Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 77


__ADS_3

Ting!


...Bunda Agatha 🤗❤...


...Online...


Alena, Apakabar kamu sayang? ini bunda Agatha


^^^Kabar Alena baik bunda, bunda apa kabar? Alena kangen banget sama kalian, maaf ya Alena belum bisa bertemu kalian tapi sekarang Alena menjadi siswi di sekolahan Opa Dion 🤗^^^


Ah senangnya, berarti kamu sudah bertemu dengan kelima anak bunda?


^^^Sudah bunda, mereka semakin tampan dan cantik seperti bunda dan ayah.^^^


Maaf yaa waktu kamu kerja kelompok bunda pura pura ngga kenal sama kamu, tapi jauh dari lubuk hati yang paling dalam bunda sudah mengenalmu sayang


^^^Benarkah bunda?^^^


Benar sayang, simpan ya nomor bunda


^^^Okee siap bundaku yang cantik 🤗❤^^^


Siip sayangg 🤗❤


Alena tersenyum menatap ponselnya membuat ia bahagia serta rindu memeluk tubuh Agatha, Bella menghampiri putrinya yang sedang tersenyum dengan bahagia membuatnya merasa penasaran pada putrinya.


"Kenapa anak mami yang cantik ini? kelihatannya bahagia sekali". Ujar Bella pada anaknya.


"Aku bahagia karena barusan bunda Agatha mengirimkan pesan chat padaku mam, tau dari mami kan nomor aku?". Tanya Alena pada maminya.


"Iyaa tau dari mami, orang bunda yang kasih nomor kamu pada bunda Agatha". jawabnya pada anaknya.


"Ah pantas saja , bunda Agatha ngga terlalu kaget waktu tau aku udah ada di Jakarta". Ujar Alena pada maminya.


"Iyaa sayang". Ujar Bella pada anaknya.


Sedangkan di rumah kediaman Bramaskara, Agatha terlihat sedang tersenyum senang membuat anak anaknya penasaran dengan ibu beranak enam tapi masih terlihat awet muda tersebut, terlebih Angga yang sedaritadi menatap bundanya.


"Bunda kenapa sih? daritadi senyum terus?". Tanya Indira pada bundanya.


"Bunda cuman lagi senang aja sayang". Jawabnya pada anaknya.


"Senang kenapa bunda?". Tanya Angga padanya.


"Ada deh, kalian ga boleh tau". Jawabnya pada sang anak.


"Ih pelit banget sih bunda sama kita". Ujar Satya padanya.


"Biarin gimana bunda dong". Ujarnya sambil berlalu dari hadapan anak anaknya.


"BUNDA MAU KEMANA IHH??". Tanya Athara sambil berteriak.

__ADS_1


"MAU KE KAMAR!". Jawab Agatha sambil berteriak.


"KALIAN JANGAN TERIAK TERIAK, KAYA TARZAN AJA SIH". Teriak Bintang pada keduanya.


"UNCLE JUGA TERIAKK". Sahut Athara sambil berteriak pada Bintang.


"BERISIKKK!! KUPING ANGGA JENGAH DENGER KALIAN TERIAKK!!". Ujar Angga sambil berteriakk mampu membuat yang lainnya diem.


"Iyaa maaf dek". Ujar Athara pada Angga.


"Iyaa maafin Uncle juga ya jagoan". Ujar Bintang pada ponakannya.


"Iyaa gapapa, jangan teriak teriak lagi, panas telingaku dengarnya". Ujar Angga dengan wajah datarnya.


"Iyaa ngga akan kaya gitu lagi kok, janji deh". ujar Bintang pada ponakannya.


Angga hanya mengganggukkan kepalanya sambil beranjak pergi dari sana, membuat mereka semua menghela nafasnya panjang karena Angga masih saja dingin dan tak tersentuh, Indira menatap abangnya yang menatapnya.


"Bang Atha ngapain natap aku kaya gitu?". Tanya Indira padanya.


"Engga papa, abang cuman mau nanya, seandainya kalau suatu saat kamu tau bahwa Alena ada disekitaran kita gimana dek?". Tanya Athara pada adiknya.


"Kenapa abang tiba tiba nanya gitu?". Tanya Indira sambil menatap abangnya.


"Iyaa kan abang nanya, kalau seandainya gitu, kamu bakalan gimana dek?". Tanya Athara pada adiknya.


"Paling aku tanya aja, kenapa ngga bilang bilang kalau selama ini kamu ada di sekitar aku dan yang lainnya? terus kenapa harus berpura pura engga kenal kalau semisal Alena ada di sekitar kita". Ujar Indira pada abangnya.


