Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 68


__ADS_3

Satu Tahun Kemudian.


Agatha begitu sedih melihat Angga tidak ada gairah semangat semenjak setahun yang lalu Alena bertemu keluarga kandungnya, bahkan Alena belum menemui mereka kembali setelah kembali bersama keluarga kandungnya.


"Sayang hey anak bunda kenapa selalu aja kaya gini heum". Ujar Agatha mengelus rambut anaknya.


"Bunda Angga kangen Rora". Ujarnya dengan sedih pada Agatha.


"Bunda juga kangen banget sama Alena sayang, tapi mau bagaimana lagi mungkin kedua orangtuanya masih memberikan banyak kasih sayang mereka yang sudah enam tahun lebih tidak disalurkan". Ujar Agatha menatap sedih putranya.


"Setidaknya Rora main ke rumah kita bun". Ujarnya sambil sesegukan dipelukan Agatha.


"Sabar boy, suatu saat nanti pasti Alena akan berkunjung kembali ke rumah kita". Ujar Vino menenangkan putranya.


"Tapi aku sangat merindukan Rora auahh". Rengek Angga membuat keduanya terkejut.


"Ayah akan usahakan syang agar Alena bisa berkunjung ke rumah ya". Ujar Vino pada anaknya.


"Beneran ya ayah?". Tanya Angga menatap ayahnya.


"Iyaa bener boy,, udah jangan sedih lagi, kasian adik kamu tuh Dira daritadi cemberut karena abangnya yang satu ini engga ikut bergabung". Ujar Vino pada anaknya dengan gemas.


"Baiklah, abang akan gabung dengan yang lainnya tapi ayah janji ya harus bawa Rora ke rumah". Ujar Angga sambil bangkit dari duduknya.


"Iyaa akan ayah usahakan sayang". Ujar Vino pada anaknya.


"Terimakasih ayahh". Ujar Angga sambil tersenyum tipis pada ayahnya.


Agatha dan Vino yang melihat itupun tersenyum senang, melihat Angga yang sudah pergi bergabung bersama keempat anak mereka, keduanya pun ikut menghampiri mereka yang terlihat menghibur Angga.


Ting!


...Mami Alena...


...Online...


Agatha


^^^Iyaa kenapa La? apa terjadi sesuatu pada Alena?^^^


Engga, Alena baik baik aja Tha, aku cuman mau bilang bahwa Alena kayanya butuh waktu untuk berkunjung kembali ke rumah kediaman kamu Tha


^^^Memangnya kenapa? Alena ada masalah dengan anak anakku?^^^


Engga kok, hanya saja ingin menikmati waktunya bersamaku dan juga Mas Xander , karena sudah lama tidak bertemu dan merasakan kasih sayang orangtuanya


^^^Ah begitu ya, baiklah kita akan menunggu sampai Alena siap kapanpun tetapi yang jelas sampaikan salam rindu aku sekeluarga pada Alena ya La^^^


Iyaa Tha, nanti aku sampaikan pada Alena

__ADS_1


^^^Makasih ya La 🤗❤^^^


Agatha menyimpan ponselnya setelah Bella tidak membalas lagi, Vino menatap istrinya penuh pertanyaan membuat Agatha membisikkan sesuatu pada suaminya, Vino mengangguk anggukan kepalanya mengerti dengan yang dijelaskan oleh istrinya.


"Anak anak lebih baik kita tidur siang yuk". ajak Vino pada kelima anaknya.


"Baik ayah". Ujar mereka mematuhi apa yang diperintahkan oleh ayahnya.


"Sayang, Ayok kita juga tidur siang". Ajak Vino pada istrinya Agatha.


"Iyaa Ayok mas". Ujar Agatha sambil tersenyum pada suaminya.


"Baby Sagara udah tidur nih?". Tanya Vino menatap Baby Sagara dalam gendongan Agatha .


"Iyaa mas Baby Sagara udah tidur". Jawabnya dengan lembut pada suaminya.


"Yaudah ayok masuk ke dalam, kasian kamu keberatan kan gendong Baby Sagara yang sering banget nangis kalau ditinggal bundanya". Ujar Vino saat mereka sampai di depan kamar mereka.


"Iyaa sayang ayok". Ujar Agatha pada suaminya.


"Hati hati sayang". Ujar Vino pada istrinya.


"Iya ini juga hati hati menidurkan Baby Sagara nya". Ujar Agatha dengan pelan pada sang suami.


"Baiklah sayang". Ujar Vino pada istrinya.


"Sayang udah selesai?". Tanya Agatha mendengar pintu terbuka.


