
Di Kediaman keluarga Bramastian, yang dulunya tidak ada keharmonisan kini kembali seperti semula, Agatha sedang berada dirumah kediaman keluarga Bramastian, bersama dengan suami serta anak anaknya, perlahan lahan Agatha mulai kembali untuk adaptasi dirumah yang dulu menjadi tempat terakhir nya sebelum ia pergi ke Paris.
"Huft, ngga ada yang berubah ternyata". Ujar Agatha melihat tiap sudutnya.
"Ada dek". Ujar Bintang membuatnya menoleh.
"Apa yang berubah?". Tanya Agatha dengan datar.
"Kamu dek, abang kangen kamu yang manja dek". Jawab Bintang padanya.
"Bukannya kalian harusnya bersyukur ya, karena jika aku manja tidak akan membuat kalian repot". Ujar Agatha padanya.
"Maafin abang dek, tolong dek abang rindu kamu yang dulu, masa cuman saat itu aja kamu senyum sama kita, abang kangen". Rengek Bintang membuat Agatha tertawa.
"Hahah abang kena prank". Ujarnya sambil tertawa pada abangnya.
"Nah abang rindu tawa kamu sayang". Ujarnya memeluk Agatha.
"Eitss istri gue". Ujar Vino menarik Agatha dari Bintang.
"Adik gue Vin". Ujar Bintang dengan kesal.
"Enak aja, dia istri gue". Ujarnya menarik tangan kanan Agatha.
"Dari dulu Agatha adik gue Vino". Ujar Bintang menarik tangan kiri Agatha.
Agatha pusing melihatnya membuat bunda Felicia menghampiri nya karena ia khawatir dengan kandungan anaknya, Agatha yang melihat bundanya menghampiri pun merasa lega karena ia benar benar pusing sekarang.
"Yang jelas ini anak bunda, bunda yang membawanya kemana mana selama 9 bulan lebih, bunda yang merasakan sakitnya melahirkan, bunda yang pertama kali memandikannya, bunda yang merawatnya, bunda yang membesarkan nya, bunda hiks hiks". Ujar Felicia yang berujung isakkan.
"Bunda maafin Agatha bun, maaff Karena Agatha udah buat bunda nangis, coba aja Agatha langsung memaafkan bunda saat itu maaf ya bun". Ujar Agatha memeluk bundanya.
"Ngga bukan salah kamu sayang, ini semua salah Sasha yang membuat bunda mempercayai segala ucapannya, maafin bunda syaang". Ujarnya terisak dipelukan anaknya.
"Bunda, liat Agatha bun, Agatha memaafkan bunda, jangan nangis lagi ya bunda, maafin Agatha". Ujarnya menghapus air mata sang bunda.
"Iyaa sayang". Ujarnya memeluk kembali anaknya.
Beberapa menit kemudian mereka kini sedang berbincang riang di ruang keluarga, Agatha sedaritadi hanya tersenyum mendengar celotehan anak anaknya kecuali Angga yang memang banyak diamnya, tetapi Angga sangat senang membaca buku mengenai bisnis.
"Bunda, Adek bayi kapan lahirnya?". Tanya Indira pada Agatha.
"Empat bulan lagi sayang". Jawab Agatha pada anaknya.
"Heum masih lama ya bunda". Ujarnya pada Agatha.
"Ngga kok sayang, waktu ngga akan kerasa kalau kita tidak menunggu nya". Ujar Agatha dengan lembut pada anak nya.
"Oh gitu ya bunda, yaudah deh". Ujarnya dengan tersenyum lucu.
"Iyaa syaang". Ujar Agatha pada putrinya.
__ADS_1
Ting! Ting! Ting!
...Abang Satya...
...Online...
Bunda ku sangat cantik sekali, dia begitu sabar menghadapi sikapku, dia sangat baik sekali pada semua orang, sungguh bunda dialah cinta pertama dalam hidupku πβ€
Terimakasih bunda, atas semua perjuangan bunda untuk melahirkan aku ke dunia, terimakasih telah merawatku dengan penuh kasih sayang, terimakasih banyak bunda π€β€π
Ardana Satya Putra Bramaskara mencintaimu bunda Agatha Christie Bramastian π€β€π istri dari ayah Vino Xavier Bhagaskara , bunda dari keenam anak, i love you bunda cantikku π€πβ€β€β€
"Sayang siapa yang memberikan pesan sama kamu?". Tanya Vino mendengar ponsel istrinya terus berbunyi.
"Nih liat sendiri mas". Jawabnya sambil terkekeh menatap anaknya yang sedang menyembunyikan wajahnya oleh bantal.
"Wahh ini ternyata dari seseorang". ledek Vino sambil terkekeh karena tau putranya malu.
