
Kini Agatha diajak oleh Cindy ke suatu tempat karena tinggal menghitung hari Cindy akan kembali pulang ke luar negeri, Agatha begitu manja pada Cindy layaknya seorang kakak karena memang umur mereka berbeda satu tahun.
"Kamu mau beli apa sayang?". Tanya Cindy padanya.
"Heum apa ya? bingung aku kak, habisnya bagus semua". Jawab Agatha membuat Cindy gemas.
"Yaudah borong aja Tha, biar ga bingung". ujar Cindy terkekeh.
"His aku ga punya uang kak". Ujar Agatha padanya.
"Jangan merendah gitulah Tha, kebiasaan kamu tuh". Ujar Cindy mengusak rambut Agatha.
"Ihh kakak!! kan berantakan lagi kan rambut aku jadinya". Rengek Agatha membuat Cindy tersenyum senang.
"Haha iyaa maaf maaf". Ujar Cindy membenarkan kembali rambut Agatha.
Setelah puas berbelanja serta main bersama Cindy, kini mereka sedang berada di restoran milik keluarga Bramastian, Agatha melihat para pegawai ayahnya sambil tersenyum ramah dan langsung dibalas oleh para pegawai tersebut.
"Mau pesan apa nona?". Tanya pelayan pada Agatha dan Cindy.
"Aku mau Beef Cripsy Steak Barbeque 1, Burger 1 dan minumannya Jus Mangga". Jawab Agatha pada pelayan tersebut.
"Kalau saya nasi goreng cumi 1, dimsum ayam 1 dan minumannya Jus Strawberry". Jawab Cindy pada nya.
"Baiklah tunggu sebentar ya nona". Ujar pelayan tersebut diangguki oleh keduanya.
Sambil menunggu pesanan mereka tiba, keduanya berbincang mengenai masa masa kuliah, saat Cindy akan menanyakan lagi tentang persahabatan Agatha dengan Sasha, tiba tiba ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk.
Ting!
...Bang Babas ❤...
...Online...
Cindy, kamu masih dimana sama Adek?
^^^Lagi di restoran bang, mau makan kenapa emangnya?^^^
Di restoran mana? abang susul
^^^Restoran milik keluarga abang^^^
Ohh okee
__ADS_1
Cindy tidak lagi membalas nya, ia kembali menatap Agatha yang sedang memandangnya, membuat Cindy kikuk tetapi Agatha yang melihatnya terkekeh entah apa yang Agatha tertawakan.
"Kamu kenapa sih Tha?". Tanya Cindy padanya.
"Kak Rara, Kak Cindy, Kak Aura lucuu". Jawab Agatha pada nya.
"Maksudnya gimana sih Tha?". Tanya Cindy padanya.
"Kakak ngga akan sadar muka kakak tadi merah merona pas mainin ponsel". Jawab Agatha membuat Cindy malu.
"Ah yang bener kamu Tha?". Tanya Cindy padanya.
"Beneran lohh kak, mana mungkin aku bohongg". Jawab Agatha masih terkekeh.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka sampai, keduanya menikmati makanan tersebut diselingi dengan berbincang, hingga beberapa saat kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa.
Kini keduanya sedang meminum jus yang mereka pesan, tiba tiba dari belakang Cindy duduk Agatha melihat abangnya kemari, tentu saja Cindy tidak akan menyadari kedatangan Bastian karena posisinya membelakangi pintu.
"Haii adek abangg, Haii Cindy". Sapa Bastian membuat Cindy menoleh.
"Haii bangg". Sapa balik mereka pada Bastian.
"Udah selesai nih makannya?". Tanya Bastian pada mereka berdua.
"Iyaa udah bangg". Jawab keduanya pada Bastian.
"Ihh seenggaknya minum dulu bang, emangnya ngga capek apa?". Tanya Agatha pada abangnya.
"Capek sihh". Jawab Bastian sambil duduk disamping Cindy membuat Cindy gugup.
Aduh kalau begini, aku rasanya gakuat walau hanya mengangkat gelas pun. Batin Cindy tersiksa.
Beberapa menit kemudian, kini mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah kediaman Bramastian, selama dalam perjalanan mereka sedikit berbincang apalagi Cindy yang canggung karena disuruh Agatha duduk di depan bersama Bastian.
