Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 16


__ADS_3

Agatha tidak percaya jika yang sekarang berdiri dihadapannya adalah abang kandungnya, Agatha ingin berlari dari sana tetapi mengingat keadaan nya yang sedang mengandung membuatnya susah untuk sekedar lari, sedangkan abang kandungnya yang tak lain adalah Bintang tertegun melihatnya.


"Agatha, kamu bener bener ******!". Ujarnya membuat Agatha sakit hati.


"Maksud kamu?". Tanya Agatha menatap datar Bintang.


"Kamu ******!! kalau kamu bukan ****** belum tentu kamu hamil!!". Teriak Bintang pada Agatha yang hanya menatapnya datar.


"Bukan urusan anda!!". Tegas Agatha lalu pergi dari hadapan Bintang.


"Tunggu!! mau kemana lo". Ujar Bintang menarik tangan Agatha.


"Lepas!! bukannya anda jijik pada ****** seperti saya". Ujar Agatha tersenyum sinis pada Bintang.


Bintang yang mendengar itupun tertegun, sungguh ia tidak menyangka selama sebulan ini Agatha berubah, bahkan menatapnya saja tidak ada raut wajah tersenyum untuknya, ingin rasanya Bintang memeluk Agatha tetapi melihat tingkah Agatha yang seperti itu membuatnya marah.


"Woiii lepasin tangan adik guee!!". Teriak seseorang membuat Bintang dan Agatha menoleh.


"Kak Rena". Gumam Agatha saat melihat Renata berlari ke arah mereka berdua.


"Agatha kamu ga di apa apa in kan sama dia?". Tanya Renata sambil menunjuk Bintang.


"Ngga kok kak, udah yuk kita pergi aja". Jawab Agatha dengan lembut pada Renata.


"Heii gue belum selesai bicara!!". Teriak Bintang saat melihat Agatha dan Renata pergi.


"Kenapa? kenapa Agatha berbeda". Gumam Bintang menatap punggung Agatha yang mulai menjauh.


Sedangkan kini Agatha dan Renata sedang berada di sebuah taman, mereka berdua memang tidak sengaja bertemu lebih tepatnya Renata yang tak sengaja melihat Agatha bersama Bintang, Agatha menarik nafasnya membuat Renata menoleh.


"Kenapa Tha? ada yang kamu pikirin?". Tanya Renata padanya.


"Kak, apa aku ngga berhak bahagia ya?". Tanya Agatha padanya.


"Kenapa kamu nanya begitu? kamu berhak bahagia, semua nya berhak bahagia kecuali orang yang jahat saMa kamu Tha, dia ga berhak bahagia karena membuat kamu seperti ini sekarang". Jawab Renata padanya sambil tersenyum.


"Tapi kak , rasanya aku masih belum bisa bahagia jika orang jahat itu terus saja membuatku takut". Ujar Agatha padanya.


"Loh siapa? bilang sama kakak Tha, siapa yang jahatin kamu?". Tanya Renata dengan khawatir pada Agatha.


"Sebenernya Agatha mempunyai 4 abang yang sangat Agatha sayang dan cintai kak, tapii.. ".


"Tapi apa Agatha?". Tanya Renata padanya.

__ADS_1


"Tapi mereka membuat Agatha kecewa kak, bahkan kedua orangtua Agatha sendiri". Jawab Agatha padanya.


"Loh bukannya orangtua kamu selalu menjenguk kamu Tha, kenapa jadi gini?". Tanya Renata bingung.


"Sebenernya yang selalu menjengukku ke Cafe adalah orangtua ayah nya baby". Jawab Agatha padanya.


"Loh jadi gimana sih Tha? berarti ayah biologisnya udah ketemu? mau tanggung jawab?". Tanya Renata padanya.


Agatha menceritakan semuanya dari awal hingga sekarang, membuat Renata terkejut dan marah pada sahabat Agatha lebih tepatnya pengkhianat itu, tega teganya dia membuat Agatha seperti ini, pasti sasa masako itu sudah menguasai keluarga Agatha pikirnya.


"Kamu tenang aja Agatha, selagi masih ada abang kamu yang berprofesi dokter itu dan kakak kamu Elvira dan kita juga yang selalu ada untuk kamu, kamu akan aman Agatha". Ujar Renata padanya.


"Tapi aku takut kak, kalau abangku yang tadi memberi tahu keberadaan ku disini kepada yang lainnya kak ". Ujar Agatha pada Renata.


"Coba kamu kasih tau calon suami kamu itu Tha, pasti dia bisa bantu kamu kan". Ujar Renata membuat Agatha terdiam.