"Kenapa sih dek?". Tanya Reno padanya.
"Ponakan abang lucu banget tau ngga". Ujarnya malah membuat Reno bingung.
"Maksudnya siapa dek? Satya? Athara? Angga? Marcello? atau Rara?". Tanya Reno pasa Adikny.
"Nih liat sendiri bang hha". Ujarnya sambil memperlihatkan ponselnya.
Satya yang ditertawakan seperti itu pun langsung pergi dari sana dengan wajah yang ia tutup oleh tangan, membuat semuanya tertawa semakin keras melihat tingkat Satya yang sangat menggemaskan. Agatha sampai berlinang air mata karena tertawa.
"Kenapa ngga ungkapin aja langsung gitu, kenapa harus kirim pesan segala padahal deket loh jaraknya". Ujar Agatha terkekeh.
"Mungkin dia malu kalau mengungkap nya langsung di depan kita syaang". Ujarnya sambil terkekeh.
"Udah jangan dibicarain terus, nanti kuping Satya panas loh". Ujar Reno pada mereka berdua.
"Hahah iyaa bang". Ujar keduanya pada Reno.
"Ah ya apa kamu ngga ngidam sayang?". tanya Bunda Felicia pada anaknya.
"Belum mungkin bun, karena lagi ngga pengen apa apa sekarang mah". Jawabnya pada sang bunda.
"Ah begitu ya, kalau ada yang kamu pengen bilang aja ya syaang". Ujarnya sambil tersenyum.
"Iyaa bunda". Ujar AGATHA sambil tersenyum pada bundanya.
Beberapa menit kemudian mereka semua beristirahat untuk tidur siang begitupun dengan Agatha dan Vino, kelima anaknya tidur bersama abang dan Aunty nya satu persatu, Satya dan Athara tidur dikamar Bintang sedangkan Marcello dan Angga tidur dikamar Radit dan Indira bersama Cindya.
Ting!
...Renata β€π€...
__ADS_1
...Online...
Sayang kamu tidur?
Sayangg
Bintangkuuu
Agatha gimana kabarnya sayang?
Ini fiks kamu tidur ya sayang π’
Aku kangen lohh π€§
Bintang tidak mendengar pesan dari kekasihnya, ya akhirnya Renata malah mendapatkan tambatan hati dari abangnya Agatha , semenjak Renata memarahi Bintang saat di Paris membuat pria tersebut tertantang memiliki Renata.
"Uncle bangun". Ujar Satya dan Athara mengguncang tubuh Bintang.
"Aduh kenapa sih boy?". Tanya Bintang dengan suara seraknya.
"Itu ponsel uncle berisik banget sih, coba balas dulu napa ". Jawab Satya dengan kesal.
"Okee okee boyy santaii". Ujarnya mengambil ponselnya.
"Ganggu tidur siang Atha tau ga". Ujarnya dengan kesal pada Bintang.
"Iyaa maafin Uncle ya boy". Ujar Bintang pada keponakannya.
...Renata β€π€...
...terakhir di lihat hari ini pukul 11.30...
^^^Ya ampun syaang maafin aku, kita semuanya lagi tidur siang sayang, maaf ya π€πβ€^^^
^^^Agatha baik baik sayang^^^
^^^Aku juga kangen kamu sayang, maaf ya baru bales, ini juga dibangunin sama Satya dan Athara^^^
Yaudah gapapa sayang, aku lanjut kerja lagi ya sayang, sampaikan salam rinduku pada Agatha ya syaang π€πβ€
^^^Oke sayang, semangat kerjanya sayangg, aku akan segera melamar mu sayang, tunggu ya sayang, iya sayang nanti aku sampaikanπ€πβ€^^^
Sedangkan di kamar Agatha dan Vino mereka berdua sudah terbangun dari tidurnya, kini keduanya sudah berada di bawah bersama yang lainnya yang memang sudah bangun kecuali Satya, Athara dan Bintang yang datang paling akhir.
"Tumben banget abang lama tidurnya?". Tanya Agatha menatap Satya.
"Iyaa tadi ada yang ganggu tidur abang bun". Jawab Athara disetujui oleh Satya.
"Siapa yang ganggu abang?". tanya Vino pada keduanya.
"Tuh pacarnya bang Bibin eh uncle bibin". Jawabnya dengan belepotan.
__ADS_1
Semuanya terkejut karena Bintang belum pernah mengenalkan pacar pada mereka kecuali Agatha yang memang mengetahuinya, Bunda Felicia dan Ayah Dion menatap Bintang penuh pertanyaan membuatnya kikuk ditatap seperti itu oleh orangtuanya.