"Iyaa sayang udah, kamu sekarang mandi biar mas yang jaga Baby Sagara". Jawabnya pada Agatha.


"Baiklah mas, kalau masih nangis kasih aja kue yang dibeli kemarin". Ujar Agatha pada suaminya.


"Iyaa siap sayang, udah sana kamu mandi". Ujar Vino pada istrinya.


"Yaudah Iyaa ini juga mau mandi kok mas". Ujar Agatha sambil berlalu pergi dari hadapan suaminya.


"Anak ayah begitu sangat menggemaskan ya". Ujar Vino menggendong anaknya.


"Yah yah yah". Celoteh Baby Sagara pada ayahnya.


"Iyaa syang ini ayah". Ujar Vino sambil tersenyum pada anaknya.


"Gemas banget sih kamu". Ujar Vino mencium pipi gembulnya.


Beberapa menit kemudian Agatha selesai mandi, ia melihat suaminya yang kembali tertidur dengan posisi Baby Sagara berada diatas tubuh suaminya, membuatnya tersenyum haru melihatnya betapa nyamannya Baby Sagara tidur di badan ayahnya.


Takut membuat suami serta anaknya terbangun, Agatha melakukan segalanya dengan pelan pelan dimulai memakai pakaian hingga mendandani wajahnya, hingga beberapa menit kemudian Vino terbangun dengan posisi masih seperti tadi.


"Astaga aku ketiduran lagi". Ujar Vino membuat Agatha menoleh.

__ADS_1


"Loh udah bangun mas?". Tanya Agatha menghampiri suaminya.


"Udah syaang, kenapa kamu engga bangunin mas sih?". Tanya Vino pada istrinya.


"Aku engga mau kamu keganggu sayang, apalagi Baby Sagara juga terlihat nyaman tidurnya". Jawab Agatha pada suaminya.


"Kalau kamu nyaman ngga tidur diatas badan aku sayang?". Tanya Vino menggoda istrinya.


"Ihh jangan mulai deh mas". Gerutu Agatha pada suaminya.


"Haha habisnya kamu lucu syang".Ujarnya sambil menidurkan Baby Sagara diranjangnya.


"Lucu apanya sih mas?". Tanya Agatha dengan kesal pada suaminya.


"Iyaa lucu aja syaang". Jawabnya sambil terkekeh pada istrinya.


"Ihh mas jangan nyebelin deh jadi suami". Ujar Agatha semakin kesal pada suaminya.


"Hihi Iyaa deh mas minta maaf sayangku cintakuu istriku cantikku". Ujar Vino mengecup seluruh wajah istrinya.


"Heum iyaa deh aku maafin mas". Ujar Agatha memeluk erat tubuh suaminya.


"Yaudah kita keluar yuk sayang". Ajak Vino pada istrinya.


"Iyaa ayok mas, bawa juga Baby Sagara nya takutnya ada apa apa di kamar mas". Ujar Agatha pada suaminya.


"Iyaa Syaang pastinya dibawa kok". Ujar Vino sambil tersenyum pada istrinya.


Agatha dan Vino serta Baby Sagara sudah sampai di ruang tengah, terlihat Baby Prince yang tengah menatapnya sambil tersenyum membuat yang lain gemas terhadapnya, Agatha dan Vino duduk di sebrang anak anaknya yang sedang asik melihat sesuatu di laptop mini milik Angga.


"Ayah". Panggil Angga membuat Vino menoleh.


"Iyaa kenapa boy?". Tanya Vino pada anaknya.


"Apa udah Ada kabar tentang Rora?". Tanya Angga membuat Agatha menghela nafasnya.


"Sayang, kamu kan tau sendiri Alena sudah lama tidak merasakan kasih sayang orang tuanya dari bayi, jadi ayah belum bisa membawanya kemari sayang". Jawab Vino pada anaknya.


"Heum baiklah ayah". Ujarnya pada sang ayah.


"Iyaa Syaang jadi kamu yang sabar ya sayang". Ujar Vino pada anaknya.


"Iyaa ayah Angga akan sabar". Ujarnya dengan datar.


Agatha hanya bisa menghela nafasnya panjang saat sikap Angga perlahan kembali ke mode awal, memang Alena sangat berarti untuk anaknya karena hanya Alena yang bisa membuat putranya tersenyum lebar.


Sayang cepatlah kembali, bunda merindukan kebersamaan kalian, Angga merindukanmu Alena sayang, demi apapun bunda tidak tega melihatnya. Batin Agatha sedih menatap putranya yang hanya tanpa ekspresi.


Jangan lupa Like Comment Votenya :)

__ADS_1


__ADS_2