
Agatha senang menjalani pekerjaan ini apalagi pemilik Cafe ini sangatlah baik, bahkan ia yang sedang hamil saja diperbolehkan bekerja, jika di indonesia mungkin tidak akan ada yang menerima nya, Agatha juga memiliki teman baru di tempatnya bekerja.
"Agatha, kamu rumahnya dimana?". Tanya rekan kerja perempuannya.
"Ah rumah? aku tinggal di apartemen kakak ku, Renata ". Jawab Agatha padanya.
"Ah ya kakak, kamu mempunyai berapa kakak?". Tanya Renata padanya.
"Emp-Tiga kak, dua cowok satu cewek". Jawab Agatha yang hampir saja menjawab empat.
"Wah berarti kamu anak terakhir dong yaa". Ujar Renata padanya.
"Ah Iyaa benar kak". ujar Agatha dengan tersenyum tipis.
"Kapan kapan kenalin dong kakak dan abang kamu sama aku". Ujar Renata padanya.
"Iyaa kak kalau mereka datang kesini". Ujar Agatha padanya.
"Mereka siapa? kedua abang kamu?". Tanya Renata pada Agatha.
"Iyaa karena kerja di rumah sakit yang ada di Indonesia". Jawab Agatha padanya.
"Ah hebat banget kamu Tha, punya abang profesi dokter". ujar Renata menatapnya.
Agatha hanya tersenyum tipis pada Renata, tiba tiba datang Aldi dan Tamara serta Luna menghampiri Agatha dan Renata yang sedang berbincang, ketiga nya terlihat tergesa gesa menghampiri Agatha.
"Gawatt Agatha gawatt!!". Teriak Aldi padanya.
"Gawat apanya sih bang?". Tanya Agatha sambil menatap mereka satu persatu.
"Itu di depan ada yang nyariin kamu, sepasang suami istri deh". Jawab Tamara padanya.
"Heum siapa kak? kenal mukanya?". Tanya Agatha padanya.
"Ngga deh, soalnya bukan pelanggan disini, coba kamu samperin mereka". Jawab Tamara padanya.
"Baiklah kak, kalau begitu Agatha lihat dulu ya". Ujar Agatha diangguki oleh mereka.
Agatha menghampiri mereka yang seperti dibilang Tamara, membuat kedua paruh baya mendongakkan kepalanya menatap Agatha, mereka berdua langsung memeluk Agatha sedangkan Agatha kebingungan mereka siapa pikirnya.
"Maaf, tante saMa om siapa ya?". Tanya Agatha pada mereka dengan hatihati.
"Aduh lupa memperkenalkan diri kita dad". Ujarnya pada sang suami.
"Kenalin nama tante Elvina dan ini suami tante namana Vano". Ujar Elvina pada Agatha.
"Tante kakaknya kak Elvira?". Tanya Agatha dengan polos.
__ADS_1
"Loh sayang, bukan tante Mommy nya Vino, calon mertua kamu". Jawab Elvina dengan terkekeh.
"Astaga, maafin Agatha tante, habis ngga keliatan tua saMa kaya bunda Agatha eh". Ujar nya berkaca kaca.
"Sini peluk mommy sayang". Ujar Elvina padanya.
"Tante hiks Agatha kangen bunda hiks". Ujar Agatha dengan terisak.
"Sstt syaang, jangan panggil tante, panggil Mommy sayang, Mommy yang akan menjadi bunda kamu". Ujar Mommy Elvina membuat Agatha memeluknya dengan erat.
Kini Agatha tengah duduk bersama calon mertuanya yang sengaja datang ke Paris untuk bertemu dengan Agatha, sungguh Agatha senang karena masih ada yang peduli dan menyayangi nya, apalagi Daddy Vano sangatlah mirip dengan calon suaminya.
Sedangkan rekan kerja Agatha yang tadinya melihat dengan panik menjadi lega, mungkin mereka kira kedua orangtua itu adalah orangtua nya, ya memang akan menjadi orangtua Agatha juga kan bukan hanya orangtua Vino.
"Bagaimana perkembangan cucu Mommy?". Tanya Mommy Elvina padanya.
"Mommy saMa daddy tau, Agatha ha-mil?". Tanya Agatha dengan takut.
"Iya sayang jangan takut begitu, Mommy tau karena putra Mommy selalu mual dan mengidam, apakamu kerepotan? maksud Mommy kamu merasakan mual dan ngidam?". Tanya Mommy Elvina pada Agatha.
"Ah engga mom, selama ini Agatha baik baik saja". Jawab Agatha padanya.
