Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 52


__ADS_3

"Sayang, makan siang dulu nak". Ujar Felicia sambil mengetuk pintu kamar Agatha.


"Ah iya sebentar bun". Ujar Agatha sambil membuka pintu kamarnya.


"Ayok sayang makan siang dulu". Ujarnya sambil tersenyum pada anaknya.


"Iyaa Ayok bunda". ujarnya tersenyum pada bundanya.


Kini Agatha benar benar kembali merasakan kasih sayang dari kedua orangtuanya, sungguh Agatha merasakan kebahagiaan yang sangat dalam melebihi kebahagiaan nya bersama keluarga kecilnya, kini semuanya sudah berkumpul di ruang makan.


"Makan yang banyak ya sayang". Ujar Felicia menuangkan menu kesukaan anaknya.


"Bunda masih inget makanan kesukaan aku?". Tanya Agatha dengan berkaca kaca.


"iyaa masih inget dong sayang". Jawabnya sambil tersenyum pada anaknya.


"Makasih ya bunda". Ujar Agatha padanya.


"Iyaa syaang sama sama, udah yuk semuanya makan". Ujar Felicia pada anak, menantu dan cucunya.


"Iyaa siap oma, bundaa". Ujar mereka pada Felicia.


Agatha makan dengan lahap karena ia benar benar merindukan masakan bundanya, membuat Felicia menatapnya sendu karena tiga tahun yang lalu membuat anaknya menderita diluar sana, tetapi setidaknya ia bahagia melihat Agatha bahagia bersama Vino dan anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa, bahkan Agatha masih menambah karena memang nafsu makannya tinggi semenjak hamil, membuat yang lainnya tersenyum melihatnya.


"Bunda ini enak bangett". Ujarnya pada Felicia.


"Habiskan sayang jika memang enak". ujarnya sambil tersenyum pada anaknya.


"Tapi Agatha mulai kenyang bunda". Ujarnya pada sang bunda.


"Yaudah kalau kenyang jangan dilanjutkan Syaang". Ujar Felicia menatap anaknya.


"Yaudah kalau gitu bunda, Agatha juga ngantuk banget kebanyakan makan". Ujarnya dengan perlahan tertidur di meja makan.


"Astaga ini benar benar anak lo sukanya mageran Vin". Ujar Reno saat menatap adiknya.


"Mau bagaimana lagi? semoga saja tidak masa mageran kaya Suga BTS aja". Ujar Vino pada nya.


"Ya siapa tau kan". Ujarnya pada Vino.


"Lebih baik kamu bawa istrimu ke kamar Vin". Ujar Dion pada menantunya.


"Baikk ayah". Ujarnya sambil menggendong istrinya.


"Hati hati bawanya". Ujar Bintang pada adik ipar serasa abang.


Beberapa menit kemudian Vino kembali menghampiri mereka yang sedang berkumpul diruang keluarga, ia menatap kelima anaknya yang sedang asik bermain kecuali Angga yang membaca buku bisnis pemberian Dion, Vino kini menerima mereka dengan damai walaupun awalnya ia masih kesal.


"Oh ya Vin, adek lo belum ada yang mau nikah?". Tanya Bintang padanya.


"Heum belum, mereka mau fokus sama kuliahnya". Jawabnya pada Bintang.

__ADS_1


"Hebat ya adek lo udah jadi sarjana masih aja mengambil kuliah". Ujar Bintang padanya.


"Iyaa jelas lah mereka juga kan pintar bang". Ujar Radit pada abangnya.


"Oh ya? sepintar ponakan abang?". Tanya Bintang sambil terkekeh.


"Kita saja terkalahkan oleh mereka". Ujar Bastian menatap kelima ponakannya.


"Benar banget tuh apa yang dibilang sama Mas Tian". Ujar Cindya pada mereka.


"Eh panggilannya ganti nih bukan Mas Babas lagi?". Tanya Bintang menatap adik iparnya.


"Iyaa soalnya panggilan itu banyak membuatku sakit" Jawab Cindya membuat mereka terdiam.


"Sayang maafin mas, jangan marah dong". Ujar Bastian pada istrinya.


"Siapa yang marah coba?". Tanya Cindy menatap heran pada suaminya.


"Kamu sayang, jangan bahas masa lalu ya". Jawabnya memeluk istrinya.


"Bang Bintang yang mulai duluan salahkan saja dia mas". Ujarnya sambil terkekeh padanya.


Bintang yang mendengar itupun mendelik sementara yang lainnya terkekeh begitupun dengan Vino, hingga beberapa menit kemudian Agatha keluar dari kamarnya memghampiri mereka yang sedang asik berbincang lalu duduk dilahunan suaminya membuat yang lain melotot.


