
Agatha dan Vino pergi ke rumah sakit untuk mengecek jenis kelamin anaknya, sesampainya mereka diruangan dokter karin pengganti Bryan yang sedang libur untuk menemani sang istri liburan, Agatha dibaringkan diranjang lalu dokter karin memberikan gel pada perut Agatha.
"Gimana dok? jenis kelamin anak kita apa dok?". Tanya Agatha tidak sabar.
"Sebentar ya nyonya, nah perhatikan ini sepertinya kalian akan memiliki pasukan". Jawabnya pada Agatha.
"Pasukan gimana maksud dokter?". Tanya Vino menatapnya bingung.
"Jenis kelaminnya laki laki tuan, setau saya anak tuan kembar lima yang satunya perempuan, mungkin anak tuan menjadi ratu , penjaganya sangat banyak". Jawabnya membuat Agatha dan Vino mengerti.
"Ah baiklah terimakasih dok". Ujar keduanya pada dokter tersebut.
"Iyaa, ada keluhan?". Tanya Dokter Karin padanya.
"Ngga ada dokter, cuman mulai ngga bisa cari posisi yang nyaman aja kalau tidur". Jawabnya pada Dokter Karin.
"Ah itu wajar karena memang ibu hamil pasti begitu". Ujar Dokter Karin sambil tersenyum pada kedua nya.
"Baiklah kalau begitu terimakasih sekali lagi dokter, kita permisi ya dok". Ujar Agatha padanya.
"Iyaa sama sama nyonya, silahkan tuan nyonya". Ujar Dokter Karin sambil tersenyum ramah.
Kini Agatha dan Vino sedang dalam perjalanan menuju rumah kediaman mereka, Agatha menyuruh suaminya untuk mampir ke kampus karena ia merindukan suasananya, Vino menurutinya karena kebetulan ia ada keperluan di kampus.
Beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di kampus tempat dimana dulu Agatha belajar mencari ilmu, hingga tatapannya jatuh pada seseorang yang ia kenali siapa lagi jika bukan temannya yang kini sudah menjadi dosen.
"Hai Tha, Apakabar?". Tanya Devana padanya.
"Aku baik, kamu apakabar Dev?". Tanya Agatha dengan senyuman ramah.
"Gue jugaa baik Tha, ah ya Tha lo kemana aja sih dulu? kok ngga masuk masuk?". Tanya Devana padanya.
"Ah aku pindah ke luar negeri, aku belajar disana". Jawabnya dengan tersenyum tipis.
"Tha, lo hamil berapa bulan?". Tanya Devana dengan gembira menatap perut Agatha.
"Sudah tujuh bulan Dev". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada temannya.
"Ah bentar lagi ponakan gue brojol nih, gue jodohin sama anak gue aja Tha". Ujarnya dengan bercanda membuat Agatha tertawa.
"Masih kecil kali Dev, masa mau dijodohin segala Hahah eh btw emangnya kamu udah nikah?". Tanya Agatha menatapnya.
"Udah dongg". Jawabnya pada Agatha.
"Wahh kapan? kok ngga undang sih?". Tanya Agatha padanya.
"Dih gue ngundang, lo aja yang ganti kartu". Jawabnya membuat Agatha terkekeh.
Mereka asik berbincang berbagai hal yang mereka bicarakan mulai dari anak dan tentang kuliah, hingga beberapa menit kemudian seseorang berlari dan memeluk Devana membuat Agatha melotot, ia mengenali orang tersebut bahkan sangat kenal.
"Bang Deon!!". Teriaknya membuat keduanya menoleh pada Agatha terutama Deon.
__ADS_1
"Ah kau kenal dengan suamiku Tha?". Tanya Devana padanya.
"Kenal, kenal banget Dev". Jawabnya sambil menatap tajam Deon.
"Aduh dek ampun deh, maafin abangg dekk karena ngga ngasih tau kalau abang udah nikah". Ujar Deon pada Agatha.
"Loh kamu adik kakak mas?". Tanya Devana menatap suaminya.
"Bukan syang, Agatha ini orang yang pernah aku ceritakan padamu". Jawabnya membuat Devana dan Agatha sama sama kaget.
"Jadi kamu yang dijebak oleh Sasha jahanam itu?". Tanya Devana dengan kesal.
"Hahah iyaa tapi sabar aja, sekarang udah dapat karma yang setimpal kok"..Jawab Agatha sambil tertawa pelan pada istri Deon.
"Tenang tenang, kalau gue diposisi lo gue ngga akan tenang, gue bakal bunuh Tuh cewek". Ujarnya dengan amarah membuat Deon memeluknya..
