Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 29


__ADS_3

Agatha terlalu menyayangi mereka tetapi tidak mengingat dirinya sendiri yang terluka, Vino telat membawa polisi ke tempat gedung tua tersebut, ia berlari dengan panik melihat Agatha yang bersimbah darah di perutnya bahkan kepala Agatha juga.


"Sayang, bangun kamu kuatt syaangg!! jangan tinggalin aku!". Teriak Vino memeluk tubuh istrinya.


"Puas kalian hah!! puas kalian membuat istriku seperti ini!!". Teriak Vino menatap keluarga Bramastian dengan tajam.


"Kalian semua sangat mengecewakan!! sayangg tahan sebentar!!". Teriak Vino menggendong Agatha keluar dari tempat tersebut.


Sedangkan keluarga Bramastian terkejut, karena Agatha membahayakan nyawanya demi menyelamatkan bundanya Felicia, sungguh mereka sangat menyesal karena terlalu percaya pada Sasha hingga membuat Agatha seperti ini.


"Sayang, maafin bunda hiks hiks kalau aja kamu ngga nyelamatin bunda, kamu ngga akan seperti ini". Ujar Felicia memeluk suaminya sambil terisak.


"Sabar sayang, kita doakan agar Agatha selamat ssyang". Ujar Dion memeluk istrinya.


"Pastinya Agatha akan selamatt!! karena dia kuatt". Ujar Reno pada mereka.


"Reno kenapa kamu ngga bilang sama bunda kalau selama ini Agatha ada di Korea". Ujarnya menatap Reno.


"Untuk apa? kalian sakiti lagi hatinya?". Tanya Reno dengan kesal.


"Bunda hanya ingin membuktikan bahwa mereka berlima anak dari Vino". Ujarnya membuat Reno kesal mendengarnya.


"Terserah kalian, Reno capek". Ujarnya sambil meninggalkan mereka.


Reno menyusul yang lainnya ke rumah sakit meninggalkan Keluarga Bramastian yang masih terdiam, Reno tidak mengabari pada istrinya bahwa Agatha tertembak dan kepalanya terbentur dengan keras.


Beberapa menit kemudian Reno sampai di rumah sakit, dimana Vino dan yang lainnya menunggu dengan cemas keadaan Agatha, Vino menatap Reno abang iparnya dengan sedih membuat Reno menepuk bahunya untuk menenangkan adik iparnya.


"Vin gimana keadaan Tata?". Tanya Reno dengan panik pada adik iparnya..


"Agatha masih di periksa oleh Bryan, semoga saja Agatha baik baik saja". Jawab Vino dengan lemah.


"Pasti, pasti Tata akan baik baik aja Vin, Tata kuat Vin dia pasti sembuh, lo yang sabar ya gue juga ga tega liat adik gue bersimbah darah". Ujar Reno pada Vino.


"Iyaa Ren, semoga aja gue sama anak anak masih butuh dia Ren". Ujarnya dengan terisak.


Beberapa menit kemudian Bryan keluar dari ruang operasi karena luka Agatha harus di jahit, membuat semuanya berdiri ketika Bryan keluar begitu juga dengan Deon yang memang menemani sahabatnya.


"Bryan gimana keadaan adik gue?". Tanya Reno padanya.


"Syukurlah masih bisa di selamatkan, jika terlambat lebih lama lagi mungkin Agatha tidak akan bisa selamat Ren". Jawab Bryan membuat Vino merasa dejavu saat Indira masuk rumah sakit.

__ADS_1


"Operasi nya lancar kan Bryan?". Tanya Mommy Elvina pada nya.


"Syukurlah operasinya berjalan dengan lancar, Agatha juga sudah melewati masa kritisnya, tinggal di pindahkan ke ruangan pasien dan menunggu Agatha sadar dari komanya". Jawab Bryan membuat mereka terkejut.


"Apaa? komaa??". Tanya mereka serempak.


"Iyaa Agatha koma". Jawab Bryan padanya.


"Tapi ngga ada masalah seriuskan? maksud gue amnesia atau apa gitu?". Tanya Reno padanya.


"Ya kemungkinan Agatha akan mengalami kehilangan ingatannya sebagian tetapi hanya sementara, hanya ingatan tentang kejadian buruknya saja yang hilang tidak dengan yang baiknya Ren". Jawab Bryan membuat Reno lemas.


"Tenang aja, Agatha pasti inget sama lo Ren". Ujarnya lagi pada Reno.


Beberepa menit kemudian Agatha sudah dipindahkan ke ruangan, semuanya masuk menatap Agatha yang koma, sungguh membuat mereka sedih karena Agatha sudah terlalu menderita beberapa tahun ini dan sekarang Agatha dibuat menderita kembali oleh Sasha.