"Sayang kamu ngapain duduk disana?". Tanya Reno menatapnya horor.


"Kenapa sih emangnya?". Tanya Agatha pada abangnya.


"Kenapa sih bang? sensi banget terserah Adek dong". Ujar Agatha membuat mereka menghela nafansya kesal.


"Syang, duduk di kursi kamu mau membangunkan sesuatu syaang?". Tanya vino pada istrinya..


"Hufy iyaa deh iyaa". ujarnya segera pindah dari lahunannya.


"Adek kenapa udah bangun aja?". Tanya Bintang membuat Agatha lupa awal tujuannya keluar.


"Lapar bang". Jawabnya pada abangnya.


"Lapar ?padahal tadi makan banyak loh sayang". Ujar Bintang pada adiknya.


"Ya terserah aku dong". Ujarnya sambil memeluk lengan suaminya.


Akhirnya mereka kembali menonton Agatha yang makan dengan banyak, Vino dan yang lainnya hanya menggelengkan kepalanya saat bumil satu ini menambah kembali, hingga beberapa menit kemudian Agatha selesai memakan makanannya hingga membuatnya sendawa.


"Upss maaff ya". Ujar Agatha kikuk.


"Haha gapapa syaang". Ujar Vino pada istrinya.


"Mas tapi kayanya aku ngidam lagi". Ujar Agatha membuat mereka semua terkejut.


"Ngidam apa syang?". Tanya Vino berusaha tidak terkejut.


"Pengen ketemu Alena mas". Jawabnya membuat mereka terdiam.

__ADS_1


"Kenapa pada diam?". Tanya Agatha pada mereka semua.


"Gapapa Syaang". Jawab Felicia mengelus rambutnya.


"Yaudah kita bawa Alena kesini sayang". Ujarnya pada sang istri.


"Beneran ya mas?". Tanya Agatha pada suaminya.


"Iyaa beneran sayang". Jawab Vino pada istrinya.


Angga yang sedaritadi diam tersenyum tipis karena ayahnya akan membawa Alena ke rumah, entah kenapa Angga sangat senang melihat senyuman Alena membuat nya selalu berpikir senyuman Alena terbuat dari permen karena sangat manis.


"Sstt abangg kenapa sih senyum senyum sendiri?". Tanya Indira membuat yang lain menatap Angga.


"Hah? siapa yang senyum senyum sendiri? engga kok". Ujar Angga dengan tegas.


"AAH masa bang?". Tanya Agatha menatap anaknya.


"Beneran bunda". Jawab Angga pada bundanya.


"Iyaa deh percaya bang". Ujarnya dengan senyuman menyebalkan bagi Angga.


"Angga ke kamar dulu". Ujarnya sambil berlari dengan cepat karena tatapan semua orang menatapnya.


Agatha dan yang lainnya tertawa melihat tingkah laku Angga, hingga beberapa menit kemudian Vino datang bersama Alena, terlihat gadis kecil itu menunduk karena malu membuat Indira langsung menghampiri nya.


"Haii adekk maniss". Ujarnya pada Alena.


"Ah Haii kak". Ujar Alena dengan kaku.


"Cepatlah bunda merindukanmu, dia mengidam ingin bertemu denganmu Alena". Ujar Indira menarik tangan Alena.


"Halo semuanya". Ujar Alena menatap mereka satu persatu tetapi tidak melihat pria kecil itu.


"Kamu cari siapa Al?". Tanya Satya padanya.


"Heum Kak Angga". Jawabnya dengan menunduk.


"Ah Angga lagi ada tugas, jadi ngga ikut kumpul". Ujar Satya membuat Alena menunduk.


"Kamu bisa main bersama mereka sayang"..Ujar Agatha pada nya.


"Ah iya tante". Ujar Alena pada Agatha.


"Eh kok tante, bunda dong". Ujar Agatha mengelus rambut Alena.


"Ah iya tan-eh bunda". Ujar Alena dengan tersenyum tipis pada nya.


Tanpa mereka sadari, Angga melihatnya dari lantai atas, ia melihat Alena yang tertawa bersama kembarannya, ia merasa bersyukur melihatnya dariapda melihat Alena menangis pilu pikir Angga, membuat Agatha yang menyadarinya pun tersenyum.


Beberapa menit kemudian anak anaknya tertidur sebab kelelahan begitupun dengan Alena yang tidur memeluk Indira, bahkan Indira membalas pelukan Alena membuat Agatha memotretnya untuk ia jadikan kenang kenangan.


Semoga kamu selalu bahagia ya sayang. Batin Agatha menatap Alena yang tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2