Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 92


__ADS_3

Setelah tau alasan dari Alena, kini baik Angga atau saudaranya begitu dekat dengan Alena, bahkan Sagara selalu mencuri start mereka berlima membuat Angga kesal pada adiknya itu.


"Sabar, Sagara masih kecil bang". Ujar Indira pada abangnya.


"Sabar apanya? tiap hari dia curi Start mulu". Ujarnya dengan kesal sambil menatap adiknya.


"Ssstt, udah ah jangan ribut terus kalian itu". Ujar Agatha pada anak anaknya.


"Hehe maaf ya bunda". ujar mereka pada Agatha.


"Iyaa gapapa sayang". Ujar Agatha pada mereka.


"Kak Nana, pengen dicium dong pipi aku". Ujar Sagara membuat Angga kesal.


Enak aja, aku aja belum pernah, dia sekarang pengen curi start lagi!!. Batinnya berteriak kesal.


Alena yang melihat kekesalan Angga pun tidak menuruti perintah Sagara, membuat Angga senang saat melihatnya tetapi kesenangannya hanya sesaat saja, karena Sagara lah yang mencium pipi Alena dan itu membuat Alena tertawa saat melihat Angga semakin kesal..


"Senang banget kayanya kamu tuh". Ujar Angga pada Alena.


"Iyaa senang dong, habisnya kamu lucu kalau kesal begitu Ga". Ujar Alena sambil tertawa kecil pada Angga.


"Heum iyaa deh iyaa serah kamu aja Ra". Ujarnya sambil memalingkan wajahnya.


"Makin gemes tau, kalau kamu gitu Ga". Ujar Alena pada Angga..


"Yayaya terserah". Ujarnya yang masih kesal pada Alena yang mentertawakannya.


"Udah dongg jangan cemberut lagi Ga, lagian nanti juga aku tetap sama kamu bukan sama Sagara kan". Ujarnya pada Angga.


"Tau ah, kamu nyebelin". Ujar Angga pada Alena.


"Ihh jangan gitu dong Gaga". Ujarnya pada Angga tetapi Angga hanya diam saja..


"Saga, Bantu kakak bujuk bang Angga dongg". Ujar Alena sambil memelas pada Sagara.


"Heum baiklah akan Saga bantu". Ujarnya sambil beranjak menghampiri abangnya yang tengah merajuk padanya.


"Bangg jangan diamin Kak Alena dongg, kasian loh bangg, maaf deh kalau Saga buat abang merajuk". Ujar Sagara pada Abangnya.


"Abangg ihh". Ujar Sagara karena abangnya hanya diam saja.


"Abangg lihat itu Kak Alena pingsan". Ujar Saga kembali membuat Angga langsung menoleh..

__ADS_1


Dan benar saja Alena pingsan karena ia melupakan sesuatu phobia, ia melihat darah dibaju seseorang yang tadi melewati ruangannya, Angga yang melihat itupun langsung memencet tombol disamping ranjang Alena.


Beberapa menit kemudian Alena tersadar dari pingsannya, membuat Angga serta yang lainnya menatap Alena dengan khawatir terutama Angga, Alena yang melihat itupun tersenyum tipis pada mereka untuk memastikan bahwa ia baik baik saja.


"Beneran ngga papa sayang?". Tanya Bella pada anaknya.


"Beneran ngga papa mamii, aku cuma lihat darah tadi, jadinya pingsan deh". Jawabnya pada Maminya.


"Emangnya kamu lihat darah dari mana?". Tanya Xander pada putrinya.


"Tadi ada pasien lain yang melewati ruangan aku pihh". Jawab Alena pada papinya.


"Terus apa hubungannya sayang?". Tanya Bella merasa bingung pada anaknya.


"Iyaa karena baju dia berdarah mam". Jawabnya pada maminya.


"Ohh gitu, pantas saja, syukurlah kalau begitu sayang". Ujar Bella pada anaknya.


"Iyaa mamii". Ujar Alena pada maminya.


"Raa, maafin aku yaa". Ujar Angga padanya.


"Maaf kenapa Ga?". Tanya Alena pada Angga.


"Maaf kalau aku terlalu kekanakan". Jawabnya sambil menundukkan kepalanya.


"Heum iya gappaa kok Ra". Ujar Angga pada Alena sambil tersenyum tipis.


