
Agatha mengantar anak anaknya ke sekolah SD seharusnya mereka bisa meloncat karena saking pintarnya, tapi kelima anaknya ingin sekolah normal bersama Alena ya mereka ingin lulus bersama dengan Alena membuat Agatha hanya bisa menuruti mereka.
"Oh ya Al, bagaimana bisa kamu sekolah SD di umur 4tahun?". Tanya Agatha padanya.
"Engga tau, karena guru guru yang menerima Alena untuk masuk ke SD". jawab Alena pada Agatha.
"Ah berarti kamu kakak kelas anak anak bunda dong". Ujar Agatha pada Alena..
"Hahah iyaa engga dong bunda Alena kan seangkatan sama mereka". Ujar Alena sambil tersenyum pada Agatha.
"Benar juga ya sayang". Ujarnya pada Alena.
"Iyaa bunda". Ujar Alena sambil tersenyum pada Agatha.
"Yaudah kalian sekolahnya yang semangat ya". Ujar Agatha pada mereka semua.
"Iyaa siap bunda". Ujar mereka pada Agatha.
Agatha pamitan pulang setelah mengantar mereka sekolah, sebelum pulang Agatha sudah menanyakan pada guru yang mengajar mereka jam berapanya mereka pulang sekolah, setelah mengetahuinya Agatha pun baru bisa tenang.
Sesampainya dirumah ia melihat Baby Sagara sedang di asuh oleh kedua adik kembar iparnya, Gia dan Gea sontak menoleh pada Agatha yang baru saja ikut duduk di dekat mereka.
"Bagaimana dengan keponakanku kak?". Tanya Gia padanya.
"Mereka baik kok bahkan semangat untuk sekolah". Jawabnya pada Gia.
"Syukurlah kalau begitu kak". Ujar Gia pada kakak ipar nya.
"Ah Iyaa kapan kalian akan menikah?". Tanya Agatha menatap keduanya.
"Nanti aja deh habis bang Adit nikah". Jawab Gia mewakili saudara kembarnya.
"Eh engga bisa mending kalian duluan aja". Celetuk Radit dibelakang mereka.
"Kenapa?". Tanya Agatha dan sikembar G kompak pada Radit.
"Gapapa kok, ya kan kalau ada calon harus secepatnya nikah". jawab Radit pada mereka.
"Ya berarti abang dulu dong, kan udah ada Kak Tamara". Ujar Agatha pada abangnya.
"Masalahnya Kak Tamara masih pengen kerja dulu dek". Ujarnya pada Agatha.
"Huft baiklah bang". Ujar Agatha pada abangnya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul jam sepuluh kurang sepuluh menit, dimana sikembar pulang sekolah sebentar lagi membuat Agatha hendak berdiri dari duduknya, namun dilarang oleh Gia dan Gea yang ingin menjemput keponakannya.
"Yaudah kalian hati hati aja dijalannya, kalay mau mampir ke mana dulu bilang sama kakak". Ujar Agatha pada keduanya.
"Iyaa siap kak". Ujar keduanya pada kakak iparnya.
__ADS_1
"Kabari kakak kalau udah sampe sekolahan ya". Ujarnya pada kedua adik iparnya.
"Okee siap Kak Agatha pawangnya Abang Vino". ujar mereka kompak pada Agatha.
"Haish, udah sana kalian berangkat nanti terlambat jemputnya". Ujar Agatha mengusir mereka berdua.
"Punya adik ipar kembar memang menyebalkan tapi aku menyayanginya". Gumam Agatha melihat keduanya telah pergi.
"Aunty Tata". Panggil seseroang membuat Agatha menoleh.
"Eh Arkan sayang, kamu ternyata ada dirumah? engga sekolah?". Tanya Agatha pada ponakannya.
"Arkan kan udah pulang sekolah daritadi, kan sekolah TK dek". Ujar Reno pada adiknya.
"Ohh iyaa ya aku lupa bang". Ujar Agatha sambil menepuk jidatnya.
"Aunty jangan ditepuk nanti sakit loh". Ujar Arkana atau Arkan pada Agatha.
"Haha iyaa syaang engga kok". Ujar Agatha terkekeh.
Beberapa jam kemudian sikembar baru saja pulang ke rumah karena Gia dan Gea mengajak mereka ke berbagai tempat, membuat Agatha kesal pada keduanya karena kelima anaknya belum ganti pakaian sekolahnya sudah diajak jalan.
