
Beberapa hari kemudian Indira sadar dari komanya membuat semuanya merasa terharu melihatnya, sungguh saat melihat Indira terbaring lemah membuat mereka kehilangan, Rafa yang melihat itupun segera memanggil dokter.
"Bagaimana kondisi anak saya dokter?". Tanya Agatha pada dokter tersebut.
"Kondisi anak nyonya sedang lemah, sebaiknya biarkan dia untuk istirahat". Ujarnya pada Agatha.
"Heum baiklah kalau begitu, terimakasih dok". Ujar Agatha pada dokter tersebut.
"Kalau begitu saya permisi ya Bu". Ujar dokter tersebut diangguki oleh Agatha.
"Sayang akhirnya kamu sadar juga, kita sangat merindukan mu loh, termasuk calon suami kamu". Ujar Agatha pada anaknya.
"Ha-us Bun". Ujarnya dengan lemah.
"Rafa ambilkan Bun". Ujar Rafa pada Agatha yang hendak berdiri.
"Makasih ya Raf". Ujar Agatha pada calon menantunya.
"Udah seharusnya kok Bun". Ujar Rafa sambil tersenyum tipis pada Bunda Agatha.
Indira menatap mereka semua yang hadir di ruangannya , sungguh Indira tidak tau berapa lama ia tidak sadarkan diri, ia menatap calon suaminya yang sangat memperhatikannya.
"Sayang , pelan pelan ya minumnya". Ujar Rafa pada Indira.
"Makasih ya sayang". Ujar Indira dengan lemah pada calon suaminya.
"Iyaa sama sama sayang". Ujar Rafa pada Indira.
"Rafa kamu sudah makan?". Tanya Agatha pada Rafa.
"Udah bunda, tadi kan Rafa ke kantin". Jawab Rafa pada calon mertuanya.
"Syukurlah kalau kamu sudah makan , takutnya kamu lupa makan lagi". Ujar Agatha pada Rafa.
"Emangnya Bang Rafa ngga makan selama aku koma?". Tanya Indira menatap bundanya.
"Makan sayang ,cuman kadang lupa waktu aja". Jawab Vino pada sang anak.
"Lain kali jangan gitu ya sayang". Ujar Indira pada calon suaminya.
"Ngga mungkin dong aku makan tenang , selama kamu koma sayang". Ujar Rafa menatap Indira.
"Heum ya pokoknya jangan sampai kamu juga sakit". Ujar Indira pada Rafa.
"Iyaa sayang , ini juga aku ga sakit kan". Ujar Rafa pada Indira.
"Iyaa sekarang ,kalau nanti gimana?". Tanya Indira pada calon suaminya itu.
"Ngga akan terjadi sayang". Jawab Rafa pada calon istrinya.
"Heum iyaa deh iyaa". Ujar Indira pada calon suaminya.
Beberapa menit kemudian datang seorang suster untuk memberikan Indira makan, sontak mereka harus memastikan makanan tersebut aman tidaknya, membuat Indira menggelengkan kepalanya melihat tingkah keluarga serta calon suaminya.
"Aman, kamu Bunda suapin ya sayang". Ujar Bunda Agatha pada anaknya.
"Boleh bunda". Ujar Indira pada bundanya.
__ADS_1
"Sama Rafa aja Bun". Ujar Rafa pada Agatha.
"Engga usah Rafa, biar bunda aja yaa". Ujar Bunda Agatha pada Rafa.
"Udah jangan ribut, kasian Indira butuh asupan". Ujar Vino pada istri serta calon menantunya.
"Bener apa yang dibilang sama ayah Bun". Ujar Angga pada bundanya.
"Yaudah sama bunda aja". Ujar Indira pada Bunda Agatha.
"Yaudah nih sayang makan". Ujarnya sambil menyuapi anaknya.
Hingga beberapa menit kemudian Indira selesai memakan makanannya dengan disuapi oleh sang bunda, setelah menunggu beberapa menit Indira minum obat hingga tak terasa rasa kantuk pun kembali.
"Biarin aja Indira tidur". Ujar Agatha pada mereka semua.
"Oke siap bunda". Ujar mereka pada Agatha.
"Lebih baik sekarang kalian juga pulang ke rumah , istirahat terutama kamu Rafa". Ujar Agatha pada calon menantunya.
"Iyaa deh Rafa nurut bunda". Ujarnya pada calon mertuanya.
"Harus dong, harus nurut sama bunda". Ujar Agatha pada Rafa.
"Iyaa bunda iyaa". Ujar Rafa pada Agatha.
"Yaudah sekarang kamu pulang, engga capek emangnya?". Tanya Agatha menatap calon menantunya.
"Iyaa ini mau pulang bunda , yaudah Rafa pulang ya Bun, besok Rafa kesini lagi". Ujarnya pada Agatha.
"Yaudah kamu hati hati dijalannya ya Raf, kalau ada apa apa hubungin bunda atau siapapun disini". Ujar Agatha pada Rafa.
Agatha menatap putrinya yang tertidur pulas , serta menatap suami serta anaknya yang lain juga tertidur, walaupun diluar sudah ada penjaga Agatha merasa belum tenang , hingga membuat Vino terbangun melihat sang istri masih terbangun.
