
Semenjak Indira sadar dari komanya, penjagaan mereka semakin ketat karena masih berbahaya , bisa saja Senja berkerjasama dengan seseorang untuk menghancurkan kembali rumah tangga Agatha dan Vino.
"Bangg". Panggil Indira pada Rafa.
"Iyaa sayang kenapa?kamu butuh sesuatu?". Tanya Rafa pada Indira.
"Engga , aku cuman mau tau , hukuman apa yang diberikan pada Tante itu?". Tanya Indira pada calon suaminya.
"Hukuman mati sayang". Jawab Rafa pada calon istrinya.
"Yang benerr bang?". Tanya Indira pada Rafa.
"Iyaa bener dong sayang , masa aku bohong". Jawab Rafa pada calon istrinya.
"Hum baguslah kalau begitu". Ujar Indira pada calon suaminya.
Beberapa menit kemudian datang Alena membuat mereka berdua menoleh , karena hanya mereka berdua saja yang berada di ruangan , Alena yang melihat itupun segera menghampiri Rafa serta Indira.
"Ada apa Al?". Tanya Vino yang baru saja datang bersama Agatha.
"Eh ayah bunda, Alena kesini mau ngusulin ide yang waktu itu kita bicarakan". Jawabnya pada Vino.
"Ohh yaa , tunggu Abang Reno datang yaa, baru kita bahas ini". Ujar Agatha pada calon menantunya.
"Heum baiklah bunda". Ujar Alena pada Agatha.
"Oh ya, kamu ga bareng sama Angga kesininya?". Tanya Agatha pada calon menantunya.
"Engga bunda ,aku kesini sendirian , karena Angga kan ada kerjaan". Jawab Alena pada calon mertuanya.
"Ohh begitu, kirain bunda kamu bareng Angga". Ujar Agatha pada Alena.
"Engga bunda". Ujarnya pada Bunda Agatha.
"Oh iyaa kamu udah sarapan sayang?". Tanya Agatha pada calon menantunya.
"Udah kok bunda ,tadi sebelum kesini Alena sarapan dulu". Jawabnya pada Bunda Agatha.
"Syukurlah kalau kamu udah sarapan , bunda takutnya kamu belum sarapan sayang". Ujar Bunda Agatha pada calon menantunya.
"Gapapa kok bunda ,lagian aku ini kuat kok". Ujarnya sambil terkekeh pada calon mertuanya.
Mereka semua terus saja berbincang dengan riang sambil menunggu kedatangan Reno serta keluarga kecilnya , hingga beberapa menit kemudian Reno serta keluarga kecilnya tiba diruangan.
"Syukurlah Abang udah Dateng". Ujar Agatha saat melihat abangnya.
"Emangnya kenapa? Kalian nungguin Abang?". Tanya Reno sambil mendudukkan dirinya di kursi sofa.
__ADS_1
"Iyaa kita nungguin Abang ,karena Alena ingin membahas masalah Senja bang". Jawab Agatha pada abangnya.
"Oh ya terus gimana jadinya? Kamu udah ada jalan solusi yang tepat kan Al?". tanya Reno pada Alena.
"Udah kok om, solusi kali ini sangat tepat". Jawabnya pada Reno.
"Lebih baik kita bicarakan semua ini di ruangan khusus, karena takut menggangu Indira". Ujar Reno pada mereka.
"Ihh kenapa harus di ruangan khusus sih Uncle? Lagian Indira juga pengen tau". Ujar Indira menyahuti uncle nya .
"Iyaa tau sayangg , cuman kamu kan belum pulih bener jadi nanti aja ayah yang ceritakan ya". Ujar Vino menatap anaknya.
"Heum yaudah deh iyaa". Ujarnya pada sang ayah .
"Tapi masa Indira sendirian?". Tanya Indira menatap mereka semua.
"Kan masih ada aunty sayang". Jawab Kinara pada ponakannya.
"Ohh iyaa yaa". Ujar Indira sambil mengangguk anggukkan kepalanya.
Mereka semua pergi ke ruangan khusus untuk membicarakan hal mengenai Senja , setelah mereka pergi datanglah Angga seorang diri dengan membawa makanan kesukaan Indira.
"Loh kok cuman ada Indira sama Aunty, yang lain kemana?". Tanya Angga sambil duduk di samping Aunty nya.
