
Semakin hari anaknya Angga semakin menjadi tidak bersemangat membuat Agatha kebingungan begitupun juga dengan Vino, akhirnya Baby Sagara mereka titipkan pada Angga agar perhatiannya teralihkan.
"Bagaimana ini mas?". Tanya Agatha pada suaminya.
"Kamu tenang aja, liat Angga dari jauh aja". Jawabnya pada sang istri.
"Liat kan Angga berusaha mengajak adiknya tersenyum". Ujar Vino pada istrinya.
"Iyaa benar mas". Ujar Agatha tersenyum sendu menatap anaknya.
"Yaudah kita tinggalkan saja Baby Sagara bersama Angga sayang , agar pikiran Angga tidak terus memikirkan Alena". ujar Vino mengajak istrinya pergi.
"Heum yaudah ayok mas". Ujar Agatha menatap suaminya.
"Iyaa Ayok sayang". Ujar Vino pada istrinya.
Baru saja mereka pergi sebentar terlihat anaknya yang menangis karena Angga kembali melamun, membuat keduanya segera menghampiri mereka berdua hingga membuat Angga tersadar dari lamunannya.
"Loh kok Baby Sagara dibawa? bukannya bunda titipin ke abang ya". Ujarnya menatap bundanya.
"Bagaimana bunda bisa tenang meninggalkan Baby Sagara kalau abang masih suka ngelamun". Ujar Agatha dengan sedih.
"Maafin abang bunda, abang ngga maksud seperti itu bunda". ujar Angga pada bundanya.
"Yaudah bunda maafkan sayang, tapi lain kali jangan seperti ini ya sayang". ujar Agatha pada anaknya.
"Iyaa bunda abang ngga akan gitu lagi". Ujarnya merasa bersalah membuat adiknya menangis.
"Udah sayang jangan merasa bersalah seperti itu". Ujar Agatha mengelus rambut anaknya.
"Iyaa maaf sekali lagi bunda". Ujar Angga pada bundanya.
"Iyaa syaang, udah ah jangan minta maaf terus sayang". Ujar Agatha sambil tersenyum tipis pada anaknya.
"Heum iyaa bunda". Ujar Angga pada bundanya.
"Iyaa sayangg". Ujar Agatha pada anaknya.
Beberapa menit kemudian kini mereka tengah makan siang bersama, Baby Sagara sedang bermain dengan Babysitter anaknya, kini memang Agatha mengerjakan Babysitter saat Angga mengalami banyak perubahan.
"Bunda, Dira kangen sama Alena". Ujar Indira pada bundanya.
"Bukan hanya kamu yang merindukan Alena tapi kita semua Saayang". Ujarnya sambil melirik Angga yang terdiam.
"Benar, semoga saja nanti saat kita sekolah, bisa bertemu dengan Alena". Ujar Indira pada bundanya.
"Emangnya kalian nanti bakalan inget wajah Alena saat sudah besar?". Tanya Agatha pada anaknya.
__ADS_1
"Engga yakin sih bun, tapi ya semoga aja ada barang yang dikenal oleh bang Angga". Jawabnya pada Agatha.
"Abang emang ngasih apa?". Tanya Agatha Pura pura tidak mengetahuinya.
"Abang ngasih gelang couple bunda". Jawabnya tanpa ekspresi.
"Oh ya, itu akan memudahkan kalian nantinya". Ujar Agatha sambil tersenyum senang.
"Iyaa benar Tuh kata bunda bang, jangan putus asa, nanti juga akan ketemu lewat gelang milik Alena". ujar Indira pada abang kembarannya.
"Iyaa dek abang juga tau kok". Ujar Angga pada adik kembarannya.
Agatha menyuruh anak anaknya untuk tidur siang, mereka segera menuruti perintah bundanya bahkan mereka mencium pipi gembul adiknya sebelum berlalu pergi dari hadapan kedua orangtuanya, saat melihat anak anaknya sudah menaiki tangga barulah mereka menyusul dari belakang.
"Mas duluan aja ya ke kamar nih bawa Baby Sagara, aku mau ke dapur dulu mas". Ujar Agatha ditengah tengah tangga menuju atas.
"Iya udah sayang jangan lama ya". ujar Vino pada istrinya.
"Iyaa engga akan lamaa kok sayang". Ujar Agatha pada suaminya.
"Yaudah mas duluan sayang". Ujarnya pada sang istri.
"Iya suamiku". ujar Agatha sambil tersenyum tipis pada suaminya.
"Siapa kamuu!!". Teriak Agatha saat melihat ada seseorang didapur.
"Ka-kayla, ngapain kamu disini". Ujar Agatha dengan terbata bata.
