Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 10


__ADS_3

Sasha tersenyum senang melihat kepergian Agatha dari rumah saat itu, kini ia berhasil mengganti posisi Agatha menjadi adik dan anak keluarga Bramastian, Sasha sangat puas rasanya berada di rumah kediaman Bramastian.


"AGATHA!! GATHA MANA!!". Teriak seseorang pada mereka.


"Jangan sebut nama ****** ituu!!". Ujar Reno padanya.


"Benar apa yang dibilang abang, jangan menyebut nama itu di depan kami". Ujar Bastian padanya.


"Kalian keterlaluan!! kamu Sasha!! kamulah dalang dari semua yang terjadi kan!!". Teriaknya marah membuat Sasha memeluk Felicia pura pura takut.


"Cindy!! apa apaan kamu!! kenapa malah nyalahin putri bunda?". Teriak Felicia kesal.


"Hahaha ga nyangka tante juga terhasut". Ujarnya pada Felicia.


"Apa perlu aku bongkar sekarang? atau nunggu kalian menyesal terlebih dahulu haha". Ujar Cindy lalu pergi meninggalkan keluarga tersebut.


Reno serta adik adiknya terdiam melihat amarah Cindy untuk yang pertama kali mereka lihat, Reno menjadi teringat bahwa dia pernah menyuruh Agatha untuk menjaga jarak dengan Sasha, tetapi keadaan begitu kacau.


Sasha tersenyum smirk tanpa mereka ketahui, Radit menoleh padanya, karena amarah dan tanpa pikir panjang membuat nya mengusir adik kesayangannya, tetapi mengingat foto serta video kemarin membuatnya kecewa kembali.


"Sasha, kamu berangkat bareng abang". Ujar Radit pada Sasha.


"Iyaa bang". Ujarnya pada Radit.


"Sekarang kita lebih baik sarapan aja dulu". Ujar Felicia pada mereka.


"Baik bunda". ujar mereka pada Felicia.


Sedangkan Agatha kini sedang tidak nafsu makan, tetapi jika ia mengingat dengan keberadaan janin yang ada di perutnya , Agatha selalu berusaha memasukkan makanan tersebut walau mual tidak tertahankan, di tempat yang berbeda juga sama halnya seperti Agatha.


Vino yang baru saja tiba di rumah mual, membuat semua keluarganya menatap khawatir, segera saja Mommy Elvina menghampiri putranya, ia mengurut leher belakang anaknya, beberapa menit kemudian Vino begitu lemas sekali.


"Ya ampun sayang, kamu kenapa? masuk angin?". Tanya Mommy Elvina padanya.


"Kayanya mom". Jawab Vino dengan lemas.


"GEA GIA BANTU MOMMY". teriak Mommy Elvina membuat kedua adik kembar Vino datang tergesa gesa.

__ADS_1


"Kenapa mom?". Tanya Gea padanya.


"Abangmu pingsan, tolong bantu Mommy angkat". Jawab Mommy Elvina padanya.


Beberapa menit kemudian Elvina dan kedua anak perempuannya telah memasukkan Vino kedalam kamar yang berada di bawah, serta menghubungi dokter Bryan yang memang selalu menjadi dokter pribadi di keluarga Vino.


"Kenapa bisa pingsan tante?". Tanya Bryan padanya.


"Gatau deh, kayanya masuk angin kali, soalnya tadi habis mual gitu dia lemes langsung pingsan". Jawab Elvina padanya.


"Ah baiklah Bryan periksa dulu tante". Ujar Bryan diangguki oleh nya.


Beberapa menit kemudian Bryan keluar kamar Vino dengan ekspresi yang sulit di mengerti , Elvina dan kedua anak perempuannya menghampiri Bryan yang sedang menatap mereka dengan tatapan sulit dimengerti.


"Bryan gimana keadaan Vino?". Tanya Elvina padanya.


"Tante, ini sedikit aneh deh, Bryan rasa Vino ngga sakit atau masuk angin tapi kaya orang yang sedang mengalami sindrom couvade tan, apakah Vino menghamili anak orang?". Tanya Bryan dengan hati hati.


"Hah? bagaimana mungkin? dia dekat dengan perempuan saja tidak pernah Yan, hingga tante kadang mikir, apa Vino guy? tapi setelah mendengar apa yang kamu bilang Tante jadi yakin anak tante bukan Guy". Ujarnya dengan tersenyum senang.


"Yaudah tante, Bryan pamit ya". Ujarnya diangguki oleh Elvina.


Vino datang ke rumah kediaman Bramastian dengan perasaan yang begitu ingin ia ungkapkan, saat tiba disana ia tertegun melihat pemandangan dihadapannya, Sasha dipanggil putri serta adik oleh keluarga Bramastian sedangkan Agatha sendiri entah ada dimana.


