
Agatha membuka pintu rumah mertua nya ketika mendengar suara bel rumah berbunyi, saat membukanya Agatha terkejut karena melihat keluarga nya berada di hadapannya, ingin menutup pintu tetapi ia terlambat karena mereka lebih dulu masuk kedalam.
"STOP DISANA!! KALIAN BELUM SAYA IZINKAN MASUK YA!!". Teriak Agatha menatap mereka dengan tajam.
"Ohh ini ****** masih hidup aja". Ujar Bastian padanya.
"Kalian--". Belum sempat Agatha melanjutkannya tiba tiba kelima anaknya memanggil dirinya.
"BUNDAAA". Teriak kelima anaknya membuat mereka terkejut melihatnya.
"Bunda mereka datang lagi?". Tanya Satya padanya.
"Mereka? Iyaa sayang lebih lengkap daripada waktu itu kan". Jawab Agatha tanpa menatap keluarga nya yang mungkin semakin terkejut.
"Ayo sayang, kita masuk aja, biarin bunda mengurusnya". Ujar Vino membawa kelima anaknya ke belakang.
"Kalian belum kapok yaa datang lagi kesini". Ujar Agatha datar.
"Ngapain kita kapok ketemu ****** kaya lo". Ujar Bintang padanya.
"Kalian!! hufft okee silahkan duduk". Ujar Agatha lalu meninggalkan mereka.
Melihat Agatha yang termenung membuat Mommy Elvira dan Daddy Vano heran, padahal sebelum nya Agatha masih tertawa bersama tetapi setelah membuka pintu rumahnya Agatha terlihat tertekan membuat kedua pasang paruh baya pergi menuju ruang tengah.
Belum sempat mereka ke sana terdengar suara Agatha yang memanggil anaknya dengan histeris, membuat mereka berdua kembali ke kolam renang, betapa terkejutnya saat melihat Indira berlumuran darah dipangkuan Agatha.
"Bangun sayangg bangun, bunda mohon kamu tahan yaa sayang". Ujar Agatha sambil terisak.
"Sakitt bunda, apa darahnya banyak ya?". Tanya Indira dengan polosnya.
"Sayang sebentar ya, Mommy! daddy!! bantuu Agatha mom dad". Teriak Agatha melihat kedua mertuanya datang.
"Ya ampun ini kenapa bisa begini?". Tanya Mommy Elvina panik
"Indira jatuh oma, karena licin tapi ya lemes bangett". Jawab Indira menatap omanya.
"Dad, angkat Indira cepatt". Ujar Mommy Elvina langsung diangguki oleh suaminya.
Sedangkan Vino yang baru kembali ke belakang rumahnya terkejut, karena melihat adanya darah dilantai ia pun segera menyusul ke dalam rumah dan melihat darah menetes ke lantai, ia melihat keluarga Bramastian yang sedang duduk di ruang tengah.
"Vino tunggu". Ujar Bintang padanya.
"Apaan?". Tanya Vino padanya.
"Itu bocil kenapa?". Tanya nya pada Vino.
"Bukan urusan lo". Jawabnya sambil berlalu pergi dari hadapan mereka.
"Vino!!". Teriak mereka tidak terima ditinggalkan begitu saja.
__ADS_1
Angga menghampiri keluarga Bramastian dengan tampang dinginnya, membuat semuanya terasa melihat duplikat Vino versi kecil, Angga duduk dihadapan mereka, ia sudah tau siapa mereka kecuali keempat kembarannya.
"Sudah cukup kalian datang ke rumah oma dan opa saya?". Tanya Angga pada mereka semua.
"Heh bocah jangan sok dingin gitu deh". Ujar Bastian menatap remeh.
"Heum, syukurlah bunda tidak kembali pada kalian, Angga juga tidak mau mempunyai oma dan opa serta uncle seperti kalian kecuali Aunty Dy". Tegas Angga membuat mereka terdiam.
"Ada apaa Ini dek?". Tanya Satya menghampiri kembarannya.
"Gapapa bang, udah mending kita kembali ke kamar, untuk kalian semua pergi dari rumah ini sekarang juga!". Teriak Angga membuat Gea dan Gia menyusul.
"Sayang, udah jangan di ladenin Okee, sekarang kalian kembali ke kamar". Ujar Gea disetujui oleh Gia kembarannya.
Sementara Agatha dan Vino serta kedua orangtuanya sedang menunggu Indira yang sedang diperiksa oleh dokter, mereka menunggu dengan cemas apalagi Agatha yang tadi menyaksikan Indira jatuh serta berdarah.
