
Tiga bulan kemudian, tepatnya Baby Sagara memasuki usia yang ke 6 bulan, kini mereka sedang kumpul di ruang tamu karena Cindy ngidam sesuatu pada mereka semua, membuat semuanya waswas kecuali Agatha.
"Jadi kamu mau apa sayang?". Tanya Bastian pada istrinya.
"Aku pengen rujak buah buatan bunda mas". Jawabnya pada suaminya.
"Bunda sayang? Emangnya bunda bisa buat rujak buah bun?". Tanya Bastian menatap bundanya.
"Jangan meremehkan bunda, bentar ya syang bunda akan buat buatkan rujak buah". Ujar Felicia pada Cindya.
"Iyaa bunda , makasih ya bunda syaang". Ujar Cindy pada bunda Felicia.
Beberapa menit kemudian bunda Felicia kembali dengan membawa sepiring rujak buah untuk Cindy, membuat yang lainnya hanya bisa tersenyum tipis karena Cindy langsung memakannya lahap.
"Pelan pelan aja kakk makannya". Ujar Agatha menatap kakak iparnya.
"Iyaa sayang, pelan pelan aja nanti kesedak". Ujar Bastian pada istrinya.
"Iya habisnya enak mas". Ujar Cindy pada suaminya.
"Iyaa sayang, tapi pelan aja yaa". Ujar Bastian menatap sang istri.
"Lagian ngga akan ada yang rebut rujak buah nya kak ". Ujar Agatha melihat kakak iparnya.
"Hehe maaf yaa semua". Ujar Cindya tersenyum tipis pada mereka.
"Iyaa gapapa sayang, lanjut makan rujaknya tapi pelan aja syaang". Ujar Bunda Felicia pada menantunya.
"Iyaa siap bunda cantikk". Ujarnya pada mertuanya.
"Kamu nih bisa aja, bunda udah tua juga" Ujar Bunda Felicia terkekeh pada Cindya.
"Walaupun umur tua tapi muka bunda awet muda". Ujar Agatha pada bundanya.
"Ah udah jangan bahas tentang bunda". Ujar Bunda Felicia dengan geli.
Agatha dan Cindya langsung menghentikan pembicaraan mereka tentang Bunda Felicia, lalu menoleh pada mereka semua yang menatap Agatha dan Cindya membuat keduanya kikuk ditatap seperti itu oleh mereka semua.
"Kalian ini kenapa sih?". Tanya Agatha pada mereka.
"Kenapa apanya sayang?". Tanya Vino menatap istrinya.
"Ya kalian natap kita berdua kenapa?". Tanya Agatha yang disetujui oleh Cindya yang masih mengunyah Rujak buah buatan mertuanya.
"Gapapa sayang, hanya saja kalian berdua membicarakan suatu hal yang tidak penting". Jawab Bunda Felicia menatap putri dan menantunya.
"Heum baiklah bunda" .. Ujar mereka berdua pada Bunda Felicia.
"Iyaa sayang". Ujar Bunda Felicia sambil tersenyum tipis pada mereka berdua.
"Mas Tian bantuin". Rengek Cindya pada suaminya.
__ADS_1
"Apa yang perlu mas bantu Ssyang?". tanya Bastian pada istrinya.
"Habisin rusaknya ya mas, aku kenyang". Jawabnya dengan tersenyum tipis pada suaminya.
"Tapi sayang, mas gaterlalu suka rujak". Ujar Bastian dengan hati hati.
"Gamau tau pokoknya habisin mas". Ujar Cindya menggeser piring yang berisi rujak buah tersebut.
"Huft baiklah sayang". Ujar Bastian sambil tersenyum tipis pada istrinya.
Semuanya menatap Bastian yang sedang melanjutkan memakan rujak buah buatan Bunda Felicia, Agatha menahan tawanya Karena ia ingat betul abangnya pecinta pedas tapi tidak dengan rujak buah apalagi itu masih muda.
Beberapa menit kemudian Bastian selesai menghabiskan rujak buah tersebut, ia menyandar pada kursi karena merasa sangat kenyang dan panas sekali pada perutnya, membuat Cindya yang melihat suaminya merasa bersalah.
"Mas maafin aku yaa, maksa kamu habisin rujak buahnya hiks hiks". Ujar Cindy menatap suaminya dengan terisak.
"Udah sayang, mas ngga papa kok nih liat mas sehat kan". Ujar Bastian memeluk istrinya.
"Tapi tetep aja mas". Ujarnya terisak menatap suaminya.
"Udah Kak Rara jangan nangis, abang itu udah jadi suami siaga kak". Ujar Agatha pada kakak ipar nya.
