
"Sayang, maafin bunda hiks hiks". Ujar Felicia menatap Agatha.
"Maaf ya tante, tapi bunda aku cuman satu maaf". Ujar Agatha menatap Felicia.
"Dek maafin abang dek". Ujar Bastian pada Agatha.
"Aduh kalian siapa sihh, aku aja ga kenal loh". Ujar Agatha kesal pada mereka.
"Bang Reno, usir mereka dari sini". Teriak Agatha pada Reno yang baru saja masuk ruangan.
"Lebih baik kalian keluar saja, takutnya sakit Agatha semakin parah". Ujar Reno pada mereka.
"Tapi Ren, kita juga keluarga nya masa Agatha masih melupakan kita?". Tanya Dion padanya.
"Coba kalian renungi baik baik, mengapa Agatha bisa melupakan kalian". Ujar Reno pada keluarganya.
Flashback On
Agatha sadang berada diruangannya sendiri, tiba tiba suster memberikannya sebuah amplop yang berisi rekaman suara dan juga foto dirinya bersama Vino, membuat Agatha berteriak histeris saat mendengar bahwa orang yang Vino bilang keluarganya adalah orang yang membuat dia kecewa.
"SAKITTT!! MOMMY!! DADDY!! MAS VINO!! HIKS SAKITT". Teriak histeris Agatha membuat Vino serta kedua orangtuanya langsung memasuki ruangan.
"Syang, hey tenang kamu kenapa?". Tanya Vino panik melihat istrinya yang histeris.
"Vin, ini mungkin penyebabnya". Ujar daddy Vano padanya.
"Apa ini dad?". Tanya Vino padanya.
"Coba saja kamu buka". Jawab Daddy Vano padanya.
"Sialan!! Sasha masih saja berkeliaran dad!". Ujar Vino marah saat membuka isinya.
"Sebaiknya kamu perintahkan seluruh anak buah untuk menyebar ke tiap kota". Ujar Daddy Vano padanya.
"Baiklah dad". Ujarnya pada Daddynya.
Agatha masih terus berteriak histeris mengingatnya, untung saja Bryan datang menghampiri, ia pun langsung menyuntikkan obat penenang, hingga akhirnya Agatha tenang setelah disuntikan oleh obat penenang, Bryan mengingatkan pada mereka Agar tidak membuat Agatha berpikir.
Vino merasa kesal pada Sasha ya karena Sasha lah pelaku yang mengirim rekaman suara serta foto, harus dia kasih pelajaran yang setimpal pikirnya, ia pun pamit keluar untuk menelpon anak buahnya, hingga beberapa menit kemudian Vino masuk ke dalam ruangan.
"Let's play the game Sasha". Gumam Vino sambil tersenyum sinis.
"Sayang". Panggil Vino membuat Agatha menoleh.
"Iyaa mas?". Tanya Agatha padanya.
"Ada yang sakit nggaa sayang?". Tanya Vino khawatir pada istrinya.
"Ngga ada kok mas, cuman ya agak perih aja kalau mau duduk". Jawab Agatha pada suaminya.
"Yaudah kalau gitu biar Mas aja gendong ya nanti". Ujar Vino pada istrinya.
__ADS_1
"Iyaa mas, lagian aku juga masih lemes". Ujarnya pada suaminya.
"Yaudah kalau begitu kamu mau makan ngga? biar Mas belikan?". Tanya Vino pada istrinya.
"Iyaa mas mau, kebetulan aku lapar, jadinya aku tetap di rawat ya mas padahal tadi udah senang boleh pulang". Jawab Agatha pada suaminya.
"Iyaa syaang, kamu harus benar benar sembuh dulu baru bisa pulang". Ujar Vino pada istrinya.
"Yaudah tunggu sebentar ya, mas beli dulu makanannya". Ujarnya lagi pada Agatha.
"Iyaa mas, hatihati ya mas". Ujarnya pada Vino.
"Iya sayang mas akan hatihati biar ngga nabrak kodok". ujarnya membuat Agatha terkekeh.
Sambil menunggu suaminya kembali ke ruangan, Agatha berbincang dengan kedua mertuanya yang sedaritadi setia menemani nya, lalu tatapan ia menuju pada Reno yang baru saja masuk ke dalam ruangan terlihat tertekan sekali.
"Abang kenapa?". Tanya Agatha padanya.
"Abang gapapa kok dek". Jawabnya pada Agatha.
