Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 42


__ADS_3

Agatha mengelus perutnya yang kini sudah memasuki usia ke 3 bulan, sungguh ia tidak menyangka jika ia sungguh akan diberikan seorang anak lagi, sedang asik mengusap perutnya tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang, Agatha sudah tidak kaget karena suaminya memang selalu begitu.


"Baby ngga rewel kan syang? ". Tanya Vino pada istrinya.


"Ngga kok mas". jawab Agatha pada suaminya.


"Sayang, apa kamu benar benar tidak mau memaafkan keluarga kamu?". Tanya Vino dengan hati hati.


"Entahlah mas, rasanya aku takut kejadian terulang kembali". Jawab Agatha pada suaminya.


"Terulang lagi? mereka menghina kamu sayang? sayang kamu pernah bilang sama mas kan, kalau kamu akan memaafkan mereka jika mereka meminta maaf syang". Ujar Vino pada istrinya.


"Ngga semudah itu ternyata mas". Ujarnya menunduk pada suaminya.


"Sudah jangan di pikirkan lagi syaang, kita harus bisa memberitahu siapa yang salah disni"". Ujarnya pada sang istri.


"Iyaa mas benar apa yang dibilang sama suamiku ini". Ujarnya sambil tersenyum pada suaminya.


Mereka berdua keluar dari kamar untuk menghampiri anak anaknya, Agatha dan Vino duduk sambil melihat anaknya sedang menggambar sesuatu, mungkin tugas dari sekolah pikir keduanya karena kelima anaknya ini sangatlah genius.


"Sayang, kalian jangan terlalu konsen, makan dulu atau minum dulu". Ujar Agatha pada mereka berlima.


"Iyaa siap bunda". Ujar mereka pada Agatha.


"Iyaa nih udah bunda bawakan cemilan untuk kalian". Ujarnya pada mereka.


"Wahh makasih bunda". ujarnya pada Agatha.


"Iyaa sama sama sayang". Ujarnya pada anak anaknya.


"Bagaimana dengan dedek bun?". tanya Indira menatap perut Agatha.


"Kenapa emangnya kak?". Tanya Agatha padanya.


"Ngga ikutan ngemil juga bun?". Tanya Indira membuat Agatha dan Vino mengulumkan senyumnya.


"Bunda yang akan memakannya karena kan langsung ngalir ke perut bunda, jadi dedek juga merasakan". Jawab Agatha pada anaknya.


"Ohh yaudah kalau gitu makan aja bun, kasian nanti dedek ngiler". Ujarnya membuat Vino menahan tawanya.


"Haahha iyaa sayang, bunda makan ya". Ujarnya sambil memakan cemilan dihadapannya.


Beberapa menit kemudian Agatha tertidur di lengan suaminya membuat anak anaknya menutup rapat mulutnya agar tidak membangunkan bundanya, Vino. menggendong istrinya untuk memindahkannya ke kamar mereka.


Sesampainya di kamar Vino langsung merebahkan istrinya dengan pelan pelan ke kasur, setelahnya ia bangkit untuk mengambil minum ke bawah karena dikamarnya sudah habis, ia melirik ke arah ruang tengah yang terlihat anak-anaknya tertidur juga.


"Ngga bundanya, ngga anaknya saMa aja seneng banget ketiduran pas lagi nonton". Gumam Vino menghampiri anak anaknya.


"Sayang, hey pindah ke kamar kalian". Ujar Vino dengan lembut menepuk pipi mereka.

__ADS_1


"Hoaam iyaa ayah". Ujar mereka langsung bangkit dari duduknya.


"Hati hati sayang, ingat naik tangga bukan lift". Ujarnya pada mereka.


"Iya siap ayahh". Ujar mereka pada ayahnya.


"Good sayang". Ujarnya sambil tersenyum melihat anaknya yang berlalu dari hadapan nya.


"Ah iya sampai lupa, kan mau ambil minum". Gumam Vino Sambil terkekeh.


Beberapa menit kemudian Vino kembali memasuki kamarnya sambil membawa air minum, ia meletakkan nya di nakas dekat tempat tidur, Vino naik ke ranjang lalu mengusap perut istrinya yang sudah membuncit dengan lembut.


"Sehat sehat ya anak ayah". Ujarnya sambil mengecup perut istrinya.


"Ayah dan yang lainnya menunggumu di dunia syaang". Ujarnya lagi sambil tersenyum menatap perut istrinya.


"Ahh gemes sekali sih". Ujarnya dengan terus menciumi perut istrinya.


