Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 38


__ADS_3

Walaupun Agatha sudah mengingat semua ingatannya terhadap keluarga Bramastian, tetapi iya masih kecewa pada mereka bahkan jika mereka berlutut dihadapan Agatha, membuat keluarganya terutama kedua orangtuanya menatap Agatha sedih.


"Bunda mohon maafin bunda syaang". Ujarnya pada Agatha.


"Emangnya maaf kalian bisa merubah semuanya?". Tanya Agatha dengan datar.


"Sayang, bunda tau kamu kecewa sama kita semua tapi bunda menyesal sayang". Ujar Felicia terisak.


"Penyesalan kalian tidak akan merubah apapun, karena sejak tiga tahun yang lalu aku bukan lagi anak kalian bahkan keluarga dari Bramastian". Ujar Agatha membuat mereka terdiam.


"Maafin ayah sayang, ayah tarik kembali sayang, ayah mohon maafin ayah". Ujarnya pada Agatha.


"Hahah bukannya perkataan tidak bisa ditarik kembali ya". Ujar Agatha terkekeh melihat mereka.


"Syaang maafin abang ya abang mohon dek". Ujar Radit pada Agatha.


"Huft abang yang akan menjaga adiknya dari berbagai bahaya saja bisa membuatku seperti ini". Ujarnya dengan dingin.


"Dek, maafin abang, abang rindu kebersamaan kita dek, abang iri melihat bang Reno yang dekat sama kamu dek". Ujarnya pada Agatha.


"Wajar saja abang reno aku maafkan, karena abang Reno sudah menyadari nya lebih awal, bahkan diantara kalian semua hanya bang Reno yang mencari kebenaran tiga tahun lalu". Ujar Agatha pada mereka.


Keluarga Bramastian terdiam mendengar ucapan Agatha yang memang benar, mereka lah yang membuat situasinya seperti sekarang, seharusnya mereka mencari kebenaran nya terlebih dahulu mungkin tidak akan seperti ini.


"Lebih baik kalian pergi dari sini!!" . Teriak Agatha pada mereka.


"Sayang please maafin bunda". Ujarnya dengan terisak.


"Pergi!! aku bilang pergi dari sini". Ujar Agatha dengan kesal.


"Abang mohon, maafin abang dek, hiks hiks maafin abang". Ujar Bastian pada Agatha.


"Aku tanya sama kalian, dimana kalian saat aku kesusahan? dimana kalian saat aku berjuang dengan anak yang aku kandung? kalian dimana? ngga ada kan? cuman bang Bryan sama bang Deon sebelum adanya mas Vino dan bang Reno yang ada saat itu bahkan kalian saja tidak mencariku kan!!". Teriak Agatha membuat mereka terdiam.


"Pergi dari sini, aku mohon!". Ujarnya pada mereka.


Mau tak mau keluarga Bramastian pergi dari rumah keluarga Bhagaskara, Agatha yang melihat itu langsung duduk di lantai, tidak ada niat nya sama sekali marah terhadap mereka tetapi hatinya begitu sakit jika mengingat keluarga nya tidak ada saat ia sedang terpuruk, melainkan oranglain yang mendukungnya.


"Bunda, are you okay?". Tanya Satya khawatir.


"Bunda, okay sayang". Jawab Agatha dengan pelan.

__ADS_1


"Mereka tidak menyakiti bunda kan? ". Tanya Angga pada Agatha.


"Ngga syang, mereka sama sekali tidak menyakiti bunda". Jawab Agatha memeluk anaknya.


"Bunda lebih baik bunda istirahat aja, biar Indira bantu jalan". Ujar Indira dengan serius.


"Iyaa makasih sayang". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis.


"Ayo abang juga bantu". Ujar keempat anaknya yang lainnya.


Sesampainya Agatha di kamar, mereka duduk untuk dikursi sofa yang berada di kamar Agatha, membuat Agatha tersenyum senang anaknya akan terlihat dewasa ketika melihat orang yang dia sayang tersakiti, tetapi Angga akan menangis melihatnya karena biasanya Angga memang berpikir dewasa.


"Bunda istirahat, kita bakal jaga bunda disini sambil nunggu Ayah pulang". Ujar Marcello pada Agatha.


"Baiklah sayang, tetapi kalau kalian pengen keluar, keluar aja main sama Aunty G". Ujar Agatha padanya.


"Iyaa siap bunda". Ujar mereka pada Agatha.


"Okee sayang". Ujar Agatha pada mereka.