"Iyaa benar apa yang dibilang sama Tata, jangan menangis Cindy". Ujar Reno yang ikut ikutan.
"Huft baiklah kalau begitu". Ujarnya dengan tersenyum tipis pada mereka.
Ting!
"Sebentar mas, aku lihat dulu". Jawabnya pada sang suami.
"Yaudah lihat Syaang siapa yang ngirim. pesan ke kamu". Ujar Vino dengan penasaran.
"Kak Renata mas". Ujarnya membuat Bintang menoleh pada adiknya.
...Kak Renata 🤗❤...
...Online...
Gatha sayang, bilangin sama abangmu itu jadi jemput kakak di Bandara ngga!!
Kalau engga kakak dijemput sama yang lain aja
^^^Jadi kak, tunggu sebentar ya bang Bintang lagi otw ke bandara kak^^^
Baiklah kakak tunggu Tha
^^^Okee kak^^^
"Bangg Bibin jemput Kak Rere dibandara, abang engga lupa kan?". Tanya Agatha menatap abangnya.
"Astaga!! abang lupa dek, untung aja kamu ingetin abang". Ujar Bintang pada adiknya.
__ADS_1
"Bukan mengingatkan lebih tepatnya memberitahu bang". Ujar Agatha dengan sebal pada abangnya.
"Iya deh iyaa, abang pergi dulu semuanya". Ujarnya sambil berlari keluar rumah.
"Aish abang abang, ada ada aja". Ujar Agatha menatap punggung abangnya yang menghilang.
Beberapa menit kemudian Agatha dan yang lainnya bangkit dari ruang meja makan menghampiri anak anak yang sedang bermain, Agatha tersenyum menatap mereka yang asik bermain kecuali Angga yang hanya menatap mereka membuat Agatha menghela nafasnya.
"Syaang, kenapa sih kamu dari dulu engga mau gabung sama mereka? ". Tanya Agatha dengan lembut pada anaknya.
"Karena aku engga mau aja bunda". Jawabnya pada sang bunda.
"Kamu engga mau aja tapi ini udah sering terjadi syang"..Ujar Agatha tidak mengerti dengan anaknya.
"Udah bunda, Angga baca buku aja senang bunda". Ujar nya sambil mengambil buku tersebut lalu membacanya.
"Ah baiklah kalau begitu". Ujarnya dengan pasrah melihat putranya.
"Iyaa bunda". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada bundanya.
Agatha duduk kembali disamping suaminya hanya menatap anak serta ponakan yang sedang bermain, serta Baby Sagara yang sedang di gendong oleh Radit karena selalu gemas dengan ponakan nya.
"Udah cocok jadi orangtua kamu Dit". Ujar Reno menatap adiknya.
"Iyaa bener Tuh yang dibilang sama Reno". Ujar Ayah Dion pada anaknya.
"Iyaa cocok tapi calon istrinya kan belum ada". Ledek Bastian pada adiknya.
"Ish udah ah jangan pada gitu sama abang Adit". Ujar Agatha pada mereka.
"Nah bener tuh apa yang dibilang sama Agatha, jangan gitulah emangnya cuman aku aja apa yang belum nikah". Ujarnya mengeluh pada mereka.
"Ah benar juga ya, Bang Bintang juga kan belum nikah, bahkan ngelamar Kak Rere aja belum". Ujar Agatha pada mereka.
"Tapi seengaknya udah Pasti Renata yang menjadi istri Bintang, kalau Radit gimana?". Tanya Bunda Felicia sambil tersenyum geli pada anaknya.
"Tante jangan mojokkin pacarku dong". Ujar seseorang membuat mereka menoleh.
"TAMARA, KAK TAMA". Teriak mereka membuat Baby Sagara kaget.
"Ah anak gue". Ujar Vino yang melihat anaknya menangis karena kaget.
Vino mengambil Alih Baby Sagara yang berada digendongan Radit, Agatha yang melihat anaknya menangis langsung membawanya ke kamar bawah alias kamar tamu, Vino menyusul istrinya masuk ke dalam kamar meninggalkan mereka.
Vino menatap anaknya yang sedang mengenyot salah satu favoritnya pun menelan salivanya, Agatha yang melihat itupun sengaja menggoda suaminya dengan terus memainkan p******a nya membuat Vino kepanasan.
Awas kamu ya sayang, liat aja nanti malem. Batin Vino menatap istrinya dengan kesal.
...****************...
Jangan lupa Like Comment and Vote nya ya guys:) Bentar lagi buka puasa:)
__ADS_1