"Ah sudah nanti yang ada Agatha bangun". Gumamnya sambil berbaring di samping istrinya.


"Mas sangat mencintaimu sayang". Ujar Vino menatap istrinya yang nyenyak dalam tidurnya.


"Bibirnya semakin menggoda aja apalagi gunung kembarnya hehe". ujarnyaa terkekeh sebelum akhirnya ia tertidur saat memeluk istrinya.


Ting!


...Bang Reno...


Vin, besok kita ke Villa Kirana pengen kumpul bareng, sekalian pengen metik buah langsung dari pohonnya.


Kalian tidur?


Ah iyaa pasti tidur siang, jangan lupa kabarin gue Vin kalau udah bangun.


Nyenyak kalian tidurnya.


Beberapa jam kemudian Agatha dan Vino bangun dari tidurnya, Vino mencium bibir istrinya sekilas membuat Agatha mendelik pada suaminya, Vino melihat ponselnya dan terdapat banyak pesan dari abangnya Agatha.


"Sayang, abang kamu ngajak ke Villa katanya kak Kirana pengen kumpul bareng sekaligus metik buah dari pohonnya". Ujar Vino memberitahu istrinya.


"Wah kapaan itu mas? jam berapa mas? aku mau banget apalagi metik buah strawberry". Ujarnya dengan gembira pada suaminya.


"Katanya besok tapi gatau jam berapanya, bentar mas belum menjawabnya sayang". Ujarnya pada sang istri.


"Yaudah balas dulu mas". Ujarnya pada suaminya sambil tersenyum senang.


...Bang Reno...


...terakhir di lihat hari ini 13.50...

__ADS_1


^^^Bang, jam berapa emangnya? Agatha mau banget katanya bang^^^


Besok berangkat pagi aja Vin, jam 7


^^^Okee deh kalau begitu bang^^^


"Katanya jam 7 pagi sayang". Ujar Vino menatap istrinya.


"Ohh ya? asikkk akhirnya bisa kumpul di Villa". Ujar Agatha dengan senang.


"Iyaa sayang kamu senang banget kayanya". Ujarnya pada Agatha.


"Iyaa dong mas, aku senang banget karena Udah lama ngga ke Villa bang Reno mas". Ujarnya sambil tersenyum pada suaminya.


"Hahaha iyaa atuh syangg". Ujarnya mengecup bibir istrinya sekilas.


"Ih mas main cium aja, udah ah kita turun mas". Ujar Agatha pada suaminya.


"Iyaa hayo sayang"..Ujar Vino pada istrinya.


Mereka pun keluar kamar bersama, menghampiri anak anaknya yang sudah stay di ruang tengah menonton film kartun kesukaan mereka, keduanya duduk disamping anak anaknya membuat kelima anaknya menoleh pada orangtuanya.


"Akhirnya bunda sama ayah bangun juga". ujar Indira menatap mereka berdua.


"Hehe maaf ya sayangnya bunda sama ayah, jdi nunggu kita kelamaan". Ujar Agatha pada anak anaknya.


"Iyaa gapapa kok bunda". Ujar mereka berlima pada bundanya.


"Kalian asik banget nontonnya". Ujar Agatha pada anak anaknya.


"Rame Filmnya bunda". Ujarnya pada Agatha.


"Benarkah?". Tanya Agatha hanya diangguki oleh mereka berlima.


"Ish bunda dikacangin sama kalian". Ujar Agatha dengan sedikit sedih.


Kelima anaknya sontak menoleh pada Agatha yang terlihat sedikit sedih karena diacuhkan oleh mereka, membuat kelima anaknya langsung memeluk Agatha agar tidak sedih lagi membuat Vino tersenyum senang melihatnya.


"Oh ya sayang, besok kita akan ke Villa uncle Reno". Ujar Vino membuat kelima anaknya menoleh padanya.


"Wah yang benar ayah? ". tanya Marcello padanya.


"Benar dong ,tanya saja bunda". Jawab Vino pada anaknya.


"Benarkan bunda apa yang dibilang sama ayah? ". Tanya Athara padanya.


"Iyaa benar syaang". Jawab Agatha membuat mereka bersorak senang.


Agatha dan Vino yang melihatnya pun tersenyum senang pada mereka berlima, Agatha memeluk suaminya dari samping sedangkan Vino mengelus rambut istrinya dengan lembut hingga Agatha merasa nyaman.

__ADS_1


Semoga kamu selalu bahagia ssyangku cintaku istriku. Batin Vino sambil tersenyum pada istrinya.


__ADS_2