"Masalahnya, maksud abang apa nanya gitu sama aku? ada yang abang sembunyikan dari aku?". Tanya Indira menatap abangnya.


"Ngga ada, ngga ada yang abang sembunyikan sayang". Jawabnya pada adik kembarannya.


"Beneran abang? ngga bohongkan?". Tanya Indira menatapnya dengan intens.


"Beneran lah masa abang bohong sih dek?". Tanya Athara pada adiknya.


"Iyaa siapa tau kan". Ujarnya pada abangnya.


Mereka berpisah setelah sampai di lantai dua karena mereka berbeda kamar, sedangkan di kamar Agatha sendiri pun sedang menyiapkan segalanya jika suatu saat nanti Alena datang, tiba tiba ada yang memeluk pinggangnya membuatnya terkejut saat melihat suaminya.


"Mas Vin ih kebiasaan banget deh kamu tuh bikin orang kaget".Ujar Agatha sambil menggerutu pada suaminya.


"Iyaa sayang maaf ya , habis biar suprise buat kamu karena melihatku sudah pulang lebih awal dari jam biasanya". Ujar Vino sambil menatap istrinya.


"Maaf ya sayang, oh iyaa kenapa bisa pulang awal sayang? apa terjadi sesuatu di kantor?". Tanya Agatha pada suaminya.


"Ngga ada syang, hanya saja pekerjaanku hanya sedikit saja jadinya pulang lebih awal". jawab Vino pada istrinya.


"Heum syukurlah kalau begitu sayang". Ujar Agatha pada suaminya.


"Iyaa sayangg". Ujar Vino pada istrinya.

__ADS_1


"Kenapa kamu diem aja mas?". Tanya Agatha pada Vino.


"Gapapa sayang, mas hanya saja sedang menikmati pelukan ini". jawabnya pada sang istri.


"Heum yaudah daripada bosen lebih baik sekarang kita tidur siang ya syaang". Ujar Agatha langsung diangguki oleh suaminya.


"Iyaa ayok syang". Ujar Vino dengan terbata bata pada istrinya.


"Kenapa sih sayang? kok kaya yang gugup gitu?". Tanya Agatha pada suaminya.


"Ngga papa kok sayang". Jawabnya pada istrinya.


Agatha yang mendengar itupun hanya mengendikkan bahunya melihat suaminya seperti itu, ia menatap suaminya yang tengah terlelap setelah mengajaknya berbicara tentang ini dan itu, ia mengecup kening suaminya dengan lembut.


"Aku sangat mencintaimu suamiku sayang". ujar Agatha sambil menatap wajah suaminya dengan penuh cinta.


"Semoga kita berdua selalu bersama sampai akhir hayat memisahkan kita berdua ya sayang".. Ujarnya sambil mencium pipi suaminya.


"Aku sangat sangatt bersyukur kamulah yang saat itu mengambil kehormatanku daripada yang lain". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis.


"Hoaam aku ngantuk banget". Ujarnya hingga beberapa detik kemudian tertidur dengan pulas.


"Aku juga sangat mencintaimu, menyayangi mu semoga saja kita menua bersama sayang". Ujar Vino yang memang sedaritadi mendengar semua yang diucapkan oleh istrinya.


Ting!


...Bang Xander...


...Online...


Vin, lo udah dirumah kan?


Lagi pada tidur siang ya?


Yaudah nanti bales pesan gue jangan lupa ya Vin


Beberapa jam kemudian mereka terbangun dari tidurnya saat itu juga Vino menatap ponselnya yang menyala membuatnya penasaran, terlihat nama Xander disana membuatnya langsung membuka pesan tersebut.


Setelah membalas pesan tersebut Vino memilih keluar kamar bersama istrinya, sudah lama juga ia tidak melihat anak anaknya walaupun seatap, hingga beberapa menit kemudian Vino sampai diruang tengah.


Anakku serta istriku adalah harta yang paling berharga di dunia ini. Batin Vino sambil tersenyum tipis


......................


Maaf ya kalau agak telat updatenya, sebentar lagi bulan puasa jadinya agak sibuk ditempat kerja, maaf sekali lagi ya 🙏🏻


Terkadang yang menjadi lamanya tuh, akunya ketiduran saat lagi ngetik novelnya:) ada juga yang sibuk ditempat kerja, jadi maaf :)


Maaf juga update nya kadang jadi suka malem banget kadang siang kadang pagi, karena tergantung gimana kesibukan aku sih, mohon di maklumi ya gays :) terimakasih sekali lagi untuk pengertiannya :)


Jangan lupa juga Like, Comment saMa Votenya ta guys :) Terimakasih readers :)

__ADS_1


__ADS_2