"Yang lain lagi membahas masalah Senja di ruangan khusus , btw kamu bawa apaan tuh?". Tanya Kinara pada keponakannya.
"Ngga usah sayang , Aunty masih kenyang". Ujar Kinara pada ponakannya.
"Heum yaudah kalau gitu". Ujar Angga sambil membuka makanan untuk adiknya.
"Nih dek, makan dulu". Ujar Angga pada adiknya.
"Wih Makasih ya bang". Ujarnya pada abangnya.
"Iyaa sama sama dek". Ujar Angga pada adiknya sambil mengusap rambut sang adik.
Sedangkan ditempat khusus, mereka sedang serius membahas soal Senja , hingga pada akhirnya mereka sudah mendapatkan jalannya , yaitu mereka akan meminta bantuan Papi Alena karena banyak temannya yang ahli mencari seseorang di belakang Senja.
"Udah fiks yaa minta bantuan dari papi?". tanya Alena pada mereka.
"Iyaa udah fiks Al". Ujar mereka pada Alena.
"Yaudah kalau gitu kita kembali ke ruangan Indira aja, takutnya mereka menunggu kita lama". Ajak Alena pada mereka semua.
"Yaudah ayok sayang ,bareng bunda sama ayah yaa". Ujar Bunda Agatha menggandeng tangan Alena.
"Iyaa ayok bunda". Ujarnya sambil tersenyum manis pada calon mertuanya.
__ADS_1
"Oh ya sayang , kamu benar benar akan menikah bersamaan dengan Rafa dan juga Indira?". Tanya Bunda Agatha pada Alena.
"Tentu saja bunda , aku gamau Indira sedih Bun". Jawabnya pada Bunda Agatha.
"Heum baiklah kalau begitu, semoga saja semuanya berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan". Ujar Bunda Agatha pada Alena.
"Iyaa aamiin Bun". Ujar Alena sambil tersenyum manis pada Bunda Agatha.
Beberapa menit kemudian mereka sampai diluar ruangan Indira, saat akan memasuki ruangan tiba tiba ponsel Alena berdering membuat mereka menoleh pada Alena , Alena berpamitan untuk mengangkat telepon sebentar.
Menyambungkan...
"Halo pih, kenapa?"
[Sayang kamu di rumah sakit? Kamu harus berhati hati mulai sekarang sayang]
"Memangnya kenapa pih?"
[Orang yang ada di belakang Senja selama ini berpencar , mereka selalu ada di rumah sakit untuk melihat kalian semua , ada juga yang selalu berkunjung ke penjara sayang , kamu harus hati hati , ingatkan juga pada yang lainnya sayang]
"Okee siap pih, nanti Alena sampaikan pada mereka semua"
[Oke sayang, yaudah papi matikan yaa]
"Okee pih"
Setelah mengakhiri percakapannya bersama papi nya, Alena memikirkan berbagai hal yang ia takutkan akan terjadi , tapi ia langsung menepis pemikiran tersebut membuat Agatha yang melihatnya dari kejauhan khawatir.
"Sayang kamu gapapa kan?". Tanya Bunda Agatha khawatir.
"Engga papa kok Bun". Jawabnya pada Bunda Agatha.
"Beneran sayang ?". Tanya Bunda Agatha pada Alena.
"Beneran, Alena gapapa kok bunda, udah yuk masuk Bun". Jawabnya sambil mengajak masuk ke ruangan Indira dirawat.
...----------------...
Nulis Bab \= 06 Oktober 2023
Update Bab \= 07 Oktober 2023
Maaf yaa kalau misalkan author updatenya jarang lagi, di karenakan sedang tidak enak badan gays ,mohon perhatiannya yaa untuk semuanya karena lagi musim flu batuk jadi author pun sakit :(
Maaf mungkin update akan dua hari sekali soalnya kadang keyboardnya ngga muncul lagi nulis naskahnya , mohon di maklum sekali lagi ya gays sungguh bukan kemauan author loh :(
Author juga belum sembuh dari sakitnya gays, rasanya capek banget kalau udah sakit flu batuk teh, beberapa kali muntah author tuh , jadi kadang update juga jadi tiga hari sekali kadang dua hari sekali , mohon di maklumi ya gays:)
__ADS_1
Jangan lupa terus kasih karyaku Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)