"Abang jangan bohong deh sama Tata, Tata kenal abang bukan hanya satu atau dua tahun bang". Ujar Agatha menatap abangnya dengan Intens.
"Abang hanya sedang pusing sayang". Ujar Reno pada adiknya.
"Pusing kenapa bang?". Tanya Agatha padanya.
"Perusahaan abang ada yang korupsi". Jawabnya dengan lemah.
"Apaa! kok bisa bang? siapa orangnya biar Agatha hajar--aduh sakit". Ujar Agatha dengan emosi yang diakhiri dengan sakit perutnya.
"Ihh abang belum bilang siapa pelaku korupsi itu pada Tata, siapa bang?". Tanya Agatha pada abangnya.
"Abang gatau, mau ngecek CCTV udah di hapus sama dia". Jawab Reno padanya.
"Ah abang ke rumah aku aja bang, bilang sama Angga bisa liat hasil rekaman CCTV yang udah dihapuss apa engga, Angga bisa kok bang walaupun dia masih kecil". Ujar Agatha pada abangnya.
"Waw amazing banget anak kamu Ta". Ujar Reno terkekeh pada adiknya.
Beberapa menit kemudian Vino datang membawa begitu banyak makanan, lalu ia membagikan nasi Padang yang ia beli tadi pada mereka, yang kebetulan memang saMa lapar, Reno yang diberikan oleh adik iparnya pun langsung duduk di sofa dan membuka bungkus nasi Padang tersebut lalu memakannya.
"Wah rendang kesukaan aku, makasih ya mas". ujarnya pada Vino.
"Iyaa syang, mau mas suapi?". Tanya Vino padanya.
"Ngga perlu mas". Jawabnya pada Vino.
"Beneran syaang?". Tanya Vino pada istrinya.
"Beneran mas, udah sana mas juga makan Tuh kaya yang lain". Jawab Agatha padanya.
"Baiklah syaang, nih minumnya ya mas simpan di nakas". Ujarnya diangguki oleh Agatha.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, karena makanan nasi Padang salah satu kesukaan mereka dari bumbu rempah pilihan, bedanya dalam pilihan lauknya ada yang memakai rendang adapun ayam goreng serta yang lainnya.
"Mas coba tanya bang Bryan kapan aku bisa pulang? bosan tau dirumah sakit mulu". Ujar Agatha pada suaminya.
"Iyaa syang nanti mas tanyakan pada Bryan ya". Ujarnya pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujarnya pada Vino.
"Mas mana ponsel aku?". Tanya Agatha padanya.
"Nih sayang". Jawab Vino sambil memberikan ponsel Agatha.
"Makasih mas". ujarnyaa sambil tersenyum pada suaminya.
"Iyaa saMa saMa sayang". Ujar nya pada istrinya.
"Oh ya mas, anak anak dirumah saMa siapa?". Tanya Agatha padanya.
"Biasa saMa Gea dan Gia, mereka kan masih libur kuliah nya". Jawab Vino padanya.
"Jadi ngerepotin mereka deh kalaau aku sakit gini". Ujarnya pada Vino.
"Udah gapapa kali sayang, mereka juga sangat senang bermain dengan Ponakannya yang sangat lucu". Ujar Vino pada istrinya.
"Iyaa udah kalau gitu mas". ujarnya pada suaminya.
Ting!
...Adikku Gia...
...Online...
Kak, anak anak pada mau kesana, apa boleh?
^^^Boleh saja, asal jangan lupa buat makan dulu, mereka udah makan kan?^^^
Udah kak, sama telor mata sapi hehe
^^^Haha yaudah, nanti hati hati ya dijalannya, Kabari kakak kalau udah sampai rumah sakit biar Mas Vino jemput ke depan lobi^^^
Okee siap kak 😁
^^^Siipp 😉^^^
Agatha menyimpan ponselnya saat sudah mengakhiri chattingan nya dengan adik dari suaminya, Vino menatapnya dengan intens dan Agatha langsung memberitahu bahwa anak anak akan datang ke rumah sakit padanya.
"Loh syaang, bukannya mereka tau kita akan pulang kan?". Tanya Vino padanya.
"Mereka tau kalau bundanya pasti dirawat lagi, karena telepati yang kita punya kita bersatu". Jawabnya pada suaminya.
"Iyaa deh yang punya telepati". Ledek Vino pada istrinya.
__ADS_1
"Mas aku serius ihh". Ujarnya pada Vino.
"Iyaa sayang iyaa". Ujarnya terkekeh.