"Selamat siang semuanya". Sapa Vino pada mereka.


"Wih tumben bro, lo kesini?". Tanya Bintang padanya.


"Sebenernya gue kesini mau nanya sama kalian semua". Ujar Vino pada mereka.


"Mau nanya apa emangnya Vin?". Tanya Dion padanya.


"Agatha, apakah ia pulang ke rumah?". Tanya Vino pada mereka.


"AGATHA? SIAPA DIA? GUE GA KENALL!!". Teriak Bastian padanya.


"Maksud kalian apa sih? Agatha kan adik perempuan kalian satu satunya". Ujar Vino dengan bingung.

__ADS_1


"Gue ngga mau punya adik kaya ******". Ujar Bintang padanya.


"Ini sebenernya ada apa sih? tante om? jelasin sama Vino ini sebenernya ada apa?". Tanya Vino menatapnya.


"Dia pulang dengan keadaan berantakan bahkan memakai kemeja yang ukurannya gede". Jawab Sasha dengan sinis.


Vino terdiam lalu menatap nya sinis pada Sasha, ia sekarang tau siapa yang berada bersama nya saat itu, Vino melihat foto masa kecil Agatha dan itu sangat mirip dengan nya, Vino ngga mungkin percaya jika Agatha sendiri yang menyerahkan kehormatannya jika bukan dijebak.


"Ini semua bukan ulah kamu kan Sasha!! kamu yang ngejebak Agatha disebuah club malam dengan alasan ada teman kamu yang merayakan ulang tahun disanakan!! tetapi tidak ada sama sekali karena kamu membuat Agatha pingsan". ujar Vino membuat semuanya terdiam.


"Tapi sayangnya kamu ga berhasil menjebak Agatha dengan cowok lain, untungnya aku yang memiliki Agatha sepenuhnya, walaupun Agatha tidak mengingatnya, tapi aku mengingatnya bahkan kalung yang aku lepaskan adalah kalung Agatha". Ujar Vino dengan dingin pada mereka.


"STOPP RENO!! KAMU JANGAN MEMUKULKU! KARENA BUKAN SALAH KU, TAPI SALAHMU DAN KELUARGA MU SERTA SASHA YANG AGATHA SAYANGI , KALIAN GA BECUS TAU GA!! KATANYA ADA BODYGUARD KAN?!! TAPI MANA?? MANA BODYGUARD YANG MENJAGA AGATHA SAAT AKAN PERGI KE CLUB MALAM MENGANTAR SASHA? RENO, RADIT, BINTANG, BASTIAN GUE UDAH PERINGATKAN DARI AWAL JAUHI AGATHA DARI SASHA KAN!! TAPI KALIAN CUEK!!". Amarah Vino pada mereka semua.


"KECEWA VINO SAMA KALIAN!!". Teriak Vino lalu meninggalkan rumah kediaman Bramastian.


Flashback Off


Agatha bangun dari tidurnya karena merasakan kehadiran seseorang dan ternyata memang benar, ada Deon dan Bryan yang menatapnya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan, Agatha mengangkat alisnya.


"Bang Deon sama Bang Bryan kenapa sih liatin aku kaya gitu?". Tanya Agatha padanya.


"Agatha, jika kamu tau bahwa sebenarnya ayah biologis anak yang kamu kandung adalah orang terdekat abang mu bagaimana?". Tanya Bryan dengan hati hati.


"Maksud abang apa? jangan bilang abang udah tau siapa orangnya?". Tanya Agatha dengan berkaca kaca.


"Iyaa abang tau, tapi kamu jangan menyalahkan nya karena dia juga sama sama dijebak sama temennya". Jawab Bryan padanya.


"Baiklah, siapa dia bang?". Tanya Agatha berusaha tegar.


"Vino dek". Jawab Bryan membuat Agatha terkejut.


Agatha terdiam ia masih tidak percaya bahwa ayah biologis anak yang ia kandung adalah Vino sahabat abangnya, dosen nya di kampus, terakhir kali bertemu saat Agatha akan mencoba bunuh diri, Agatha menggelengkan kepalanya sambil terkekeh tidak mungkin Vino pikirnya.


"Apa benar Vino bang?". Tanya Agatha menatapnya.


"Iyaa kata kamu, kalung berbentuk love hilang kan, itu ada di tangan Vino karena menemukannya di lantai hotel". Jawab Bryan semakin membuat Agatha yakin.

__ADS_1


"Baiklah bang gapapa, tapi aku mohon bawa aku pergi meninggalkan kota ini, aku ingin memulai semuanya dengan baru". ujar Agatha padanya.


__ADS_2