Kisah Agatha & Family

Kisah Agatha & Family
Bab 23


__ADS_3

Sasha yang kesal pun melemparkan barangnya, ia kesal karena ternyata Agatha menikah dengan orang yang dia suka, ia harus membicarakan ini pada keluarga Bramastian kecuali Reno yang tidak akan mendengarkan setiap omongan Sasha tentang keburukkan Agatha.


"Hey sayang tenangg". Ujar Felicia pada Sasha.


"Aku kesal sama Agatha bun". Ujar Sasha pada Felicia.


"Memangnya kenapa sih?". Tanya Felicia padanya.


"Asal mamah tau, Kak Vino tuh orang yang Sasha Suka, tapi Agatha merebut Vino dari Sasha". Ujar Sasha dengan kesal pada Felicia.


"Siapa yang merebut siapa?".Celetuk Reno yang datang bersama istrinya.


"Reno, kamu akhirnya pulang, bunda kangen sayang". Ujar Felicia hendak memeluk Reno tetapi terhenti.


"Stop disana bun, Reno kesini ingin mengabarkan jika Reno tidak akan kesini sebelum bunda mengusir ****** itu dari rumah". Ujar Reno menunjuk Sasha.


Sasha yang mendengar itupun kesal, ia mendekati Reno hendak memukulnya tetapi tangan Kirana lebih dulu menahannya membuat Sasha semakin kesal di buatnya, sedangkan Felicia menatap datar Kirana karena dari dulu ia tidak menyukai nya karena hasutan dari Sasha.


"Kenapa kamu bilang ****** pada adikmu sendiri?". Tanya Felicia pada Reno.


"Adik? adikku cuman satu perempuan namanya Agatha bukan dia!!". Teriak Reno pada Felicia.


"Apa yang telah ****** itu lakukan padamu, hingga kamu berubah seperti ini Reno!!". Teriak Felicia membuat semua anggota keluarganya menghampiri.


Dion, serta ketiga anaknya menatap Reno yang sedang berdiri dihadapan mereka, sudah lama sekali Reno tidak menginjakkan kaki dirumah ini semenjak tinggal di apartemen, Cindy yang memang telah menikah dengan Bastian karena perjodohan pun menatap Reno.


"Abang Reno, bagaimana dengan Agatha?". Tanya Cindy penasaran pada Reno.


"Dia udah datang ke Indonesia bersama keluarga kecilnya". Jawab Reno pada adik iparnya.


"Cindy kangen banget sama Agatha bang". Ujarnya pada Reno.


"Jangan sebut nama ****** sialan itu!". Teriak Bastian padanya.


"Kamu apa apaan sih , dari dulu sampai sekarang kamu selalu bilang ****** pada Agatha adik kandung kamu sendiri!!". Teriak Cindy pada suaminya.


"Aku tanya sama kalian semua termasuk kamu Sasha!!". Teriaknya lagi membuat mereka terkejut termasuk Reno.


"Apa pernah Agatha membuat kamu seperti mereka yang memperlakukan kamu dengan buruk? apa pernah Hah!! jangan kamu pikir aku tidak mengetahui semuanya Sasha! kamulah dalang dari semua yang terjadi!! karena kamu irii pada Agatha Iyaaa!!". Teriak Cindy penuh Amarah.


Dion serta yang lainnya tersentak kecuali Sasha yang masih tersenyum tanpa mereka sadari, Cindy melihat nya langsung tertawa dengan keras, dialah teman yang kini menjadi ipar Agatha yang tulus bukan Sasha yang selalu bermuka dua.

__ADS_1


"Coba bunda ,ayah, kalian semua pikirin ini baik baik!! ada ngga yang selama ini mencari kebenaran tentang kasus Agatha? ada ngga!! hanya bang Reno yang mencari nya, kemana kalian hah! kalian keluarga macam apa!! tidak mempercayai seorang anak yang jelas jelas selalu kalian jaga!! selalu kalian awasi dengan bodyguard!! tapi apa ini? kejadian yang begitu membuat Agatha hancur saja kalian tidak mengetahuinya kan? kemana bodyguard yang kalian suruh menjaga Agatha Hah! kemana??!!". Teriak Cindy sambil berkaca kaca.


"Selama ini Agatha selalu membela kamu, memberikan apa yang kamu mau Sasha!! termasuk barang yang Agatha punya, tetapi kamu tega merebut semuanya, keluarga bahkan kasih sayang hingga Agatha tidak merasakannya lagi!!". Teriak Cindy pada Sasha.


"Mana hati nurani kamu Sasha!! ahh aku lupa kamu memang ga punya hati!!". Teriak Cindy di depan muka Sasha.