"Tentu saja membalas dendam sepupu gue yang hidupnya lo hancurkan". Ujar seseorang yang bernama Kayla pada Agatha.
"Kamu jangan macam macam Kayla!! disini banyak CCTV disetiap sudutnya". Ujar Agatha dengan tegas.
"Oh ya? kalau iya kenapa gue bisa masuk kesini ? berarti penjagaan dirumah lo kurang ketat". Ujarnya sambil tersenyum sinis.
"Ah mau apa kamuu!!". Teriak Agatha saat Kayla mengeluarkan pisau dari saku jaketnya.
"Tentu saja membuatmu menderita!!". teriaknya pada Agatha membuat Agatha terkejut.
"Please jangan!!!, kamu salah paham Kayla!! akulah yang menderita karena ulah sepupu kamuu!!". Teriak Agatha dengan emosi.
"Engga mungkin sepupu gue orangnya baikk!! jangan fitnah jadi orang!". Teriaknya tidak terima pada Agatha.
"Itu faktanya Kayla!!". Teriak Agatha pada Kayla membuat sang empunya sempat berhenti mendekati Agatha.
"Gue ngga percaya!". Tegasnya sambil menusukkan pisau pada Agatha.
JLEBB!
__ADS_1
Sedangkan Vino yang menunggu istrinya lama sekali membuatnya khawatir, ia menitipkan Baby Sagara dikamar anaknya yaitu Angga, dengan tergesa gesa ia turun ke bawah tetapi terhenti melihat pemandangan didepannya.
"BRENGSEK!! APA YANG LO LAKUIN SAMA ISTRI GUE!!". Teriakan Vino yang kencang membuat seluruh orang rumah menghampirinya.
"ASTAGA SAYANG, BANGUN!! LO AKAN TAU AKIBATNYA!!". Teriaknya lagi pada seseorang dihadapannya dengan menggendong istrinya keluar rumah.
"Gue kecewa sama lo Kay". Ujar Gia menatap penuh kekecewaan pada sahabatnya.
"Jadi ini tujuan lo , sahabatan sama kita?!! iyaa Kay!". Teriak Gea pada sahabatnya.
"Iyaa!!! karena gue cuman mau bales dendam atas apa yang kakak ipar lo lakuin sama kakak sepupu gue!!". Teriaknya pada Gia dan Gea.
"Hahah lo salah besar!! yang salah itu SASHA SIALAN!!". Teriak Reno dari jauhh.
"DARAH? INI PASTI DARAH ADIK GUE BANGSAT!! LO LIHAT INI BAIK BAIK!!!". Teriak Reno sambil melempar bukti kejahatan yang dilakukan Sasha.
"Bunda kecewa sama kamu". Ujar Bunda Felicia menatap kecewa Kayla yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.
"Wah gue ngga nyangka ternyata lo lebih gila dari pada Sasha". Ujar Radit menatap benci pada Kayla.
"Liat itu baik baik, semoga lo ngga nyesel". Ujar Gia meninggalkan Kayla sendirian disana diikuti dengan yang lainnya.
Sementara itu Vino baru saja sampai di rumah sakit, ia langsung memanggil dokter dan suster dengan berteriak , dokter langsung menangani Agatha dengan cepat bahkan sampai Bryan dan Deon menghampiri Vino yang terlihat panik.
"Ada apaa dengan Agatha Vin?". Tanya Bryan pada sahabatnya.
"Agatha ditusuk pisau oleh sepupunya Sasha". Jawabnya dengan lemah.
"Apaa? kok bisa?". Tanya Bryan dan Deon kompak pada Vino.
"Entahlah semuanya terlalu cepat, bahkan gue ngga tau kenapa dia bisa masuk kedalam rumah padahal penjagaan sangat ketat". Jawabnya pada mereka berdua.
"Semoga aja Agatha baik baik aja bro". Ujar Bryan menepuk pundak Vino.
"Iyaa semoga Yan". Ujar Vino pada Bryan.
"Lo bakal apain sepupunya Sasha Vin? ". Tanya Deon padanya.
"Gue bakalan balas dengan setimpal". Jawabnya pada sahabatnya.
Melihat senyuman sinis Vino membuat keduanya bergidik ngerii, hingga beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut membuat Vino langsung bertanya tentang keadaan istrinya dan syukurlah Istrinya baik baik saja..
Kalaupun istri gue baik baik aja, gue akan tetap bales kelakuannya dengan setimpal. Batin Vino sambil tersenyum dengan menyeringai.
...****************...
Maaf baru update lagi, kemarin habis kuota + hp ku ngeblank jadi harus nunggu 12 jam kalau mau nyala kembali, jangan lupa Like Comment and Vote ya gays :)
__ADS_1