Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 58


__ADS_3

Baby Sagara tumbuh menjadi anak yang sangat menggemaskan, apalagi pipinya yang gembul membuat semua orang gemas melihatnya, bahkan Indira tak segan membuat adiknya menangis akibat cubitan yang ia berikan.


"Kak Dira jangan gitu dong". Ujar Agatha menatap anaknya.


"Heheh habisnya lucu banget sih ''''bun". Ujar Indira pada bundanya.


"Tapi engga gitu juga sayang". Ujar Agatha pada anaknya.


"Hehe i'm sorry bunda". Ujar Indira sambil tersenyum pada bundanya.


"Iyaa syaang gapapa". Ujar Agatha padanya.


"Terimakasih bundaku yang cantik". Ujar Indira anak perempuan satu satunya dari lima bersaudara pada Agatha.


"Iya sayang sama sama". Ujarnya sambil tersenyum pada anaknya.


Vino datang menghampiri mereka yang sedang asik berbincang serta bermain, Vino duduk disamping istrinya lalu memeluknya erat, membuat Agatha sesak nafas karenanya hingga ia memukul pelan lengan suaminya membuat Vino melepaskan pelukannya.


"Sesak tau engga mas, meluknya erat amat". Gerutu Agatha padanya.


"Haha maaf ya sayang maaf". Ujar Vino pada istrinya.


"Heum iyaa gapapa mas". Ujarnya padanya.


"Yaudah yuk kita keluar jalan jalan sayang, panggil yang lainnya mas mau menyalakan mobil terlebih dahulu". Ujar Vino pada istrinya.


"Ah baiklah sayang, tunggu yaa". Ujar Agatha diangguki oleh suaminya.


"Anak anak kalian segeralah bersiap, ayah akan mengajak kita jalan jalan". Ujar Agatha pada mereka semua.


"Okee siap bunda". Ujar mereka yang langsung berlari menuju kamar.


"Ah tidak terasa ternyata semakin kesini kalian semakin besar". Gumam Agatha melihat kelima anaknya yang berlari.


"Semoga kalian menjadi anak yang membanggakan bunda dan ayah". Gumamnya lagi sambil menggendong Baby Sagara.


"Kau semakin menggemaskan sayang".Ujar Agatha menatap Baby Sagara.


Beberapa menit kemudian Vino serta kelima anaknya turun kebawah menghampiri Agatha yang sudah menunggu mereka bersama dengan Baby Vino, Agatha yang melihat itupun tersenyum senang pada mereka semua.


Kini semuanya telah masuk ke dalam mobil yang cukup muat untuk mereka semua, selama dalam perjalanan Angga hanya diam saja karena tidak semangat untuk berjalan jalan membuat Agatha yang melihatnya menghela nafasnya.


"Angga sayang, kenapa kamu diam saja? ". Tanya Agatha pada anaknya.


"Gapapa bunda". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada Agatha.


"Kamu seperti tidak semangat sayang, apa karena engga ada Alena?". Tanya Vino membuat Angga memerah.

__ADS_1


"Engga siapa juga yang engga semangat, ayah so tau aja orang aku semangat gini kok'. Jawab Angga dengan cepat pada ayahya..


"Heum tapi muka abang engga bisa bohong loh bang". Ujar Indira yang melihat muka Angga yang memerah.


"Ini karena panas aja". Elak Angga sambil pura pura Mengipas wajahnya.


"Abang bohomg lagi, jelas jelas AC mobil nyala bang". Ujar Athara pada abangnya.


"Entahlah mungkin kurang dingin". Ujar Angga dengan cuek.


"Yayaya serah abang aja". Ujar Indira padanya.


"Udah jangan ribut lagi sayang"..Ujar Agatha pada mereka.


"Iyaa bunda". Ujar kelimanya pada Agatha.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di taman yang ramai pengunjung, ramai penjual makanan dan minuman serta mainan membuat Indira yang melihat itupun langsung menarik abang Satya dan abang Athara.


"Eh kalian mau kemana?". Tanya Vino melihat ketiga anaknya.


"Mau beli jajanan Yah". Jawab Indira padanya.


"Emang uangnya ada?". Tanya Vino menatap putrinya.


"Engga ada Yayahh , minta dong". Jawab Indira sambil nyengir pada Vino.


"Okee siap komandan". Ujar keduanya dengan hormat pada Vino.