Agatha yang sedaritadi melihat dibelakang terkekeh, karena Cindy sangat Kaku sekali bicara dengan abangnya, hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Bramastian, didepan sana ternyata sudah ada para abang menunggunya.
"Aduhh dek, lama banget sih main sama Cindy nya". Ujar Reno memeluk Agatha.
"Ish abang lebay banget sih, aku kan mainnya sama Kak Rara, bukan saMa lelaki". Ujar Agatha yang berada dipelukan abangnya.
"Kamu berani main sama lelaki?". Tanya Reno dengan dingin.
"Tau ah abang mahh". Ujar Agatha kesal lalu memasuki rumah sambil menghentakkan kakinya.
__ADS_1
"Ahh masa kita didiemin lagi sama adek". Ujar Bintang lemas.
Para abang berlari menyusul Agatha yang kesal kecuali Cindy dan Bastian, mereka berdua hanya bisa menepuk jidatnya, seposesif apapun Bastian ia tidak berlebihan seperti abangnya Reno, keduanya pun masuk ke dalam rumah.
"Gimana? udah minta maaf sama Agatha?". Tanya Cindy pada mereka.
"Agatha kayanya marah lagi, makin sulit buat kita mendapatkan maafnya, karena syarat pertama saja belum kita penuhi". Jawab Bintang padanya.
"Eheum, emangnya Agatha ngasih syarat pada kalian apa?". Tanya Cindy penasaran.
"Agatha bilang, dia akan maafin kita kalau kita udah memenuhi syaratnya, abang Reno disuruh menikah, bang Bintang disuruh buat nyari pacar dan aku disuruh nyari pengganti Inggit , berat banget syaratnya". Jawab Bastian padanya.
"Loh emangnya Radit ngga?". Tanya Cindy pada mereka.
"Ya engga karena Radit menemani Agatha belanja ke mall". Jawab Bintang lesu.
"Aish kalian ini gimana sih, udah tau Agatha itu susah banget kalau udah marah". Ujar Cindy memilih memasuki kamar Agatha.
Para abang Agatha lemas seketika kecuali Radit, Felicia dan Dion sebagai orangtua pun pusing dengan Reno yang terlalu over protektif, sementara Cindy kini sedang membujuk Agatha agar jangan memberi syarat yang membuat mereka berat melakukannya.
"Harusnya di umur bang Reno yang sekarang kan udah nikah malah udah punya anak". Ujar Agatha padanya.
"Ya kenapa ngga sekalian aja kamu suruh ketiga abang kamu nikah, umur mereka udah lebih dari 20tahun kan". Ujar Cindy pada Agatha.
"Heum nanti kamu gabisa manja lagi loh sama abang kamu kalau nanti mereka udah punya pacar atau udah nikah". Ujarnya lagi menakuti Agatha.
"Perhatian mereka akan pindah akan terbagi loh, kamu mau?". Tanya Cindy pada Agatha.
"Ngga mau hiks, yaudah deh aku maafin abang tanpa syarat". Jawab Agatha memeluk Cindy.
"Nah bagus, itu baru adik kakakk, sekarang kita turun, kamu peluk abang kamu satu persatu, okee". Ujar Cindy diangguki oleh Agatha.
Para abang serta orangtua tengah berbincang di ruang tengah, tetapi mereka tidak tenang tetapi saat melihat Agatha turun bersama Cindy, membuat para abang berdiri mungkin Cindy berhasil membujuk Agatha pikir Bastian.
"Abangg maafin Agatha ya, kalau ngasih syaratnya berlebihan, maafin yaa". Ujar Agatha memeluk Reno terlebih dahulu.
"Iyaa sayang, abang juga minta maaf sama Tata". Ujar Reno mengusap rambut adiknya.
"Ah senangnya, melihat anak anak bunda pada akur begini". Ujar Felicia melihat mereka.
"Anak ayah juga kali bun". Ujar Dion menatap istrinya.
"Iyaa anak ayah dan ibu". Celetuk Cindy membuat semuanya terkekeh.
__ADS_1
Bastian melihat tawa Cindy yang begitu candu, Bastian terus saja menatap orang yang berada di sebrang nya hingga tak menyadari, bahwa Agatha melihat abangnya yang tersenyum menatap Cindy, itu membuat Agatha senang sekaligus sedih.
Kalau abang pacaran sama kak Rara, berarti perhatian abang akan terbagi, tetapi aku gamau abang mikirin terus mantannya. Batin Agatha sambil tersenyum tipis.