
Agatha sekarang harus pergi dari Paris, sudah tidak aman baginya karena salah satu dari keluarga kandungnya mengetahui keberadaannya dan itu pasti akan menyebar pada yang lainnya, Agatha tidak mau kembali merasakan sakit yang kedua kalinya yang sangat dalam di hatinya.
"Permisi". Ujar seseorang membuat Agatha menoleh.
"Iya kenapa kak? ada yang bisa saya bantu?". Tanya Agatha sambil tersenyum ramah.
"Ah maaf saya ingin bertemu dengan Agatha, apakah ada?". Tanya seseorang itu pada nya.
"Ah saya sendiri". Jawab Agatha padanya.
"Kamu Agatha?". Tanya nya pada Agatha.
"Iyaa benar, itu nama saya Agatha , ada apa ya kak?". Tanya Agatha padanya.
"Boleh ikut saya sebentar ngga? ada yang mau saya omongin ke kamu". Ujarnya pada Agatha.
Ini perempuan cantik siapa ya? kenapa kenal sama aku? tapi kayanya aku pernah melihat nya deh, tapi entah dimana. Batin Agatha menatap perempuan di hadapannya.
Sedangkan perempuan yang Agatha selidiki sejak daritadi adalah Kirana, calon istri dari Reno sekaligus sekretaris Reno, melihat Agatha yang kebingungan menatapnya pun akhirnya Kirana memberi tahu ada beberapa hal yang perlu ia bicarakan.
"Agatha, boleh kan saya mengatakan beberapa hal pada kamu?". Tanya ia pada Agatha..
"Boleh, Emangnya mau mengatakan apa kak?". Tanya Agatha padanya.
"Heum maaf sebelum nya Tha, aku adalah calon istri abangmu--". belum sempat ia mengatakannya dengan lengkap tetapi Agatha sudah memotongnya.
"Apa? calon istri abang? abang aku yang mana? kapan tunangan nya? nama kakak siapa? tinggal dimana? saMa siapa kak?". Tanya Agatha beruntun dengan tersenyum senang.
"Ahhaha pertanyaan mU banyak sekali, baiklah aku jawab satu persatu, aku Kirana calon istri abangmu yang bernama Reno, udah agak lama sih kita pacaran terus tunangan deh, kakak tinggal di Indonesia bersama abang kamu di apartemen , tapi kamu tenang aja kita beda kamar kok". Jawab Kirana dengan tersenyum padanya.
"Apaa!! jangan bilang kakak adalah sekretarisnya abang di kantor kan? tapi kok abang tinggal di apartemen? kok aku baru tau abang punya apartemen kak? ". Tanya Agatha padanya.
"Pintar sekali kamu menebaknya, ya abang kamu membelinya saat seminggu kamu pergi dari rumah, abang kamu selalu mencari keberadaan kamu Agatha, ia merasa sangat bersalah tidak menyelidiki terlebih dahulu, hingga ia tau semua dari Vino membuatnya semakin merasa bersalah sama kamu". Jawab Kirana sambil tersenyum pada Agatha.
Agatha pun terus mengobrol dengan Kirana, ia masih tidak menyangka jika Kirana adalah calon istri abangnya yang waktu itu tayang di Tv, sebenarnya Agatha tidak benci pada keluarga nya hanya saja ia kecewa dengan mereka, yang sibuk memarahinya tanpa mencari kebenaran nya.
__ADS_1
"Bagaimana kabar kamu? abang kamu selalu menanyakan kamu loh Tha". Ujar Kirana padanya.
"Aku baik kak, karena selalu ada yang melindungi ku". Ujar Agatha pada nya.
"Ohh ya , mereka sangat baik untuk kamu Agatha?". Tanya Kirana pada nya.
"Iya mereka sangat baik kak, saking baiknya aku sendiri sudah menganggap mereka kakak sendiri". Jawab Agatha sambil tersenyum pada Kirana.
Kirana yang melihat senyuman Agatha membuatnya terpanah, karena Agatha sangat cantik ketika tersenyum pantas saja selama mereka berbincang, banyak yang menatap Agatha karena memang Agatha cantik, apalagi dengan keadaan hamil membuat Aura nya semakin menjadi.
"Oh ya Tha, boleh kah kakak meminta nomor ponsel kamu?". Tanya Kirana padanya.
