
Dua bulan kemudian, kini kehamilan Agatha sudah memasuki usia yang ke 7 bulan, perutnya sudah mulai membesar tetapi tidak sebesar saat ia hamil kelima anak kembarnya, Agatha mengelus perutnya sambil memandang kaca hingga akhirnya Vino memeluknya dari belakang.
"Mas, tadi dibawah ada siapa?". Tanya Agatha pada suaminya.
"Ada kedua keluarga kita sayang, kenapa emangnya?". Tanya Vino pada istrinya.
"Aku menginginkan sesuatu mas". Jawabnya pada Vino.
"Kamu pengen apa sayang? biar mas belikan". Ujar Vino menatap istrinya.
"Gamau mas, aku maunya abang Adit sama abang Bintang yang membelikannya". Ujarnya pada sang suami.
"Ah baiklah kalau begitu sayang". Ujarnya pada sang istri.
Keduanya turun kebawah membuat semuanya menoleh pada mereka berdua, sesampainya di ruang tengah Agatha langsung membicarakan apa yang ia inginkan, membuat kedua abangnya langsung menuruti keinginan adiknya.
Setengah jam kemudian keduanya baru kembali membawakan pesenan pada adiknya, Agatha yang melihat itu langsung saja membawa makanan tersebut kedalam pelukannya membuat yang lainnya geleng kepala.
"Dek pelan pelan aja makannya, ngga akan ada yang rebut kok". Ujar Reno menatap adiknya.
"Iyaa abisnya ini enak bang". Ujarnya sambil menggoyangkan kepalanya.
"Hahah iyaa tapi pelan pelan aja ya takutnya kesedak nanti". Ujar Radit yang juga melihatnya.
"Ah iyaa deh, ini pelan kok". Ujarnya sambil memelankan kunyahannya.
"Ya engga pelan kaya siput juga kali dek, normal aja netral, ga pelan ga cepet juga". Ujar Bintang menatap adiknya.
"Heum yaudah kalau gitu". Ujar Agatha kembali memasukkan makanan tersebut kedalam mulutnya.
Hingga beberapa menit kemudian Agatha telah selesai memakan habis, hingga sendawa Membuat yang lainnya hanya tersenyum menatapnya, Agatha menyandar pada kursi hingga tak selang lama ia tertidur membuat semuanya menepuk jidatnya.
"Kenapa mudah sekali tidur nya sih?". Tanya Vino menatap istrinya.
"Mungkin kekenyangan Vin". Jawab Felicia pada menantunya.
"Atau anak lo bakal jadi orang yang mageran tapi genius kaya anak lo yang lain". Ujar Bintang padanya.
"Ah bisa jadi Tuh Vin". Ujar Reno menyetujui ucapan adiknya Bintang.
"Ngga tau deh, udah ya Vino mau bawa Agatha ke kamar". Ujarnya diangguki oleh yang lain.
"Hati hati bawanya Vin". ujar Bastian tiba tiba.
"Tenang aja". Ujarnya tanpa membalikkan badannya.
Sesampainya Vino di kamar, ia langsung merebakan istrinya di ranjang, benar memang Agatha sering kali tidur dengan waktu yang panjang sekalinya bangun akan mengeluh ngantuk, jika benar anaknya yang satu ini menjadi orang mager tapi genius ah semoga saja tidak mager.
"Semoga kamu nanti tumbuh menjadi orang yang tidak mageran ya sayang, masa Ayah saMa bunda saja tidak menurunkan sifat itu loh". Ujarnya sambil mengelus perut istrinya.
Dug
__ADS_1
"Ah kau merespon syaang , main apa aja Disana sayang?". Tanya Vino dengan gemas mencium perut besar istrinya.
"Jangan nyusahin bunda ya sayang, ayah menyayangimu begitupun dengan yang lainnya apalagi bidadarinya ayah". Ujar Vino sambil tersenyum menatap perut istrinya.
"Ahh hoamm ayah jadi mengantuk mengajakmu bicara". Ujarnya sambil memejamkan matanya.
Ting!
...Indraaaaaaaa...
...Online...
Gawatt boss, Ada yang mencoba mencelakai kedua adik lo.
Boss, lo kemana sih?
Helloooo
Apa tidur?
Boss!!
Ah elahh gue udah beritahu ya sama elo tentang kejadiannya nih gue kirim videonya.
🎞
Beberapa jam kemudian Agatha dan Vino baru saja bangun dari tidurnya, Vino melirik ponselnya yang menyala seperti baru saja berbunyi, ia langsung mengambil ponselnya membuat Agatha penasaran apa yang membuat suaminya terlihat marah.