"Maaf ya kak, kita pulangnya agak melenceng dari waktu yang ditentukan". Ujar Gea menatap Agatha yang terlihat kesal.
"Kakak kan udah bilang sama kalian, kalau mau kemana mana tuh kabarin kakak biar kakak engga khawatir daritadi tapi kalian malah engga ada satupun yamg ngabarin kakak". Ujar Agatha pada mereka berdua.
"Yaudah gapapa, lebih baik kalian semua bersihkan tubuh kalian, habis dari luar kan". Ujar Agatha pada mereka.
"Okee siap bunda, kak". Ujar anak serta adik iparnya padanya.
"Udah sabar dek, jangan marah matah terus ngga baik loh". Ujar Reno mengusap pundak adiknya.
"Habisnya aku takut terjadi apa apa sama mereka bang". ujarnya sambil menangis dengan pelan.
"Iyaa syang abang tau, udah ya jangan nangis nanti anak anak pada khawatir sama kamu". Ujar Reno mengusap rambut adiknya.
"Heum Iyaa abang makasih ya". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis pada abangnya.
Beberapa menit kemudian kini mereka sedang melaksanakan makan siang bersama, bahkan Vino serta yang lainnya pulang dari kantor untuk makan siang sebelum kembali lagi ke kantor nanti.
Hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa, Agatha dibantu para perempuan yang lainnya membereskan piring bekas mereka makan walaupun ada pekerja dirumah.
"Kak, kakak masih marah ya sama Gea Gia?". Tanya Gea pada Agatha yang hanya diam saja.
"Emangnya kakakmu kenapa?". Tanya Vino para mereka berdua.
"Itu karena kesalahan kita berdua sih bang ngga ngasih kabar kalau mau kemana mana sehabis ngejemput sikembar pulang sekolah". Jawab Gia pada abangnya sambil menunduk.
"Kalian tuh kebiasaan deh, udah abang bilangkan kalau mau ajak ponakan kalian kemanapun itu harus pulang dulu ke rumah ganti pakaiannya". Ujar Vino dengan kesal pada kedua adiknya.
__ADS_1
"Iyaa maaf bang". Ujar keduanya pada abangnya Vino.
"Udah mas gapapa kok, aku cuman khawatir mereka kenapa napa karena belum pulang tadi". Ujar Agatha mengusap lengan suaminya.
"Yaudah kalau gitu mas kembali ke kantor ya sayang". Ujar Vino mengecup kening istrinya serta bibirnya didepan kedua adiknya.
"Ish kebiasaan abang mah". ujar mereka kompak kesal pada Vino.
"Biarin gimana abang dong". Ujarnya sambil tersenyum pada adiknya.
"Udah sana mas berangkat, hati hati ya dijalannya mas". Ujar Agatha dengan lembut.
"Iyaa sayang siap". Ujar Vino sambil tersenyum pada istrinya.
Gia dan Gea yang melihat itupun sontak melemparkan sesuatu pada Vino membuat Agatha menggelengkan kepalanya, lalu pergi dari hadapan mereka berdua yang masih menggerutu tidak jelas.
"Hai anak anak bunda, lagi ngapain?". Tanya Agatha menatap kelima anaknya.
"Lagi ngerjain tugas menggambar dari guru bunda". Jawab Satya yang masih fokus menggambar dibuku gambarnya.
"Ah yaudah kalian lanjutkan ya, bunda mau liat Baby Sagara dulu". Ujar Agatha pada kelima anaknya.
"Iyaa siap bunda". Ujar mereka pada Agatha.
"Kak Baby Sagara rewel engga? ". Tanya Agatha pada Kirana yang sedang menggendong anaknya.
"Engga kok dek, anteng aja nih". Jawabnya sambil menatap ponakannya.
"Anak bunda lucu banget sih". Ujar Agatha mencium pipi anaknya dengan gemas.
Beberapa menit kemudian Agatha menitipkan Baby Sagara karena tiba tiba sakit perut, untung saja kakak iparnya mau menjaga anaknya membuat Agatha tenang meninggalkan anaknya.
Ting!
...Suamiku Sayang 🤗😘❤...
...Online...
Sayang bentar lagi mas pulang , mau dibawakan apa?
^^^Bawa yang manis, gurih pedas mas enak kayanya 🤤^^^
Okee pesanan diterima 🤗
^^^Makasih SuamiKu Syaang 🤗😘❤^^^
SaMa saMa syangku 🤗😘❤
Agatha menyimpan ponselnya setelah selesai chatting dengan suaminya.
__ADS_1