
Ting!
...Unknown Number...
...Online...
Hai, Apakabar Gaga?
Deg!
Angga menatap tak percaya pada pesan masuk ke ponselnya, yang biasa memanggilnya seperti itu adalah Alena ,apakah mungkin Alena pikir Angga tapi sesaat ia menggelangkan kepalanya.
...Unknown Number...
...Online...
^^^Siapa?^^^
Kamu pasti kenal aku ☺
^^^Siapa sih? banyak yang kenal gue tapi gue engga^^^
Suatu saat nanti kamu akan tau Gaga, kamu tebak saja siapa yang bisa memanggilmu dengan sebutan seperti itu
^^^Rora? kamu Rora kan? (ceklis satu)^^^
Angga melempar ponselnya ke ranjang, ia merasa kesal karena tiba tiba saja orang yang mengirimnya pesan tidak aktif, ia memilih keluar dari kamarnya sementara disisi lain Alena tersenyum menatap ponselnya yang sengaja ia matikan datanya.
"Maafin aku Angga, kamu harus bersabar untuk beberapa bulan lagi". Gumamnya sambil menatap foto Angga yang ia pinta dari maminya.
"Sayang, kamu sedang apa di dalam?". Tanya Bella dari luar.
"Lagi rebahan mam, masuk aja". Jawabnya pada maminya.
"Okee, mami masuk ya sayang". Ujarnya pada Alena.
"Iyaa masuk aja mam". Ujar Alena dari dalam pada maminya.
Bella masuk dan melihat anaknya yang sedang berbaring sambil menatap foto seseorang, Bella sudah bisa menebaknya bahwa foto yang ditatap anaknya adalah Angga, Bella duduk di pinggir ranjang anaknya.
"Sayangg, kapan kamu akan mengakhiri semuanya?". Tanya Bella padanya.
"Mungkin nunggu usia mereka akan memasuki umur 17 tahun mam". Jawabnya pada Bella.
"Beneran syang? kamu yakin? ngga mau sekarang aja ngasih tau mereka?". tanya Bella pada anaknya.
"Aku yakin banget Mamii". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada Bella.
"Heum yaudah deh mami hanya bisa mendukungmu, kesananya terserah kamu aja sayang". Ujar Bella sambil mengelus rambut anaknya.
"Oh ya mam, Kenzi kemana?". Tanya Alena pada maminya.
"Ada kok di ruang tengah sama kedua adik kamu yang lainnya". Jawab Bella pada anaknya.
"Yaudah kalau gitu kita ke ruang tengah aja mam". Ujar Alena pada maminya.
"Yaudah ayok sayang". Ajak Bella pada anaknya.
Sementara di sisi lain, Angga yang masih kesal memilih diam di sebuah ruangan yang sudah lama tidak ia masuki, tetapi masih tetap bersih dan tidak berdebu yang merupakan ruangan penuh kenangan bersamanya.
"Rora, sampai kapan kamu akan menyukai seperti ini?". Gumam Angga sambil menatap piano dihadapannya.
__ADS_1
"Sudah sepuluh tahun lamanya kamu pergi dan tidak pernah berkunjung kembali". Gumamnya dengan sedih.
"Aku rindu saat kita bermain piano bersama". Ujarnya sambil memegang piano tersebut.
"Sayang, kamu sedang apa?". Tanya Agatha membuatt Angga menoleh.
"Aku sedang mengenang kenanganku bersama Rora bunda". Jawabnya dengan lemas.
"Sayang, jangan seperti ini dongg, bunda yakin suatu saat nanti Rora akan datang kembali". Ujar Agatha mengelus rambut anaknya.
"Iyaa tapi mau sampai kapan aku harus menunggu bunda?". Tanya Angga dengan sedih pada bundanya.
"Memangnya anak bunda yang tampan ini ngga bisa menunggu lebih lama lagi?". Tanya Agatha pada anaknya.
"Heum ya bisa aja, tapi yang abang takutkan, bagaimana kalau Rora udah ada yang punya bunda". Ujar Angga menatap bundanya.
"Ngga sayangg, Rora masih milik orangtuanya bukan milik kamu dan juga bukan milik orang lain". Ujar Agatha pada anaknya.
"Heum iyaa sih bener apa yang bunda katakan, yaudah kita keluar aja yuk bun". Ajak Angga pada bundanya.