"Astaga mas, cepat mas selamatkan mereka". Ujar Agatha panik pada suaminya..
"Sayang tenang okee, mereka sudah diselamatkan oleh temanku, mungkin aku harus memasang GPS pada benda yang digunakan kedua adikku". Ujar Vino pada istrinya..
"Lebih baik seperti itu mas". Ujarnya pada suaminya.
"Yaudah kita bersihkan badan kita dulu sayang". Ujar Vino pada istrinya.
"Iyaaa mas"..Ujar Agatha pada suaminya.
Beberapa menit kemudian mereka keluar dari kamar, terlihat Angga yang menyendiri dengan laptop mini di hadapannya membuat keduanya penasaran, Angga yang menyadari kedatangan mereka pun langsung menoleh dan tersenyum tipis pada orangtua nya.
"Sayang kamu buat apa?". Tanya Agatha padanya.
"Angga lagi buat chip bun"..Jawab Angga membuat keduanya terkejut.
"Chip sayang? emangnya kamu ngerti?". Tanya Vino pada putranya.
"Ngerti yah, jangan meremehkan kepintaran ku". Jawabnya tanpa menoleh pada ayahnya.
"Emang chip apa yang kamu buat sayang?". Tanya Agatha pada anaknya.
"Chip mendeteksi adanya bahaya disekitar kita". Jawabnya membuat Agatha takjub.
__ADS_1
"Kamu membuatnya sendiri boy? untuk apa? ". Tanya Vino pada anaknya.
"Untuk Aunty Gia dan Aunty Gea ayahh"..Jawabnya membuat Agatha dan Vino menyimpulkan bahwa anaknya mengetahui segalanya.
"Ah berapa lama jadinya?". Tanya Vino pada putranya.
"Nanti aku kasih tau ayah kalau udah jadi, lebih baik kalian berdua jangan ganggu Angga dulu, maaf bukannya Angga ngga sopan, Angga ngga akan konsentrasi". Jawabnya pada ayahnya.
"Baiklah nak, ayah dan bunda akan ke halaman belakang". Ujarnya hanya diangguki oleh anaknya.
Kini Agatha dan Vino sedang melihat kolam ikan dibelakang rumahnya, rumah yang di desain dengan keinginan Agatha dan Vino menuruti keinginan istrinya itu, membuat Agatha semakin mencintai suaminya itu.
Tampilan malam hari akan sangat menyejukkan ,bahkan Agatha pernah menyendiri sambil melihat ikan ikan tersebut, di rumah kediaman Bramaskara yaitu rumah Agatha dan Vino terdapat berbagai kolam renang.
Kolam renang dewasa, kolam renang khusus anak kecil, ada juga khusus bayi, ada juga kolam. panas juga khusus untuk sakit badan, sudah begitu banyak bunga yang Agatha tanam dibelakang rumahnya membuat nya merasa tenang.
"Sayang, coba lihat ini, foto saat kamu belum. hamil". Ujar Vino pada istrinya.
"Emang kenapa? beda gitu?". Tanya Agatha dengan kesal pada suaminya.
"Liat dulu makanya". Ujar Vino pada istrinya sambil mencubit pelan pipinya.
"Wah mas, ada foto ini? kapan ambilnya?". Tanya Agatha menatap suaminya.
"Kamu lupa syang? kan kamu yang minta fotokan". Jawabnya pada istrinya.
"Oh ya? kok aku ngga inget mas". Ujarnya menatap suaminya.
"Udah mulai pikun mungkin kamu yang". Ujarnya pada Agatha.
"Ishh gamungkin lah umur aku masih 21tahun mas, masih muda". Ujarnya dengan cemberut pada suaminya.
"Hahah iyaa maaf ayaang maaf"..Ujar Vino memeluk istrinya dengan gemas.
"Iyaa gapapa mas"..Ujarnya sambil kembali melihat lihat fotonya.
Beberapa menit kemudian mereka berdua kembali masuk kedalam rumah, terlihat ruang tengah sudah lengkap dengan kelima anaknya karena tadi hanya ada Angga, keduanya menghampiri anak anaknya yang asik menonton televisi.
"Nonton apasih seru kayanya?". Tanya Vino pada anak anaknya.
"Film kerajaan China ayah"..Jawabnya pada Vino.
"Oh Emangnya kalian ngerti gitu?". Tanya Vino meledek anaknya.
"Mas udah deh jangan digoda terus anaknya".Ujar Agatha mencubit pinggang suaminya.
"Aduh sakit sayang". Ujarnya pada sang istri.
__ADS_1
Agatha memilih diam saja karena suaminya sangat menyebalkan menurutnya, akhirnya ia ketiduran dipelukkan suaminya.