
"Rora kapan kamu sadar dari komanya? aku sangat merindukanmu tapi kamu sekarang malah tidak sadarkan diri, udah seminggu loh Ra". Ujar Angga memegang tangan Alena.
"Sabar sayang, doakan saja untuk kesembuhan Alena, ini juga salah bunda, andai aja Alena ngga nolongin bunda mungkin ngga akan gini jadinya". Ujar Agatha merasa bersalah.
"Gausah menyalahkan diri sendiri Tha, ini semua sudah takdirnya". Ujar Bella pada Agatha.
"Tapi, La kalau bukan karena menolongku mungkin Alena tidak akan seperti ini". Ujarnya pada Bella.
"Doakan saja untuk kesembuhan Alena, jangan terlalu merasa bersalah karena bukan salahmu Tha". Ujar Bella pada Agatha.
"Huft baiklah kalau begitu". Ujarnya sambil menatap Alena yang masih terpejam tak sadarkan diri.
Angga pamit ke kantin namun ia mendengar suara seseorang yang membawa bawa nama bundanya, ia berhenti sejenak untuk mendengarkan percakapan tersebut hingga kata 'Mati' membuatnya ketakutan.
Ngga boleh!! ngga boleh terjadi sesuatu pada bunda ataupun yang lainnya!!. Batinnya berteriak marah.
"Seharusnya gadis tersebut tidak usah membantu dia".
"Benar itu, sudah di pastikan kita akan banyak uang jika berhasil membuat Agatha mati, hahahha"
"Sutt jangan keras keras nanti ada yang dengar".
"Ups maaf gays"
"SIALAN KALIAN SEMUA!!". Teriak Angga yang merasa kesal pada mereka.
Bug
Bug
Bug
Angga memukul mereka dengan perasaan emosi yang tinggi , sementara Agatha dan yang lainnya menunggu Angga yang belum kembali pun merasa panik karena takut terjadi apa apa pada Angga, hingga akhirnya Vino menyusul bersama Xander ke ke kantin dan ternyata sedang berantem.
"Angga, ada apa nak? ". Tanya Vino mencoba menahan anaknya.
"Diaa ayahh!! dia yang berencana membuat keluarga kita menderita!!". Jawabnya sambil berteriak pada ayahnya.
"Apaa?? maksud kamu apa syaang?". Tanya Vino pada anaknya.
"Tadi aku dengar percakapan mereka kalau bunda harus mati, aku ngga bisa biarin mereka begitu saja ayahh!!". Jawabnya dengan kesal pada ayahnya.
"Wahh lo cari garagara sama gue!!". Teriak Vino mengcengkram kerah baju salah satu dari mereka.
"Vin, sabarr". ujar Xander pada sepupunya.
"Iyaa bangg". Ujarnya pada Xander.
"Siapa yang menyuruh kalian!". Ujar Xander dengan datar pada mereka.
"Kita tidak disuruh--
"Bohongg kalian!!". Teriak Angga kesal.
"Sayang sabarr". Ujar Vino pada anaknya.
"Mereka harus diberikan pelajaran Yah!! aku ngga mau tau!!". Teriaknya sambil menatap tajam keempat orang dihadapannya.
"Iyaa ayah akan memberi mereka pelajaran yang setimpal boy". Ujar Vino pada anaknya.
"Lebih baik kamu kembali ke ruangan Alena, Ga". Ujar Xander pada Angga.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, tetapi kalian harus memberikan mereka pelajaran yang membuat mereka kapok!!". Ujarnya dengan keras sebelum berlalu pergi dari hadapan mereka semua.
Vino dan Xander menatap mereka berempat dengan tajam, membuat keempatnya ketakutan melihatnya hingga beberapa menit kemudian mereka jujur pada Vino dan Xander, yang membuat Vino merasa kesal karena ternyata rekan dekatnya ikut kerja sama dengan keluarga Sasha.
"Refan!!". Desisnya dengan pelan.
"Kenapa Vin?". Tanya Xander pada sepupunya.
"Refan, rekan kerjaku berkhianat bang". Jawabnya dengan kesal.