"Sayang kenapa kamu belum tidur?". Tanya Vino pada istrinya.
"Aku masih belum tenang mas , aku takut ada yang masuk tanpa sepengetahuan kita". Jawabnya dengan gelisah pada suaminya.
"Sayang , kamu yang tenang ya , pasti gaakan ada yang berani mengganggu kita , kamu lupa bang Reno akan membantu kita". Ujar Vino pada istrinya.
"Iyaa sih mas, tapi tetap saja aku tidak tenang". Ujar Agatha pada suaminya.
"Sayang, sudah yaa sekarang kita tidur , kamu belum istirahat loh". Ujar Vino pada istrinya.
"Hum baiklah mas". Ujar Agatha pada suaminya .
"Sudah jangan dipikirkan lagi sayang , semuanya akan ada jalan keluarnya". Ujar Vino sambil memeluk sang istri.
"Iyaa semoga saja mas". Ujar Agatha pada suaminya.
Untung saja ruangan Indira , ruangan VVIP jadi mereka bisa tidur yang sudah tersedia banyak kamar, tapi ada satu orang yang menjaga di ruangan Indira yaitu para Abang dan adiknya kecuali Satya.
Ting!
...Unknown...
...Online...
__ADS_1
Kalian tidak akan bisa membuat Senja jatuh begitu saja , banyak yang berada di belakang Senja
Kalian tidak akan pernah bisa membuat Senja berada di dalam sel penjara selamanya
Ingat itu!!!
Agatha termenung ia terbangun karena merasa haus tetapi ponselnya malah terus saja berbunyi , setelah membaca pesan tersebut membuat Agatha terus saja melamun hingga tidak menyadari Vino menatapnya heran.
"Sayang kamu kenapa lagi?". Tanya Vino pada Agatha.
"Ha? Mas sejak kapan disitu?". Tanya Agatha pada suaminya.
"Mas daritadi loh disini sayang, kamu kenapa?". Tanya Vino menatap istrinya.
"Mas , aku takut mas". Ujar Agatha pada suaminya.
"Takut kenapa sayang?". Tanya Vino pada istrinya.
"Ada yang mengirim pesan padaku mas". Jawabnya dengan raut wajah cemas.
"Apa yang dia kirimkan sayang?kenapa kamu cemas begitu?". Tanya Vino pada istrinya.
"Ini kamu lihat sendiri aja sayang". Ujar Agatha memberikan ponselnya pada sang suami.
Vino yang melihat pesan tersebut langsung mengepalkan tangannya , sebenarnya siapa orang itu mengapa ia mengirim pesan pada Rafa serta istrinya dengan tujuan yang sama , Vino tidak bisa diam saja jika begini ia harus segera menghubungi Abang iparnya.
Melihat tindakan suaminya , Agatha langsung mencegahnya membuat Vino menatapnya heran, Agatha menjelaskan bahwa sekarang sudah tengah malam, tidak baik mengganggu istirahat orang lain membuat Vino akhirnya mengangguk.
"Baiklah , besok saja kita bahas lagi bersama Abang". Ujar Vino diangguki oleh istrinya.
"Yaudah kalau gitu mas". ujar Agatha pada suaminya.
"Sekarang kita tidur lagi ya sayang". Ujar Vino diangguki oleh istrinya.
"Mas , tapi perasaan aku ga tenang". ujar Agatha pada suaminya.
"Sayang , udah ya jangan di ingat lagi, itu malah membuat kamu sakit nantinya". Ujar Vino pada sang istri.
Keesokkan harinya , sesuai yang di katakan oleh Vino ia langsung saja membicarakan semuanya pada Reno , Rafa pun ikut mendengarkan, hingga pada akhirnya mereka mendapatkan solusi melalui Alena yang merupakan seorang Pengacara hebat di usia mudanya saat ini.
Punya calon menantu hebat. Batin Vino
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nulis Bab \= 28 September 2023
Update Bab \= 29 September 2023
Maaf yaa kalau misalkan author updatenya jarang lagi, di karenakan sedang tidak enak badan gays ,mohon perhatiannya yaa untuk semuanya karena lagi musim flu batuk jadi author pun sakit :(
Author lanjut menulis pukul 16.00 sore gays , karena dari tadi istirahat karena terus muntah muntah karena batuk berdahak ,mohon di maklum ya gays author pun ngga mau sakit lama , tapi tadi minum obat aja ngga karena takut muntah muntah , eh jadi curhat wkwk
Maaf mungkin update akan dua hari sekali soalnya kadang keyboardnya ngga muncul lagi nulis naskahnya , mohon di maklum sekali lagi ya gays sungguh bukan kemauan author loh :(
Author lanjut lagi ngetik naskahnya hari ini tanggal 30 September 2023 , kemarin malam kan harusnya update tapi pas lagi ngetik ketiduran, maafin ya gays hehe :)
Maaf ya kemarin kemarin author ga update karena lagi sakit juga kan, author gakuat soalnya kalau sakitnya batuk berdahak sama flu, doain author semoga cepat sembuh agar bisa update lagi dengan cepat ya gays:)
__ADS_1
Jangan lupa terus kasih karyaku Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)