Beberapa jam kemudian Agatha dan keluarga kecilnya berpamitan pada Alena serta Bella dan Xander, Alena tersenyum menatap mereka yang selalu setia menemaninya membuatnya teringat saat masih kecil, Angga selalu bersikap manja hanya pada dirinya saja yang jelas bukan siapa siapa Angga.


"Mungkin kamu berbeda dengan kita, mungkin Angga memang menyukai kamu Al". Ujar Satya pada Alena.


Hanya perkataan Satya tentang Angga lah yang di ingat oleh otaknya tersebut, sedangkan Agatha serta keluargaa kecilnya selama dalam perjalanan pulang mereka terus saja berbincang riang , kecuali Angga yang memang tidak pernah bergabung pada mereka semua.


Memang hanya Alena lah yang bisa membuat sikapnya berubah. Batin Agatha saat menatap putranya yang hanya menatap pemandangan dari jendela mobil.


"Angga sayang, bunda perhatikan sedaritadi kamu terlihat termenung, merenungkan apa sih sayang?". Tanya Agatha pada anaknya dengan seolah tidak mengetahuinya.


"Aku tidak sedang termenung bunda, tapi aku sedang melihat pemandangan dari jendela mobil saja". Jawabnya menatap bundanya.


"Kirain bunda kamu sedang merenungkan sesuatu". Ujar Agatha pada anaknya.


"Engga kok bunda". Ujar Angga pada bundanya.

__ADS_1


"Beneran sayang?". Tanya Agatha menatap anaknya dengan intens.


"Beneran bunda, buat apa juga Angga bohong sama bunda, ngga ada kerjaan amat". Jawabnya pada sang bunda.


"Heum iya deh bunda percaya sama kamu sayang". Ujar Agatha pada anaknya.


"Iyaa lah bunda harus percaya sama aku". Ujarnya sambil terkekeh membuat Agatha dan yang lainnya terkejut mendengarnya.


"Abangg, ini abang aku kan? bukan setan?". Tanya Indira memegang kening abangnya.


"Yaiyalah ini abangg, enak aja setan". Gerutu Angga pada adik kembarannya.


"Tapi setau aku, abang aku tuh dingin dan datar bangettt". Ujarnya sambil terkekeh pada abangnya.


"His serah kamu lah dek". Ujarnya pada adiknya.


"Yaiya dong harus terserah aku". Ujarnya sambil menjulurkan lidahnya pada abangnya.


"Nyebelin banget sih adik abang yang cantik ini". Ujar Angga mencubit gemas pipi sang adik.


"Ih abangg sakitt tau". Ujar Indira pada abangnya.


"Habisnya kamu gemesin dek". Ujarnya sambil tertawa kecil membuat Agatha merasa senang melihat perubahan anaknya.


"Makasih abangg, aku memang ngegemesin kok dari lahir". Ujarnya sambil terkekeh pada abangnya.


"Hahaah iyaa deh iyaa adik abang emang udah ngegemesin dari lahir". Ujar Angga sambil tertawa pelan pada adik kembarannya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah kediaman mereka, Angga serta saudaranya yang lain turun dari mobil sementara Vino hanya diam saja di mobilnya, karena ia akan langsung pergi ke kantor sebentar untuk mengambil berkas yang akan ia kerjakan dirumah.


Agatha melihat kepergian suaminya sebelum akhirnya ia memasuki rumahnya, ia bergabung dengan anak anaknya untuk duduk di ruang tengah, membuat anak anaknya senang melihat bundanya gabung.


...****************...


Nulis Bab \= Sabtu, 08 April 2023


Update Bab \= Minggu, 09 April 2023


Semangat terus ya gays, menjalani ibadah puasa Ramadhan 1444 Hijriyah nya :)


Ngga kerasa lebaran 12 hari lagi ya gays :( Maaf kalau author banyak kesalahan ya :)


Author mulai lanjut ngetik jam 15.40 sore gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis baru ada 300 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)

__ADS_1


Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 7 malam sepulang kerja gays, jadi maaf kalau lama ya karena aku juga bukan hanya menulis satu bab untuk satu novel tapi ada tiga novel gays, jadi aku selang seling nulisnya gays hehe :)


Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)


__ADS_2