"Kasihan banget bunda banyak sedihnya semenjak mereka selalu aja dateng ke rumah". Gumam Athara menatap Agatha yang tertidur.


"Benar apa yang kamu bilang dek". Ujar Satya dengan pelan pada adiknya.


"Baiklah kita keluar aja kasihan bunda nanti ga nyenyak tidurnya". Ujar Satya pada saudara kembarnya.


"Yaudah ayok keluar". Ujar Indira pada abangnya.


Beberapa jam kemudian Vino pulang kerja membuat anak anaknya menoleh kearah pintu, segera saja Angga menghampiri ayahnya sedangkan Indira mengambilkan minum untuk ayahnya seperti yang biasa dilakukan oleh bundanya.


"Wah ada apa nih anak ayah pada bantuin ayah gini? bunda mana syang?". Tanya Vino pada anak anaknya.


"Bunda lagi istirahat yah, jadi kita yang menggantikan bunda untuk memberikan ayah minum kecuali makan hehe". Jawab Indira sambil terkekeh pada Vino.


"Pintarnya anak ayah ini". Ujar Vino mengecup kening anaknya satu persatu.


"Yaudah kalau gitu ayah masuk aja ke kamar, tapi hati hati jalannya ya jangan sampai kedengeran suara sandalnya, takutnya ganggu bunda lagi tidur". Ujar Satya padanya.


"Iyaa siap boy". Ujar Vino tersenyum pada mereka.


Vino sampai di kamarnya ia melihat Agatha yang masih tertidur, Vino membersihkann badannya sambil menunggu istrinya bangun hingga beberapa menit kemudian Vino selesai membersihkan badannya, saat keluar kamar mandi ia melihat Agatha yang sudah bangun dan tersenyum pada Agatha.

__ADS_1


"Mas, maaf ya aku ga sambut saat mas pulang". Ujar Agatha pada suaminya.


"Iyaa ngga papa sayang mas ngerti kok". Ujar Vino pada istrinya.


"Mas udah makan?". Tanya Agatha padanya.


"Belum sayang, mas pengen nunggu istri mas aja, tadi saja anak anak katanya menggantikan tugas kamu, Indira membawakan mas minum tadi". Jawab Vino sambil terkekeh.


"Yaudah kalau gitu Agatha siapkan dulu makannya ya mas, mas dibaju gih". Ujar Agatha pada suaminya.


"Oke siap syaang". Ujarnya pada istrinya.


"Iyaa mas, aku tunggu di meja makan ya". Ujarnya diangguki oleh suaminya.


Agatha turun ke bawah ia melihat anak anaknya tidur di sofa, untung saja sofanya bisa dirubah menjadi sebuah kasur, jadi membuat Agatha tenang melihatnya, Agatha menuju dapur untuk membuatkan suaminya makanan.


Saat sedang asik memasak tiba tiba saja tangan suaminya sudah melingkar di perut Agatha, membuatnya kesal karena kebiasaan suaminya itu yang membuat dia terkejut mendadak seperti ini, ingin marah tetapi ia sayang.


"Mas ngagetin tau ngga". Ujar Agatha pada suaminya.


"Haha iya maaf istriku". Ujarnya sambil tertawa pelan.


"Udah sana duduk dikursi, bentar lagi jadi makannya mas". Ujar Agatha menyuruh suaminya.


"Baiklah syang baik". Ujarnya pada Agatha.


"Nih mas makanannya udah jadi". Ujar Agatha beberapa menit kemudian.


"Wah kayanya enak nih, mas makan ya sayang". Ujar Vino diangguki oleh istrinya.


"Gimana mas masakan aku?". Tanya Agatha pada suaminya.


"Enak banget sayang, seperti biasa masakan kamu emang the best sayng". Jawab Vino pqda istrinya.


"Syukurlah kalau begitu mas, habiskan". Ujar Agatha pada suaminya.


Beberapa menit kemudian Vino selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, Agatha yang melihat itupun senang sekali apalagi jika orang yang dia sayang memakannya dengan lahap, serta menambah terus menerus membuat perutnya kembung karena kekenyangan.


Agatha membayangkan bagaimana jika suaminya mempunyai perut buncit, mungkin sangat lucu sekali pikirnya, Agatha terus saja tersenyum sehingga tidak menyadari suaminya melihat tingkah Agatha, Vino hampir aja menepuk tangan teyapi Reno menghalaunya.


...****************...

__ADS_1


Maaf ya guys, kemarin ketiduran ditambah lagi sakit juga, mohon maaf maklumi ya guys:)


__ADS_2