"Sebaiknya kamu menyelidiki Refan, siapa tau dia juga melakukan hal yang lebih parah". Ujar Xander pada Vino.
"Benar juga bang". Ujar Vino pada Xander.
"Iya Vin , bawa mereka ke maskar". Ujar Xander pada anak buahnya.
"Siap bos!". Ujar anak buah tersebut pada Xander.
"Ampuni kami tuan!!". Teriak mereka berempat pada Xander namun hanya diabaikan olehnya.
Mereka berdua hendak kembali memasuki ruangan Alena, namun Vino menghentikan langkahnya membuat Xander pun mengikutinya, setelah memberitahu anak buahnya Vino melanjutkan langkah kakinya.
"Mas sama bang Xander habis dari mana sih? bukannya kalian menyusul Angga? tapi kok Angga kembali ke ruangan terlebih dahulu" . Ujar Agatha pada mereka berdua.
"Eheum,, tadi kita ada urusan sebentar". Ujar Vino pada istrinya.
"Urusan apa mas?". Tanya Agatha pada sang suami.
"Ada deh sayang, urusan lelaki". Jawabnya pada sang istri.
"Heum yaudah deh kalau seperti itu". Ujar Agatha pada suaminya.
"Iyaa syaangg". Ujar Vino sambil menghampiri sang istri.
"Iyaa gapapa sayangg, karena Angga sudah jagoan melawan keempat orang tersebut". Jawabnya pada istrinya.
"Bukannya tenang malah ngga mas kamu menceritakan itu". Ujar Agatha pada suaminya.
"Iyaa Itukan kemauan kamu sayangku cintakuu istriku cantikku". Ujar Vino pada istrinya.
"Hehe iyaa juga ya mas". Ujarnya pada sang suami.
"Iyaa sayang". ujar Vino pada istrinya.
"Mas udah lama banget kayanya aku ngga denger suara kamu bernyanyi, mau dong di nyanyikan lagu romantis hehe". Ujar Agatha pada suaminya sambil tersenyum manis pada suaminya.
"Baiklah mas akan nyanyikan lagu yang romantis untuk istri mas yang cantik ini". Ujar Vino pada istrinya sambil tersenyum menatap istrinya.
Vino menarik nafasnya panjang sebelum memulai menyanyikan lagu untuk istrinya, hingga beberapa menit ia membuka matanya karena sedaritadi ia memejamkan matanya dan terlihat istrinya yanh tersenyum ceria.
If there were no words
No way to speak
I would still hear you
If there were no tears
No way to feel inside
I'd still feel for you
__ADS_1
And even if the sun refused to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart
Until the end of time
You're all I need, my love, my Valentine
All of my life
I have been waiting for
All you give to me
You've opened my eyes
And shown me how to love unselfishly
I've dreamed of this a thousand times before
But in my dreams I couldn't love you more
I will give you my heart
Until the end of time
You're all I need, my love, my Valentine
And even if the sun refused to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart
Until the end of time
'Cause all I need is you, my Valentine
You're all I need, my love, my Valentine
"Wah makasih mas". Ujarnya sambil bertepuk tangan serta matanya berkaca kaca.
"Iyaa sama sama syaang". Ujar Vino memeluk tubuh istrinya.
"Aku engga nyangka suamiku ini romantis nanget". Ujar Agatha sambil tersenyum ceria pada sang suami.
"Ya harus dong sayang". Ujarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ngga kerasa ya, puasa 19 hari lagi ya gays, ngga kerasa perasaan baru aja hari pertama puasa, besok udah mau ke 12 ramadhan aja hihi, semangat menjalani ibadah puasa nya bagi yang melaksanakan ibadah puasa ya gayss :)
Udah ada yang bocor belum ngga nih? berapa btw hehe maaf kepo :)
Jangan lupa juga, seperti biasa Like and Comment juga Vote ya gays :)
Makasih sebelumnya yang sudah membaca :) jangan hanya membaca saja tanpa adanya Like :(
Maaf sekali lagi kalau akhir akhir ini Author sering banget ketiduran yang membuat terlambatnya menulis novel, maafin Author ya gays:)
__ADS_1
#SNS2611