"Awas aja kalau ketemu, gue buat dia jauh lebih menderita dibandingkan Agatha". Gerutu Reno dengan kesal.


"Tenang aja bang, biar gue aja". Ujar Vino padanya.


"Heum baiklah Vin". ujarnya pada Vino.


"Iya bang, gue ngga akan segan segan memberikan balasan yang setimpal atas apa yang terjadi pada Agatha bang". Ujarnya dengan kesal.


Vino mengganggukkan kepalanya mengerti, Vino kembali duduk disamping istrinya, ia diam saja namun Vino teringat Agatha ingin dinyanyikan saat Agatha pergi ketempat sialan itu, Vino mulai menghela nafasnya sebelum mulai menyanyikan lagu untuk istrinya.


Vino menyanyikan lagu dengan berkaca kaca, membuat kedua orangtuanya yang melihatnya merasa sedih melihat anaknya yang menahan tangisnya, hingga beberapa menit kemudian Vino selesai menyanyikan lagu untuk istrinya, sungguh sangat sakit ketika melihat orang yang kita cintai terbaring lemah tak berdaya.


"Sayang cepat bangun ya, aku rindu senyuman manismu sayang". Gumam Vino menatap istrinya.


Selesai bernyanyi, Vino langsung mengecup kening serta bibir istrinya yang pucat, sungguh ia merindukan kegemesan pada istrinya, ia rindu tertawa bersama dengan istrinya, sampai saat ini Vino pun selalu tak bisa tidur karena memikirkan istrinya yang masih koma.


"Yang sabar ya son, doakan yang terbaik untuk kesembuhan istri kamu". Ujar Daddy Vano menepuk pundak anaknya.


"Iyaa dad, makasih ya". Ujarnya pada daddynya.


"Kamu udah makan?". Tanya daddy Vano padanya.


"Belum dad, aku ngga nafsu makan". Jawab Vino padanya.


"Jangan gitu Vino, kamu ngga boleh kaya gini, nanti yang ada Agatha sedih melihat kamu seperti ini". Ujarnya pada Vino.

__ADS_1


"Heum baiklah Vino akan makan dad, jaga istri Vino ya".. Ujar Vino diangguki oleh daddy nya.


Vino makan dikantin dengan tidak bersemangat, datang Bryan dan Deon menghampiri nya, keduanya memberikan semangat pada Vino ,yang sedikit membantunya, Vino menatap mereka dengan senyuman setelah ia selesai makan.


Saat akan ke ruangan istrinya Vino melihat orang yang mencurigakan, teringat dengan ucapan Reno pun ia langsung mengejarnya tetapi terhenti ketika para bawahannya langsung mengejar orang yang mencurigakan tadi.


"Huft, semoga saja mereka bisa menangkapnya jangan sampai kabur lagi". Gumam Vino sebelum masuk ke dalam ruangan.


"Vino lo dari mana? ". tanya Reno padanya.


"Dari kantin bang". Jawabnya pada Reno.


"Baiklah, oh ya anak anak pada nanyain tuh". Ujarnya sambil melihatkan ponsel Vino yang bergetar.


...Gia Adikku...


...Online...


Abang gimana kak Agatha? anak anak pada nanyain, akun bingung jawabnya abang 😢


^^^Bilang aja ada urusan yang sangat penting dan butuh beberapa hari menyelesaikannya^^^


Baiklah abang, kalau gitu cepett sembuh buat kak Atha ya bang


^^^Iyaa dek^^^


Vino kembali menatap istrinya lalu mengecup tangannya, hingga tak terasa ia tertidur karena kelelahan terus menangis dalam diam, Reno yang melihat itu membiarkan saja karena bagaimanapun juga Vino suaminya.


Di dalam bawah sadarnya Vino bertemu dengan Agatha yang sedang duduk dikursi dengan pemandangan yang sangat indah, Vino menghampiri istrinya tapi saat ia sampai sana Agatha menghilang membuat Vino panik.


"Sayang, jangan pergi!! sayang!!".


"Vino sadarr!! Vin bangun!! ". teriak Reno membuatnya tersadar.


"Abang, gue mimpi buruk". Ujarnya pada Reno dengan lesu.


"Mimpi apaan sih lo?". Tanya Reno menatap heran adik iparnya.


"Agatha pergi ninggalin gue bang". Jawabnya dengan tatapan kosong kedepan.


Reno yang mendengar itupun terdiam, dia juga sama seperti Vino merasakan sakit ketika adiknya terbaring tak berdaya apalagi jika adiknya pergi untuk selamanya sungguh Reno tidak kuat, hingga tatapan mereka tertuju pada tangan Agatha yang bergerak membuat Reno langsung memencet tombol disamping ranjang Adiknya.

__ADS_1


Maaf ini yang kemarin:)


__ADS_2