
3 Tahun Kemudian...
"Bundaa help me". Teriak anak kecil di belakang Agatha.
"Hei sayangnya bunda berhenti berlari, nanti kalian jatuhh". Ujar Agatha melihat kelima anak kembarnya.
"Tuh abang duluan bunda". Ujar Indira menunjuk Satya.
"Abang kebiasaan deh, bunda kan udah bilang jangan main kejar kejaran di tangga, nanti kalau kalian jatuh gimana heum". Ujar Agatha menatap mereka.
"Maaf bunda". Ujar mereka pada Agatha.
"Ada apaa sayang?". Tanya Vino yang baru turun.
"Ini anak anak kak , kejar kejaran di tangga, Agatha takut mereka jatuh". Jawab Agatha dengan berkaca kaca.
Vino menatap anak anaknya yang menunduk, lalu menoleh pada Agatha yang menangis , Vino tau istrinya pasti mengingat saat ia dan keempat abangnya, persis sekali Agatha anak terakhir dan Indira juga anak terakhir bedanya Agatha lahir dengan berbeda tahun, sedangkan Indira lahir beda menit.
"Maafin abang bunda, abang janji ngga akan kaya gitu lagi, bunda jangan nangis, maafin abang bunda". Ujar Satya padanya.
"Iyaa gapapa sayang, maafin bunda yang marahin abang tadi, bunda cuman khawatir kalian jatuh dari tangga". Ujar Agatha memeluk anaknya.
"Iyaa bunda, maaf yaa". Ujarnya diangguki oleh Agatha.
"Yaudah sana kalian main lagi, tapi ingat jangan lari lari yaa, bunda takut". Ujar Agatha pada mereka berlima.
"Siap bunda cantik". Ujar mereka kompak.
Vino memeluk istrinya dari belakang, sudah 3 tahun lebih mereka tinggal di Korea, tetapi sepertinya mereka akan kembali menetap di Indonesia, karena cabang disana membutuhkan kehadiran Vino, sementara itu Agatha juga sedang berperang dengan perasaannya.
"Aku merindukan mereka kak". Ujar Agatha memeluk suaminya.
"Iyaa sayang sabar, tetapi kamu yakin? mereka juga merindukan kamu?". Tanya Vino sedikit nyelekit pada hati Agatha.
"Haha ngga mungkin mereka merindukanku, karena ada Sasha yang selalu menghasut mereka kak". Jawab Agatha membuat Vino merasa bersalah.
"Maafin aku ya sayang, bukan maksud aku membuat kamu sakit hati lagi". Ujar Vino memeluk istrinya.
"Iyaa gapapa kok kak". Ujar Agatha pada suaminya.
Ting!
...Kak Cindy 🤗...
...Online...
Seandainya dulu kakak bisa membuat si pengkhianat itu jera, tetapi sayang nya selalu saja ada akal bulusnya 😡
^^^Kenapa sih kak? marah marah terus 😂^^^
Kamu gimana sih? emangnya kamu ngga kesel sama Sasha Tha?
^^^Kesel, malah aku benci sama dia kak karena udah bikin aku seperti ini, tapi setidaknya aku bahagia bersama keluarga kecilku 🤗^^^
Ah, kakak menyesal menikah dengan abang kamu Tha 😌
^^^Emangnya kenapa sih kak? bukannya kakak suka sama bang babas kan? terus kenapa nyesel?^^^
Gimana ngga nyesel coba Tha, abangmu serta keluarga kamu selalu dihasut oleh Sasha!! bahkan kakak aja sampai dituduh selingkuh 😭
^^^Apaa!! beraninya dia nyakitin kakak 😡 terus abang juga percaya gitu sma dia kak?^^^
Dia percaya karena Sasha masako itu membawa foto dimana kakak tidak sengaja menabrak seorang pria Tha 😢
^^^Astaga!! dasar ulatt bulu sialan!! liat aja nanti kalau aku datang kembali ke Indonesia aku buat dia jadi makanan buayaa 🤯🤬^^^
Hahaha emangnya kamu berani dek?