PLAKK


Cindy menoleh pada orang yang barusan menampar nya, ternyata suaminya sendiri yang melakukannya sedangkan Bastian sendiri tidak percaya ia menampar istrinya, tetapi ia tidak suka Cindy terus memarahi Sasha yang sudah ia anggap adiknya.


"Kamu tega nampar aku?". Tanya Cindy penuh kekecewaan.


"Karena kanu beraninya marah marah sama adik aku, yang salah itu ****** itu bukan Sasha". Jawab Bastian dengan kesal pada Cindy.


"Oohh lebih bela dia daripada adik kandung kamu, hahaha keren kamu Bas, ngga bisa bandingin mana yang baik mana yang ngga, nyesel aku cinta sama kamu dari dulu". Ujar Cindy meninggalkan rumah kediaman Bramastian.


Agatha yang memang ikut bersama Reno tetapi diam diluar karena terdengar teriakan Cindy sampai keluar, Agatha melihat Cindy yang keluar rumah sambil memegang pipi nya yang memerah akibat tamparan Bastian.


"Kak Aura". Panggil Agatha dari mobil.


"Agatha". Ujar Cindy tidak menyangka melihat Agatha kembali.


"Kakak juga kangen kamu Agatha". Ujar Cindy memeluk Agatha dengan erat.


"Kakak ditampar sama abang?". Tanya Agatha padanya



"Iyaa Tha, Kamu makin cantik aja Tha". Ujar Cindy menatap Agatha.


"Jelas dong kak hehe". Ujar Agatha terkekeh pada Cindy.


"Ohh ya Tha, kamu ga masuk ke dalem?". Tanya Cindy padanya.


"Ngga kak". Jawabnya pada Cindy.


"Kenapa Tha?". Tanya Cindy padanya.


"Kemarin kemarin aja mereka keterlaluan apalagi Sasha kak". Jawab Agatha pada Cindy.


"Yaudah lebih baik kakak ikut pergi ke rumah kamu Tha, kakak kangen sama ponakan kakak". Ujar Cindy padanya.

__ADS_1


"Yasudah naik kak". Ujar Agatha padanya.


"Sekarang bisa nyetir Tha?". Tanya Cindy diangguki oleh Agatha.


Sebelum pergi Agatha mengabari Reno terlebih dahulu, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, selama dalam perjalanan menuju rumah kediaman Bhagaskara, Agatha dan Cindy berbincang bersama mengenai perkembangan anak anak Agatha.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Bhagaskara, kelima anaknya yang melihat mobil berhenti di depan pun segera berdiri, hendak berlari namun segera ditahan oleh Vino dan kedua adiknya Gea dan Gia.


"Bunda lama ihh ketemu nenek lampir lagi?". Tanya Indira memeluk Agatha.


"Iyaa sayang tapi untungnya nenek lampirnya ngga nyelakain bunda". Jawab Agatha menggendong anaknya.


"Haii Aunty Dy". Sapa kelima anak Agatha yang baru menyadari.


"Hai ponakann Aunty yang lucu". Ujar Cindy sambil tersenyum.


"Aunty Dy, pipinya kenapa? lebam gitu?". Pertanyaan Athara mewakilkan semuanya kecuali Agatha.


"Aahh ini? Aunty jatuh sayang". Ujar Cindy sambil tersenyum tipis pada ponakannya.


"Aunty Dy bohongg!". Teriak Angga padanya.


"Jelas jelas luka ini karena tamparan Aunty, siapa yang tampar Aunty biar Angga hajar hiks hiks". Ujar Angga memeluk Cindy.


Memang Angga paling dekat dengan Cindy makanya melihat Cindy luka sedikitpun ia menangis, ya Agatha pun sama bukan hanya kepada Cindy, melihat Angga yang menangis memeluk Cindy membuat keempat anaknya ikut memeluk Cindy.


"Aunty Dy pasti di tampar nenek lampir ya bun". Ujar Indira mengelus pipi Cindy.


"Iyaa nenek lampirnya jahat sayang buat Aunty Dy ssperti ini". Ujar Agatha pura pura sedih.


"Wah nenek lampir jahatt! aku akan mengutuknya menjadi kodok". Ujar Indira membuat mereka tertawa.


"Kenapa kalian ketawa?". Tanya Indira dengan polosnya .


"Gapapa syaang gapapa". Jawab Agatha pada anaknya.


Semuanya berkumpul di ruang tengah sambil menunggu Reno dan Kirana kembali, karena anak mereka ada dirumah kediaman Bhagaskara, tetapi Agatha mengasuh mereka dengan sangat baik, hingga membuat nya terlelap kembali.


...****************...


Udah ya 3 bab :) pegel jari aku 😵

__ADS_1


__ADS_2