Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 22


__ADS_3

Agatha dan Vino serta anak mereka kembali ke Indonesia di karenakan kedua orangtua Vino sangat merindukan mereka, akhirnya Agatha mencoba berdamai dengan semuanya walaupun berat rasanya. Sebelum mereka ke rumah kedua orangtua Vino, Agatha menyuruh suaminya untuk mampir membeli sesuatu di sebuah toko.


"Bunda, Sasha pengen ini yaa". Ujar seseorang dibelakang Agatha membuatnya tertegun.


"Sayang, udah belum belanjanya?". Tanya Vino pada istrinya membuat kedua wanita berbeda umur menoleh.


"Loh Vino, kamu belanja juga". Ujar seseorang padanya.


"Ah hai tante Felicia, iya nih Mommy rindu anaknya". Ujar Vino kikuk.


"Itu siapa kamu Vino?". Tanya Felicia penasaran dengan seseorang yang berada disamping Vino.


"Istri Vino". Jawab Agatha membalikkan badannya.


Felicia dan Sasha yang melihat Agatha pun terkejut apalagi Sasha, karena ia tidak mengetahui kapan Vino menikah dengan Agatha, sedangkan Felicia tidak menyangka anak gadisnya dulu kini sudah menjadi istri orang bahkan tampilan nya saja berubah, tidak seperti dulu.


"Halo, ketemu lagi kita, setelah bertahun tahun tidak bertemu". Ujar Agatha pada Sasha.


"****** tetap aja ******". Ujar Sasha menatap remeh Agatha.


"Oh ya ******, saya apa Anda yang ****** nona?". Tanya Agatha dengan sakartis.


"Tentu saja kamu, bukan anak saya". Bukan Sasha yang menjawab melainkan Felicia ibu kandung Agatha.


"Udah syaang, kita ga usah ladenin mereka, kasian anak anak nunggu di mobil". Ujar Vino pada istrinya.


"Apaa?? anak? kamu juga hamil saat itu? dasar ****** sialan". Ujar Felicia marah padanya.


Vino yang mendengar itupun kesal, ia langsung pergi dari sana menarik tangan istrinya daripada terjadi keributan, Agatha hanya menuruti langkah suaminya, sebenarnya ia juga rapuh saat bundanya mengatakan itu pada Agatha.


"Sayang, kamu ngga papa kan?". tanya Vino menatap istrinya.


"It's oke kak". Jawab Agatha sambil tersenyum pada suaminya.


"Yakin sayang?". Tanya Vino pada istrinya.


"Yakin lah mas gimana sih". Jawab Agatha sambil terkekeh.


"Ayah, bunda kalian kok lama sih?". Tanya Indira pada mereka yang baru masuk mobil.


"Maaf ya sayang, tadi ketemu nenek lampir jadi lama deh". Jawab Agatha sambil terkekeh.


"Nenek lampir itu apa bunda?". Tanya Satya padanya.


"Heum nanti saja kita bahasnya ya sayang". Jawab Agatha pada anak anaknya.


Beberapa jam kemudian mereka sampai di rumah kediaman Bhagaskara, suara mobil Vino membuat seluruh orang dirumahnya keluar, Gea dan Gia berlari memeluk keponakannya yang sangat lucu, sedangkan yang lainnya memeluk Agatha dan Vino.


"Mommy rindu sekali pada kalian". Ujar Mommy Elvina pada keduanya.


"Agatha juga rindu sekali pada mom". Ujar Agatha memeluknya.

__ADS_1


"Yaudah yuk masuk sayang". Ujar Mommy Elvina merangkul Agatha.


"Mommy kebiasaan ihhh! bawa istri Vino pergi". Ujar Vino tidak di pedulikan oleh Mommy Elvina.


"Sabar Vin, namanya juga udah lama ga ketemu pasti gitu". Ujar Daddy Vano merangkul anaknya.


"His dad, geli tau ngga". Ujar Vino melepaskan tangan Daddy nya .


"Dasar anak sableng kamu Vin". Ujarnya pada Vino.


"Bomattt dad bodo aamatt". Ujar Vino sambil terkekeh lalu meninggalkan Daddy Vano.


"Kenapa jadi gue yang ditinggalin sih". Gumam nya lalu menyusul masuk ke dalam rumah.