"Ah benar juga kan ada mereka yang selalu menolongku , terimakasih telah mengingatkan ku kak, aku pulang ke rumah ya, byee kak". Ujar Agatha sambil berlalu pergi dari hadapan Renata.


"Aish tuh anak, gue kan belum selesai ngomong". Gerutu Renata menatap punggung Agatha yang mulai menghilang.


"Ah besok deh kalau dia masuk kerja". Gumam Renata sambil berlalu pergi dari sana.


Agatha sudah tiba di apartemen Elvira, ketika masuk ternyata tidak ada siapapun karena Elvira sedang bekerja pulangnya sore, Agatha masuk ke kamar dan merebahkan dirinya sendiri di ranjang, walaupun tidak leluasa bergerak karena perutnya yang agak besar.


Ting!


...Calon Suami...


...Online...


Sayang


^^^Iyaa kenapa bang?^^^


Kamu lagi apa?


^^^Lagi rebahan, kenapa emangnya?^^^


Kamu ngga kerja syaang?


^^^Ngga bang, besok aja aku kerja, kenapa sih?^^^


Ngga kenapa napa sayang, kangen 😢

__ADS_1


^^^Kangen? dateng dong kesini bang 🤣^^^


Okee besok ketemu ayang 😘


^^^Ihh yang bener bangg 🤣^^^


Bener dongg, kapan aku bohong sayangg 😂


^^^Iyaa sih abang ga pernah bohong sama aku 🤣^^^


Agatha tidak lagi memainkan ponselnya karena Vino juga tidak membalas pesannya, Agatha tertidur karena memang ia mengantuk , tak terasa Agatha tidur terlalu lama hingga Elvira pulang pun Agatha tidak mengetahuinya , karena memang terlalu nyenyak tidurnya.


Elvira menunggu Agatha bangun sambil menonton acara televisi, karena ia sudah memasak untuk makan bersama Agatha, hubungannya dengan Bryan pun semakin mesra berkat Agatha, karena biasanya Bryan sangat dingin pada Elvira tetapi semenjak Agatha hadir di hidup Elvira, Bryan menjadi berubah bahkan menjadi manja pada Elvira.


"Kak, udah pulang ternyata". Ujar Agatha yang keluar rumah.


"Iya nih kamu terlalu nyenyak tidurnya Tha". Ujar Elvira pada Agatha.


"Oh ya kak, katanya bang Vino akan kesini tapi gatau kapan". Ujar Agatha sambil duduk di samping Elvira.


"Oh ya? mungkin kangen kali sama kamu". Ujar Elvira padanya.


"Ya emang katanya kangen sama aku". Ujar Agatha sambil terkekeh.


"Calon suami idaman tuh Tha,, bisa aja nanti Vino bawa sesuatu buat kamu Tha". Ujar Elvira sambil tersenyum pada Agatha.


"Hahaha iyaa kak, masa ngga bawa apa apa, kasian nih debay". Ujar Agatha tertawa sambil mengelus perutnya.


"Yaudah, kamu udah makan belum?". Tanya Elvira padanya.


"Belum kak, makan yu kak". Jawab Agatha sambil tersenyum.


Agatha dan Elvira makan bersama, Elvira sengaja masak banyak tiap hari karena Agatha ketika makan pasti banyak, mungkin nafsu makan Agatha tinggi, makanya pengen terus makan dan makan, tetapi ketika sedang kerja Agatha malah malas makan sama sekali jika tidak dipaksa oleh rekan kerja nya untuk makan.


"Tha, kamu udah daftar kan? buat periksa kandungan kamu?". Tanya Elvira padanya.


"Udah kak, aku daftar lewat pesan aja biar simple hehe, nanti kan senin depan bagian jam 9 pagi kak". Jawab Agatha pada Elvira sambil mengelus perutnya.


"Baiklah Tha, semoga ponakan Aunty sehat sehatt yaa sayang, semoga nanti lahirannya lancar ya Tha". Ujar Elvira pada Agatha sambil mengelus perut Agatha yang agak keras.


"Iyaa kak semoga, Makasih doanya kak". Ujar Agatha diangguki oleh Elvira.


Kini keduanya sedang bersama menonton televisi yang menayangkan tentang Reno yang akan menikah dengan Kirana pada bulan depan, Agatha yang melihat itupun memeluk Elvira yang memang tidak mengetahui siapa saja keluarga Agatha, Elvira mengelus punggung Agatha ketika merasakan tubuh Agatha bergetar.

__ADS_1


__ADS_2