Ceklek.
Bryan yang memang memeriksa Indira keluar membuat mereka sontak berdiri menatapnya, Agatha memegang tangannya saking cemasnya pada anaknya, sedangkan Vino merangkul istrinya untuk menguatkannya bahwa Indira pasti baik baik saja.
"Bang Bryan bagaimana keadaan anak aku bang?". tanya Agatha padanya.
"Syukurlah Indira dibawa dengan cepat ke rumah sakit jika tidak bisa jadi Indira tak terselamatkan". Jawab Bryan membuat mereka menghela nafasnya lega.
"Tapi ngga ada luka parah? maksudnya amnesia? karena dia tadi berdarah di kepalanya". Ujar Agatha menatap Bryan.
"Udah bisa masuk kan bang?". Tanya Agatha pada Bryan.
"Udah, tapi jangan mengganggu Indira". Jawab Bryan diangguki oleh mereka.
Kini mereka sedang berada di ruangan Indira yang masih belum sadar, Agatha mengabari kedua adik iparnya bahwa mereka masih lama berada di rumah sakit, sedangkan dirumah Gea dan Gia baru saja menidurkan ponakannya.
Setelah mengabari adik iparnya Agatha fokus menatap anaknya yang masih belum sadarkan diri, Vino mengecup kening anaknya dengan lembut sambil menahan air matanya karena dia takut kehilangan orang yang dia sayangi.
"Syang cepat bangun syangnya bunda". Ujar Agatha mengecup pipi anaknya.
"Bangun, anak ayah kan kuat sayang". Ujar Vino memegang tangan anaknya.
"Iyaa cucu opa yang cantik ini pasti kuat karena ayah dan bundanya juga kuat". Ujar Daddy Vano mengusap rambut cucu nya.
"Udah biarin Indira istirahat, nanti juga sadar, yang penting sekarang kita doakan agar Indira cepat sadar dari pingsannya". Ujar Mommy Elvina pada mereka semua.
"Iyaa mom". ujar mereka pada Mommy Elvina.
Ting!
...Gia Adikku...
...Online...
__ADS_1
Kak bagaimana dengan Indira?
^^^Belum sadar, untungnya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan^^^
Ya tuhan, semoga Indira cepat sembuh dan sadar dari pingsannya
^^^Iyaa semoga, makasih doanya Gia^^^
Iyaa kak sama sama 🤗
^^^Ah bagaimana dengan anak anak?^^^
Kakak tenang aja, anak anak udah tidur kok daritadi, masih lelap malah
^^^Makasih ya Gia, maaf ngerepotin kamu dan Gea^^^
Ish ga ngerepotin kok, lagian ponakan aku juga kak bukan orang lain 😊
^^^Iyaa makasih sekali lagi Gia 😊^^^
Iyaa sama-sama kak'🤗
Agatha tidak lagi membalasnya karena melihat tangan anaknya bergerak, segera Vino memencet tombol disamping ranjang anaknya, dan datang lah Bryan masuk ke dalam ruangan Indira dirawat, Agatha dan Vino segera menyingkir ketika Bryan akan memeriksa Indira.
"Bagaimana keadaan Indira bang?". Tanya Agatha padanya.
"Indira baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan". Ujar Bryan pada Agatha.
"Kira-kira Kapan Indira bisa pulang bang?". Tanya Agatha pada Bryan.
"Tunggu sampai keadaannya pulih baru Indira diperbolehkan pulang". Jawab Bryan pada Agatha.
"Untuk berapa hari?". Tanya Agatha pada Bryan.
"Kemungkinan tiga hari Indira harus dirawat dulu". Jawab Bryan pada Agatha.
"Yaudah makasih ya bang". Ujar Agatha padanya.
"Ponakan cantik om, cepat sembuh ya sayang". Ujar Bryan mengelus rambut Indira.
"Iyaa om, makasih ya". Ujar Indira diangguki oleh Bryan.
Bryan keluar ruangan rawat Indira sedangkan Deon baru memasuki ruangan rawat Indira dan terlihat adanya Agatha dan Vino serta kedua orang tuanya. Agatha yang melihat Deon pun senang karena baru bertemu kembali kecuali dengan Bryan.
"Semoga cepet sembuh ya sayang". Ujar Deon padanya.
"Iyaa om makasih". Ujar Indira dengan pelan.
"Iyaa sayang, om keluar lagi daaah Rara". Ujarnya diangguki oleh Indira.
__ADS_1