Vano menghampiri cucunya yang sedang bermain dengan Gea dan Gia, melihat kedatangan opa nya tentu mereka langsung memeluk nya, membuat Vano senang melihat cucunya yang sangat genius telah pulang kembali ke Indonesia.


"Walaupun kalian lahir di Korea, kota kelahiran ayah dan bunda kalian di Indonesia". Ujar Vano pada mereka berlima.


"Kenapa begitu Opa? kenapa kami lahir beda negara sama ayah dan bunda?". Tanya Athara pada Vano.


"Karena ssat itu bunda dan ayah kalian memang sedang ada pekerjaan disana". Jawab Vano pada cucunya.


"Baiklah opa terimaksih sudah memberitahu kami". Ujar Marcello pada nya.


"Iyaa, cucu opa memang pintar ya, padahal kalian baru umur 3tahun loh, tapi udah pinter bicara". Ujar Vano mengelus rambut mereka satu persatu.


"Iyaa dong jelas pinter turunan nya juga pada pinter". Ujar Gea disetujui oleh Gia kembarannya.


Agatha dan Vino menghampiri anak anaknya yang sedang asik berbincang dengan Daddy Vano, Agatha dan Vino duduk disamping Daddy Vano dan sikembar G, anak anak yang melihat kedatangan ayah bundanya pun langsung duduk di kursi dekat Agatha dan Vino.


"Ayah, tadi kata bunda ketemu nenek lampir, nah Indira pengen liat dong". Celetuk Indira membuat Vano menoleh pada Agatha dan Vino.


"Biasa dad, Sasha". Bisik Vino pada Daddy nya.


"Gausah lihat, nanti nenek lampir nya bawa kalian gimana coba". Ujar Vano pada cucunya.


"Yah, ngga jadi deh nanti aja tunggu kita udah dewasa aja biar gaada yang culik". Ujarnya membuat kedua orangtuanya menepuk jidatnya.


"Anak kalian emang unik". Ujar Vano pada Agatha dan Vino.


"Hahah iyaa ayah". Ujar Agatha pada mertuanya.


"Bunda, nyanyii dongg bareng ayahh". Ujar Athara pada kedua orang tuanya.


"Wah kalian sering nyanyi bareng nih". Ujar Mommy Elvina dibelakang Agatha dan Vino.


"Eh ngga mom, cuman kak Vino aja". Ujar Agatha terkekeh.


"Ahh bohong nih, gamau tau kalian harus nyanyi sekarang juga". Ujar Mommy Elvina duduk disamping suaminya.


"Baiklah mom". Ujar keduanya yang satu lesu yang satu bahagia.

__ADS_1


A Thousand Years


"Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave?


How can I love when I'm afraid to fall?". Agatha menoleh pada Vino.


"But watching you stand alone


All of my doubt suddenly goes away somehow


One step closer


I have died every day waiting for you". Vino menoleh kepada istrinya.


"Darling, don't be afraid


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


Time stands still". Agatha menatap Vino.


"Beauty in all she is


I will be brave


I will not let anything take away


What's standing in front of me


Every breath, every hour has come to this". Vino menatap balik Agatha.


Semuanya bertepuk tangan saat Agatha dan Vino menyelesaikan nyanyiannya, Agatha dan Vino tersenyum malu ditatap oleh keluarga mereka tetapi hanya sesaat karena tiba tiba kedatangan tamu tak diundang siapa lagi jika bukan Sasha dan keluarga Bramastian.


"Ada apa kalian datang kesini?". Tanya Vino menatap datar mereka.


"Loh Reno kamu juga ada disini?". Tanya Felicia pada Reno tidak menanggapi Vino.


"Kalau iyaa kenapa? ngga boleh?!". Tanya Reno menyentak ibu nya.


"Udah jangan berdebat!". Teriak Agatha pada mereka berdua.


"Hai ******, ngapain lo ada disini sih". Ujar Bintang menatap Agatha dengan remeh.


"Om jaga ya mulut om!". Teriak Angga menatap tajam Bintang.


"Wih siapa nih bocil". Ujarnya menatap remeh.

__ADS_1


Agatha yang melihat itu marah, ia kesal dengan mereka yang datang menghinanya seperti ini, Agatha hendak melayangkan pukulan nya pada abangnya tetapi ia urung ketika melihat kelima anaknya yang tersenyum.


__ADS_2