Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 32


__ADS_3

Agatha menatap orang dihadapannya dengan muka bingung, lalu menoleh pada Vino yang seakan bertanya mereka siapa, membuat Vino mengerti ternyata istrinya hanya mengingat Vino dan keluarganya serta Reno sedangkan pada keluarga kandungnya sendiri, Agatha lupa.


"Mereka siapa mas?". Tanya Agatha pada suaminya.


"Mereka keluarga kandung kamu sayang". Jawab Vino padanya.


"Keluarga kandung? kok aku ngga inget sama sekali mas?". Tanya Agatha menatap Vino.


"Sayang, kamu amnesia, lupa ingatan". Jawab Vino padanya.


"Hilang ingatan? tapi kok aku ingat sama kamu dan. yang lainnya kecuali mereka?". tanya Agatha bingung pada suaminya.


"Karena kamu kehilangan sebagian ingatan kamu syaang". Jawab Vino pada istrinya.


"Heum apakah mereka melakukan kesalahan mas? daritadi minta maaf terus?". Tanya Agatha padanya.


Vino yang ditanya seperti itu bingung, karena kata Bryan jangan membuat istri nya mengingat masa lalu nya, hingga beberapa saat kemudian Vino menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan istrinya.


"Mereka minta maaf sama kamu karena tidak tau kamu masuk rumah sakit sayang". Jawabnya dengan bohong.


"Emangnya mereka saat itu dimana mas?". Tanya Agatha padanya.


"Mereka sedang berada di Paris sayang, kamu engga inget kan? mereka berkunjung ke rumah kita tetapi mereka tidak tau kita sudah pulang ke Indonesia". Jawab Vino sambil tersenyum pada istrinya.


"Bener gitu mas? kok aku ga inget sih?". Tanya Agatha padanya.


"Gimana kamu mau inget sayang kan memori ingatan kamu sebagiannya hilang". Jawab Vino pada istrinya.


"Ohh begitu ya mas, lalu ini siapa mas?". Tanya Agatha menunjuk pada Felix.


"Itu Uncle kamu sayang". Jawab Vino pada istrinya.


"Ah kayanya nyebelin banget sih hilang ingatan nya, aku jadi susah untuk mengingatnya". Ujar Agatha pada suaminya.


"Yaudah jangan dipaksa sayang, nanti kepala kamu pusing". Ujar Vino mengelus rambut istrinya.


"Heum yaudah deh mas". Ujar Agatha pada suaminya.


Kelima anaknya mendekati Agatha tetapi terhenti ketika melihat Keluarga Bramastian, membuat Agatha menatap heran kepada anak anaknya yang terlihat tidak suka pada mereka terutama Angga yang menatap tajam, membuat suasana diruangan tegang.


"Sayang, hey anak bunda, kenapa diem aja?". Tanya Agatha pada anaknya.

__ADS_1


"Bunda, mereka ngga jahatin bunda kan?". Tanya Angga pada bundanya.


"Maksud kamu apa syaang?". Tanya Agatha mengelus rambut anaknya.


"Itu mereka bun, mereka yang membuat bunda menderita". Jawab Angga membuat suasana begitu sangat tegang.


"Boy jangan membuat bunda berpikir nanti yang ada kepalanya tambah pusing syang". Ujar Vino menarik tubuh Angga agar berada dipelukannya.


"Ayah, tapi mereka ---".


"Sstt sayang, dengerin ayah baik baik, sekarang bunda sedang sakit, kepalanya pusing jadi jangan buat bunda banyak pikiran ya, ayah mohon saMa kamu". Bisik Vino pada anaknya.


"Yaudah ayah, maafin Angga yah". Bisik Angga pada Vino.


"Kalian ini bicarain apa sih? kok bisik bisik gitu?". Tanya Agatha pada keduanya.


"Ngga ada apa apa kok bunda". Jawab Angga sambil tersenyum manis.


Semuanya terpana melihat senyuman Angga yang memang jarang mereka lihat, karena Angga akan tersenyum untuk menghibur bundanya , Satya kembaran nya pun ikut terpana pada adiknya membuat Indira yang berada disampingnua mencolek tangannya.


"Kenapa sih dek? main colek colek aja, abang kan kaget". Ujar Satya padanya.