"Sayang Hey jangan marah marah ingat kandunganmu". Ujar Deon membuat Agatha menatap mereka berdua..
Agatha hendak bertanyaa tetapi suaminya sudah kembali membuatnya mengurungkan niatnya, Vino bersalaman pada Deon layaknya sahabat membuat Agatha menatap suaminya seperti mengetahui banyak hal tentang Deon.
"Ada yang kalian sembunyikan dariku?". Tanya Agatha menatao keduanya.
"Maksudnya sayang?". Tanya Vino pada istrinya.
"Kalian kenapa saling mengedip begitu?". Pertanyaan Agatha membuat Devana menoleh pada mereka.
"Ngga ada yang kita sembunyikan syang"..Jawab Vino pada istrinya.
"Beneran sayang, mas ngga bohong". Ujar Vino pqda istrinya.
"Heum. yaudah deh percaya"..Ujarnya yang malas berdebat .
Mereka akhirnya berpisah, selama dalam perjalanan Agatha hanya diam saja, membuat Vino merasa serba salah karena tidak biasanya istrinya itu mendiaminya apakah karena tadi pikirnya, Vino mengenggam tangan istrinya membuat Agatha menoleh pada suaminya.
"Kenapa mas?". Tanya Agatha padanya.
"Kamu yang kenapa syaang?". Tanya balik Vino pada istrinya.
"Aku gapapa mas". jawabnya pada suaminya.
"Beneran sayang?". Tanya Vino pada istrinya.
"Beneran suamiku sayang". Jawabnya sambil tersenyum pada suaminya.
"Jangan diemin mas makanya, mas ngga mau sayang". Ujar Vino pada istrinya.
"Iyaa maaf suami gantengnya aku". Ujar Agatha pada suaminya.
"Iyaa gapapa syang". Ujarnya padanya.
"Ah syang, kita mampir dulu ke supermarket". Ujar Agatha pada suaminya.
__ADS_1
"Okee siap tuan putri". Ujar Vino sambil terkekeh pada istrinya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di supermaket, Agatha dan Vino memasuki supermarket tersebut dengan Vino yang membawakan troli nya, sedangkan Agatha memilih bahan bahan untuk masak serta cemilan dan yang lainnya.
"Eh Tha ketemu lagi". Ujar Devana padanya.
"Ah iyaa Dev, belanja juga?". Tanya Agatha menatap Devana.
"Iyaa nih, suami ngidam pengen dibikinin iga bakar"..Jawabnya membuat Agatha menelan ludah.
"Ah bicarain tentang makanan jadi laper deh". Ujar Agatha padanya.
"Haha maaf yaa Tha, gue ngga maksud bikin lo ngiler". Ujar Devana pada Agatha.
"Iyaa gapapa kok santai aja, kalau gitu kita duluan". Ujar Agatha diangguki oleh Devana.
Ting!
...Mas Deon...
...Online...
Udah syaang? dapet bahannya?
^^^Udah sayang, tunggu sebentar aku lagi Antri nih^^^
Okee aku tunggu sayang
^^^Okee suamikuu 😘❤^^^
Wah istriku udah berani nihh
^^^Ya berani lah kan Mas yang ajarin 😂😂😂^^^
Sedangkan Agatha dan Vino sudah dalam perjalanan pulang ke rumah, hari ini kebetulan Alena sedang main bersama anak anaknya membuat Agatha dengan semangat untuk pulang, karena ini pertama kalinya kelima anaknya mendapatkan teman.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman nya, Agatha turun dengan perlahan karena kehamilannya sangat susah padahal hanya sedang mengandung satu anak, berbeda saat mengandung kelima anak kembarnya.
"Wah bunda udah pulang". Ujar Indira saat melihat Agatha dan Vino masuk.
"Peluk dulu dong sayang". Ujar Anna pada mereka semua.
"Okee bunda". Ujar mereka kecuali Alena yang terdiam ditempat.
"Kamu juga peluk bunda sini". Ujar Agatha menatap Alena.
"Emangny boleh tan-eh bunda?". tanya Alena pada Agatha.
Agatha menganggukkan kepalanya membuat Alena langsung memeluknya sungguh, Alena merindukan dengan pelukan seorang ibu karena ia lahir dan dititipkan di panti asuhan tetapi semua malah mengatakan ia anak haram makanya ada di panti.
Agatha mengelus punggung Alena yang bergetar seperti Agatha yang memeluk mertuanya saat sedih, hingga beberapa menit kemudian Alena melepaskan pelukannya dari Agatha, ia menghapus air matanya yang mengalir dipipinya.
__ADS_1