Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 31


__ADS_3

Agatha sudah selesai mengerjai suaminya setelah beberapa hari, Vino yang tersadar itupun segera memeluk istrinya , Vino bersyukur karena istrinya sadar dari komanya, sungguh Vino sangat ketakutan jika Agatha tidak sadar dan meninggalkan Vino selamanya.


"Seperti yang sudah aku bilang jika Agatha akan mengalami kehilangan ingatan sebagian memorinya tapi kalian tenang aja hanya sementara, kalian juga tau kan bahwa Agatha pastinya akan mengingat yang baik baiknya saja". Ujar Bryan pada Vino.


"Baiklah Bryan, makasih ya". Ujar Vino padanya.


"Okee bro, jangan pernah membuat dia memikirkan hal yang menyangkut masa lalu". Ujarnya pada Vino sahabatnya.


"Oke siap makasih Yan". Ujar Vino padanya.


"Makasih Syaang, kamu akhirnya bangun juga, mas takut". Ujar Vino mengecup kening Agatha.


Agatha menatap suaminya yang sedang menangis, bahkan tampilannya sangat kacau, membuat Agatha meringis melihatnya, ia memeluk suaminya serta mencium bibir suaminya dengan lembut, lalu menatapnya dengan tatapan lembut membuat Vino terdiam.


"Maas, udah ya jangan nangis, aku kan gapapa". Ujar Agatha pada suaminya.


"Gapapa apanya sayang, kamu luka loh di perut dan kepala kamu". Ujar Vino pada istrinya.


"Iyaa sayang maaf yah, emangnya aku ga sadar berapa hari?". Tanya Agatha padanya.


"Selama 5 hari sayang, mas sangat ketakutan". Jawab Vino sambil memeluk istrinya.


"Maaf ya udah buat mas kaya gini, Agatha mohon mas bersihkan badan terlebih dahulu, cukur kumisnya ya mas, masa Agatha bangun mas nya kucel". Ujar Agatha sambil terkekeh.


"Mas kan Khawatir sayang, makanya mas jarang Mandi". Ujarnya pada Agatha.


"Pantesan badan mas bau". Ujarnya sambil menutup hidungnya.


Vino yang mendengar itupun langsung berlari keluar ruangan membuat seluruh yang ada diruang mengulum senyumnya, Reno menghampiri adiknya lalu mengusap rambutnya yang sudah agak keras karena tidak di keramas, Agatha menatap abangnya yang ia ingat dari pada yang lainnya lalu tatapan Agatha berpaling pada seseorang yang ia kenal sebagai istri abangnya Reno.


"Kak Kirana". Panggil Agatha membuat sang empunya menoleh karena Agatha mengingatnya.


"Tha kamu ingat sama kakak?". Tanya Kirana dengan berkaca kaca.


"Ingatlah kak, kakak istrinya bang Reno kan, bahkan aku juga ingat anak kalian". Jawab Agatha membuat Kirana tersenyum senang.


"Syukurlah kakak tidak kamu lupakan, sakit hati kakak nantinya Tha". Ujarnya sambil terkekeh pada Agatha.


"Iyaa kak ngga mungkin aku lupain, orang yang membuat abang kulkas aku mencair". Ujarnya membuat Kirana memerah.


"Haahha liat kakakmu malu Tha". Ujar Reno pada adiknya.

__ADS_1


"Jangan malu gitulahh kak, wajar aja kali kak". Ujar Agatha mencolek lengan Kirana membuat sang empunya semakin malu digoda oleh Agatha.


Sedangkan saat itu Vino baru tiba di rumah kediaman Bhagaskara, kelima anaknya segera menghampiri ayah mereka, Vino hanya menyapa sebentar anaknya karena ia tergesa gesa memasuki kamar mandi di dapur, untung saja ia selalu menyediakan baju jika genting.


Beberapa menit kemudian Vino keluar dengan wajah segar membuat anak anaknya takjub, karena tadi Vino datang dengan tampilan begitu kacau dan sekarang Vino terlihat tampan sekali membuat anak anaknya terdiam kecuali Angga yang tersenyum tipis.


"Ayah bagaimana keadaan bunda?". Tanya Satya padanya.


"Bunda udah sadar sayang, makanya ayah pulang untuk membawa baju bunda". Jawab Vino pada anaknya.


"Boleh ngga kita ikut yah?". Tanya Angga pada ayahnya.


"Boleh sayang tapi bareng sama Aunty Gia dan Aunty Gea ya sayang, soalnya ayah buru buru". Jawab Vino sambil tersenyum pada anak anaknya.


"Baiklah ayah, hati hati ya ayah bawa mobilnya , jangan ngebut yaa". Ujar Indira pada ayahnya.


"Iyaa siap sayang". Ujar Vino pada anaknya.


Beberapa menit kemudian Vino sampai dirumah sakit, lalu ia masuk ke dalam ruangan istrinya, Agatha melihat suaminya yang sudah sangat tampan kembali, Vino duduk disamping istrinya sambil menyimpan pakaian yang telah ia bawa dari rumah untuk istrinya.


"Mas bawa apa itu?". Tanya Agatha padanya.


"Bawa baju kamu syang". Jawab Vino padanya.


"Iyaa saMa saMa sayang". Ujarnya pada Agatha.


"Mas kebetulan Mas udah disini". Ujar Agatha pada suaminya.


"Memangnya kenapa syang?". Tanya Vino padanya.


"Aku mau dinyanyikan lagu mas, masa selama koma doang kamu selalu nyanyikan aku lagu". Jawab AGATHA pada suaminya.


"Baiklah syang, mas akan menyanyikan lagu buat kamu". Ujar Vino pada istrinya.


Vino mulai menyanyikan lagunya untuk Agatha dengan merdu, membuat Agatha sangat senang mendengarnya, begitupun yang lainnya merasa terharu karena lagunya sangat bermakna, hingga beberapa menit kemudian Vino selesai menyanyikan lagu untuk istrinya.


"Udah mas nyanyikan lagunya untuk kamu sayang". Ujar Vino padanya.


"Makasih ya mas, Agatha terharu loh dengernya". Ujar Agatha memeluk suaminya.


"Iyaa sayang sama sama". Ujar Vino pada istrinya.

__ADS_1


"Ohh ya mas, anak anak gimana?". tanya Agatha padanya.


"Tadi katanya mereka akan menyusul dengan Gia dan Gea". Jawabnya pada Agatha.


"Baiklah mas". Ujarnya pada Vino.


Beberapa menit kemudian anak anaknya datang bersama kedua adik kembar Vino, mereka berlari memeluk Vino serta yang lainnya menatap Agatha, ingin sekali Agatha memelyk mereka tetapi lukanya sangat sakit jika Agatha duduk membuat ia hanya bisa tersenyum pada anaknya.


"Bunda sakit apa ayah?". Tanya Indira padanya.


"Bunda sakit perut sama kepalanya sayang". Ja-wab Vino padanya.


"Cepat sembuh ya bunda, jangan sakit lagi Dira sedih bunda". Ujarnya mengecup tangan Agatha.


"iYaa sàÿàńg makasih doanya ya". Ujar Agatha mengelus rambut anaknya.


"Bunda, apa bunda gapapa? kenapa hanya baringan terus, ngga duduk?". Tanya Marcello padanya.


"Karena perut bunda sakit sayang jika bunda duduk". Ja-wab Agatha pada anaknya.


"Iyaa deh bunda, cepet sembuh dong bunda". Ujar nya pada Agatha..


"Iya sayang makanya bunda harus banyak istirahat". Ujarnya pada anaknya.


"Yaudah bunda tidur aja bun". Ujar Indira padanya.


"Ah baiklah syang, bunda juga mengantuk". Ujarnya pada anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka pulang meninggalkan ruangan Agatha, yang menyisakan Agatha dan Vino karena kedua orangtua Vino mereka suruh pulang, karena kasihan jika mereka terus menerus tidur di rumah sakit, Vino menatap istrinya.


"Mas sangat senang sayang kamu bangun". ujarnya berkaca kaca pada Agatha.


"Syukurlah mas". Ujar Agatha sambil terkekeh.


"Mas khawatir banget tau ngga eh kamunya malah ngejailin mas". Ujarnya kesal pada istrinya.


"Haha iyaa maaf syaangku ya". Ujar Agatha padanya.


"Iyaa gapapa syang, untung aku baik". ujarnya dengan percaya diri.


"Iya deh yang baik". Ujar Agatha terkekeh.

__ADS_1


Vino memeluk istrinya Kembali menebus rasa rindu yang tertahan saat Agatha koma, sungguh Vino merindukan tubuh wanita yang berada dalam pelukannya sedangkan Agatha nyaman berada dipelukan suaminya karena sangat hangat.


__ADS_2