"Nah gitu dong, ini baru anak Gantengnya bunda". Ujar Agatha sambil mencium pipi anaknya dengan gemas.
Agatha dan Angga berjalan menghampiri yang lainnya membuat Sagara yang melihat abangnya pun langsung berlari, untung saja Angga sigap menangkap adiknya kalau tidak mungkin adiknya sudah terjatuh karena tersungkur.
"Adek, jangan lari lari dek, kalau abang ngga tahan gimana coba". Ujar Angga dengan lembut pada adiknya.
"Iyaa maaf abang, habisnya aku rindu sama abang walaupun kita serumah". Ujar Sagara sambil menatap abangnya dengan polos.
"Aih sosweetnya adik abang yang ganteng ini". Ujar Marcello pada Sagara.
"Udah deh bang jangan ganggu Saga lagi". Ujar Indira pada abangnya.
"Hahah iyaa deh engga dek". Ujarnya pada Indira.
"Mau nyanyi lagu apa sayang?" . Tanya Agatha pada anaknya.
"Nyanyi lagu apa aja bunda". Jawabnya pada bundanya.
"Yaudah, sekarang mulai, bunda pengen denger kamu yang ingin bernyanyi sayang". Ujar Agatha pada anaknya sambil tersenyum tipis pada anaknya.
"Okee siap laksanakan Bundaa!!". Ujarnya dengan semangat pada Bundanya.
Sagara menatap mereka semua sebelum memulai untuk bernyanyi, sementara mereka menatap Sagara yang terdiam sejenak menatap semuanya satu persatu, terlihat Sagara yang menarik nafasnya panjang sebelum benar benar mulai menyanyikan sebuah lagu.
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri
Kecil, bersih, belum ternoda
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka, diriku s'lalu dimanja
__ADS_1
Kata mereka, diriku s'lalu ditimang
Nada-nada yang indah
S'lalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
T'lah mengangkat tubuh ini
Jiwa-raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Kata mereka, diriku s'lalu dimanja
Kata mereka, diriku s'lalu ditimang
Oh, Bunda, ada dan tiada dirimu
'Kan selalu ada di dalam hatiku
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Hinggaa beberapa menit kemudian Sagara menyelesaikan nyanyiannya, membuat seluruh yang berada diruang tengah bertepuk tangan saat mendengar suara merdu Sagara yang menyanyikan sebuah lagu untuk bundanya.
"Wah makasih sayang, bunda jadi terharu sama lagu yang dinyanyikan oleh anak bunda yang ganteng ini". Ujar Agatha mencium pipi gembul anaknya.
"Iya sama sama bunda, kalau yang lainnya gimana nih? suara aku baguskan?". Tanya Sagara dengan begitu penuh percaya diri.
"Hahah iyaa deh bunda percaya sayang". Jawabnya pada anaknya sambil tertawa kecil.
"Bagus dek, lanjutkan perjuangan kamu". Ujar Angga pada adiknya dengan datar.
"Udah jangan ribut, bunda ngga mau lihat kalian ribut, yang nunda mau kalian itu akur, masa sesama saudara selalu aja ribut". Ujar Agatha pada anaknya.
"Hihii sorry bunda". Ujar Angga pada bundanya.
Beberapa menit kemudian mereka berdua makan bersama dengan yang lain, membuat Agatha senang melihatnya hingga Vino memeluknya dari belakang membuat lamunan Agatha menjadi buyar.
"Semoga saja mereka baik baik saja ya syaang". Ujar Vino tepat ditelinga istrinya.
"Iyaa semoga aja mas". Ujarnya dengan pelan sambil tersenyum tipis menatap anaknya .
Semoga kalian bahagia selalu. Batinnya.
...****************...
Maaf ya gays seperti biasa ada bahan update lama ataupun engga update Karena capek banget pulang kerja selalu tidak menentu 😢
Jangan Lupa Like Comment and Vote nya juga ya guys :) Terimakasih sebelumnya hehe :)
__ADS_1
Kalian is the best banget tau ngga 😁
Maaf juga yang membuat update lama selain sinyal, karena akunya juga kadang ketiduran gays, jadi mohon dimaklumi ya sekali lagi, terimakasih semuanya yang sudah selalu membaca karyaku hehe, kalian baik :)