"Syukurlah kamu bisa tenang dengan kehamilan mU, biarkan saja anak bodoh itu yang merasakan mual serta ngidam nya". Ujar Mommy Elvina membuat Agatha tersenyum tipis.
"Yaudah mommy Dan daddy pulang ya syaang, kamu jaga diri baik baik serta kandungan kamu". Ujar Mommy Elvina pada Agatha.
Agatha kembali menghampiri rekan kerjanya yang masih menunggu Agatha, Renata lebih dulu menghampiri Agatha karena ia penasaran apa yang membuat Agatha tersenyum senang seperti itu begitupun juga dengan yang lainnya.
"Orangtua mu Tha?". Tanya Renata padanya.
"Iya kak orantua aku". Jawab Agatha dengan tersenyum.
"Senang banget kayanya yang udah ketemu orangtua". Ujar Aldi menatap Agatha.
"Hahah jelas lah bang, orang aku udah lama ga ketemu orangtua aku, LDR kita". Ujar Agatha pada mereka tetapi Renata menyadari di mata Agatha ada kesedihan.
"Wah ternyata kamu LDR toh, berarti dengan bapaknya si utun juga?". Tanya Luna padanya..
"Utun siapa?". Tanya Agatha barengan dengan Renata, Aldi dan Tamara.
"Itu anak yang lo kandung Agatha". Jawab Luna pada mereka.
"Ihh namanya apaan tuh utun jelek banget". Ujar Aldi menatap Luna.
"Apaan sih? wajar orang gue asli Bandung Sunda, kerja TKW ke Paris jelas aja kalian gaakan tau". Ujar Luna menatap keempatnya.
"Bentar deh, kayanya Agatha ingat tentang utun ini". Ujar Agatha membuat Luna menoleh sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iyaa utun apa menurut kamu?". Tanya Luna padanya.
"Utun itu kalau ga salah anak bayi kan? dipanggilnya utun". Jawab Agatha pada Luna.
"Good 💯 buat kamuu Agatha". Ujar Luna sambil menepuk tangannya.
"Horee Agatha benerkan". Ujar nya sambil lompat lompat.
"Ehh jangan lompat, kasian nanti Anaak lo pusingg". ujar Tamara padanya.
"Ihh kak mana ada? orang belum berbentuk bayi kok di dalemnya". Ujar Agatha padanya.
"Iyaa tetep aja maemunah!! gendek gue lama lama". Ujar Tamara kesal padanya.
Agatha yang melihat itupun menunduk dan itu membuat keempat nya panik, mereka lupa jika Agatha akan sensitif apalagi ini sedang hamil, Agatha menatap mereka satu persatu sebelum air mata nya turun kepipi.
"Aduh Agatha sayang, maafin aku ya, jangan nangis dong". Ujar Tamara memeluk Agatha.
"Hiks abisnya kak Rara marah sama aku". Ujar Agatha dengan terisak.
"Kakak ngga marah kok, tuh Liat kakak senyumkan". Ujar Tamara padanya.
"Kakak ngga ikhlas senyumnya". Ujar Agatha padanya.
"Aduhh lo sih ah jadi Agatha susah dibujuk". Bisik Luna pada Tamara.
Beberapa menit kemudian Agatha berhenti menangis, tiba tiba saja ia merasa ingin memakan sesuatu lalu menatap keempatnya dengan memelas membuat mereka menatap Agatha penuh tanya, kenapa nih bocah pikir mereka.
"Kak aku pengen sesuatu deh". Ujar Agatha padanya.
"Pengen apaan? bilang aja". Ujar Tamara padanya.
"Pengen Ice cream rasa durian". Ujar Agatha membuat semuanya menoleh.
"Bukannya lo ga suka ice cream Durian Tha, terus sekarang kenapa lo pengen?". Tanya Luna padanya.
"Yaa aku gatau, pokoknya aku mau ice cream durian gamau tau". Ujarnya pada mereka berempat.
"Kamu ngidam ya Tha?". Tanya Renata padanya.
"Ngga tauu ihh". Jawab Agatha kesal.
Keempatnya langsung pergi dari hadapan Agatha daripada membuat bumil muda tersebut badmood, beberapa menit kemudian mereka membawakan ice cream durian tersebut pada Agatha, yang langsung dimakan lahap olehnya bahkan menurut Agatha ice cream nya terlalu sedikit tidak mengenyangkan, padahal mereka membawa sewadah ice cream sedang.
...****************...
Update 3 Bab nih gays:) cangkel ternyata"(
__ADS_1