^^^Beranii siapa yang ngga berani! dulu aku emang lemah dan bodoh, tetapi sekarang aku bukan Agatha yang dulu 😏^^^
Okee kakak tunggu kamu ya, yang akan kirim Sasha menjadi makanan buaya 🤭
^^^Okee tunggu aja kak 😂^^^
Vino yang menatap istrinya sedaritadi tertawa pun penasaran, akhirnya Agatha memberikan ponselnya yang berisi chattannya dengan Cindy, Vino ikut tertawa saat membaca Agatha yang akan menjadikan Sasha makanan untuk buaya.
"Kamu memangnya kuat sayang angkat Sasha ke kolam buaya?". Tanya Vino sambil menahan senyumnya.
"Ya kan ada yang bantu kak". Jawab Agatha pada suaminya.
"Siapa yang bantu syaang?". Tanya Vino padanya.
"Pawang buaya kak". Jawab Agatha terkekeh pada suaminya.
"Aduh dasar kamu inii". Ujar Vino gemas pada istrinya.
__ADS_1
"Mas, coba nyanyikan lagu buat aku dong". Ujar Agatha pada suaminya.
"Lagu Apaa sayang?". Tanya Vino menatap istrinya.
"Apa aja bebas deh gimana kakak". Jawab Agatha sambil tersenyum padanya.
"Baiklah sayang". Ujar Vino padanya.
Cinta Luar Biasa
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak kusangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
Hari-hari berganti
Kini cinta pun hadir
Melihatmu, memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia..
Tulus padamu
Teman Bahagia
Takkan pernah terlintas
Tuk tinggalkan kamu
Jauh dariku, kasihku
Karena aku milikmu
Kamu milikku
Separuh nyawaku
Hidup bersamamu
Berdua kita lewati
Meski hujan badai takkan berhenti (takkan berhenti)
Sehidup semati
Mentari pun tahu
Kucinta padamu
__ADS_1
Percaya
Aku takkan ke mana-mana
Aku kan selalu ada
Temani hingga hari tua
Percaya
Aku takkan ke mana-mana
Aku kan selalu ada
Temani hingga hari tua
Takkan pernah kulupa
Kamu yang kucinta
Dari ujung kaki
Hingga ujuung kepala
Aku ingin kamu
Kamu yang kumau
Belahan jiwaku
Kamu masa depanku
Berdua kita lewati
Meski hujan badai takkan berhenti (takkan berhenti)
Sehidup semati
Mentari pun tahu
Kucinta padamu
Percaya
Aku takkan ke mana-mana
Aku kan selalu ada
Temani hingga hari tua
Percaya
Aku takkan ke mana-mana
Aku kan selalu ada
Temani hingga hari tua
Vino menyanyikan dua lagu untuk istrinya, membuat Agatha terharu mendengarnya, tiba tiba saja anak anaknya menghampiri saat mendengar ayahnya menyanyikan lagu untuk bundanya, dengan alat musik sebuah gitar.
"Wah ayah keren bangettt". Ujar Indira pada ayahnya.
"Ayah nya siapa dulu dongg?". Tanya Vino sambil tersenyum pada anaknya.
"Ayah Indira dongg". Jawabnya pada Vino.
"Ayah abang juga". Ujar Satya padanya.
"Ayah aku jugaa ihh". Ujar Athara padanya.
"Ayah akuu". Ujar Marcello pada Vino.
"Intinya Ayah Vino ayah kita". Ujar Angga pada mereka berempat.
"Intinya ayah Vino suaminya bunda". Ujar Agatha memeluk Vino.
Vino yang menjadi rebutan istri dan anak anaknya pun merasa bahagia, kelima anaknya pun memeluk Vino saat melihat Agatha memeluk Vino, Agatha yang melihat itupun terkekeh pada anaknya. Sungguh senang sekali menjahili mereka berlima.
"Bunda gantian abang dong yang peluk ayah". Ujar Satya padanya.
"Ihh Adek dulu bunda". Ujar Indira pada Agatha.
"Gaada, Ayah Vino cuman buat bunda wleee". Ujar Agatha semakin senang menjahili mereka.
Agatha tertawa melihat anaknya merengek kecuali Angga yang diam saja, Vino yang melihat anak satunya diam pun memeluknya dan itu membuat keempatnya sebal karena Angga yang tidak berebutan malah dipeluk oleh Vino.
__ADS_1
"Gemes banget sih anak bunda". Ujar Agatha mencium pipi mereka satu persatu.
"Iyaa dong pastinya". Ujar mereka pada Agatha dengan percaya diri.