Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 88


__ADS_3

Tiga Bulan Kemudian ..


"Kapan kamu akan sadar kembali Rora ? sudah terlalu lama kamu tidurnya, bangun yaaa". Ujar Angga sambil menatap Alena dengan sedih.


"Alen, cepet sadar dongg, maafin Atha pernah bikin Alen kesal, tapi Atha mohon sadar yaa ,semuanya merindukan mu Alena". Ujar Athara sambil berkaca kaca.


"Alena ataupun Alina bagiku saMa saja". Ujar Indira dengan sedih menatap Alena yang masih belum menyadarkan dirinya dari koma.


"Kalian harus lebih banyak berdoa lagi untuk kesembuhan Alena". Ujar dokter tersebut pada mereka semua.


"Iyaa baik dokter, laksanakan". ujar mereka pada dokter tersebut kecuali Angga yang hanya menganggukkan kepalanya pada dokter tersebut.


Hingga beberapa menit kemudian mereka kembali menatap Alena yang matanya masih terpejam, Angga memilih keluar ruangan karena merasa tidak tega melihat Alena yang terbaring lemah diranjang, ia duduk di kursi tunggu hingga tepakan pada pundaknya membuatnya menoleh.


"Angga, kamu ngapain disini?". Tanya Seorang gadis yang dulu membully Indira.


"Kepo". Ujarnya dengan datar pada gadis tersebut.


"Angga, kamu jangan gitu dong sama aku". Ujarnya dengan centil pada Angga.


"Pergi!". Ujarnya dengan kesal.


"Gue bilang pergi!! ngapain malah duduk sih ahh!". Ujarnya sambil beranjak dari duduknya.


"Angga, akutuh pengen nemenin kamu, kasian kamu sendirian kan disini". Ujarnya pada Angga.


"Ehh, ngapain lo deketin abang gue". Ujar Indira yang baru saja keluar bersama Athara.


"Ngapain lo ada disini juga?". Tanya seorang gadis tersebut pada Indira.


"Jelas gue ada disini karena kembaran gue juga ada disini lah, masa gue beda tempat saMa kembaran gue!!". Jawabnya dengan kesal pada gadis dihadapannya.


"Dek, udah jangan emosi, lebih baik kamu temani saja Alena didalam". Ujar Angga pada adik kembarannya.


"Alena? siapa lagi tuh sainganku?". Tanya Sinta pada Angga.


"Enak aja, abang gue ngga pantas sama lo, dia udah punya tambatan hatinya dari kecil". Skak Indira pada Sinta.


"Itu beneran Angga?". Tanya Sinta pada Angga.


"Ya!". Jawabnya dengan singkat padat dan jelas.


"Angga apa yang kurang dari aku?". Tanya Sinta pada Angga.


"Kurangnya gue gasuka sama lo!! paham!!". Teriak Angga kesal pada gadis dihadapannya.


"Apaa??!!". Teriaknya kaget pada Angga.


"Pergi lo!! dek usir dia pergi, abang ngga mau lihat wajah dia yang udah pernah bikin adik abang terluka". Ujarnya pada Indira.


"Okee siap bangg, Bang Atha bantuin". Ujarnya yang sedang menarik tangan kanan Sinta agar pergi dari rumah sakit.

__ADS_1


"Kenapa mesti kita yang usir, panggil aja Security kali, abang najis megang tangan dia". Ujar Athara pada Indira.


"Ah benar juga yang abang bilangg". Ujar Indira sambil memanggil Security di rumah sakit tersebut.


Hingga beberapa menit kemudian Sinta dibawa oleh kedua Security membuat Indira senang melihatnya, mereka kembali memasuki ruangan terlihat dimana Marcello dan Satya tertidur sambil duduk karena merasa ngantuk.


"Kalian dari mana?". Tanya Agatha pada anak anaknya.


"Kita daritadi di depan bunda, biasa ada hama yang harus dibersihkan". Jawab Indira pada bundanya.


"Hama? maksud kamu apa sayang?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Tadi ada yang godain abang bunda, orang yang sama saat aku di bully". Jawabnya dengan kesal.


"Apaa? sekarang dia dimana? ". Tanya Agatha pada anaknya.


"Dia udah pergi, aku usir karena gatel banget pengen deket sama abang gantengnya Dira". Jawabnya pada bundanya.


"Ah syukurlah kalau begitu". Ujar Agatha pqda anaknya.


"Aku kira bunda akan marah padaku". Ujar Indira pada bundanya.


