
Dua Bulan Kemudian..
"Sayangg kapan kamu akan sadar?". Tanya Rafa dengan sedih menatap calon istrinya.
"Kamu yang sabar sayang". Ujarnya pada anaknya.
"Tapii mom, aku engga bisa membiarkan Orang yang membuat Dira kesayangan ku koma gini mom". Ujarnya dengan sedih bercampur dengan emosi.
"Sayangg sabar okee". Ujar Rachel pada anaknya.
"Ngga bisa, dia harus dihukum mati mom" Ujar Rafa dengan emosi.
Agatha dan Vino saling melirik melihat betapa emosinya Rafa, mereka pun selaku kedua orangtua Indira merasakan hal yang sama, Angga menatap adiknya yang masih belum sadarkan diri, padahal mereka rencana akan menikah barengan.
"Dek, bangun dongg, katanya mau nikah barengan". Ujar Angga pada adiknya.
"Iyaa benar tuh apa yang dibilang Angga sayang, kamu bangun ya". Ujar Rafa pada Indira.
"Heum, kapan Kak Dira akan sadar dari komanya bunda?". Tanya Sagara pada bundanya.
"Bunda juga ngga tau sayang, banyak berdoa aja ya sayang". Jawabnya pada anaknya dengan sedih.
"Sayang, jangan sedih lagi ya, harusnya kamu menghukum mati Senja bukan hanya menghukum penjara selamanya". Ujar Vino pada istrinya.
"Loh itu kan kamu yang memberikan hukumannya mas, kok jadi nyalahin aku sihh". Ujarnya dengan kesal.
"Iyaa maaf sayang, maafin mas ya". Ujar Vino pada istrinya.
"Tau ah, aku kesel sama kamu mas". Ujar Agatha sambil memalingkan wajahnya.
"Sayang, maafin mas dongg". Rengek Vino membuat seluruh orang di dalam ruangan menatapnya.
"Beneran ngga nyangka ternyata sahabat gue ini bisa ngerengek". Ledek Deon pada Vino.
"Biarin aja sih". Ujar Vino dengan kesal padanya.
"Hahaha iyaa deh iyaa". Ujar Deon sambil tertawa menatap sahabatnya.
Beberapa jam kemudian Deon serta keluarga kecilnya meninggalkan ruangan Indira, Angga menatap adiknya dengan sedih dan itu telihat oleh Alena yang juga merasakan apa yang dirasakan oleh Angga, hingga beberapa menit kemudian Alena beroamitan pada mereka untuk pulang.
"Sayang, aku antar aja ya". Ujar Angga pada Alena.
"Ngga usah, aku bawa mobil kok". Ujar Alena padanya.
"Tapi tetap saja aku khawatir sayang". Ujar Angga pada Alena.
"Udah ngga usah khawatir, aku bakalan jaga diri aku dengan baik ko". Ujarnya pada Angga.
"Heum yaudah kalau gitu aku awasi kamu dari belakang aja deh, ga tenang loh". Ujar Angga padanya.
__ADS_1
"Haishh, yaudah gimana kamu aja syaang". Ujarnya pada Angga.
"Oke kalau gitu". Ujar Angga sambil tersenyum pada kekasihnya.
Mereka bersamaan keluar dari rumah sakit menuju parkiran, tak sengaja mereka melihat adanya seseorang yang mereka benci, dia adalah Hendra saudara jauh Senja yang selalu memohon untuk membebaskan Senja dari penjara.
"Mau apa lagi anda kemari?". Tanya Angga dengan datarnya.
"Saya mohon, tolong bebaskan saudara saya". Ujarnya pada Angga.
"Setelah apa yang telah dia perbuat, seenaknya kamu meminta dia dibebaskan?!! tidak bisa!! nyawa harus dibayar dengan nyawa!!". Ujar Angga dengan tegas.
"Apapun syaratnya saya mohon bebaskan saudara saya". Ujarnya sambil memegang kaki Angga.
"Lepaskan!! sudah saya bilang bukan, saya tidak akan membebaskan nya!!". Ujarnya dengan kesal.
"Sabar sayang, lebih baik sekarang kita pergi". Ujar Alena mengelus lengan Angga.
"Huft baiklah sayang". Ujar Angga pada Alena.
"Minggir". Ujarnya lagi menatap tajam Hendra.
Angga dan Alena melewati Hendra yang sudah tidak menghalangi jalan mereka berdua, mereka memasuki mobilnya masing masing dengan cepat karena cuaca yang tidak mendukung, ya hujan tiba tiba membesar membuat mereka dengan cepat memasuki mobilnya.
"Sayang, kamu jalan duluan aku ikuti dari belakang". Ujar Angga pada Alena.