"Habisnya abang daritadi natap abang Angga gitu banget, abang suka sama abang Angga?". Pertanyaan polos Indira membuat semua nya tertawa pelan kecuali Angga dan Satya.


"Tuhkan ilang senyumnya garagara abang sih". Ujar Indira pada Satya kembarannya.


"Ya kan abang jujur dek". Jawab Satya padanya.


Agatha yang melihat itupun tersenyum kecil, ia menyuruh anak anaknya untuk naik ke ranjang, Vino menaikkan mereka satu persatu lalu Agatha memeluk mereka dengan pelan, karena luka diperutnya masih terasa sakit, anak anak yang melihat Agatha meringis pun langsung tegak.


"Kasian bunda kalau kelamaan dipeluk, kan masih sakit". Ujar Indira pada mereka.


"Benar, maaf ya bunda". Ujar Athara padanya.


"Iyaa sayng gapapa kok". Ujar Agatha tersenyum pada mereka berlima.


"Bunda, jangan lama lama sakitnya ya, Cello kangen banget main sama ayah dan bunda". Ujar Marcello padanya.


"Iyaa syaang, makanya doakan bunda agar cepat sembuh ya nak". Ujar Agatha padanya.


"Iyaa siap bunda". Ujarnya sambil tersenyum pada Agatha.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian anak anaknya telah pulang bersama kedua Aunty kembarnya, karena batas anak anak menjenguk hanya sampai jam 4 sore membuat kelima anaknya mau tak mau harus pulang kerumah, mereka mencium pipi Agatha sebelum pulang.


Vino menatap Agatha yang menatapnya, ia sangat bersyukur saat ini adalah kenyataan bukan mimpi jika istrinya bangun dan menatapnya sambil tersenyum manis, diruangan hanya tersisa Vino makanya ia dengan leluasa mencium bibir istrinya serta ********** dengan lembut.


"Makasih sekali lagi syang, kamu udah bangun makasih ayang". Ujar Vino padanya.


"Iyaa saMa saMa mas, udah ah jangan bilang makasih terus, emangnya ngga capekkk apa". Ujar Agatha sambil terkekeh pada suaminya.


"Habisnya mas masih takut kalau ternyata ini cuman mimpi sayang". Ujar Vino pada istrinya.


"Iya mas ini bukan mimpi kok jadi jangan sedih lagi". Ujarnya menghapus air mata yang keluar dari suaminya.


"Sayang, tiba tiba saja mas pengen banget". Ujarnya pada Agatha.


"Pengen apa mas?". Tanya Agatha menatap suaminya.


"Bikin dedek sayang". Jawabnya membuat Agatha memalingkan wajahnya karena malu.


"Mas ih aku lagi sakit juga". Rengek Agatha pada suaminya.


"Hahha aku bercanda syang, aku juga mikir kali yang ahh".ujar Vino tertawa melihat wajah malu istrinya.


"Heum iya deh mas". Ujarnya pada Vino.


Vino duduk disamping ranjang istrinya lalu menatap Agatha dengan lembut, hingga beberapa saat kini Vino mencium lembut bibir istrinya yang pucat, hanya beberapa menit ia langsung melepasnya karena takut ada yang masuk memergoki dirinya yang mencium istrinya yang sedang sakit.


Agatha tersenyum menatap suaminya yang sangat tampan sekarang, Agatha sangat beruntung memiliki suami seperti Vino karena sangat perhatian dan sangat menyayanginya serta sabar menghadapi sikapnya, Vino yang sadar ditatap oleh istrinya pun tersenyum senang.


"Sayang kamu tau ngga?". Tanya Vino padanya.


"Ngga tauu mas". Jawab Agatha padanya.


"Kebahagiaan ku adalah ketika bersamamu syaang". Ujar Vino pada istrinya.


"Mas bisa aja gombalnya". Ujar Agatha pada suaminya.


"Mas serius sayang bukan gombal ih". Ujar nya kesal pada istrinya.


"Haaha iya deh mas iyaa maaf yaa syaangku cintakuu suamikuu". Ujar AGATHA membuat suaminya bahagia.


Beberapa menit kemudian keduanya terdiam ketika pintu dibuka ternyata itu adalah Bryan dan Deon, membuat mereka tenang karena bukan orang jahat yang datang.

__ADS_1


maaf banget, malam update nya, akunya lagi sakit 😢😢


__ADS_2