"Yaudah hati hati jangan lari lari kalian". Ujar Agatha pada mereka.


"Siap bundaku yang cantik tapi lebih cantik Dira ". Ujar Indira membuat Agatha tertawa.


"Haaha iya deh Dira yang cantik". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis pada anaknya.


Agatha dan Vino serta kedua anaknya yang lain hanya mengawasi dari jauh menatap Satya, Indira serta Athara yang berjalan ke berbagai penjual makanan, tiba tiba saja Indira terjatuh karena didorong oleh seseorang yang berlari.


Agatha yang hendak menghampiri nya begitupun dengan suaminya terhenti karena ada yang membantu Indira selain Satya dan Athara, membuat mereka menghela nafansya lega tetapi Angga dan Marcello tetap menghampiri mereka.


"Dek kamu gaoapa?". Tanya Angga pada Indira.


"Gapapa bang, udah ditolongin sama kedua abangku ini dan juga eum nama kamu siapa". Ujar Indira pada anak lelaki yang lebih tua darinya.


"Daffa Rafandra Alziandra panggil aja Daffa". Ujar Daffa pada mereka.


"Ah kau seperti nya lebih tua dari kita yaa". Ujar Satya padanya.


"Iyaa memang umurku 10 tahun". Ujarnya pada Satya sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Wahh abangg ganteng kalau senyum". Ujar Indira membuat keempat abang kembarnya menoleh.


"Kau tuh ya masih kecil". Ujar Angga pada adiknya.


"Btw makasih ya kak Dafa udah nolongin adik kembaran Atha". Ujar Athara pada Rafa.


"Iyaa sama sama, ah iyaa kalau begitu saya permisi". Ujarnya sambil berlalu tanpa menunggu balasan mereka berlima.


"Heyy kau ini sedaritadi terus saja menatapnya walaupun sudah pergi". Ujar Angga menepuk pelan pipi adiknya.


"Ihh abang nyebelin banget sih". Ujar Indira dengan kesal.


"Udah ayok kembali samperin bunda sama ayah". Ajak Angga pada mereka.


"Baiklah". Ujar mereka berempat pada Angga.


Agatha dan Vino yang melihat anak anaknya datang menghampiri keduanya pun hanya tersenyum tipis melihat kejadian tadi, Indira dengan cemberut duduk disamping Agatha lalu memeluk Agatha serta mengusap pipi gembul adiknya.


"Kenapa anak bunda yang cantik ini?". Tanya Agatha pada anaknya.


"Abang nyebelin banget bunda". Jawab Indira pada Agatha.


"Abang yang mana? kamu punya empat abang loh kalau kamu lupa sayang". Ujar Agatha sengaja pura pura tidak mengetahui.


"Abang Angga bunda". Ujar Indira padanya.


"Emangnya apa yang udah abang Angga lakuin sehingga membuat anak Cantiknya ayah kesal?". Tanya Vino pada anak gadisnya.


"Masa abang ngga ngebolehin Dira senyum sama Kak Rafa". Jawabnya pada sang bunda.


"Dek, kan kata dia panggil aja Kak Dafa kenapa jadi Rafa?". Tanya Athara pada adik kembarnya.


"Biarin gimana Dira dong, serah Dira mau manggil Kak Daffa kek atau kak Rafa". Jawabnya dengan sewott.


"Hahah iyaa deh gimana kamu aja dek". Ujar Athara sambil terkekeh pada adiknya.


Beberapa jam kemudian mereka sedang dalam perjalanan pulang, selama dalam perjalanan pulang Baby Sagara terus saja tertawa entah menertawakan apa pikir Agatha, tetapi Agatha membiarkan saja putranya tertawa senang seperti itu.


"Adek lagi ngetawain apa sih bun?". Tanya Indira yang melihat adiknya tertawa sendiri


"Mungkin Adek Sagara senang melihat banyak kendaraan yang lewat". Ujar Angga pada adiknya.


"Ah bisa jadi tuh bangg"..Ujar Agatha pada anaknya.


"Iyaa bunda karena matanya udah mulai awas melihat kan". Ujar Angga sambil menatap adiknya Sagara.


"Iyaa juga ya sayang". Ujar Agatha sambil tersenyum pada Baby Sagara.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah kediaman Bramaskara, mereka memasuki rumahnya dengan cepat karena hujan mulai turun karena cuacanya mendung untung saja mereka sudah memasuki rumah karena hujan sangat deras.


__ADS_2