"Boleh kak, tapi jangan bagikan nomor aku ke yang lain kecuali bang Reno, aku sudah memaafkannya". Jawab Agatha padanya.
"Baiklah, kalau semisal abang kamu Reno ada disini, akankah kamu memeluknya Tha?". Tanya Kirana padanya.
"Aku akan sangat memeluknya dengan erat kak, karena aku sangat merindukan abang, aku juga akan memaafkan keluarga ku yang lain jika mereka sadar atas apa yang telah mereka lakukan kecuali SASHA, aku tidak akan memaafkan nya aku membencinya kak!". Tegas Agatha padanya.
"Oke kalau begitu, kakak pergi dulu ya Tha, nanti kakak kabari lewat chat". Ujar Kirana diangguki oleh Agatha.
"Tha, gue ngeri liat perut lo". Ujar Luna padanya.
"Kenapa emangnya kak?". Tanya Agatha padanya.
"Ya itu gede banget, padahal usia kandungan kamu baru 4 bulan Tha". Jawab Luna menatap perut Agatha.
"Kakak pegang aja nih perut nya, mungkin gaakan ngeri lagi". Ujar Agatha membawa tangan Luna ke perutnya.
"Ihh ngga Mauu Agatha, lepass ah!". Ujar Luna menarik tangannya sambil bergidik.
"Ih biar ngga ngeri lagi kak, sini tangannya". Ujar Agatha menarik kembali tangan Luna.
"Gamau Tha, ngga mau". Ujar Luna sambil berlalu pergi meninggalkan Agatha dan yang lainnya terkekeh.
"Hahaha, kalian juga gamau pegang nih?". Tanya Agatha pada mereka bertiga.
__ADS_1
"Ga deh Tha, nanti aja kalau gue hamil". Jawab Tamara sambil mundur ke belakang saat Agatha maju mendekatinya.
"Ihh kenapa sihh pada gamau? aku ngidam loh". Ujar Agatha dengan pura pura sedih.
Mereka yang mendengar itupun mendekati Agatha, pertama Aldi yang memegang perut Agatha tetapi sesudahnya ia mundur karena seperti memegang apaan pikirnya, selanjutnya adalah Renata yang memang pernah mengusap perut Agatha tapi belum sebesar ini dan terakhir adalah Tamara dengan maju perlahan akhirnya memegang perut Agatha.
"Udah ngga ngeri kan?". Tanya Agatha sambil tersenyum.
"Iyaa Tha, eh ada satu orang yang belum memegang". Jawab Tamara pada Agatha.
"Ah iyaa kak Luna belum memegang nya". Ujar Agatha sambil menunduk.
"Bentar gue panggilin dulu okee". Ujar Tamara sambil berlari ke depan.
"Ihh gue gamau Mara, geli tauu". Teriak Luna terdengar sampai ke dapur.
"Ihh harus mau kasian Agatha lagi ngidam, mau lo ponakan gue ngeces hah!". Teriak Tamara membuat Agatha yang mendengarnya terharu.
Kini Luna berada di hadapan Agatha dengan ekpresi sangat memprihatinkan, karena Luna benar tidak bisa memegang perut Agatha yang besar, tapi mau tak mau Luna memegang perut Agatha dengan mata terpejam membuat Agatha mengulum senyumnya melihat Luna.
"Udah kan? gue ke depan lagi". Ujar Luna dengan tangan gemetar.
"Hahaha lebay lo Lun". Ujar Aldi pada Luna.
"Biarin aja, masalah buat lo". Ujar Luna kesal pada Aldi.
"Udah ihh jangan pada ribut gitu, kembali kerja aja yuk". Ujar Agatha pada mereka.
"Okee hayuu hayuu". Ujar mereka sambil tertawa pada Agatha.
Disisi lain Reno yang mendapatkan kabar dari calon istrinya itu merasa senang, karena Agatha memaafkan nya bahkan hanya ia yang boleh mempunyai nomornya, Reno sangat senang sekali jika begini saking senangnya ia terus saja mencium calon istrinya membuat Kirana memerah merona.
Terimakasih tuhan, telah menakdirkan dia untukku. Batin Reno sambil menatap Kirana.
...****************...
__ADS_1
Update 3 bab nih guys:) maaf kemarin ga update soalna capek :(