawab Tamara pada Agatha.
"Yahh kaya aku dong manggil kak Renata tuh banyak". Ujar Agatha sambil terkekeh.
"Wah sebanyak apa sih?". Tanya Aldi padanya.
"Aku bisa manggil Kak Renata, Kak Rena , kak Rere, Kak Nana, kak Nata, Kak Tata". Jawab Agatha membuat ketiga nya melongo kecuali Renata sendiri.
"Waww a mazingg". Ujar Tamara pada Agatha.
"Iya dong, Agatha gitu loh". Ujarnya sambil tersenyum senang.
__ADS_1
"Dah ah kembali kerja". Ujar Luna pada mereka.
Agatha membersihkan meja bekas pelanggan, saat sedang membersihkan meja ia merasa ada yang menatapnya dari jauh, tetapi saat ia mencarinya tidak ada siapapun akhirnya Agatha mengacuhkannya.
Sedangkan yang sedaritadi menatap Agatha adalah orang yang Agatha kenal siapa lagi jika bukan Reno, ya selama ini Reno selalu datang hanya memakai masker dan topi, sungguh ia merasa kasian melihat Agatha yang berjuang sendiri dengan kondisi sedang hamil.
"Maafin abang sayang, maafin abang, mungkin saja maaf abang tidak diterima oleh kamu sayang, abang merindukanmu Tata". Ujar Reno menatap adiknya yang sedang adikk melap meja.
"Seandainya abang percaya sama kamu, mungkin tidak akan seperti ini, bahkan abang udah jarang pulang ke rumah ssyangg , abang jijik melihat tingkah Sasha, maafin abang yang tidak mempercayai mu". Gumam Reno menatap Agatha.
"Sayang , kita pergi sekarang, ada pertemuan dengan CEO perusahaan MBS". Ujar Kirana sekretaris sekaligus kekasih Reno.
"Iyaa sayang, makasih karena kamu mau menerimaku, aku akan memenuhi apapun yang kamu mau". Ujar Reno pada Kirana.
"Aku hanya mau kamu minta maaf secara langsung pada Agatha sayang, kasian loh dia". Ujar Kirana dengan lembut padanya.
"Tapi sayang , aku takut salah satu keluarga ku mengetahui keberadaan Agatha, kamu tau sendiri kan sekarang ini ayah selalu memasang mata mata terhadapku". Ujar Reno pada kekasihnya.
"Baiklah, nanti saja aku yang memikirkannya, bila perlu aku akan meminta nomor ponsel Agatha agar kamu mudah minta maaf walaupun melalui ponsel". Ujar Kirana membuat Reno semakin mencintainya.
"Terimakasih sayang". Ujar Reno diangguki oleh Kirana.
Kembali pada Agatha, ia melihat sosok itu tetapi ia takut salah melihat lagi, untuk kedua kalinya ia merasa melihat abangnya Reno, Renata menghampiri Agatha yang terdiam disana sambil menatap pintu masuk Cafe.
"Kenapa Tha? Ada yang kamu pikirkan?". Tanya Renata pada nya.
"Ngga kak, hanya saja aku seperti melihat abangku". Jawab Agatha padanya.
"Yaudah jangan dipikirin, kamu kan lagi hamil, bumil jangan banyak pikiran okee". Ujar Renata pada Agatha.
"Iyaa kak". Ujar nya pada Renata.
"Kakak ke belakang dulu ya, kamu jaga di depan". Ujar Renata padanya.
"Oke siap boss". Ujar Agatha padanya sambil tersenyum.
Seandainya abang ada disisi kamu saat kamu susah, maafin abang. Batin Reno yang melihat senyuman Agatha.
Agatha menatap ke jendela melihat orang yang sering membeli minuman, tetapi tadi Agatha tidak melayaninya Agatha tersenyum menatapnya karena Agatha pikir tersenyum ramah pada pelanggan itu lebih baik.
Sedangkan Reno yang diberikan senyuman oleh Agatha merasa tertegun, apakah Agatha tahu bahwa itu adalah dirinya atau hanya sekedar tersenyum layaknya ke pelanggan, mungkin saja karena aku sering membeli makan dan minum disini.
"Sayang, masuk mobil". Ujar Kirana pada Reno.
"Ah baik syaang, tunggu". Ujar Reno padanya.
__ADS_1
Selama bekerja Agatha sangat bahagia entah kenapa, ia selalu tersenyum entah pada pelanggan yang memarahi nya atau meledek nya, membuat keempat rekan kerjanya menatap heran kepada Agatha karena menurut mereka Agatha terlalu baik atau lugu.
Semoga kamu selalu bahagia ya bumil. Batin Renata menatap Agatha yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri.