
Satu bulan kemudian, usia kehamilan Cindya sudah memasuki bulan ke 9 semuanya siap siaga karena takut terjadi apa apa pada Cindya, sejauh ini masih aman karena Cindya belum mengeluh sakit pada perutnya.
"Mas Tian". Panggilnya membuat suaminya menoleh.
"Iyaa Syaang kenapa?". Tanya Bastian pada istrinya.
"Pengen makan nasi Padang mas". Jawab Cindya pada suaminya.
"Yaudah Syaang mas belikan dulu yaa". Ujar Bastian sambil bangkit dari duduknya.
"Mas pake rendang yaa". Ujar Cindya pada suaminya.
"Iyaa sayang". Ujarnya sambil mengecup kening serta bibir istrinya.
"Kebiasaan ihh abangg udah tau ada anak kecil". Ujar Agatha pada abangnya.
"I'm sorry all". Ujarnya sambil berlalu pergi meninggalkan rumah.
Sambil menunggu suaminya pulang membelikan nasi Padang untuknya, Cindya berbincang riang bersama yang lain begitu juga dengan keponakan nya yang sangat lucu serta menggemaskan baginya, Agatha tersenyum melihat kakak iparnya begitu sayang pada anak anaknya.
"Kak Rara, belum kerasa sakit perut?". Tanya Agatha pada Cindya.
"Belum Tha, masih biasa aja sih". Jawabnya sambil mengelus perutnya.
"Aunty, Dira boleh usap perutnya?". Tanya Indira yang sedaritadi menatap perut Aunty nya.
"Ya boleh dong sayang, sini usap perut Aunty". Jawabnya pada ponakannya.
Dug dug dug
"Wahh baby nya nendang, sama kaya Adek Sagara ya bun?". Tanya Indira dengan heboh.
"Iyaa syaang karena kan setiap ibu hamil pasti saMa baby nya akan nendang". Jawabnya pada anaknya.
"Ah berarti waktu bunda hamil Dira sama abang juga gitu ya?". Tanya Indira dengan tersenyum padanya.
"Iyaa dong sayang, bahkan kalian menendang bergantian". Jawabnya sambil tersenyum pada anaknya.
Beberapa menit kemudian Bastian datang dengan membawa beberapa bungkus nasi padang, membuat mereka terkejut karena Cindya hanya meminta satu bungkus tetapi Bastian membeli sangat banyak.
"Banyak banget mas, kan aku cuman pengen satu bungkus aja mas". Ujar Cindya menatap suaminya.
"Ini buat yang lain sayang, masa kamu aja yang makan, kalau ada yang ngiler gimana dong". Ujarnya pada sang istri.
"Oh gitu toh mas". Ujarnya sambil mengambil satu bungkus nasi Padang.
"Ini yang kamu sayang, udah ada tandanya". Ujar Bastian pada istrinya.
__ADS_1
"Makasih ya suamiku". Ujar Cindya tersenyum pada suaminya.
"Iyaa samaa sama istriku". Ujar Bastian sambil tersenyum pada istrinya.
"Aku makan ya". Ujarnya pada mereka semua.
"Iyaa silahkan kak". Ujar Agatha pada kakak ipar nya.
Beberapa menit kemudian Cindya selesai memakan nasi padang hingga habis tak tersisa, sementara yang lainnya masih memakan nasi Padang tersebut karena isinya sangatlah banyak bahkan kelima anak Agatha dan Vino saja menyerah untuk memakannya sampai habis.
"Kenyang banget ih". Ujar Indira pada mereka.
"Sini biar sama Aunty habiskan makanannya". Ujar Cindya pada ponakannya.
"Hah? Aunty Emangnya belum kenyang?". Tanya Indira kaget menatap Aunty nya.
"Belum sayang, makanya sini biar Aunty habiskan makanan punya Dira". Jawabnya pada Indira.
"Tapi kan ini bekas Dira Aunty, engga boleh kata bunda juga". Ujar Indira pada Cindya.
"Udah gapapa syaang, sini makanannya". Ujar Cindya pada ponakannya.
"Heum gimana bun?". Tanya Indira menatap Agatha.
"Yaudah kasih aja syang, kalau emang Aunty belum kenyang, lagian Dira kan makan pake sendok bukan tangan". Jawab Agatha pada anaknya.
"Yaudah kalau gitu, ini Aunty". Ujar Indira menggeser makanannya pada Aunty Cindya.
"Harusnya Dira sih yang bilang makasih sama Aunty Rara". Ujar Indira sambil tersenyum padanya.
Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan nasi Padang tersebut hingga habis tak tersisa sedikitpun, apalagi sedaritadi Cindya menghabiskan makanan Keponakannya yang tidak habis membuat semuanya geleng kepala melihat kelakuan Cindya.
"Udah kenyang kan syaang?". Tanya Bastian menatap istrinya.
"Udah kok mas, perut aku aja udah engap banget". Jawabnya sambil mengelus perutnya.
"Ah baby kita nendang mas". Ujar Cindya pada suaminya.
"Oh ya syaang?". Tanya Bastian pada istrinya.
"Iyaa beneran sayang". Jawab Cindya sambil tersenyum senang melihat perutnya ada yang bergerak.
"Wah anak mom sama dad aktif banget ya sayang". Ujar Bastian mengelus perut istrinya.
"Iyaa dad". Ujar Cindya pada suaminya.
"Semoga nanti lahirannya lancar ya sayang". Ujar Bastian pada istrinya.
__ADS_1
"Iyaa amin mas". ujar Cindya pada sang suami.
Beberapa jam kemudian sudah memasuki waktunya malam , mereka semua masuk ke dalam kamarnya masing masing, Agatha sedaritadi cemas karena takut kakak iparnya tidak merasakan ketubannya pecah jika sedang tidur.
Tengah malam pukul 2 dini hari Cindya terbangun karena merasakan perut nya sangat sakit, ia menepuk lengan suaminya agar bangun tetapi Bastian tidak bergerak sama sekali membuat Cindya kesal melihatnya.
"Mas Tian bangun!!! mas ihh!!". Teriak Cindya dengan keras pada suaminya.
"Sayng, mas masih ngantuk". Ujar Bastian dengan suara seraknya.
"Mas ih jangan tidur lagi mas!! aku mau lahiran!!". Teriak Cindya membuat Bastian langsung bangun dari tidurnya.
"Astaga sayang, maafin mas yaudah ayok kita kerumah sakit". Ujar Bastian menggendong istrinya.
"Iyaa mas, ngga kuat sakit banget". Ujar Cindya sambil meringis kesakitan.
"Sabar syaang, kamu harus kuat okee". Ujar Bastian sambil membuka pintu kamarnya.
Agatha yang kebetulan keluar kamar melihat mereka berdua pun langsung membantu Bastian dengan membukakan pintu rumah serta pintu mobil, Agatha juga ikut menemani mereka ke rumah sakit karena abangnya panik maka Agatha yang menjadi supir mereka berdua.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit keluarga Bramastian, Bastian langsung membawa istrinya masuk kedalam rumah sakit setelah Agatha membukakan pintu mobil tersebut, setelahnya Agatha menyusul abangnya yang sudah masuk ke dalam.
"Aduh, aku lupa ngabarin yang lainnya". Guman Agatha sambil mengeluarkan ponselnya.
"Ah suamiku pasti panik nyariin aku". Ujarnya sambil terus berjalan kedepan.
"Lebih baik aku kabari dulu mereka daripada jatuh karena jalan sambil memainkan ponsel". Guman Agatha sambil duduk disalah satu kursi penunggu.
"Semoga aja ada yang bangun". Ujar Agatha menatap ponselnya.
...Suamiku Sayang 🤗❤...
...Terakhir di lihat kemarin pukul 22.00...
^^^Mas aku lagi ada dirumah sakit, Kak Rara mau melahirkan^^^
Astaga sayang, pantas saja mas cari kemana mana ngga ketemu, sebentar mas kabari yang lainnya
^^^Yaudah aku tunggu ya mas^^^
Iyaa syaang ,tapi kayanya kalau salah satu dari mereka udah datang kamu harus pulang karena Baby Sagara nangis sayang
^^^Baiklah aku akan pulang nanti kalau mereka sudah ada di rumah sakit mas^^^
Baiklah kamu tunggu ya sayang, mas ke bawah sebentar
Agatha tidak membalas pesan suaminya karena ia langsung berjalan kembali menyusul abangnya yang mungkin sudah memasuki ruang bersalin, Agatha menunggu di luar ruangan hingga beberapa menit kemudian terdengar suara bayi menangis membuat nya mengucap syukur.
__ADS_1
"Akhirnya abangku udah jadi seorang ayah". Gumannya tersenyum senang.
Beberapa menit kemudian Reno dan yang lainnya sudah datang ke rumah sakit, membuat Agatha berpamitan untuk pulang pada mereka semua, karena memang Baby Sagara menangis di rumah, sebelumnya ia mengucapkan selamat pada Cindya yang sudah melahirkan.