Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 56


__ADS_3

Kini semuanya berkumpul di rumah kediaman Bhagaskara karena Agatha pulang ke rumah keluarga suaminya bersama anaknya, Agatha memang sedang merindukan suasana bersama dengan keluarga suaminya membuat kedua orangtua Agatha hanya bisa memahami.


"Ganteng nya cucu oma". Ujar Mommy Elvina menatap cucunya.


"Athara juga ganteng oma". Ujarnya tak mau kalah.


"Haha iya deh Athara juga ganteng begitupun dengan Satya, Marcello dan Angga". Ujar Mommy Elvina pada cucunya.


"Wah makasih ya oma". Ujar mereka pada Mommy Elvina.


"Iyaa Syaang sama sama". Ujar Mommy Elvina sambil tersenyum pada mereka berlima.


"Siapa yang mau ikut liat Opa mancing?". tanya Daddy Vano membuat semuanya menoleh.


"Lagi kumpul gini masa di ajak liat kamu mancing sih dad". Ujar Mommy Elvina dengan kesal.


"Hehehe bercanda sayang". Ujar Daddy Vano padanya sambil terkekeh.


Baby Sagara sudah di tidurkan di kamar karena tidak mungkin terus berada di ruang kelyarga, bisa bisa Baby Sagara tidak akan nyenyak dalam tidurnya karena berisik dari suara orang orang. Agatha kembali bersama semua keluarganya berkumpul di ruang keluarga.


"Ah ada rencana buat bikin Adek Lgi sayang?". Tanya Daddy Vano membuat Agatha mendelik.


"Anak aku baru lahir dan aku ngga mau nambah lagi sudah cukup 6 anak aja dad". jawabnya pada mertunya Daddy Vano.


"Baiklah sayang, maafkan daddy". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada menantunya.


"Iyaa gapapa kok dad". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada mertuanya.


"Ah iyaa kemana anak anak mas?". Tanya Agatha yang baru menyadari jika kelima anaknya tidak terlihat.


"Lagi di ajak keliling mall saMa kedua Aunty nya". Jawabnya pada Agatha.


"Tumben banget Angga mau dibawa ke mall, biasanya dia susah sekali loh mas". Ujarnya pada sang suami.


"Tentu saja anakmu mau karena ada pujaan hatinya". Ujar Mommy Elvina sambil tersenyum geli.


"Pujaan hati apanya sih mom? Angga masih kecil". Ujar Agatha tidak mengerti.


"Ya kamu tebaklah sayang, siapa yang dekat dengan kelima anak kita akhir akhir ini?". Tanya Vino pada istrinya yang bingung.


"Ah apakah Alena?". Tanya Agatha pada suaminya.


"Good job sayang jawabanmu benar". Jawab Vino pada istrinya.


Beberapa jam kemudian kelima anaknya sudah kembali ke rumah kediaman Bhagaskara, Alena berjalan dengan tangan saling bergandengan dengan Indira yang memang sangat dekat sekali, Agatha yang melihat itu hanya tersenyum.


"Habis dari mana ini Anaak anaknya bunda sama ayah?". Tanya Agatha pada mereka.


"Habis dari mall dan ke berbagai tempat bunda". Jawab Indira dengan semangat.


"Ah kalian senang sekali rupanya?". Tanya Agatha sambil tersenyum tipis pada Alena yang sedaritadi diam saja.

__ADS_1


"Tentu saja senang bunda, karena sekarang ada Alena yang menemani kami apalagi Dira sudah bosan melihat wajah keempat abang Dira". Jawab Andira pada bundanya.


"Alena kenapa kamu diam saja?". Tanya Agatha padanya.


"Ah gapapa kok tan--eh bunda". Jawabnya yang masih belum terbiasa memanggil Agatha Bundaa.


"Beneran ngga papa sayang? jangan bohong sama bunda". Ujar Agatha menatap Alena.


"Beneran bunda, buat apa Alena bohong sama bunda". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada Agatha.


Beberapa menit kemudian, kini mereka sedang makan siang bersama, hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa, kecuali Agatha yang memang sedang menyusui harus menambah kembali.


"Bunda emangnya engga kenyang apa ya?". Tanya Indira padanya.


"Tentu saja tidak sayang, bahkan kurang bagi bunda yang menyusui Adek kalian". Jawab Vino pada anaknya.


"Apakah dulu bunda juga seperti itu? ". Tanya Satya pada Vino.


"Tentu saja bahkan sampai bunda pusing, karena kelima anaknya menangis bersamaan". Jawabnya pada mereka.


"Maafin ya bunda kita udah buat bunda tersiksa sejak lahir". Ujar Athara menatap Agatha yang masih asik makan.


"Ssttt jangan bicara begitu, itu sudah tugas bunda menjadi seorang ibu yang mengurus anaknya". Ujar Agatha sambil menatap anak anaknya dengan lembut.


"Makasih ya bunda"..Ujar mereka bersamaan.


"Iyaa saMa saMa sayang". Ujar Agatha sambil tersenyum pada anaknya.


Kini hanya tersisa para orang dewasa diruang tengah, karena anak anak sudah tidur begitupun Alena yang tidur dikamar Indira, walaupun awalnya Alena merasa sungkan terhadap Indira tapi akhirnya ia mau tidur bersama nya, Agatha menoleh pada suaminya yang terlihat asik dengan pikirannya.


"Ngga papa koo sayangg". Jawab Vino padanya.


"Beneran mas? ngga bohong kan?". Tanya Agatha menatap suaminya dengan intens.


"Beneran sayangku cintakuu istrikuu". Jawab Vino sambil mengecup bibir istrinya sekilas.


"Woyy jangan disini juga kalii, gue belum nikahh!!". Teriak Bintang menatap keduanya kesal.


"Hahah makanya nikahh!". Teriak mereka yang sudah menikah pada Bintang namun Radit tersindir.


"Kalian ini menyebalkan sekali". Ujar Radit menatap mereka semua.


"Ah iya lupa abangku yang satu ini juga belum menikah ya"..Ujar Agatha terkekeh pada Radit.


"Aish menyebalkan sekali, udahlah aku mau ke kamar, byee". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan mereka.


"Aku juga". sahut Bintang meninggalkan mereka yang tertawa.


Ting!


...Kak Elvira 🤗❤...

__ADS_1


...Online...


Tha, apakabar? sehatkan disana?


^^^Kabar aku baik kak, sehat juga kakak sendiri gimana? kapan main ke rumah lagi kan?^^^


Kakak juga baik dan sehat juga Tha, kapan kapan aja nanti kakak kabari kamu ya


^^^Okee deh siap kalau begitu 🤗❤^^^


Ah ya gimana kabar ponakan kakak?


^^^Mereka baik dan sehat kok kak, Bagaimana kabar keponakanku?^^^


Mereka juga baik Tha dan sehat, yaudah udah dulu ya Tha


^^^Iyaa kak^^^


Vino menatap istrinya yang tersenyum manis padanya, membuat yang melihat mereka berdua kesal karena mengumbar kemesraan, tetapi baik Vino dan Agatha tidak peduli dengan tatapan mereka semua.


"Mending kalian masuk kamar aja deh, menyebalkan sekali". Ujar Reno pada keduanya.


"Ah saran yang bagus, makasih abang ipar". Ujar Vino sambil bangkit dari duduknya..


"Benar apa yang dibilang suamiku, makasih ya abangku yang ganteng tapi boong". Ujar Agatha sambil berlalu pergi menarik tangan suaminya dari sana.


"Wahh dasar kalian kampret emangg!!". Teriak Reno kesal pada mereka berdua.


"Udah mas jangan marah marah gitu". Ujar Kirana mengelus lengan suaminya.


"Hufttt iyaa Sayang". Ujar Reno pada istrinya.


"Iya sabar sayang, kamu juga kan udah nikah masa kesal Begitu". Ujar Kirana pada suaminya.


"Entahlah syang". Ujarnya sambil menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Agatha dan Vino yang baru sampai kamar langsung merebahkan tubuh mereka di ranjang, Agatha menoleh pada anaknya yang masih tidur hingga membuat Agatha tersenyum senang.


Begitupun dengan Vino yang sedaritadi menatap istrinya dengan penuh cinta, hingga tak terasa kini mereka tidur saling berpelukan membuat keduanya nyaman dan nyenyak dalam tidurnya.


...****************...


*Melupakan tak semudah membalikkan telapak tangan


Melupakan butuh proses dan berakhir dengan sempurna


Memaafkan bukan berarti melupakan luka yang tercipta dihati*.


#Sya'adah230617


...****************...

__ADS_1


Maaf kedepannya aku hanya update satu bab, karena ponselku gampang blank, maaf ya guys :)


Jangan lupa Like Comment Vote:)


__ADS_2