"Oke sayangg". Ujar Alena sambil tersenyum padanya.
"Okew siap komanda". Ujar Alena pada Angga.
"Siip kalau begitu, itu baru calon istri aku yang penurut". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada Alena..
"Konsen aja bawa mobilnya sayang". Ujarnya kembali pada Alena.
"Iyaa sayang". Ujarnya tanpa melihat mobil Angga.
Beberapa jam kemudian mereka sampai dirumah kediaman keluarga Alena, untung saja hujan sudah reda saat mereka sampai disana, Alena keluar dari mobilnya tidak dengan Angga yang hanya menatap sang calon istrinya.
"Kamu engga akan masuk dulu ke rumah sayang?". Tanya Alena pada Angga.
"Engga usah, aku langsung balik lagi aja ke rumah sakit, kamu masuk sana". Jawabnya pada Alena.
"Aduhh mending masuk dulu deh, soalnya kebetulan mami menyuruhku untuk membawa kamu masuk ke rumah". Ujar Alena pada Angga.
"Haishh, iyaa udah sebentar". Ujar Angga padanya.
"Abangg, kakak udah pulang nih?". Tanya Kenand pada mereka berdua.
"Yaudah dongg, kalau belum kita engga akan ada di depan kamu ini sekarang , oh iyaa mami mana?". Tanya Alena pada adiknya.
__ADS_1
"Ada di dapur kak". Jawab Kenand pada kakaknya.
"Yaudah panggil dulu mami kesini". Ujar Alena padanya.
"Yaudah bentar kak , Kenand panggilkan dulu". Ujarnya di angguki oleh Alena.
Sambil menunggu maminya, Alena dan Angga saling bercerita tentang kejadian hari ini, hingga beberapa menit kemudian datanglah sosok yang ditunggu tunggu oleh mereka berdua.
"Eh kalian udah Dateng aja nihh, kebetulan mami barusan bikin bolu kesukaan kalian berdua, sebentar mami ambilkan dulu ya". Ujar mami Bella pada anaknya.
"Ehh miih kan baru aja duduk masa udah mau ninggalin kita berdua sihh". Ujar Alena pada mami nya.
"Biar Kenand ambilkan mam, mami duduk aja yaa". Ujar Kenand pada mami nya.
"Yaudah makasih ya sayang". Ujarnya diangguki oleh Kenand.
"Ohh iyaa bagaimana kondisi Dira sayang?". Tanya mami Bella pada Angga.
"Ya Dira koma mam, rasanya Angga ngga bisa lihat Dira dengan keadaan seperti itu, sangat menyakitkan mam". Jawabnya dengan sedih pada calon mertuanya.
"Mami turut berdoa untuk kesembuhan Dira ya sayang, bukannya Dira ingin sekali menikah bareng bersama kalian berdua". Ujarnya pada Angga.
"Ya semoga saja Dira cepat sadar mam". Ujar Angga pada mami Bella.
"Nihhh bolu nya , silahkan di cicip apakah ada yang kurang". Ujar Kenand tiba tiba membuat mereka terkejut.
"His kamu ini dekk, bikin kanget aja sih". Ujar Alena pada sang adik.
"Hehehe i'm sorry". Ujarnya sambil terkekeh pada mereka bertiga.
Hingga beberapa menit kemudian Angga berpamitan pada mereka semua , setelah dirasa puas bercerita berbagai hal pada mereka , Alena menatap mobil Angga yang sudah menjauhh.
"Hufftt semoga saja kita selalu di lindungi oleh tuhan dari para bahaya". Gumamnya sambil mengaminkan dalam hati.
"Seandainya aku bertemu dengan pelakor itu , arghh rasanya ingin ku bunuh uhh". Ujarnya dengan pelan.
Alena memasuki rumahnya kembali setelah merasa tenang, mami Bella serta para adiknya menatap Alena tanpa mengerti maksudnya, membuat Alena mengangkat alisnya pada mereka.
...****************...
Nulis Bab \= 20 September 2023
Update Bab \= 21 September 2023
Maafkan Author yang baru update setelah sekian lama , karena dulu hp author rusak jadi ganti hp deh , selama beberapa bulan author juga lagi manja manjanya sama suami hehe
Yang berbeda sekarang adalah , author sudah tidak bekerja lagi semenjak pernikahan author dengan suami, di karenakan author nya juga capek + emang udah ada yang nafkahin aja sih :)
Sekarang author sudah menikah nihh, maaf ya ngga ada kabar ke kalian selama beberapa bulan hihii :) kabar bahagianya author akan kembali update novel lagi hehe
__ADS_1
Jangan lupa terus kasih karyaku Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)