"Bunda ngga akan marah selagi bukan kamu yang memulai membully mereka sayang, bunda kapok dengan kejadian bunda dulu". Ujar Agatha dengan sedih pada anaknya.


"Jangan sedih lagi bunda, sebenarnya kenapa Sasha Royko itu melakukan itu pada bunda?". Tanya Indira dengan kesal.


"Jangan bahas hal ini lagi syaangg, bunda ngga tau apa yang membuatnya seperti itu pada bunda". Jawabnya pada anaknya.


"Iyaa benar apa yang dibilang oleh Dira bunda". Ujar Angga pada bundanya.


"Yaudah kalau gitu kita pulang ya, besok kita jenguk Alena lagi sayang". Ajak Agatha pada anak anaknya.


"Yaudah ayok bunda". Ujar salah satu dari mereka.


"La, bang Xander kita pamit pulang yaa, semoga saja Alena cepat bangun dari komanya". Ujar Agatha pada keduanya.


"Iyaa semoga Tha, makasih doanya, hati hati ya dijalannya, kabari aku jika sudah sampai rumah". Ujar Bella pada Agatha.


"Okee siap La". Ujar Agatha padanya.


Agatha serta anakk anaknya berlalu dari rumah sakit dimana Alena di rawat, selama dalam perjalanan pulang Agatha terlihat sedang termenung membuat anak anaknya tidak berani bertanya pada sang bunda, hingga Vino lah yang mewakili mereka.


"Sayang, kamu kenapa?". Tanya Vino pada istrinya.


"Ah engga papa kok mas". Jawabnya pada sang suami.


"Beneran gapapa sayang? kamu terlihat termenung sedaritadi, apa yang kamu pikirkan sayang?". Tanya Vino pada istrinya.


"Beneran gapapa mas". Jawabnya pada sang suami.


"Baiklah mas percaya padamu sayang". Ujar Vino pada istrinya.

__ADS_1


"Harus percaya mas". Ujar Agatha pada suaminya.


"Iyaa sayang, oh yaa ingin membeli sesuatu?". Tanya Vino pada mereka.


"Mauu Yaahh!!". Teriak Saga pada ayahnya.


"Yang lainnya bagaimana?". Tanya Vino pada istri serta anak anaknya yang lain.


"Aku sih pengen beli ice cream ayah". Jawab Indira pada ayahnya.


"Aku pengen seblak kayanya enak mas". Jawab Agatha pada suaminya .


"Atha pengen cilok".


"Satya pengen cimol".


"Marcel pengen es kepal".


"Yang lain udah jawab, kamu mau beli apa Boy?". Tanya Vino pada Angga.


"No Comment". Jawab Angga dengan datar membuat Vino menghela nafasnya panjang.


"Baiklah kalau begitu". Ujar Vino pada mereka.


Beberapa jam kemudian mereka sampai dirumah setelah selesai membeli berbagai makanan dan minuman, Sagara masuk terlebih dahulu karena ia sudah tidak sabar memakan ice cream sambil menonton film kesukaannya.


"Suka banget sih dek sama Film ultramen". Ujar Athara pada adiknya.


"Iyaa dongg karena aku ingin saat besar nanti seperti ultramen". Ujarnya pada abangnya.


"Widihh emangnya ada dek kekuatan ultramen didunia nyata?". Tanya Satya yang baru saja duduk di samping adiknya.


"Yaa pasti ada kan bang". Jawabnya pada abangnya.


"Ngga ada adekku yang ganteng". Ujar Indira pada adiknya.


"Masa sih?". Tanya Sagara pada kakaknya.


"Kalau engga percaya tanya aja sama ayah dan bunda". Ujar Indira pada adiknya.


"Okee". Ujarnya sambil beranjak dari duduknya.


Kelima anak Agatha dan Vino terkejut melihat tingkah adiknya.


...****************...


Ini harusnya bab untuk tanggal 03/04/2023 tapi aku update di tanggal 04/04/2023, karena seperti biasa aku banyak ketiduran saat mengetik bab, lagipula author sedang sakit badan jadi kebanyakan istirahat daripada megang HP :(


Doain Author biar puasanya ngga bocor lagi garagara sakit, kemarin Author bocor puasa karena masuk angin gays :(


Doain Author ya, semoga sehat sehat selalu ngga sakit sakitan lagi, jangan lupa juga Like and Comment juga Vote nya ya guys :) , terimakasih sebelumnya :)

__ADS_1


__ADS_2